Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Metode Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Syamsinar, Syamsinar; Ismi, Nur; Thahir, Rahmatia; Sahruddin, Sahruddin
JURNAL PENA Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v11i1.14405

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penerapan pembelajaran berdeferensiasi dimana guru belum mengakomodir kebutuhan belajar murid, berupa kesiapan belajar, minat belajar dan profil (gaya) belajar murid. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar murid. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen: (1) lembar observasi aktivitas murid dan (2) tes hasil belajar. Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Rata-rata persentase ketuntasan hasil belajar murid pada siklus I sebesar 16,6%, meningkat menjadi 41,6% pada siklus II. Sedangkan persentase aktivitas belajar murid pada siklus I mencapai 71,5%, meningkat 73,95% pada siklus II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi melalui model pembelajaran discovery learning dapat mengoptimalkan aktivitas dan hasil belajar murid. 
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas XII MIPA2 SMA Negeri 6 Maros Haidir, Muh; Pratiwi, Sri Agustina; Thahir, Rahmatia; Saharir, Saharir
JURNAL PENA Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v11i2.15921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 6 Maros tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian siswa kelas XII SMA Negeri 6 Maros yang berjumlah 33 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes yang terdiri dari 10 butir soal. Hasil observasi pada siklus I hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning diperoleh ketuntasan belajar mencapai 15,15% atau 5 siswa dari 33 siswa sudah tuntas belajar. Hasil observasi pada siklus II hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning diperoleh ketuntasan belajar mencapai 39,39% atau 13 siswa dari 33 siswa sudah tuntas belajar. Dari hasil tindakan pada siklus I dan pada siklus II maka disimpulkan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 6 Maros tahun pelajaran 2023/2024.
IDENTIFIKASI KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK SEBAGAI DASAR IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKUSIF: KAJIAN LITERATUR PSIKOLOGI PENDIDIKAN Thahir, Rahmatia; Zaitun, Zaitun; Anisa, Anisa; Azis, Fatimah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9054

Abstract

ABSTRACT Inclusive education positions learner diversity as the main strength in the learning process, encompassing students with special needs as well as differences in learning styles, cognitive abilities, socio-emotional characteristics, and cultural backgrounds. In the practice of inclusive education, a commonly encountered problem is the suboptimal process of identifying learner diversity as the basis for instructional design; therefore, this study analyzes the utilization of the identification process in designing effective and equitable inclusive learning. This study employs a literature review method with a descriptive qualitative approach through stages of searching, selection, and content analysis of national and international scholarly articles published over the past ten years. The findings indicate that the success of inclusive education is influenced by educators’ ability to understand individual learner characteristics through continuous identification processes. The challenges faced include limitations of identification instruments, diverse teacher competencies, inadequate policy support, and limited parental involvement. To address these challenges, the implementation of instructional strategies such as differentiated instruction, Universal Design for Learning (UDL), and collaborative approaches is considered effective in accommodating learner diversity. The conclusion of this study emphasizes that the identification of learner diversity is a key element in realizing humanistic, equitable, and transformative education. ABSTRAK Pendidikan inklusif menempatkan keberagaman peserta didik sebagai kekuatan utama dalam proses pembelajaran yang mencakup peserta didik berkebutuhan khusus serta perbedaan gaya belajar, kemampuan kognitif, karakter sosial-emosional, dan latar belakang budaya. Dalam praktik pendidikan inklusif, permasalahan yang sering dijumpai adalah belum optimalnya proses identifikasi keberagaman peserta didik sebagai dasar perancangan pembelajaran; oleh karena itu, kajian ini menganalisis pemanfaatan proses identifikasi tersebut dalam merancang pembelajaran inklusif yang efektif dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tahapan penelusuran, seleksi, dan analisis isi terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh kemampuan pendidik dalam memahami karakteristik individual peserta didik melalui proses identifikasi yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan instrumen identifikasi, kompetensi guru yang beragam, dukungan kebijakan yang belum optimal, serta keterlibatan orang tua yang terbatas. Untuk merespons tantangan tersebut, penerapan strategi pembelajaran seperti differentiated instruction, Universal Design for Learning (UDL), dan pendekatan kolaboratif dinilai efektif dalam mengakomodasi keberagaman peserta didik. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa identifikasi keberagaman peserta didik merupakan elemen kunci dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, adil, dan transformatif.
Pemanfaatan AI dalam Aktivitas Akademik Mahasiswa: Persepsi Manfaat, Risiko, dan Strategi Etis di Pendidikan Tinggi (Studi Mixed Methods) Anisa, Anisa; Nurdiyanti, Nurdiyanti; Thahir, Rahmatia; Magfirah, Nurul; Hambali, Hilmi; Fadhilah, Nurul
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4514

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola kuantitatif penggunaan Artificial Intelligence (AI) oleh mahasiswa serta mengintegrasikannya dengan penjelasan kualitatif untuk memahami manfaat yang dirasakan, risiko, dan strategi etis penggunaan AI dalam aktivitas akademik di perguruan tinggi Indonesia. Secara khusus, penelitian ini mengkaji jenis alat AI yang digunakan, bentuk tugas akademik yang didukung AI, serta persepsi mahasiswa terhadap manfaat-risiko dan strategi etis penggunaan AI. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan desain mixed methods konvergen (Convergent Parallel) yang mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif secara simultan guna menghasilkan gambaran komprehensif dan kontekstual tentang penggunaan AI oleh mahasiswa. Data dikumpulkan secara bersamaan melalui kuesioner tertutup dan respon terbuka, kemudian diintegrasikan pada tahap interpretasi. Partisipan penelitian berjumlah 44 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Makassar (34 perempuan dan 10 laki-laki) pada tahun akademik 2024-2025. Meskipun sampel purposif yang terbatas pada satu program studi membatasi generalisasi statistik, temuan penelitian ini memberikan potret mendalam yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan praktik institusional dalam konteks serupa. Secara kuantitatif, alat AI yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT (86,4%), Canva AI (38,6%), Gemini (25,0%), dan Perplexity (25,0%). Aktivitas akademik yang paling sering didukung AI meliputi pencarian referensi, penulisan esai/artikel, penyusunan presentasi, dan penyelesaian tugas. Sebagian besar mahasiswa menilai AI sebagai alat yang membantu, namun mayoritas juga menyadari risiko seperti plagiarisme, ketergantungan, penurunan berpikir kritis, dan ketidakakuratan informasi. Temuan kualitatif menunjukkan mahasiswa menerapkan strategi etis dengan memverifikasi keluaran AI dan menggunakan AI sebagai penghasil ide. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pedoman penggunaan AI, literasi AI, dan desain asesmen berbasis berpikir tingkat tinggi.