Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Sistem Monitoring Ketahanan Pangan Dan Mitigasi Risiko Distribusi Beras Menggunakan Metode Fmea Dan Ahp Pada Bulog Subdivre Bandung Ridho Abdhillah Permana; Ari Yanuar Ridwan; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PP no.13 Tahun 2016 menyatakan pemerintah Indonesia memberikan penugasan kepada Bulog untuk bertanggung jawab dalam ketersediaan pangan nasional. Dalam menjalankan tugasnya, Bulog Menetapkan tiga pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas. Pada aktivitas distribusi Perum Bulog Subdivre Bandung ditemui berbagai risiko yang dapat menggaanggu alur rantai pasok penyaluran beras. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi risiko distribusi beras dan memitigasi risiko prioritas pada distribusi Perum Bulog Subdivre Bandung. Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas distribusi. Kejadian risiko yang mungkin muncul dilakukan identifikasi dengan menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memitigasi risiko yang diprioritaskan. Kejadian risiko yang didapat diterjemahkan ke dalam bentuk Sistem Monitoring. Hasil dari penelitian ini adalah 19 sumber risiko yang didapatkan dari 12 kejadian risiko distribusi beras pada Perum Bulog Subdivre Bandung. Sumber risiko terpilih untuk setiap atribut ketahanan pangan diberikan alternatif mitigasi dan nilai prioritas. Sumber risiko terpilih pada atribut availability diberikan empat alternatif mitigasi, sumber risiko terpilih pada atribut accessibility diberikan empat alternatif mitigasi, dan sumber risiko terpilih pada atribut stability diberikan tiga alternatif mitigasi. Selain itu, hasil pada penelitian ini adalah rancangan sistem monitoring yang dapat menunjukkan performa perusahaan terhadap ketahanan pangan untuk memudahkan stakeholder mengambil keputusan. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Risiko, SCOR, FMEA, AHP, Sistem Monitoring Abstract security, namely availability, accessability, and stability. In distribution activity Bulog Subdivre Bandung found various risks that can interfere with the supply chain flow of rice distribution. The research objective is to identify the risk of rice distribution and mitigate priority risk on distribution of Bulog Subdivre Bandung. The Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) is used to identify distribution activities. Possible risks that may arise are identified using the Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) method and the methods of Analytical Hierarchy Process (AHP) are used to mitigate risks Prioritized. The risk event obtained is translated into the form of Monitoring system.Government Regulation No.13 of 2016 stated that the Indonesian Government provides an assignment to Bulog to be responsible for national food availability. In carrying out its duties, Bulog established three pillars of food . The results of this research are 19 risk agents obtained from 12 risk events of rice distribution in Perum Bulog Subdivre Bandung. The selected risk agents for each attribute of food security is given an alternative mitigation and priority value. The selected risk agents on the availability attribute is given four alternatives mitigation, the ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 7137selected risk agents on the accessibility attribute is given four alternatives mitigation, and the selected risk agents on the stability attribute is given three alternatives Mitigation. In addition, the results of this research are the design of monitoring systems that can demonstrate the company's performance on food security to make it easier for stakeholders to take decisions. Keywords: Food Security, Risk, SCOR,FMEA, AHP, Monitoring System
