Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DAN KEMASAN TEPUNG CAKRA KEMBAR MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DI PT. ISM, Tbk. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA Mochammad Renaldi Sukma Febianto; Dwi Sukma Donoriyanto; Isna Nugraha
Tekmapro Vol. 20 No. 1 (2025): TEKMAPRO
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ISM. Tbk. Bogasari Flour Mills Surabaya pada awalnya beroperasi dengan dua unit penggilingan, yaitu unit penggilingan dengan kapasitas produksi 1.200 ton/hari. Selama periode Maret 2024 hingga Agustus 2024, produk tepung terigu Cakra Kembar memiliki tingkat produksi tertinggi yaitu sebesar 163.662 ton. Namun dengan tingginya tingkat produksi Tepung Terigu Cakra Kembar mengakibatkan tingkat kecacatan produk yang tinggi yaitu sebesar 30.327 ton, dengan persentase kecacatan sebesar 18,53% yang melebihi standar toleransi kecacatan Perseroan yaitu 3,84%. Berdasarkan hasil perhitungan RPN untuk FMEA produk tepung terigu cakra kembar diperoleh beberapa risiko yang memiliki tingkat prioritas usulan pengendalian kualitas untuk meminimasi kemungkinan terjadinya kegagalan. Perhitungan nilai RPN sebesar 150 dari jenis kecacatan warna tepung kusam yang terdapat pada proses penggilingan dengan penyebab kecacatan adalah roller mill pada mesin penggilingan yang sudah aus atau kurang perawatan dapat menurunkan efisiensi penggilingan dan menghasilkan tepung dengan kualitas warna yang kurang baik dengan rekomendasi perbaikan Mengganti roller mill yang sudah aus pada mesin penggilingan dengan roller mill yang baru dan hal ini termasuk ke dalam kategori RPN sedang, sehingga masih dalam upaya melakukan perbaikan.
Analysis of Service Quality in Access by KAI Application Using E-ServQual Method and Root Cause Analysis (RCA) Maulida Dewi Amanda; Dwi Sukma Donoriyanto
Journal of Research and Technology Vol. 11 No. 1 (2025): JRT Volume 11 No 1 Juni 2025
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v11i1.1527

Abstract

Access by KAI is an official application by PT. Kereta Api Indonesia which is expected to facilitate users in managing their train tickets. Access by KAI hasn’t been able to meet the user’s expectations, which can be seen from the application rating of 2.4/5.0 and the majority of the 210,637 reviews gave the lowest rating, this shows user dissatisfaction with the quality of service provided in the Access by KAI. Therefore, this study aims to analyze the quality of Access by KAI services from the user’s perspective as a reference for providing improvement proposals to improve the quality of services. This research uses the E-ServQual method to identify quality attributes that need improvement and the Root Cause Analysis (RCA) method to propose solutions for enhancing service quality within the application. Based on the results of calculations and analysis, 10 attributes need to be improved service quality because they are negative (-). These negative attributes cause user dissatisfaction while using the application so there are suggestions for improvement from the root causes of problems in quality of service of these attributes.
Analisa Distribusi Barang pada PT. XYZ dengan Menggunakan Metode Algoritma Genetika Dzannisa Ghotrun Nada; Dwi Sukma Donoriyanto
JUMINTEN Vol. 1 No. 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.5

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman barang maupun surat di Indonesia. PT. XYZ sendiri memiliki cabang di setiap kota di seluruh Indonesia. Dalam mewujudkan pendistribusian yang cepat, efektif, dan efisien maka perlu dilakukan penentuan rute distribusi. Rute distribusi ini bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan masing-masing tempat hanya dilewati satu kali. Permasalahan pada perusahaan ini yaitu terletak pada pengiriman barang yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan karena perusahaan belum menentukan rute terpendek dari proses distribusi barang. Oleh sebab itu terjadi pembengkakan biaya distribusi akibat rute yang dilalui dalam proses pengiriman barang belum optimal. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan Algoritma Genetika untuk mendapatkan solusi optimal atau mendekati nilai optimal yang diinginkan. Berdasarkan perhitungan software matlab total jarak optimal yaitu 242,5 km dengan biaya distribusi Rp.562.837,5. Sedangkan total jarak perusahaan sebesar 336,3 km dengan biaya distribusi Rp. 850.000,- . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rute optimal distribusi metode Algoritma Genetika lebih baik dari rute perusahaan.
Optimalisasi Lot Size Pemesanan Bahan Baku Rokok Filter Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Menggunakan Metode Wagner Whitin Algorithm pada CV. XYZ Satriya Dwi Santoso; Dwi Sukma Donoriyanto; Handoyo
JUMINTEN Vol. 1 No. 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.6

