Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Commitment of Madrasah Heads in Improving State Tsanawiyah Madrasah Services in the Kepulauan Riau Siti Mariyah; Ahmad Syukri; Badarussyamsi
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2024): JIMI - JULI
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/jimi.v2i3.234

Abstract

The purpose of this research is to determine the form of educational services that have been implemented by the Head of the State Madrasah Tsanawiyah in the Riau Islands, and the commitment of the Head of the Madrasah in improving the educational services of the State Madrasah Tsanawiyah in the Riau Islands. This research is a type of field research with a descriptive qualitative approach. The subject of this research covers aspects related to the commitment of madrasa heads in organizing the cultural governance of educational services at the State Tsanawiyah Madrasah in the Riau Islands, which consists of the leadership of the MTsN Riau Islands, as well as teachers and other educational staff. The data collection techniques are through documentation, behavioral observation, or interviews with participants. The data was then analyzed through three components, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this research show that madrasa heads must be committed to taking real action to improve the quality of education at State MTs in the Riau Islands. Concrete steps that can be taken are to initiate teacher training programs, update the curriculum to reflect the latest developments, and strive for (tangible) facilities that are comfortable and conducive to learning. Madrasah heads must also try to always be open to input from all parties involved in the educational process.
Revitalisasi Nilai Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dalam Pendidikan Akhlak Gen Z Tira Mulia; Ani Marlia; Nur Azizah; Siti Mariyah; M. Dzaki Permana; M. May Diansyah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.1048

Abstract

Era digital dan fenomena globalisasi telah memberikan pengaruh besar terhadap perubahan sifat dan nilai moral kaum muda, khususnya Generasi Z. Terjadi penurunan penghormatan terhadap pengajar, pertumbuhan sikap individualis, dan pola konsumsi yang berlebihan, yang menggambarkan adanya krisis dalam nilai-nilai kepemimpinan dan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepemimpinan dari Khulafaur Rasyidin—Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali—dalam konteks pendidikan moral bagi Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-historis, penelitian ini mengeksplorasi sumber-sumber klasik dan modern mengenai pendidikan Islam, sifat-sifat Generasi Z, serta sejarah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, keberanian, tanggung jawab, dan integritas yang dihadirkan dalam kepemimpinan Khulafaur Rasyidin sangat relevan untuk membangun karakter Islami generasi sekarang. Penghidupan kembali nilai-nilai ini dapat dilakukan melalui teladan dari para guru, pengintegrasian dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan cara ini, pendidikan karakter yang berdasarkan nilai-nilai Islam dapat mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan juga kuat dalam moral serta spiritual.
Dikotomi Kerelawanan Dan Profesional Di Dunia Pendidikan: Mencari Titik Temu Antara Idealisme Dan Realitas Siti Mariyah; Nazaruddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i2.1058

Abstract

Fenomena dikotomi antara kerelawanan dan profesionalisme dalam dunia pendidikan memunculkan perdebatan mengenai peran, kompetensi, dan keberlanjutan layanan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan antara relawan pendidikan dan tenaga profesional dalam konteks distribusi, kualitas, dan akuntabilitas pendidikan nasional. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, data dikumpulkan dari buku, jurnal, dokumen resmi, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerelawanan muncul dari semangat altruistik untuk menjawab kesenjangan pendidikan, terutama di daerah 3T, sementara profesionalisme menekankan pada standar mutu, kualifikasi, dan jaminan kesejahteraan. Ketegangan muncul ketika relawan dianggap sebagai solusi darurat atau “pengganti murah”, sementara profesional terjebak dalam birokrasi dan kehilangan idealisme. Namun, keduanya dapat saling melengkapi jika didukung kebijakan yang mendorong kolaborasi, pelatihan berkelanjutan, dan sistem penghargaan yang adil. Oleh karena itu, titik temu antara keduanya penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Implementasi Pembelajaran Berbasis Teknologi di Perguruan Tinggi: Studi Kasus Mahasiswa Prodi PGMI IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang Siti Mariyah; Muhammad Nur; Sri Winarti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i2.1373

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi industri 4.0 menuntut perguruan tinggi untuk mengadopsi sistem pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap implementasi pembelajaran berbasis teknologi di Prodi PGMI IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya dan kendala serta peluang yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa semester 1, 3, dan 5 yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis teknologi karena kemudahan akses dan fleksibilitasnya. Namun demikian, ditemukan pula hambatan seperti keterbatasan akses internet, perangkat yang tidak memadai, serta tantangan psikologis dan manajemen waktu. Faktor-faktor internal seperti literasi digital dan motivasi, serta faktor eksternal seperti dukungan institusi dan ketersediaan infrastruktur sangat memengaruhi persepsi mahasiswa. Di sisi lain, teknologi juga membuka peluang penguatan kompetensi abad ke-21. Dengan demikian, pembelajaran berbasis teknologi dinilai strategis untuk pengembangan pendidikan tinggi, namun tetap membutuhkan intervensi menyeluruh guna menciptakan sistem yang inklusif dan berdaya saing
Perjanjian Hudaibiyah Dan Pendidikan Karakter; Membina Akhlak Mulia Siswa Sejak Dini Nazaruddin; Siti Mariyah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.385

Abstract

Perjanjian Hudaibiyah merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengandung nilai-nilai karakter luhur seperti kesabaran, toleransi, dan komitmen terhadap kesepakatan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dalam pendidikan karakter, khususnya dalam pembinaan akhlak siswa sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam Perjanjian Hudaibiyah dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Melalui pendekatan analisis kualitatif, artikel ini mengeksplorasi pentingnya mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, musyawarah, dan penghormatan terhadap perbedaan dalam konteks pendidikan dasar untuk membentuk akhlak mulia sejak dini. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Perjanjian Hudaibiyah dapat membantu siswa dalam mengembangkan sikap toleransi, menghargai kesepakatan, serta memperkuat komitmen moral dan sosial. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam yang terinspirasi dari peristiwa bersejarah seperti Perjanjian Hudaibiyah dapat berperan penting dalam membina akhlak siswa dan memperkokoh pondasi moral generasi muda sejak dini
Urgensi Pembelajaran Enterpreneurship Pada Anak Usia Sekolah Dasar Novi Suryawati; Siti Mariyah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.1059

Abstract

Peningkatan daya saing bangsa di era global menuntut penguatan pendidikan dasar sebagai fondasi pembentukan karakter dan keterampilan abad 21. Salah satu keterampilan penting tersebut adalah kewirausahaan yang sejalan dengan tuntutan inovasi dan kemandirian individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pembelajaran entrepreneurship pada anak usia sekolah dasar sebagai upaya membentuk generasi bermental wirausaha sejak dini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur yang relevan dari buku, jurnal, dan dokumen akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran entrepreneurship pada anak SD dapat melatih keberanian, kemandirian, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Nilai-nilai tersebut penting ditanamkan sejak dini untuk membentuk karakter tangguh dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan kewirausahaan juga dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk peserta didik yang inovatif dan memiliki etos kerja tinggi. Dengan demikian, integrasi entrepreneurship dalam pendidikan dasar merupakan strategi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.