Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Identifikasi Kualitatif Ekstrak, Fraksi n-Heksan, Fraksi Etil Asetat, Fraksi Air Herba Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Palupi, Dwi Ayu; Pratimasari, Diah; Dhurhania, Crescentiana Emy
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v14i1.333

Abstract

Bandotan (Ageratum conyzoides L.) is a plant that grows in subtropical and tropical regions and has high growth and adaptability. Some studies have shown that Bandotan herb has good activity as an antibacterial, anti-inflammatory, antioxidant, and antidiabetic agent. Existing research is limited to the content and activity of Bandotan herb extracts. However, some extracts that undergo fractionation are known to enhance their activity. Therefore, this study aims to identify the flavonoid and phenolic compounds in the polar, semi-polar, and non-polar fractions of Bandotan herb. The research started with macerating the Bandotan herb using ethanol as a solvent and concentrating it to obtain a thick extract. This thick extract was then suspended in warm water and fractionated successively using n-hexane and ethyl acetate solvents. The extracts and fractions obtained were analyzed for their content using tube tests and Thin Layer Chromatography (TLC). The tube test results indicated that the extract, ethyl acetate fraction, and water fraction were positive for flavonoids, while the n-hexane fraction was negative for flavonoids. TLC results showed variations in the compound profiles among the extract and its different fractions.
Penetapan Kadar Metilparaben dan Propilparaben dalam Hand and Body Lotion secara High Performance Liquid Chromatography Dhurhania, Crescentiana Emy
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2012
Publisher : Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metilparaben dan Propilparaben merupakan bahan antibakteri dan antifungi yang efektif. Banyak produk kosmetik menggunakan metilparaben dan propilparaben sebagai bahan pengawet, salah satunya adalah hand and body lotion. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Republik Indonesia No.HK.00.05.1745, tanggal 5 Mei 2003 tentang kosmetik menyebutkan bahwa batas maksimum kadar metilparaben dan propilparaben adalah 0,4 % sebagai pengawet tunggal dan 0,8 % sebagai pengawet campuran. Namun berdasarkan pengamatan penulis, produsen hand and body lotion tidak mencantumkan kadar metilparaben dan propilparaben pada labelnya. Penelitian inii dilakukan untuk mengetahui kadar metilparaben dan propilparaben yang digunakan dalam hand and body lotion dan untuk mengetahui apakah kadar tersebut memenuhi persyaratan yang ditentukan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental deskriptif, menggunakan metode High Performance Liquid Chomatography (HPLC) fase terbalik dengan kolom Water Novopac C18, fase gerak metanol : akuabides (4:6), kecepatan alir 1,2 ml/menit, dan detektor UV 257 nm. Parameter yang digunakan untuk menyatakan validitas metode analisis adalah selektivitas, akurasi, presisi, linieritas, batas deteksi dan batas kuantitasi. Hasil validasi metode analisis menunjukkan bahwa metode HPLC dapat dinyatakan valid untuk analisis metilparaben dan propilparaben dalam hand and body lotion. Berdasarkan analisis hasil yang dilakukan pada taraf kepercayaan 95 %, diperoleh bahwa ketiga hand and body lotion yang digunakan pada penelitian ini mengandung metilparaben dan propilparaben dengan kadar rata-rata sebagai berikut : sampel merk “A” adalah (0,24 ± 0,003)%;merk “B” adalah (0,19 ± 0,004)%; dan merk “C” adalah (0,08 ± 0,001) % untuk propilparaben. Dengan demikian kadar metilparaben dan propilparaben dalam ketiga merk hand and body lotion, baik dinyatakan sebagai kadar masing-masing maupun kadar jumlah, masih memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Badan POM
ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL TEMPE KEDELAI SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Dhurhania, Crescentiana Emy; Istantini, Emi
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i2.19747

Abstract

Tempe adalah makanan tradisional hasil olahan fermentasi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, yang pada umumnya dibuat dari kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar penjualan tempe terbesar di Asia. Tempe bermanfaat sebagai antioksidan, antibakteri, antikanker, antihaemolitik, antialergi, antiinfeksi dan hepatoprotektor. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa tempe kedelai mengandung senyawa flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar flavonoid total yang terkandung dalam tempe kedelai. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi NaOH, H2SO4, dan Wilstater Cyanidin. Analisis kuantitatif dilakukan secara spektrofotometri Visibel, dimana kuersetin digunakan sebagai standar pembanding. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang maksimum 439,5 nm dengan operating time 30 menit. Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total sebesar 183,48± 3,91 mgQE/100 g tempe kedelai dan 4,07± 0,09 mgQE/100 g biji kedelai dengan Relative Standard Deviation 2,13% - 2,21%.
Aktivitas Antioksidan Masker Gel Peel-Off dari Fraksi Etil Asetat Daun Salam (Zyzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dengan Metode ABTS Lukita, Marie Eksanti; Dhurhania, Crescentiana Emy; Andriani, Disa
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol20.iss1.art1

