Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Best Practice Ecotourism: Pemberdayaan Komunitas Sembalun Dalam Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal Yasin, Muaidy; Akung Daeng; Busaini; Isra Dewi Kuntary Ibrahim; Mohamad Revan Azka; Lalu Mohammad Ikbal Pahroni
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12835

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Koperasi Bumi di Sajang, Sembalun, Lombok Timur, sebuah wilayah yang dikenal subur dengan potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian organik sekaligus meningkatkan keterampilan pengolahan pascapanen kopi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Tahap sosialisasi memberikan pemahaman dasar mengenai manfaat pertanian organik bagi kesehatan dan lingkungan. Pelatihan difokuskan pada teknik praktis seperti rotasi tanaman, produksi pupuk organik, dan coffee roasting. Tahap penerapan teknologi mendorong petani untuk menggunakan peralatan sederhana pembuatan pupuk organik dan mesin sangrai kopi modern. Pendampingan dilakukan secara rutin untuk memastikan penerapan berjalan sesuai, sedangkan evaluasi difokuskan pada capaian dan kendala yang dihadapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dan konsisten menerapkan praktik pertanian organik. Selain itu, keterampilan coffee roasting memungkinkan petani menghasilkan kopi sangrai dengan kualitas lebih baik dan bernilai tambah dibandingkan metode tradisional. Lebih jauh, kegiatan ini membuka peluang pengembangan wisata edukasi kopi, di mana wisatawan dapat menyaksikan langsung proses sangrai. Integrasi antara pertanian organik dan ekowisata kopi diharapkan mampu memperkuat potensi ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
The Impact of Sunrise Land Lombok Beach Development on the Social Economy of the Community in Labuhan Haji Village, East Lombok Regency: Dampak Pembangunan Pantai Sunrise Land Lombok Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Denda Laila Prihandini; Akung Daeng; Satarudin, Satarudin; Bjorn Schelander
Economy and Finance Enthusiastic Vol. 1 No. 1 (2023): January-June
Publisher : Tinta Emas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/efe.v1i1.73

Abstract

Indonesia is a country that has a variety of cultures and abundant natural beauty. Natural resources as an important asset for the country by being utilized as a tourism location. The purpose of this study was to analyze the economic (income) and social (education) differences of the community before and after the construction of the Sunrise Land Lombok beach in the village of Labuhan Haji, Labuhan Haji sub-district, East Lombok district. This type of research uses descriptive quantitative research with a population of 25 with a survey method because all populations are used as respondents. Data analysis method with multiple linear regression analysis model with the help of SPSS software. The results of the study show that the construction of the Sunrise Land Lombok beach in Labuhan Haji village, Labuhan Haji sub-district, East Lombok district is proven to have th = -7.9 less than t0.025, 4 = -2.0639, so H0 is rejected, meaning that the average net income the community after the construction of the sunrise land beach is greater than the average net income of the community before the construction of the sunrise land beach lombok.
Analisis Kualitatif Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram Satarudin; Suprianto; Akung Daeng
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 2 No. 2 (2020): Elastisitas, September 2020
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedagang kaki lima adalah pedagang dengan kemampuan modal yang relatif kecil yang berusaha dibidang produksi dan penjualan barang-barang/jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan usaha ini biasanya berjualan ditempat-tempat strategis dan penuh keramaian didaerah perkotaan. Penelitian ini berjudul “ Analisis Kualitatif Keberadaan Pedagang Kaki Lima Di Kota Mataram “. Lokasi penelitian di kota Mataram meliputi wilayah Cakranegara, Mataram, dan Rembige dengan jumlah sampel responden sebanyak 48 pedagang kaki lima. Analisis dilakukan secara deskriftif kualitatif dari informasi dan data-data yang dikumpulkan dilapangan melalui wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atau 75 % pedagang kaki lima yang berjualan di kota Mataram membuka usahanya di atas trotoar dan badan jalan tempat pejalan kaki, yang menggunakan halaman/emperan toko sebanyak 20 %, dan sisanya membuka usaha dihalaman rumah. Sebagian besar produk yang dijual adalah makanan matang siap saji (42 %), makanan belum diproses (23 %) dan 35 % produk bukan makanan. Sedangkan dari pendapatan yang diterima pedagang kaki lima sebulan jika dikaitkan dengan standar Kebutuhan Hidup Layak bagi pekerja/pedagang, dimana 62,4 % kehidupan pedagang kaki lima sudah memenuhi standar KHL sedangkan sisanya 37,6 % masih belum memenuhi KHL, hal ini dikarenakan jumlah tanggungan keluarga yang banyak yaitu antara 4 sampai dengan 5 orang. Bagi pengguna jalan atau pejalan kaki dan kendaraan bermotor pada jalur pendestrian (pendestrian ways) dari 18 responden sebanyak 38 % menyatakan terganggu dengan adanya aktivitas pedagang kaki lima , sedangkan 46 % responden menyatakan tidak terganggu dan 16 % mengatakan agak terganggu. Hendaknya pemerintah daerah kota Mataram melalui Dinas Tata Kota melakukan penertiban dan pengarahan kepada pedagang kaki lima agar mereka tidak memanfaatkan trotoar dan badan jalan untuk berjualan, menyediakan fasilitas parkir dan tempat sampah serta mencarikan area bagi pedagang kaki lima untuk menjaga keindahan dan kenyamanan kota Mataram.