Perancangan Dashboard Monitoring Ketahanan Pangan Dan Mitigasi Risiko Pengadaan Komoditas Beras Menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (fmea) Dan Analytical Hierarchy Process (ahp) di Bulog Subdivre Bandung Detha Aulia Alfazah; Ari Yanuar Ridwan; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan Pangan di suatu negara tidak terlepas dari ketahanan pangan yang dilakukan. Bulog Subdrive Bandung merupakan Perusahaan umum milik negara yang dibentuk untuk menstabilkan kebutuhan pangan di daerah itu sendiri. Terdapat tiga pilar yang harus dijaga oleh bulog yaitu Accessability,Availability dan stability. Sehingga, untuk tetap menjaga tiga pilar tersebut bulog perlu melakukan identifikasi risiko secara menyeluruh untuk meminimalisir kerugian dan tercapainya tujuan dan tugas yang diberikan pemerintah kepada bulog. Identifikasi risiko dilakukan dari tiap aktivitas. yang ada pada bulog subdrive bandung dengan menggunakan SCOR. Risiko risiko tersebut kemudian di ranking dengan menggunakan fuzzy FMEA , Setelah itu dilakukan penentuan strategi mitigasi dari tiap risiko dengan peringkat paling tinggi. Kata kunci: Ketahanan Pangan, SCOR, Risiko, Bulog Subdrive Bandung
Optimasi Waktu Bongkar Muat Peti Kemas Pada Alat Quay Crane Di PT. IPC TPK Dengan Menggunakan Metode Linear Programming Mauritz Edo Soumutul; Luciana Andrawina; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Terminal Operasional 3 Internasional PT. Indonesia Port Company Terminal Peti Kemas atau PT. IPC TPK merupakan terminal pelabuhan yang melayani kegiatan bongkar muat peti kemas. PT. IPC TPK menghadapi masalah tingginya waktu layanan bongkar muat peti kemas. Masalah di perusahaan tersebut mengindikasi operasi bongkar dan muat peti kemas yang kurang optimal. Pada penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama adalah penentuan jumlah alat quay crane untuk kegiatan bongkar muat peti kemas. Pada tahap kedua, melakukan perhitungan waktu layanan bongkar muat peti kemas dengan menggunakan metode linear programming untuk meminimasikan waktu layanan bongkar muat. Model yang dibangun dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2016. Hasil dari perhitungan waktu layanan bongkar muat peti kemas menggunakan linear programming menghasilkan waktu layanan bongkar muat peti kemas sebesar 36 jam, dimana mengalami penurunan sebesar 36,14 jam atau sekitar 50% dari waktu layanan sebelum diusulkan. Kata Kunci: Terminal Peti Kemas, Bongkar Muat Peti Kemas, Linear Programming. Abstract International Operational Terminal 3 PT. Indonesia Port Company Terminal Peti Kemas or PT. IPC TPK is a port terminal that serves container loading and unloading activities. PT. IPC TPK faces the problem of high time container loading and unloading services. Problems at the company indicate container loading and unloading operations that are less than optimal. In this study consisted of two stages, the first stage was the determination of the number of quay crane tools for container loading and unloading activities. In the second stage, calculating container loading and unloading service time using linear programming methods to minimize loading and unloading service time. Models built using the Microsoft Excel 2016 application. The results of the calculation of container unloading service time using linear programming resulted in container loading and unloading service time of 36 hours, which decreased by 36.14 hours or about 50% of the service time before it was proposed. Keywords: Container Terminal, Loading and Unloading Container, Linear Programming.
Perancangan Kebijakan Persediaan Untuk Mengurangi Biaya Persediaan Door Plate Kulkas Di Pt Sharp Electronics Indonesia Bayugiri Taufik Adiputra; Luciana Andrawina; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Door Plate merupakan salah satu komponen penyusun dalam proses perakitan kulkas. PT Sharp Electronics Indonesia, sebagai salah satu produsen elektronik yang bergerak di bidang home appliances, merupakan pemain besar dalam industri ini. Pada prakteknya, PT Sharp Electronics Indonesia menggunakan lini produksi yang bersifat heterogen, dimana satu lini produksi akan memproduksi beberapa varian produk. Hal ini ditujukan untuk mengurangi jumlah lini produksi yang dibutuhkan, karena terdapat banyaknya varian produk yang dijual. Namun, lini produksi yang heterogen jika diikuti dengan varian produk yang terlalu banyak maka dapat membuat jadwal produksi beserta peramalannya sangat dinamis. Maka dari itu, penelitian akan difokuskan pada peramalan kebutuhan Door Plate untuk menghadapi kedinamisan kebutuhan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode continuous review berbasis Model Q backorder, dengan berlandaskan pada data pemesanan Door Plate pada 1 tahun fiskal sebelumnya. Hal ini dilakukan karena tidak terdapat perubahan permintaan yang signifikan pada tiap tahunnya, sehingga diharapkan solusi yang diperoleh mampu merefleksikan kondisi aktual dan juga dapat berguna dalam jangka waktu yang lama. Hasil perhitungan menunjukkan dengan menggunakan metode continuous review, diperoleh penurunan total biaya pengadaan Door Plate sebesar 31-49% dari biaya pengadaan aktual. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan penurunan total biaya sebesar 31-49% dari biaya pengadaan aktual, maka solusi yang diajukan dapat membantu PT Sharp Electronics Indonesia untuk menghadapi kedinamisan permintaan terhadap Door Plate dan juga menurunkan biaya pengadaan Door Plate. Kata Kunci: Door Plate, Continuous Review, Model Q Abstract Door Plate is one of the constructing components in the refrigerator assembly process. PT Sharp Electronics Indonesia, as one of the electronics manufacturers in home appliances, is a big player in this industry. In practice, PT Sharp Electronics Indonesia uses heterogeneous production lines, where one production line will produce several product variants. This is intended to reduce the number of production lines needed, because there are many product variants being sold. However, a heterogeneous production line, if followed by too many product variants, can make the production schedule and forecast very dynamic. Therefore, the research will focus on forecasting the need for Door Plate to face dynamic needs. The method used in this research is the continuous review method based on Model Q backorder, based on the Door Plate ordering data for the previous 1 fiscal year. This is done because there is no significant change in demand each year, so it is hoped that the solution obtained is able to reflect actual conditions and can also be useful in a long time. The calculation results show that by using the continuous review method, the total cost of procuring Door Plates has decreased by 31-49%. From these results, it can be concluded that by reducing the total cost of 31-49%, the proposed solution can help PT Sharp Electronics Indonesia to face the dynamic demand for Door Plates and also reduce the cost of procuring Door Plates. Keywords: Door Plate, Continuous Review, Model Q.
Perancangan Kebijakan Persediaan Produk Dry Food Menggunakan Metode Continuous Review (r, Q) With Fixed Life Time Di Pt. Abc Anya Shafira Pramesti; Luciana Andrawina; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. ABC merupakan sebuah perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang logistik. Salah satu jenis produk yang disimpan pada gudang PT. ABC yaitu produk kategori dry food. PT. ABC mengalami kendala pada persediaannya seperti shortage serta overstock yang disebabkan karena tidak adanya ketetapan jumlah lot pemesanan pada saat melakukan pengisian ulang persediaan baik pada Gudang Cikarang maupun Gudang Jakarta. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan tugas akhir kebijakan persediaan pada produk dry food dengan model continuous review (r, Q) with fixed life time dengan mempertimbangkan umur hidup produk guna mengoptimalisasi kuantitas barang pada saat melakukan pengisian ulang persediaan sehingga dapat meminimasi jumlah shortage dan overstock dengan biaya yang minimum. Dengan perhitungan model Hadley-Within yang dilakukan pada tugas akhir ini didapatkan titik pemesanan ulang (r) dan jumlah lot pemesanan yang optimum (Q). Hasil dari tugas akhir dengan menggunakan model ini dihasilkan jumlah lot pemesanan yang optimum serta titik pemesanan ulang yang dapat meminimasi jumlah shortage dari 2.091 menjadi 1.611 serta jumlah total rata-rata persediaan yang disimpan pada Gudang Cikarang yaitu 13.223, Gudang Jakarta yaitu 18.620 menjadi 3.705. Tugas akhir ini juga menurunkan total biaya persediaan sebesar 5% dari total biaya persediaan sebelumnya. Maka, dapat disimpulkan hasil dari tugas akhir ini dapat meminimasi jumlah shortage dan overstock serta total biaya persediaan dari kondisi sebelumnya. Disarankan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai kebijakan persediaan dengan optimalisasi kapasitas gudang atau kebijakan persediaan untuk kategori produk lainnya seperti chiller food ataupun frozen food. Kata kunci : dry food, shortage, overstock, jumlah lot pemesanan, continuous review