Abstract

CV. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi rokok. Dalam mewujudkan proses produksi berjalan dengan baik, dibutuhkan pengendalian persediaan bahan baku yang optimal, agar senantiasa kebutuhan bahan baku terpenuhi dan proses produksi berjalan dengan lancar. Saat ini Cv. XYZ belum memiliki perencanaan persediaan bahan baku yang baik, karena selama ini perusahaan memesan bahan baku jenis tembakau, cengkeh, saos dengan jumlah yang terlalu banyak dibandingkan jumlah yang dibutuhkan pada setiap periodenya sehingga terjadinya penumpukan bahan baku. Dari identifikasi kondisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan Cv. XYZ adalah belum adanya pemesanan bahan baku yang optimal dengan mempertimbangkan dari segi biaya persediaan. Oleh karena itu dibutuhkan pengendalian persediaan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Tujuan penelitian ini diharapkan mampu menentukan pemesanan bahan baku yang optimal sehingga mampu meminimasi total biaya persediaan dengan menggunakan metode Wagner Whitin Algorithm pada CV. XYZ. Pengendalian persediaan bahan baku yang optimal dengan menggunakan metode Wagner Whitin Algorithm pada bulan September 2018-Agustus 2019 yaitu bahan baku tembakau dengan jumlah pemesanan optimum sebanyak 58.978 Kg diperoleh total biaya persediaan sebesar Rp.2.956.338.000, sementara bahan baku cengkeh dengan jumlah pemesanan optimum sebanyak 35.387 Kg diperoleh total biaya persediaan bahan baku sebesar Rp.4.603.610.000, serta bahan baku Saos dengan jumlah pemesanan optimum sebanyak 1.533 Liter diperoleh total biaya persediaan bahan baku sebesar Rp.341.712.530. Jadi total biaya persediaan Ketiga Bahan Baku pada periode September 2018-Agustus 2019 diperoleh sebesar Rp.7.901.660.530.
Analisis Line Balancing Menggunakan Metode Largest Candidate Rule, Killbridge and Western Method, dan Ranked Positional Weights Method di PT. XYZ Masdani Irfan Prakoso Karmawan; Farida Pulansari; Dwi Sukma Donoriyanto
JUMINTEN Vol. 1 No. 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.10

Abstract

PT. XYZ berdiri pada tahun 2015 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang prasarana lalu lintas yang memiliki produk berupa Tiang RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan). Pada lini produksi sering terjadi bottleneck pada proses pengelasan lantai tiang terhadap tiang utama sehingga mengakibatkan ada beberapa work station yang mengalami idle time yang signifikan dalam setiap proses produksi yang dilakukan. Penyelesaian masalah bottleneck menggunakan line balancing dengan membandingkan tiga metode yaitu Largest Candidate Rule, Killbridge and Western Method, dan Ranked Positional Weights yang akan dibandingkan. Masing-masing dari ketiga metode tersebut akan menghasilkan line efficiency, balance delay, dan smoothness index. Metode yang memiliki line efficiency tertinggi akan dipilih sebagai metode yang direkomendasikan. Jika terdapat dua metode yang memiliki hasil line efficiency sama besarnya maka metode yang direkomendasikan dilihat dari nilai smoothness index yang paling mendekati 0 dari kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukan metode Ranked Positional Weights sebagai metode rekomendasi dengan line efficiency 90,27%, balance delay 9,72%, dan smoothnes index sebesar 19,56936
Pengendalian Persediaan Obat di Apotek XYZ dengan Menggunakan Simulasi Monte Carlo Moch. Abu Naim; Dwi Sukma Donoriyanto
JUMINTEN Vol. 1 No. 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.11

