Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Literasi digital dan kecakapan abad ke-21: analisis komprehensif dari literatur terkini Zuhri, Saifudin; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500300

Abstract

Literasi digital menjadi elemen esensial dalam pendidikan abad ke-21, terutama di jenjang pendidikan dasar. Artikel ini menyajikan kajian literatur terkini mengenai pengembangan literasi digital dalam kaitannya dengan kecakapan abad ke-21. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital mendukung keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi siswa, tetapi implementasinya menghadapi kendala signifikan seperti kesenjangan akses teknologi dan keterbatasan pelatihan guru. Dengan mengadopsi pendekatan inovatif seperti pembelajaran berbasis teknologi dan integrasi kurikulum, literasi digital dapat memperkuat kesiapan siswa menghadapi era digital. Artikel ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam meningkatkan literasi digital untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan efektif.
Transformasi literasi di era digital: tantangan dan peluang untuk generasi muda Putrayasa, I Made; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr501400

Abstract

Artikel ini membahas transformasi literasi di era digital yang mencakup integrasi literasi membaca tradisional dan literasi digital dalam konteks generasi muda. Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam konsep literasi, yang kini mencakup keterampilan teknis, pemahaman kritis, dan pengelolaan informasi digital. Di satu sisi, teknologi digital meningkatkan aksesibilitas informasi dan peluang pembelajaran. Di sisi lain, tantangan seperti misinformasi, kesenjangan digital, dan dampak media sosial terhadap kemampuan membaca mendalam menjadi perhatian utama. Artikel ini mengintegrasikan berbagai literatur terkini untuk menganalisis bagaimana kedua jenis literasi tersebut saling melengkapi atau berbenturan dalam membentuk kompetensi literasi generasi muda. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan memainkan peran kunci dalam menjembatani kesenjangan literasi digital dan membaca, dengan rekomendasi berupa penguatan kebijakan pendidikan, peningkatan akses teknologi, dan strategi pembelajaran inovatif.
Mengurai faktor kunci literasi membaca: perspektif teoritis dan empiris ARTAMA, MADE; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500000

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kunci yang memengaruhi literasi membaca siswa melalui pendekatan teoritis dan empiris. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini mengkaji berbagai aspek literasi membaca, termasuk faktor internal seperti kemampuan linguistik, motivasi, dan persepsi, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial, keterlibatan keluarga, dan kualitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi membaca dipengaruhi secara kompleks oleh interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal. Selain itu, teknologi digital memiliki dampak yang signifikan, baik sebagai peluang untuk meningkatkan akses informasi maupun tantangan dalam mengelola distraksi digital. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan holistik yang mengintegrasikan strategi pedagogis efektif, teknologi digital, dan nilai budaya lokal untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa.
Literasi sains pada generasi z: sebuah tinjauan literatur Budianti, Ni Made; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500100

Abstract

Generasi Z yang tumbuh di era digital, menghadapi tantangan besar dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep ilmiah di tengah derasnya arus informasi era post-truth. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literasi sains pada Generasi Z melalui tinjauan literatur guna mengeksplorasi peluang dan strategi peningkatan keterampilan ini. Literasi sains, sebagai keterampilan esensial abad ke-21, tidak hanya membantu individu memahami isu global seperti perubahan iklim dan pandemi, tetapi juga mendorong berpikir kritis dan inovasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti augmented reality dan aplikasi interaktif, dapat menjadi alat efektif untuk meningkatkan pemahaman sains Generasi Z. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital dan pengaruh disinformasi masih menjadi penghambat utama. Artikel ini menawarkan rekomendasi strategis berupa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis proyek, dan penyesuaian metode pengajaran dengan karakteristik digital-native Generasi Z. Dengan pendekatan adaptif dan kolaboratif, literasi sains dapat menjadi fondasi bagi Generasi Z untuk menghadapi tantangan global secara lebih kritis dan inovatif
Gamifikasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di era digital SUPARMINI, KOMANG; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500200

Abstract

Gamifikasi telah menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa di era digital. Penerapan elemen permainan dalam konteks pendidikan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar dan kinerja akademik siswa. Studi ini melakukan tinjauan pustaka sistematis untuk mengevaluasi efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan motivasi siswa di berbagai konteks pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi memiliki dampak positif pada motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa, serta memberikan peluang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan generasi digital. Namun, tantangan dalam implementasi, seperti keseimbangan antara elemen permainan dan edukasi, masih menjadi perhatian utama. Tinjauan ini juga mengungkapkan perlunya penyesuaian berkelanjutan agar gamifikasi dapat secara efektif mempertahankan motivasi siswa.
Pelatihan dan Pendampingan Menjadi Guru yang Inovatif Pada Era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Nusa Penida Pancaria, I Nyoman; Yulia Angga Dewi, Putu; Suparya, I Ketut; Adi Nugraha Tristaningrat, Made; Surya Adnyana, Komang; Suardipa, I Putu; Kurniawati, Ni Nyoman; Ardiawan, I Ketut Ngurah; Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah; Candra Prastya Dewi, Ni Putu; Heny Nirmayani, Luh; Hengki Primayana, Kadek; Ari Winangun, I Made; Wahyu Wiguna, I Komang; Eka Sastrika Ayu, Putu; Arya Wiradnyana, I Gede; Ida Arsani Dewi, Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3011

Abstract

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan. Modul ajar dalam konteks Kurikulum Merdeka merupakan bahan pembelajaran yang dirancang secara sistematis dan komprehensif untuk mendukung implementasi kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi peserta didik. Modul ajar Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Peserta didik dihadapkan pada situasi atau masalah nyata yang harus dipecahkan melalui kegiatan proyek atau penyelidikan. Pendampingan ini akan membantu guru dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 25 orang yang berasal dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE PADA PEMBELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR: KAJIAN LITERASI Zyra Aurelia Putri, Putu; Ari Winangun, I Made; Lisna Handayani, Ni Nyoman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46714

Abstract

This literature review discusses the application of the Think Talk Write cooperative learning model in science learning in elementary schools. Science learning in elementary schools still faces obstacles such as low student activity, lack of variety in learning methods, and suboptimal conceptual understanding, which impacts student learning outcomes. This study aims to analyze the application of the Think Talk Write cooperative learning model as an alternative to improve the quality of science learning. The method used is a literature review with a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) flow. A total of eleven scientific articles were found in the identification stage, then selected through a screening and feasibility stage based on topic relevance, variable suitability, and completeness of content until five articles were obtained that met the criteria for further analysis. The research stages include identification, article selection, content analysis, and systematic synthesis of research results. The results of the study indicate that the Think Talk Write model has a positive impact on science learning, as demonstrated by improved learning outcomes, active student participation, and conceptual understanding through structured thinking, discussion, and writing activities. Thus, this model is considered effective and relevant to implement to create active, meaningful, and student-centered learning.