Optimasi Penjadwalan Truk di Pelabuhan Barat PT XYZ Untuk Meminimalkan Total Biaya Keterlambatan Aktivitas Inter-Terminal Transportation Fauziyah, Anisa; Bayu Setyawan, Erlangga; Yulianti, Femi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pelabuhan Barat PT XYZ memainkan peran penting dalam sistem Inter-Terminal Transportation (ITT) untuk pemindahan peti kemas antar terminal, namun pada Januari 2024 terdapat 47,68% pesanan mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya perjalanan truk tanpa muatan yang mencapai 85,43%, menimbulkan ketidakefisienan operasinal dan total biaya keterlambatan yang besar. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini menggunkan algoritma simulated annealing with normalized exploration rate (SANE) guan mengoptimalkan penjadwalan truk, mengurangi perjalanan kosong, serta meminimalkan total biaya keterlambatan. Data yang digunakan mencakup posisi awal truk, waktu pengirimanm dan biaya keterlambatan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa perjalanan kosong berkurang dari 518 menjadi 115 kali, keterlambatan pesanan turun dari 607 menjadi 128, dan total biaya keterlambatan berkurang dari RM 10.400 menjadi RM 1.936. meskipun belum mencapai target RM 0, algoritma SANE terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangin beban biaya secara signifikan. Kata kunci— Optimasi Penjadwalan Truk, Simulated Annealing with Normalized Exploration Rate, Inter-Terminal Transportation, Total Biaya Keterlambata
Perancangan Kebijakan Persediaan Pupuk Anorganik untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Menggunakan Metode Periodic Joint Replenishment pada PT XYZ Rahma Putri, Annisa; Yulianti, Femi; Artha Kusuma, Putu Giri
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT XYZ merupakan perusahaan industri budidaya terhadap tanaman kelapa sawit. Dalam menunjang aktifitas bisnisnya, PT XYZ memerlukan berbagai jenis unsur hara yang dapat meningkatkan kualitas buah sawit yang akan dihasilkan, salah satu unsur hara yang digunakan sebagai penujang utama tanaman sawit adalah pupuk dengan jenis anorganik. Terdapat empat produk pupuk anorganik yang digunakan yaitu NPK, Dolomit, Libero dan Mamigro. Proses pemesanan produk akan dipesan dari pemasok yang sama namun dilakukan secara terpisah antar tiap pupuk dan dengan kuantitas yang berlebih karena pemesanan dilakukan hanya berdasarkan intusi dari para pekerja yang menyebabkan ongkos pesan melebihi target yang telah ditetapkan perusahaan. Dengan menerapkan model periodic joint replenishment, pemesanan tiap jenis pupuk dapat dilakukan secara bersamaan dengan kuantitas pemesanan yang telah ditentukan. Model ini menghasilkan interval waktu antar pemesanan selama 43 hari sekali dalam satu tahun dengan frekuensi sebanyak 9 kali pemesanan, dan dihasilkan ukuran lot pemesanan optimum yang akan dipesan bagi tiap pupuknya. Total biaya persediaan yang dihasilkan dengan model periodic joint replenishment adalah sebanyak Rp 5.554.953.386/tahun dengan penghematan sebesar Rp 876.011.486 dari kondisi eksisting sehingga hasil perancangan optimal dalam meminimasi ongkos total biaya persediaan. Kata kunci— pupuk, kebijakan persediaan, periodic joint replenishment.
Perancangan Rute Pengambilan Garam Dengan Metode Saving Matrix Untuk Meminimasi Biaya BBM Pada Koperasi ABC Ayu Masturo, Ami; Bayu Setyawan, Erlangga; Yulianti, Femi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Koperasi ABC adalah produsen garam yang bekerjasama dengan beberapa petani garam yang berlokasi di wilayah kabupaten Indramayu. Koperasi ABC akan memasok hasil panen dari petani dan melakukan pengambilan garam dari 12 lokasi pengumpulan yang sudah ditetapkan. Saat proses pengambilan, kendaraan yang digunakan ada 3 unit dengan kapasitas yang sama (homogeneus fleet). Rute pengambilan saat ini, pihak koperasi hanya membagi lokasi pengambilan menjadi 3 wilayah bagian sehingga 1 kendaraan dapat menjangkau 4 lokasi tanpa mempertimbangkan jarak terdekat atau lainnya. Hal tersebut ternyata berpengaruh pada penggunaan biaya BBM. Terjadi peningkatan biaya BBM untuk proses pengambilan garam dengan peningkatan rata-rata 32% dari batas anggaran yang ditetapkan. Diperlukan solusi atas permasalahan tersebut yaitu berupa perancangan rute pengambilan garam yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi total jarak tempuh selama proses pengambilan garam dengan metode saving matrix yang hasilnya akan mempengaruhi penggunaan biaya BBM. Saving matrix adalah salah satu metode heuristik yang dapat menyelesaikan permasalahan CVRP dengan hasil solusi yang mendekati optimal. Hasil yang diperoleh adalah rute usulan memiliki penurunan jarak tempuh sebesar 28,01% dan penurunan biaya BBM 96,4% dari rute aktualnya. Kata Kunci — Minimasi, Pengambilan, Optimasi Rute, CVRP, Saving Matrix