Abstract

Persoalan manajemen yang potensial yaitu pengendalian persediaan. Tanpa persediaan, pihak apotek XYZ akan dihadapkan pada resiko bahwa pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pembeli. Dengan tujuan memenuhi keinginan para pembeli tentu saja menimbulkan sebuah ketidak pastian permintaan. Hal tersebut mengakibatkan masalah yaitu tidak dapat terpenuhi nya semua permintaan pembeli dan sering kali terjadi kekosongan stok obat dengan tingkat permintaan yang paling tinggi dari jenis obat Supertetra, Glibenclamide, Simvastatin, Planotab, dan Kalmethasone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan persediaan obat yang optimal pada apotek XYZ dengan menggunakan metode Simulasi Monte Carlo. Dengan begitu dapat ditentukan berapa Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP). Pengendalian persediaan obat berdasarkan simulasi peramalan persediaan dan permintaan diperoleh Total Cost metode usulan sebesar Rp 168.769.325,07 dengan penghematan biaya sebesar jika diprosentasekan sebesar 7,71%. Dengan EOQ berurutan yaitu 16 box, 60 box, 30 box, 15 box, dan 18 box. Dan ROP masing-masing berurutan yaitu 7 box, 12 box, 8 box, 4 box, dan 4 box. Sehingga dengan Metode Simulasi Monte Carlo dapat menurunkan total biaya persediaan.
Evaluasi Produktivitas dan Limbah Berbasis Green Productivity di CV. ABC Amanullah Fathurrahman; Iriani; Dwi Sukma Donoriyanto
JUMINTEN Vol. 1 No. 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.66

Abstract

CV. ABC merupakan pabrik yang bergerak dalam bidang olahan kayu seperti speaker aktif dan mebel-mebel. Dimana perusahaan tersebut memiliki sebuah komitmen internal dalam proses produksinya, agar dapat mengurangi dampak lingkungan dan memelihara ekosistem disekitarnya. Namun dalam kenyataannya, dalam proses produksinya baku mutu air perusahaan melebihi dari standar PERGUBJATIM No. 72 Tahun 2013, COD (Chemical Oxygen Demand) yang diatas batas standar sebesar 61,40 mg/l dan Oil and Grease sebesar 12 mg/l. Padahal perusahaan telah berupaya memberikan IPAL berupa tangki septik yang diberikan mikrobiologi didalamnya yang digunakan untuk mengurangi kadar tersebut. Apabila ini tetap dibiarkan tanpa ada pengelolaan akan berdampak pada lingkungan sekitar yang dapat mengganggu kesehatan lingkungan sekitar, selain itu dapat berdampak menurunnya produktivitas dan kinerja lingkungan perusahaan. Dengan adanya permasalahan tersebut pendekatan yang tepat untuk membantu perusahaan agar dapat mampu meningkatkan produktivitas serta kinerja lingkungan tersebut adalah dengan menerapkan metode Green Productivity (GP). Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengevaluasi pengelolaan limbah berbasis Green Productivity, serta dapat memberikan usulan perbaikan dalam pengelolaan limbah. Hasil yang didapat diketahui bahwa terdapat 2 alternatif yang dapat menurunkan tingkat BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), dan Oil and Grease. Akan tetapi solusi yang dapat dijadikan usulan perbaikan adalah alternatif 2, yitu pemasangan alat DAF (Dissolved Air Flotation). Keuntungan yang didapatkan CV. ABC dengan alternatif 2 ini adalah peningkatan Green Productivity Index yang ditunjukan Green Productivity Ratio sebesar 13,88 dan Tingkat Produktivitas meningkat sebesar 0,01 %.
Rancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Automated Layout Design Program di Perusahaan Makanan Teo Billy Chandra Yunanto; Dwi Sukma Donoriyanto; Tranggono
JUMINTEN Vol. 1 No. 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.79

