Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemanfaatan QR Code Dalam Pembuatan Karya Majalah Dinding Sebagai Sarana Literasi Digital Imtiyaz Roniyah; Syifani Nindya Nawangsari; Arina Khalwa; Oktavia Putri Anggraini; Naila Jihan Ara; Ahmad Khoirudin; Nurul Farida; Herdin Ferdiansyah; Galuh Indah Zatadini; Nurul Setyawati Handayani
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Februari 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/z3j1jk31

Abstract

Kegiatan pengabdian ini didasari atas sebuah situasi di mana kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak besar salah satunya dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan QR Code sebagai media pembelajaran siswa. Dengan melibatkan QR Code dalam pembelajaran di sekolah dasar, maka siswa tidak hanya dibekali dengan ketrampilan literasi konvesional, tetapi juga membantu mereka mengembangakan literasi digital. Literasi digital menjadi kegiatan dalam mengoptimalkan teknologi informasi sekaligus menumbuhkan semangat literasi bagi siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital bagi siswa SDN 1 Tamanan Tulungagung. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode PAR (partipatoris action research) yang dilakukan dengan tiga tahap antara lain: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode PAR melibatkan pelaksanakan kegiatan pengabdian untuk menjelaskan sebuah masalah maupun menerapkan informasi ke dalam aksi sebagai solusi atas masalah yang telah terdefinisi.  Hasil akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat memanfaatkan materi yang disediakan pada QR Code dan menghasilkan suatu karya majalah dinding. Materi yang disampaikan melalui QR Code adalah tentang pengenalan kebudayaan Indonesia. Siswa diminta untuk melakukan pemindaian QR Code, dan selanjutnya diarahkan ke link kumpulan materi yang berisi teks dan gambar untuk dibaca oleh siswa. Dilakukannya pemanfaatan QR Code dalam pembuatan majalah dinding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan motivasi siswa agar memiliki kreativitas yang tinggi, memperluas pengetahuan dalam bidang komunikasi dan literasi visual, meningkatkan keterampilan kerja tim dan kemampuan dalam komunikasi. Harapan pada kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa dan mendorong para siswa lebih aktif dalam mencari informasi melalui teknologi digital
Strategi Penguatan Literasi Lingkungan melalui Prinsip 3R untuk Perubahan Pola Pikir Masyarakat Nurul Setyawati Handayani; Anggi Rosida Kurniawati; Diyan Permata Sari; Aulia Nawang Wulan; Muhammad Amiruddin Alfaqih
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/8rr31137

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan isu lingkungan global yang menuntut solusi berbasis partisipasi masyarakat. Desa Talang menghadapi tantangan peningkatan volume sampah rumah tangga yang belum sepenuhnya begitu ditangani secara berkelanjutan dan terarah. Artikel ini mendeskripsikan mengenai program pengabdian masyarakat dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam upaya penguatan literasi lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Pendekatan ABCD dipilih karena mampu menggali aset lokal masyarakat untuk mendukung implementasi prinsip 3R, sehingga literasi lingkungan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan aset lokal, pelatihan literasi lingkungan, praktik pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pendampingan kelompok masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah ramah lingkungan, tumbuhnya partisipasi aktif dalam kegiatan 3R, serta terbentuknya inisiatif lokal seperti bank sampah dan pembuatan kompos. Temuan ini menegaskan bahwa literasi lingkungan yang dikembangkan melalui pendekatan ABCD mampu mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat kesadaran kolektif, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, strategi ini berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta penanganan perubahan iklim.