Candra Prastya Dewi, Ni Putu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Menjadi Guru yang Inovatif Pada Era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Nusa Penida Pancaria, I Nyoman; Yulia Angga Dewi, Putu; Suparya, I Ketut; Adi Nugraha Tristaningrat, Made; Surya Adnyana, Komang; Suardipa, I Putu; Kurniawati, Ni Nyoman; Ardiawan, I Ketut Ngurah; Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah; Candra Prastya Dewi, Ni Putu; Heny Nirmayani, Luh; Hengki Primayana, Kadek; Ari Winangun, I Made; Wahyu Wiguna, I Komang; Eka Sastrika Ayu, Putu; Arya Wiradnyana, I Gede; Ida Arsani Dewi, Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3011

Abstract

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan. Modul ajar dalam konteks Kurikulum Merdeka merupakan bahan pembelajaran yang dirancang secara sistematis dan komprehensif untuk mendukung implementasi kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi peserta didik. Modul ajar Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Peserta didik dihadapkan pada situasi atau masalah nyata yang harus dipecahkan melalui kegiatan proyek atau penyelidikan. Pendampingan ini akan membantu guru dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 25 orang yang berasal dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
ANALISIS INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL PADA PEMBELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR Sensa Yudiantini, Luh Putu; Candra Prastya Dewi, Ni Putu; Trisna Mahartini, Komang
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59547

Abstract

Natural Science and Social Studies (IPAS) learning in elementary schools plays an important role in supporting students’ understanding of natural and social phenomena in their surrounding environment. However, IPAS learning is still frequently presented in an abstract manner and is not sufficiently connected to students’ real-life contexts, resulting in learning experiences that are less meaningful. One approach considered relevant to strengthen contextual learning is the integration of local wisdom into digital learning media. This article aims to analyze the importance of integrating local wisdom into digital learning media for IPAS learning in elementary schools. This study employed a descriptive qualitative approach through a literature review of national journals, educational reference books, and curriculum policy documents published within the last five years. The findings indicate that integrating local wisdom into digital learning media contributes to improving students’ conceptual understanding of IPAS, strengthening character development, and fostering environmental awareness, while also supporting meaningful and deep learning. Therefore, the integration of local wisdom into digital learning media can be regarded as an important and relevant pedagogical approach to enhance the quality of IPAS learning in elementary schools.