Abstract

Perkembangan industri yang sangat pesat mengakibatkan suatu perusahaan harus melakukan peningkatan daya saing dan efektivitas proses produksi. Salah satu cara dalam meningkatkan efektivitas proses produksi adalah melakukan penataan fasilitas produksi yang baik dan benar. Permasalahan yang ada pada perusahaan ini adalah pada penataan fasilitas produksi yang hampir tidak berubah banyak dari sejak didirikan dikarenakan alat maupun metode kerja yang tradisional. Dalam pengamatan yang terjadi di lapangan, diketahui bahwa dalam beberapa stasiun kerja terdapat pekerja yang sama. Proses pemindahaan bahan baku dalam proses dil-akukan secara manual oleh para pekerja dan dilakukan berkali-kali oleh pekerja yang sama. Dari permasalahan diatas, maka perlu dilakukan perancangan ulang tata letak fasilitas produksi pada lantai produksi abon sapi. Salah satu proses perancangan tata letak fasilitas produksi yang dapat digunakan yaitu Automated Design Layout Program (ALDEP). Hasil output ALDEP yang sesuai dengan ARC memliki total Total Closeness Rating (TCR) terbesar sebanyak 970 dan diterapkan dalam layout usulan. .Dalam perhitungan perbandingan jarak total antara existing layout dengan layout hasil ALDEP terjadi penurunan sebesar 43 m dari 137 m untuk existing layout menjadi 94 m untuk layout hasil ALDEP.
Penentuan Interval Perawatan Mesin Extruder dengan Modularity Design dan Overall Equipment Effectiveness di PT. Kerta Rajasa Raya Imam Qulub Mustaqim; Endang Pudji Widjajati; Dwi Sukma Donoriyanto
JUMINTEN Vol. 1 No. 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.94

Abstract

PT. XYZ adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi karung diantaranya woven bag, jumbo bag, dan AD*STAR block bottom bag. Perawatan mesin sangat penting dilakukan oleh perusahaan untuk selalu menjaga mesin agar tetap dalam kondisi yang optimal. Selama ini, perawatan mesin pada PT. XYZ belum dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas mesin extruder serta meminimalkan biaya perawatan dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness dan Modularity Design. Tahapan dalam melakukan penelitian ini adalah dengan menentukan tingkat efektifitas mesin dengan 3 Indikator yaitu Availability Ratio, Performance Ratio dan Quality Rate. Kemudian didapatkan hasil untuk Availability sebesar 89,52%, Performance Ratio sebesar 97,01%, Quality Rate sebesar 93,17%. Ketiga indikator tersebut menghasilkan nilai OEE sebesar 89,91%. Kemudian menganalisa Six Big Losses yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Six Big Losses meliputi Equipment Failure, Setup and Adjusment Losses, Idle and Minor Stoppage, Reduced Speed, Rework Losses, dan Yield Losses. Selanjutnya adalah menghitung biaya perawatan dari komponen kritis untuk mengurangi biaya perawatan yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan menggunakan metode Modularity Design. Dari hasil perhitungan dengan Modularity Design didapatkan hasil total biaya perawatan usulan sebesar Rp 274.696.305,68 dimana biaya tersebut lebih kecil dibandingkan dengan total biaya perawatan perusahaan sebesar Rp 374.982.723,00.
Analisis Penentuan Pembelian Rumah Tinggal dengan Menggunakan Metode Brown Gibson di Wilayah Kabupaten XYZ Ananta Agung Purwoko; Dwi Sukma Donoriyanto; Nur Rahmawati
JUMINTEN Vol. 1 No. 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.108

Abstract

Pemilihan rumah yang layak untuk dibeli membutuhkan analisa dan perhitungan yang ma-tang agar dapat memenuhi segala kebutuhan finansial dan non-finansial. Semakin menjamurnya developer perumahan menciptakan situasi bisnis properti yang sangat ketat, sehingga dapat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Atas hal tersebut timbul kriteria-kriteria yang dapat digunakan oleh pembeli yang dapat digunakan untuk menganalisa dan mempertimbangkan lokasi perumahan yang akan dibeli dimana dibagi menjadi dua yakni kriteria finansial dan krite-ria nonfinansial. Adapun kriteria finansial meliputi, harga beli rumah yang rendah dengan harga jual rumah yang tinggi, sedangkan kriteria nonfinansial meliputi, lokasi perumahan yang strate-gis, memiliki fasilitas yang lengkap, desain bangunan yang modern, spesifikasi rumah yang kokoh serta brang image dari developer perumahan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 5 developer perumahan yang berada di wilayah Kabupaten XYZ dengan tipe rumah 30 dengan min-imal pembangunan 100 unit. Salah satu metode yang dapat mendukung penelitian ini yakni ma-tode Brown Gibson. Dalam metode ini perhitungannya berdasarkan faktor obyektif, yang dida-lamnya terkait dengan suatu nilai atau ukuran, dan faktor subyektif, yang didalamnya terdapat perbandingan kriteria – kriteria yang tidak punya ukuran secara numerik. Dengan demikian, penelitian ini juga akan menghasilkan perangkingan perumahan mulai dari peringkat satu sampai peringkat kelima dengan menggabungkan faktor objektif dan faktor subjektif.