Abstract

Background: The ethyl acetate fraction of bay leaf contains flavonoids, alkaloids, and tannins. It has the strongest antioxidant activity compared to the n-hexane fraction and aqueous fraction. Antioxidants play a critical role in maintaining skin health, particularly facial skin, by preventing damage from oxidative stress. One of the topical preparations that are considered very practical and effective in facial skin care is a peel-off gel mask.Objective: The aim of the study is to determine the concentration of the ethyl acetate fraction of bay leaf (Zyzygium polyanthum (Wight.) Walp.), which is capable of producing a peel-off gel mask with good physical characteristics and the strongest antioxidant activity.Methods: Extraction was carried out by maceration and fractionation with liquid-liquid partitions to obtain the n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and water fraction. The ethyl acetate fraction of bay leaf was used to make peel-off gel masks with various concentrations of 0.5, 1, and 1.5%, then tested for physical characteristics and antioxidant activity using the ABTS method.Results: All of the peel-off gel mask formula that used different concentrations of bay leaf ethyl acetate fraction met the standards for excellent physical properties, such as organoleptic, pH, spreadability, adhesion, viscosity, folding resistance, and drying time. The peel-off gel mask with a 1.5% bay leaf ethyl acetate fraction exhibited the most effective antioxidant activity, with an IC50 value of 46.6954 ppm, compared to an IC50 value of 17.5809 ppm for quercetin. Conclusion: At a concentration of 1.5%, the ethyl acetate fraction of bay leaf was able to produce a peel-off gel mask with good physical characteristics, accompanied by antioxidant activity in the very strong category.Keywords : Bay leaf, peel-off gel mask, antioxidant IntisariLatar Belakang: Fraksi etil asetat daun salam mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan tanin, dengan aktivitas antioksidan yang paling kuat daripada fraksi n-heksan dan fraksi airnya. Kandungan antioksidan sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, termasuk kulit wajah, sehingga mampu menghambat terjadinya kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Salah satu sediaan topikal yang dinilai sangat praktis dan efektif dalam perawatan kuit wajah adalah masker gel peel-off. Tujuan: Untuk mengetahui konsentrasi fraksi etil asetat daun salam (Zyzygium polyanthum (Wight.) Walp.) yang mampu menghasilkan masker gel peel-off dengan karakteristik fisik yang baik disertai dengan aktivitas antioksidan yang paling kuat.Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi, dilanjutkan fraksinasi dengan teknik partisi cair-cair hingga diperoleh fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air. Fraksi etil asetat daun salam digunakan untuk membuat masker gel peel-off dengan variasi konsentrasi 0,5, 1, dan 1,5%, kemudian dilakukan uji karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan dengan metode ABTS.Hasil: Seluruh formula masker gel peel-off dengan berbagai variasi konsentrasi fraksi etil asetat daun salam mampu memenuhi persyaratan karakteristik fisik yang baik, meliputi organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, ketahanan lipat, dan waktu mengering. Aktivitas antioksidan yang paling efektif diperoleh pada masker gel peel-off dengan fraksi etil asetat daun salam sebesar 1,5% dengan nilai IC50 46,6954 ppm dan kuersetin sebagai pembanding memiliki nilai IC50 17,5809 ppm. Kesimpulan: Fraksi etil asetat daun salam pada konsentrasi 1,5% mampu menghasilkan masker gel peel-off dengan karakteristik fisik yang baik disertai dengan aktivitas antioksidan pada kategori sangat kuat.Kata Kunci : Daun salam, masker gel peel-off, antioksidan
Analisis antosianin pada tape ubi kuning (Ipomoea batatas L.) secara spektrofotometri visibel Assalam, Akbar Syifani; Dhurhania, Crescentiana Emy
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.891