Penentuan Lokasi Optimal Gudang Bantuan Logistik Wilayah Jawa Barat Menggunakan Metode Maximal Covering Location Problem (MCLP) Zahra, Arifa Fadhillah; Yulianti, Femi; Kusuma, Putu Giri Artha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Responsiveness merupakan indikator utama penilaian tingkat kinerja humanitarian logistics. Salah satu strategi yang memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian responsiveness adalah pre-positioning fasilitas logistik. Sebagai provinsi yang paling sering mengalami kejadian bencana, Jawa Barat menghadapi masalah mulurnya response time pendistribusian bantuan logistik ke 70,37% titik demand di wilayah kabupaten/kota. Kemuluran ini terjadi akibat penerapan kebijakan persediaan yang tidak tepat. Proses distribusi yang selama ini berlangsung dalam pola singleechelon membuat jangkauan pelayanan kabur seiring persebaran titik demand yang melebar. Sebagai upaya menekan response time agar berada pada batas 60 menit, diusulkan solusi penempatan gudang penyangga yang difungsikan sebagai penengah distribusi bantuan logistik antara BPBD Jawa Barat dan BPBD/Damkar kabupaten/kota. Adapun penetapan lokasi gudang penyangga dilakukan menggunakan pendekatan MCLP, yaitu sebuah metode untuk menentukan lokasi optimal fasilitas dengan fungsi tujuan memaksimasi pemenuhan kebutuhan dalam jangkauan yang telah ditetapkan. Metode MCLP yang digunakan dalam penelitian ini menyertakan beberapa parameter tambahan yang relevan dengan kiteria lokasi gudang bantuan bencana. Setelah dilakukan proses penyelesaian ditetapkan Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Tasikmalaya, dan Kota Sukabumisebagai lokasi dimana gudang penyangga akan dibuka. Kata kunci— Humanitarian Logistics, Gudang Bantuan Logistik, Kebijakan Multi-Echelon, MCLP
Perancangan Lokasi Fasilitas Gudang Sementara Menggunakan Metode Location Set Covering (Studi Kasus Gempa Cianjur 2022) Rizkiansyah, Muhammad Nabil; Yulianti, Femi; Kusuma, Putu Giri Artha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Pada tanggal 21 November 2022 telah terjadi gempa bumi di Kabupaten Cianjur sebesar 5,6 magnitudo, dari laporan BPBD Cianjur terdapat 16 kecamatan terdampak dari total 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur (BPBD Kabupaten Cianjur) memiliki peran penting saat pra bencana, darurat bencana, dan pasca bencana, salah satu tugas BPBD Cianjur adalah pelaksanaan penanggulangan bencana yang mencakup melancarkan alur distribusi bantuan logistik kepada daerah atau wilayah yang terdampak. Kecepatan dan ketetapan menjadi indikator utama dalam humanitarian logistics, kemudian untuk waktu tempuh pendistribusian maksimal pada 60 menit. Pada pendistribusian bantuan Gempa Cianjur 2022 mengalami permasalahan kenaikan total biaya transportasi yang melebihi Rp53.040.000 selama 65 hari. Lokasi gudang yang tidak tepat menjadi permasalahan utama karena penempatannya hanya pada satu kecamatan saja, yakni di Kecamatan Cianjur saja. Perancangan lokasi gudang sementara digunakan untuk mengantisipasi kesalahan dalam penentuan lokasi tersebut. Pendekatan metode yang digunakan ialah metode Location Set Covering Problem (LSCP) dengan menentukan jumlah fasilitas namun dapat mencakup seluruh wilayah yang ada dengan parameter biaya transportasi sebagai biaya fasilitas dan waktu tempuh di bawah 60 menit. Hasil dari penggunaan metode tersebut adalah lokasi gudang sementara yang dapat mencakup kecamatan yang terdampak dan mengakibatkan penurunan total biaya transportasi menjadi Rp42.896.100. Kata kunci— Humanitarian Logistics, Gudang Sementara, Bencana Alam, LSCP, Gempa Cianjur 2022