Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Global Health Science (GHS)

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA TANJUNGTANI KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2016 Baktianita Ratna Etnis; Sutanto Priyo Hastono; Sri Widodo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.239 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.301

Abstract

Gerakan Keluarga Berencana Nasional disiapkan untuk membangun keluarga sejahtera dalam rangka membangun sumber daya manusia yang optimal, dengan ciri semakin meningkatnya peran serta masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan KB. Jumlah WUS yang menggunakan IUD di Desa Tanjungtani sebesar 6,28% Tahun 2015 dan sebesar 0,15 dari bulan januari-september tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2016. Rancangan penelitian ini adalah Case Control. Sampel sebanyak 104 dengan 52 kasus dan 52 kontrol. Sampel dipilih dengan teknik Proportional Stratified Rondom Sampling. Uji statstik menggunakan Chi Square dan Regresi Logistik Ganda. Didapatkan bahwa faktor yang berhubungan bermakna dengan penggunaan kontrasepsi IUD yaitu pengetahuan (p=0,005), pendidikan (p=0,031), umur (p=0,027), sikap (p=0,007), paritas (p=0,017), dukungan tenaga kesehatan (p=0,049), dan dukungan suami (p=0,018) dan faktor yang tidak berhubungan adalah fasilitas pelayanan KB (p=0,117). Variabel yang dominan berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD adalah pengetahuan (p=0,000, OR=12.199). Kata kunci: Kontrasepsi IUD, Wanita Usia Subur, Pengetahuan
Hubungan Faktor Afeksi dan Religiusitas Terhadap Perilaku Seksual Berisiko HIV dan AIDS Pada Remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong Baktianita Ratna Etnis; Febry Talakua
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.304 KB) | DOI: 10.33846/ghs5202

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan suatu proses dalam tahap perkembangan individu yang diawali dari berkembangnya organ seksual. Faktor yang mendukung remaja melakukan hubungan seksual adalah faktor biologis, faktor religiusitas, teman sebaya, faktor demografi, faktor afeksi. Menurut world Health Organization (WHO) tahun 2011, remaja berumur 13-17 tahun setuju dengan hubungan seksual yakni mencapai 16%. Dinas Kabupaten sorong menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV dan AIDS dalam 6 bulan terakhir dari bulan juli 2017 yaitu 51 orang.Tujuan : Mengetahui hubungan faktor afeksi dan religiusitas terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Metode: Desain studi yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah semua siswa/siswi SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong sebanyak 290 orang. Sampel penelitian diambil berdasarkan metode ‘’stratified random sampling’’ yakni 168 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018. Hasil: penelitian dengan uji Chi-Square, didapatkan nilai p = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor afeksi terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS. Dan didapatkan nilai p = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara religiusitas terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS. Kesimpulan: dalam penelitian ini adalah faktor afeksi berhubungan dengan perilaku seksual beresiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Dan Religiusitas berhubungan dengan perilaku seksual beresiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Kata kunci: afeksi; religiusitas; perilaku beresiko, HIV dan AIDS