HR, Hafif
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MENUJU PADANGPANJANG SEBAGAI KOTA LITERATUR DUNIA: PKM PENYUSUNAN DOSSIER UNESCO CITY OF LITERATURE Saaduddin, Saaduddin; Pramayoza, Dede; H, Afrizal; Muliati, Roza; HR, Hafif; Sena, Alvi; Aldo, Yoni
Batoboh Vol 7, No 1 (2022): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v7i1.1707

Abstract

Borang Dossier UNESCO merupakan satu borang pengajuan untuk mendapatkan status kota sebagai predikat yang diusulkan sesuai kompetensi kota dan skim pengajuan. Borang ini sudah direncanakan dari tahun 2017 semenjak gerakan literasi kota dicanangkan oleh Pemerintahan Daerah. Namun, baru pada tahun 2021 pembuatan ini dapat dilaksanakan dan diselesaikan. Pengajuan ini diusulkan berdasarkan penilaian strategis bahwa pengusulan, terlepas dari lulus atau tidak lulus boring pengajuan sudah terwujud dan ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam penataan ekosistem kota baik dalam bidang literature ataupun bidang kebudayaan. Pelaksanaan  Program Kemitraan Masyarakat (PkM) Penyusunan Borang Dossier UNESCO City Of Literature Kota Padangpanjang dilaksanakan di Kota Padangpanjang. Tempat yang digunakan antara lain; Ruang VIP Balaikota Padangpanjang, Rumah Gadang Gajah Maaram PDIKM Padangpanjang, dan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang. Metode yang digunakan dalam penyusunan ini adalah melakukan komparasi terhadap borang Dossier yang telah didapatkan, dan borang Dossier dari kota Literature dunia. Menggunakan data kualitatif dan kuantitatif yang didapatkan selama pengumpulan data, artikel ini diuraikan sebagai pemadatan dari boring yang telah disusun
Branding on Social Media Platforms As a Solution For Mixed Procession Music Groups In The City Of Padang, West Sumatra, Indonesia HR, Hafif; Marh, Fahmi; Rosa, Della; Surayya, Yade
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v25i2.3865

Abstract

Pancaragam, the only active music group in West Sumatra Province, Indonesia, holds significant potential but has yet to gain widespread recognition. Similar to Tanjidor groups in Betawi Kalimantan, such as Pontianak and Pemangkat, Pancaragam faces challenges in expanding its reach and economic impact on its musicians. To address this, we offer strategic solutions focused on enhancing visibility through social media platforms. This proposal includes the implementation of management patterns that align with the characteristics of each social media platform. Firstly, a profound understanding is needed on how to manage and leverage the specific features of platforms such as Instagram, Facebook, and YouTube. This involves the use of compelling visual content, such as video snippets from their performances, as well as active engagement with fans through comments and direct messaging. Furthermore, the implementation of creative digital campaign strategies can elevate Pancaragam's online presence. Contests or music challenges on these platforms can encourage community participation, while special offers or discounts for live performances can attract a broader audience. Collaborating with local influencers or social media users with an interest in traditional arts and culture can also be an effective way to expand networks and reach new audiences. With a combination of focused management and digital marketing strategies, Pancaragam can gain broader recognition, enhance their online presence, and ultimately provide a positive economic impact for its musicians.
Interpretation of Balinese Goddess Saraswati Worship Ritual Into Illustrative Musical Composition in Multimedia Music Pratama, Yuda; Hendri, Yon; HR, Hafif
Scoring: Journal of Film Music Vol 1, No 1 (2023): Scoring Jurnal of Film Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/scoring.v1i1.3399

