Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Lentera Nusantara

Meningkatkan Nilai IQ melalui Penerapan Story-telling dalam Pengajaran Kristen: Kajian Berbasis Daniel 1:8-20 Leiwakabessy, Tabita; Purwonugroho, Daniel Pesah; Suseno, Aji
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i2.277

Abstract

Intellectual intelligence is essential for the development of learners. Success in problem-solving, analysis, reasoning, and application demonstrates the competence of learners in enhancing aspects of IQ intelligence. IQ is highly dependent on the learning materials. The interaction in communicating learning materials varies greatly depending on the teacher's ability to choose appropriate teaching methods to achieve optimal learning outcomes. Storytelling is chosen as a teaching method to stimulate the IQ values of learners. The teaching materials in storytelling are also designed to bring benefits to learners. From a Christian perspective, the story of Daniel can lead learners to experience intellectual intelligence. Daniel's obedience to God gives him high intelligence because of God's grace. Through storytelling based on the story of Daniel, learners can emulate Daniel's obedience to God. With a descriptive qualitative approach, it can be concluded that storytelling of the Daniel 1:8-20 story can enhance the IQ scores of learners.AbstrakKecerdasan intelektual dibutuhkan untuk mengembangkan diri peserta didik. Keberhasilan memecahkan masalah, menganalisa, menalar dan mengaplikasikan membuktikan kompetensi peserta didik mampu meningkatkan aspek kecerdasan IQ. IQ sangat bergantung dengan mater pembelajaran. Interaksi dalam mengkomunikasikan materi pembelajaran sangat bervariasi tergantung kemampuan guru dalam memilih metode mengajar yang sesuai agar dapat meraih hasil belajar yang maksimal. Story-telling dipilih sebagai metode mengajar untuk merangsang nilai IQ peserta didik. Bahan ajar dalam story-telling juga di desain agar dapat membawa manfaat kepada peserta didik. Dalam perspektif Kristen, kisah tentang Daniel dapat membawa peserta didik mengalami kecerdasan intelektual. Ketaatan Daniel kepada Allah membuat Daniel memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi karena anugerah Allah. Dengan story-telling berbasis kisah Daniel, maka peserta didik dapat meneladani ketaatan Daniel kepada Allah. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa story-telling kisah Daniel 1:8-20 dapat meningkatkan nilai IQ peserta didik.
Konkritisasi Kepercayaan Keselamatan Kaum Baptis Dalam Kisah 4:12 Sebagai Landasan Misiologi Masa Kini Rusmanto, Ayub; Suseno, Aji
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.715 KB) | DOI: 10.59177/jls.v1i2.144

Abstract

The principle of salvation according to the Baptists is a very basic principle or doctrine in the life of a believer, which must be interpreted correctly and inventively in proportion to the prescriptions of God's Word. Therefore, analyzing, investigating and reviewing and researching it comprehensively is something that is very significant. Salvation is the urgency, interest and hope of all mankind, because humans have fallen into sin both individually and communally. The research method used is a qualitative type through library research and this research stage is carried out by mobilizing and collecting several library sources, both basic and subordinate. This study aims to comprehensively investigate the beliefs of the Baptists: the concretization of the belief in salvation in Acts 4:12 as the foundation of contemporary missiology. Through this research, it is found that the understanding of salvation as the foundation of the present mission given to Baptists has a definite impact on efficiency and effectiveness for the lives of Christians in the present and in the future.AbstrakPrinsip keselamatan menurut kaum Baptis suatu prinsip atau doktrin yang sangat mendasar dalam kehidupan orang percaya, yang harus dinterpretasikan dengan benar dan inventif proposional dengan preskripsi Firman Tuhan. Karena itu, menganalisis, meneyelidiki dan mengkaji serta menelitinya secara komprehensif merupakan sesuatu yang sangat signifikan. Keselamatan merupakan urgensi, interes dan harapan semua umat manusia, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa baik secara perorangan maupun komunal. Metode penelitian ini yang digunakan adalah jenis kualitatif melalui metode studi pustaka (library research) dan tahapan penelitian ini dikerjakan dengan upaya mengerahkan dan menghimpun beberapa sumber kepustakaan, baik yang bersifat mendasar maupun subordinat. Penelitian ini bertujuan menyelidiki secara komprehensif kepercayaan kaum Baptis:    konkritisasi kepercayaan keselamatan dalam Kisah Para Rasul 4:12 sebagai landasan misiologi masa kini. Melalui penelitian ini ditemukan pemahaman keselamatan sebagai landasan misi masa kini yang diberikan kepada umat Baptis  berdampak definit bagi efisiensi dan berdaya guna bagi hidup orang Kristen di masa kini dan mendatang.
Kemurahan Hati Jemaat sebagai Praktik Iman dalam Pelayanan Sosial di Gereja Baptis Indonesia Candi Semarang Pudjiastuti, Hendi; Suseno, Aji
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v5i1.453

Abstract

Social service is a tangible manifestation of Christian faith that requires the active involvement of the congregation in responding to social needs in their community. In the context of the local church, the generosity of the congregation is often understood in a limited sense as an act of giving, without sufficient reflection on its theological meaning and pastoral implications. This condition raises problems when the church's social service practices develop, but the congregation's awareness of generosity as an expression of faith has not been fully internalised. The phenomenon of the involvement of the congregation of the Indonesian Baptist Church of Candi Semarang in various social service programmes shows that there are various dynamics of faith in the practice of generosity. This study aims to examine how the congregation's generosity is interpreted as a practice of faith and manifested in the church's social services. This study uses a qualitative approach with in-depth interviews and participatory observation methods. The results show that the congregation's generosity is understood as a response of faith to God's love that encourages social involvement. This practice contributes to the formation of an integrative spirituality among the congregation between faith and social action. In addition, social services rooted in generosity strengthen the church's witness in the community and broaden the understanding of practical theology in the context of the local church.AbstrakPelayanan sosial merupakan salah satu wujud nyata dari iman Kristen yang menuntut keterlibatan aktif jemaat dalam menjawab kebutuhan sosial di sekitarnya. Dalam konteks gereja lokal, kemurahan hati jemaat sering kali dipahami secara terbatas sebagai tindakan memberi, tanpa refleksi iman yang memadai mengenai makna teologis dan implikasi pastoralnya. Kondisi ini menimbulkan persoalan ketika praktik pelayanan sosial gereja berkembang, namun kesadaran jemaat terhadap kemurahan hati sebagai ekspresi iman belum sepenuhnya terinternalisasi secara mendalam. Fenomena keterlibatan jemaat Gereja Baptis Indonesia Candi Semarang dalam berbagai program pelayanan sosial menunjukkan adanya dinamika pemaknaan iman yang beragam dalam praktik kemurahan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kemurahan hati jemaat dimaknai sebagai praktik iman dan diwujudkan dalam pelayanan sosial gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemurahan hati jemaat dipahami sebagai respons iman atas kasih Allah yang mendorong keterlibatan sosial. Praktik tersebut berkontribusi pada pembentukan spiritualitas jemaat yang integratif antara iman dan tindakan sosial. Selain itu, pelayanan sosial yang berakar pada kemurahan hati memperkuat kesaksian gereja di tengah masyarakat dan memperluas pemahaman teologi praktis dalam konteks gereja lokal.