Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk pada Teks Pidato Presiden Prabowo Subianto Ramadani, Putri; Julianto, Cecep Dudung; Indrayani, Iin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/242bn519

Abstract

Pidato presiden merupakan wacana strategis yang tidak hanya menyampaikan kebijakan pemerintahan, tetapi juga merepresentasikan visi, ideologi, dan nilai-nilai kepemimpinan nasional yang dapat memengaruhi persepsi publik. Dalam konteks politik Indonesia pasca Pemilu 2024, pidato kenegaraan pertama Presiden Prabowo Subianto pada momen simbolis HUT ke-80 Kemerdekaan RI menjadi objek kajian yang penting untuk diungkap strategi wacana di baliknya, mengingat posisinya yang strategis dalam membentuk opini publik dan membangun legitimasi pemerintahan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur makro dan struktur mikro teks pidato Presiden Prabowo Subianto pada sidang tahunan MPR RI dalam rangka HUT ke-80 kemerdekaan RI tahun 2025 menggunakan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk. Fokus analisis dibatasi pada dua dimensi utama dari kerangka Van Dijk, yaitu struktur makro (tematik) yang menelaah tema utama wacana, dan struktur mikro yang mencakup aspek semantik, sintaksis, stilistik, serta retoris dalam teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makro dalam teks pidato Presiden Prabowo Subianto merepresentasikan makna kemerdekaan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat sebagai tema sentral. Pada struktur mikro ditemukan strategi semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris yang digunakan sebagai upaya membangun legitimasi, membentuk citra kepemimpinan, dan memengaruhi cara pandang audiens terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Secara sosial-politik, strategi wacana yang ditemukan ini berimplikasi pada pembentukan opini publik yang kohesif di tengah dinamika nasional, memperkuat diskursus tentang kemandirian bangsa, serta membangun narasi kepemimpinan yang tegas dan berpihak pada rakyat. Hal ini pada akhirnya berpotensi memantapkan dukungan publik terhadap arah kebijakan pemerintah dan memperteguh identitas nasional dalam wacana politik kontemporer Indonesia.
Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk pada Teks Pidato Presiden Prabowo Subianto Ramadani, Putri; Julianto, Cecep Dudung; Indrayani, Iin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/242bn519

Abstract

Pidato presiden merupakan wacana strategis yang tidak hanya menyampaikan kebijakan pemerintahan, tetapi juga merepresentasikan visi, ideologi, dan nilai-nilai kepemimpinan nasional yang dapat memengaruhi persepsi publik. Dalam konteks politik Indonesia pasca Pemilu 2024, pidato kenegaraan pertama Presiden Prabowo Subianto pada momen simbolis HUT ke-80 Kemerdekaan RI menjadi objek kajian yang penting untuk diungkap strategi wacana di baliknya, mengingat posisinya yang strategis dalam membentuk opini publik dan membangun legitimasi pemerintahan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur makro dan struktur mikro teks pidato Presiden Prabowo Subianto pada sidang tahunan MPR RI dalam rangka HUT ke-80 kemerdekaan RI tahun 2025 menggunakan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk. Fokus analisis dibatasi pada dua dimensi utama dari kerangka Van Dijk, yaitu struktur makro (tematik) yang menelaah tema utama wacana, dan struktur mikro yang mencakup aspek semantik, sintaksis, stilistik, serta retoris dalam teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makro dalam teks pidato Presiden Prabowo Subianto merepresentasikan makna kemerdekaan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat sebagai tema sentral. Pada struktur mikro ditemukan strategi semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris yang digunakan sebagai upaya membangun legitimasi, membentuk citra kepemimpinan, dan memengaruhi cara pandang audiens terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Secara sosial-politik, strategi wacana yang ditemukan ini berimplikasi pada pembentukan opini publik yang kohesif di tengah dinamika nasional, memperkuat diskursus tentang kemandirian bangsa, serta membangun narasi kepemimpinan yang tegas dan berpihak pada rakyat. Hal ini pada akhirnya berpotensi memantapkan dukungan publik terhadap arah kebijakan pemerintah dan memperteguh identitas nasional dalam wacana politik kontemporer Indonesia.
Analisis Makna Denotatif dan Konotatif dalam Lirik Lagu Di Akhir Perang Karya Nadin Amizah Nurhasanah, Salimah; Julianto, Cecep Dudung; Naida, Winka
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8jzm0778

Abstract

Lirik lagu merupakan salah satu bentuk karya sastra yang digunakan sebagai media untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan pengalaman batin melalui pilihan kata yang puitis dan penuh makna. Lagu Di Akhir Perang karya Nadin Amizah yang dirilis pada 13 Oktober 2023 menghadirkan lirik yang menggambarkan perjalanan emosional seseorang dalam menghadapi luka, proses penerimaan diri, hingga menemukan ketenangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna denotatif dan konotatif yang terkandung dalam seluruh lirik lagu tersebut melalui pendekatan semantik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumenter melalui kegiatan menyimak lagu, membaca lirik secara intensif dan berulang-ulang, serta mencatat bagian-bagian lirik yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui pembacaan heuristik untuk memahami makna literal (denotatif) dan pembacaan hermeneutik untuk menafsirkan makna yang lebih mendalam (konotatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif dalam lagu ini menggambarkan perjalanan batin seseorang dalam menerima berbagai pengalaman hidup hingga mencapai ketenangan dan kebahagiaan. Sementara itu, makna konotatifnya merepresentasikan perjuangan batin, proses penyembuhan emosional, penerimaan diri, serta ajakan untuk berdamai dengan masa lalu. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa lagu ini mengandung pesan motivasi untuk bangkit dari keterpurukan, menerima diri secara utuh, dan memandang pengalaman hidup sebagai bagian dari proses pendewasaan. Dengan demikian, lagu Di Akhir Perang tidak hanya menyajikan keindahan musikal dan estetika bahasa, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan harapan, keikhlasan, penyembuhan batin, dan pencarian makna kebahagiaan sejati.