Abstract

ABSTRAKArtikel ini memuat tentang karya musik ilustrasi yang berangkat dari prosesi  Ritual Pemujaan Dewi Saraswati  yang dilaksaanakan  di Bali pada setiap tahunnya yang dilakukan pada pagi hari. Pengkarya menghadirkan suasana sesuai alur cerita dari tahap persiapan hingga tahan prosesi ritual,. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mewujudkan komposisi musik ilustrasi dalam bentuk garapan multimedia dengan mengambil ide musical  dari mantra pemujaan terhadap Dewi Saraswati.  Metode pencitaan yang digunakan  dalam penggarapan karya ini adalah  metode penciptaan A.M. Hawkins yang terdiri atas tiga tahap yaitu ; (2) Tahap explorasi , (2) tahap eksperimen, (3) perwujudan.  Penggarapan komposisi musik  ilustrasi  ini menghasilkan komposisi musik multimedia yang berjudul “ Ilustrasi of Music “Ritual Pemujaan Saraswati dalam bentuk free formKata Kunci:Ritual Pemujaan Dewi Saraswati; Musik Ilustrasi; Musik MultimediaABSTRACTThis article contains an illustrated piece of music that departs from the procession of the Ritual Worship of Dewi Saraswati which is held in Bali every year which is done in the morning. The creators present the atmosphere according to the storyline from the preparation stage to the ritual procession. The purpose of writing this article is to create an illustrated musical composition in the form of a multimedia work by taking the musical idea from the mantra of worship of Dewi Saraswati. The creation method used in the creation of this work is A.M. Hawkins which consists of three stages namely; (2) Exploration stage, (2) experimental stage, (3) embodiment. The cultivation of this illustration music composition resulted in a multimedia music composition entitled "Illustration of Music" Saraswati Worship Ritual in free form Keywords: Goddess Saraswati Worship Rituals; Illustrated Music; Multimedia Music.        
Fantasia Taur-Taur Purba, Jayanto; Herdianto, Ferry; Sina, Ibnu; Munafri, Sastra; HR, Hafif
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4720

Abstract

Komposisi musik Fantasia Taur-taur  adalah komposisi yang berangkat dari salah satu kesenian Batak Simalungun yaitu Taur-taur Simbandar. Komposisi musik Fantasia Taur-taur merupakan musik komposisi dengan gaya Fantasia digarap dalam bentuk dua bagian dengan format orkestra. Pada komposisi musik ini, melodi dan pola ritme yang berangkat dari lagu Taur-taur Simbandar diambil sebagai ide garapan yang digarap dalam sebuah komposisi musik instrumental. Dalam penggarapan komposisi musik Fantasia Taur-taur digunakan beberapa teknik pengolahan variasi motif seperti repitisi, sequen, imitasi, diminusi tanpa menghilangkan ciri khas dari lagu Taur-taur Simbandar tersebut.. Kata Kunci: Taur-Taur, Inggou, Doding,Fantasia dan Orchestra
Pertunjukan Solis Vokal Dengan Repertoar Bella Mia Fiamma, Lemak Manis Dan I Surrender Tambunan, Reza Reswati; Rosa, Della; Tindaon, Rosmegawaty; Kumala, Ofa Yutri; HR, Hafif
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5318

Abstract

Pertunjukan musik merupakan bentuk ekspresi seni yang menghadirkan keindahan melalui elemen-elemen vokal dan instrumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mengekspresikan dan menginterpretasikan tiga repertoar musik dari berbagai genre dan gaya musikal dengan bentuk iringan musik yang berbeda. Karya pertama, Bella Mia Fiamma oleh Wolfgang Amadeus Mozart, dieksplorasi dalam konteks gaya klasik dengan iringan orkestra, menekankan pada dinamika, artikulasi, dan ekspresi khas era Klasik. Karya kedua, Lemak Manis oleh Ruslan Madun, dikaji dalam interpretasi gaya Musik Melayu dengan iringan Combo Band, yang mengedepankan ornamentasi khas musik tradisional Melayu serta nuansa ekspresi vokal yang sesuai dengan karakter musiknya. Sementara itu, karya ketiga, I Surrender oleh Louis Biancaniello dan Sam Watters, dianalisis dari aspek ekspresi dan interpretasi dalam format musik pop dengan iringan Combo Band, memperhatikan teknik vokal yang mendukung emosi serta gaya modern yang khas. Dengan metode analisis kualitatif berbasis studi interpretasi musik, penelitian ini mengidentifikasi pendekatan terbaik dalam mengekspresikan ketiga karya sesuai dengan gaya dan karakteristik musikalnya.Kata Kunci: Ekspresi, Interpretasi, Bella Mia Fiamma, Lemak Manis, I Surrender
PENERAPAN MULTI DISIPLIN SENI DALAM KEGIATAN DRUMBAND PADA EKSTRAKURIKULER SMA 3 PADANGPANJANG HR, Hafif; Marh, Fahmi; Sulistiawan, Ade; Ashari, Dino
Batoboh Vol 1, No 2 (2016): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v1i2.158