Abstract

Antioksidan diperlukan oleh tubuh untuk mengatasi dan mencegah stres oksidatif, yang merupakan ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh yang terjadi secara alami. Salah satu senyawa fitokimia yang dapat berfungsi sebagai antioksidan adalah antosianin, yaitu senyawa organik dari keluarga flavonoid yang larut dalam air dan memberikan warna merah, biru, dan violet. Fermentasi dapat meningkatkan kadar antosianin pada ubi kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan antosianin pada tape ubi kuning (Ipomoea batatas L.). Analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan HCl dan NaOH, dengan hasil positif yang ditandai dengan perubahan warna menjadi merah menetap dan hijau kebiruan yang kemudian memudar. Penetapan kadar antosianin total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri visibel, dengan prinsip perbedaan pH, yaitu pH 1 dan pH 4,5 pada panjang gelombang maksimum 540,5 nm. Rata-rata kadar antosianin yang diperoleh adalah sebesar 11,73 mg/100 gram, dengan nilai koefisien variasi sebesar 0,021%.”
Analisis Perbedaan Kadar Asam Askorbat pada Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol Jambu Biji Merah (Psidium guajawa L.) secara Spektrofotometri Visibel Dhurhania, Crescentiana Emy; Ingrid Anggraini, Devina; Auliana Nur Aziza, Nia
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.877

Abstract

Berbagai masalah kesehatan dikaitkan dengan stress oksidatif sehingga diperlukan lebih banyak antioksidan eksogen. Senyawa antioksidan yang terbukti sangat kuat menangkal radikal bebas yaitu asam askorbat. Salah satu bahan alam yang kaya asam askorbat yaitu jambu biji merah (Psidium guajava L.). Pengembangan produk bahan alam cenderung menggunakan metode ekstraksi yang sederhana, dengan pelarut yang aman dan ekonomis. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui perbedaan kadar asam askorbat dalam ekstrak air dan ekstrak etanol jambu biji merah. Identifikasi asam askorbat dalam ekstrak dilakukan secara visual dengan pereaksi Fehling, iodium dan ammonium molibdat. Analisis kadar asam askorbat dilakukan secara spektrofotometri visibel dengan teknik kolorimetri menggunakan pereaksi ammonium molibdat 5% dan H­2SO4 5%. Pengukuran serapan dilakukan pada panjang gelombang maksimal 565 nm setelah larutan uji diinkubasi selama 20 menit. Analisis terhadap ekstrak air dan ekstrak etanol menunjukkan hasil positif mengandung asam askobat dengan kadar sebesar 316,67 ± 5,77 mg/ 100 g ekstrak air dan 273,33 ± 5,77 mg/ 100 g ekstrak etanol. Analisis statistik dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikasi 0,043 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar asam askorbat dalam ekstrak air dan ekstrak etanol.
Edukasi Pemanfaatan dan Pengolahan Black Garlic Untuk Penyakit Diabetes dan Hipertensi pada Lansia Dusun Rejosari, Ngadirojo, Wonogiri Sa'ad, Muhammad; Dhurhania, Crescentiana Emy; Sativa, Risa; Wulandari, Tiga Putri; Sari, Rizia Puspita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan penggunaan tanaman untuk mendukung pengobatan sindrom metabolik seperti diabetes dan hipertensi telah lama dilakukan. Salah satu tanaman yang digunakan adalah bawang putih. Fermentasi bawang putih (Black Garlic) memiliki manfaat kesehatan yang lebih tinggi dibanding bawang segar. Dusun Rejosari, Desa Ngadirojo Kidul, Wonogiri merupakan daerah yang memiliki lansia dengan sindrom metabolik cukup tinggi. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan Black Garlic sebagai penunjang pengobatan serta pencegahan penyakit diabetes dan hipertensi.  Metode service learning digunakan dalam kegiatan ini dengan penilaian ketercapaian keberhasilan menggunakan instrument pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan signifikan nilai  rata-rata pre- dan post-test berturut-turut sebesar 60,88 dan 85,59 (p <0,05). Tingkat kepuasan peserta juga cukup tinggi dengan nilai indeks kepuasan sebesar 4,45 dari skala 5 (presentasi kepuasan 88,95%).  Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait pemanfaatan Black Garlic untuk menunjang pengobatan diabetes dan hipertensi. Dengan peningkatan pemahaman, diharapkan kondisi lansia dengan sindrom metabolik di  Dusun Rejosari dapat terkontrol dengan baik.