Abstract

Kegiatan Drumband merupakan suatu rangkaian kegiatan yang cukup komplek, tidak hanya berfokus kepada unsur musikal namun lebih luas dari pada itu, seni Drumband perwujudannya membutuhkan disiplin seni lainnya seperti seni tari, desain komunikasi visual dan seni kepemimpinan serta seni baris berbaris. Hal tersebut terangkum dalam Seni Drumband dengan penjabaran yang terdapat pada keutuhan drumband seperti pada section Battery,section Hornline dan section color guard. Kata Kunci :Drumband, Seni Musik, Seni Tari dan seni Desain Visual.
Interpretasi Musikal Flight of the Bumblebee dalam Pertunjukan Solis Trombone Beriringan Big Band Rahmanda, Fajri; Nursyirwan, Nursyirwan; HR, Hafif; Munafri, Sastra
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.4722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi interpretasi musikal repertoar Flight of the Bumblebee karya Nikolay Rimsky-Korsakov dalam pertunjukan solis trombone dengan iringan big band. Objek kajian penelitian ini adalah partitur dan praktik pertunjukan Flight of the Bumblebee yang dianalisis melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi pertunjukan, serta analisis teknik permainan trombone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi musikal dalam repertoar ini menuntut penguasaan teknik pernapasan, kecepatan (speed), artikulasi, serta pemahaman karakter musikal karya sebagai musik programa. Tempo cepat menjadi elemen utama dalam membangun imaji musikal pergerakan lebah, yang diwujudkan melalui teknik kromatis, staccato, legato, dan tonguing. Interpretasi yang efektif hanya dapat dicapai melalui pemahaman struktural karya, konteks historis penciptaan, serta latihan teknis yang terstruktur dan berkelanjutan.
The Implementation and Transformation of Kulintang Melodies in the Rite of Mak Kamalun: A Minimalist Composition Analysis Kadafi, Fadel; HR, Hafif; Anggara, Rama
Scoring: Journal of Film Music Vol 3, No 2 (2025): Scoring
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/scoring.v3i2.6157

Abstract

The fusion of traditional Indonesian musical material with modern Western aesthetics has become a field of exploration in musical composition. Kulintang, as a musical system from the Mamasa people (West Toraja/West Sulawesi) and the Maranao people of the Philippines, provides a rich source of melodic and rhythmic structures that have not been widely explored within a minimalist musical framework. This article aims to analyze the implementation and transformation of kulintang melodies in the orchestral composition "Ritus Mak Kamalun," using an analytical approach to the minimalist musical techniques used. This study uses a descriptive-analytical method of music analysis, combining the theory of motif transformation (Straus, 2016) and the principles of minimalist music (Potter, 2002; Johnson, 1989). Primary data consists of scores and audio recordings of Ritus Mak Kamalun, and secondary data consists of ethnomusicological literature on kulintang. The analysis shows that Kulintang melodies are not simply implemented as excerpts, but are systematically transformed through (1) phase shifts and additive processing of short patterns (cells), (2) repetitions with microvariations of typical Kulintang intervals (such as the minor second and quart), and (3) recontextualization of pentatonic melodic patterns into an expanded tonal system. These transformations produce organically evolving structures, retaining the "soul" of traditional motifs while operating within a minimalist logic. The Mak Kamalun ritual demonstrates that ethnic material can function as a generative core in minimalist compositions, not merely as additional color. This study contributes to an analytical model for integrating traditional material into modern musical forms, as well as enriching the understanding of Kulintang's potential beyond its traditional ritual context.Keywords: Kulintang, minimalist music, compositional analysis, motif transformation, contemporary Indonesian music, applied ethnomusicology.