Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KAMPANYE SADAR BENCANA MELALUI MEDIA INFOGRAFIS KEBENCANAAN Agustian, Yanyan; Rejeki, Diah Sri; Agustine, Merryam
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 6 (2023): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i6.169

Abstract

Edukasi mengenai kesiapsiagaan dan pengetahuan terkait bencana merupakan bagian yang sangat penting dari manajemen bencana. Hal ini berlaku pada tahap pra-bencana, di mana pendekatan desain partisipatif digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai lokal kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Parongpong. Salah satu bentuk media pembelajaran mengenai mitigasi dilakukan melalui infografis kebencanaan yang disosialisasikan langsung kepada masyarakat Kecamatan Parongpong. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi identifikasi masalah mitra; perencanaan dan pembentukan program pengabdian; serta implementasi program pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat di Kecamatan parongpong adalah masyarakat mendapatkan pembelajaran mengenai mitigasi bencana melalui media infografis yang meliputi: tas siaga bencana, Langkah utama saat terjadi kebakaran, mitigasi bencana gempa bumi, waspada longsor dan nomor telepon darurat. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar kegiatan mitigasi bencana dapat rutin dilakukan.
SOSIALISASI MANAJEMEN INFRASTRUKTUR PENGAIRAN DI DESA CIKURUBUK KABUPATEN SUMEDANG Hasan, Fuad; Ash Siddiq, Raden Herdian Bayu; Agustian, Yanyan; Setiawan, Asep; Widyanto, Bambang Eko; Wibowo, Azis Ali
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2310

Abstract

Desa Cikurubuk, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi sumber daya air yang besar dan mendukung pertanian, khususnya padi organik. Namun, pengelolaan infrastruktur pengairan masih menghadapi tantangan akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prinsip manajemen yang efektif dan berkelanjutan. Hal ini berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan meningkatkan risiko kerusakan lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan kegiatan pemberdayaan melalui sosialisasi dan pelatihan teknis yang sistematis. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur pengairan yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Metode partisipatif digunakan melalui sosialisasi, diskusi kelompok, dan simulasi manajemen pengairan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan. Warga menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan mulai menerapkan praktik manajemen pengairan. Simulasi memberi pengalaman praktis yang memperkuat pemahaman. Masyarakat juga mulai menyusun jadwal pemeliharaan rutin dan membentuk kelompok kerja pengelolaan bersama. Kegiatan ini efektif dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong aksi nyata menuju sistem pengairan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
SOSIALISASI BANGUNAN TAHAN GEMPA DAN PENYERAHAN ALAT-ALAT EVAKUASI UNTUK MENDUKUNG UPAYA MITIGASI BENCANA ALAM Hasan, Fuad; AshSiddiq, Raden Herdian Bayu; Agustian, Yanyan; Setiawan, Asep; Widyanto, Bambang Eko
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2364

Abstract

Indonesia adalah negara rawan bencana alam seperti gempa bumi, erupsi gunung merapi serta kelongsoran yang diakibatkan oleh adanya fenomena aktifitas atau gerakan bumi. Fenomena alam yang terjadi ini tidak dapat diprediksi sehingga berdampak pada timbulnya korban jiwa yang merenggut nyawa orang. Meskipun banyak terjadi gempa dan dampak bencana yang diakibatkannya, ternyata masyarakat Indonesia masih memiliki pengetahuan yang kurang dalam menghadapi gempa dan mengurangi risikonya. Banyak korban yang jatuh akibat kurangnya pengetahuan tentang persiapan sebelum, saat, dan setelah terjadinya gempa. Sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam menangani dampak bencana, tim program studi teknik sipil Universitas Widyatama membuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu Sosialisasi Bangunan Tahan Gempa dan Penyerahan Alat-alat Evakuasi Untuk Mendukung Upaya Mitigasi Bencana Alam di Kecamatan Parongpong. Metode yang digunakan dalam program ini yaitu memberikan penjelasan / sosialisasi tentang bangunan tahan gempa dan menyerahkan alat-alat untuk evakuasi mitigasi bencana. Hasil pengabdian akan berdampak pada pengetahuan masyarakat mengenai bangunan tahan gempa dan alat-alat evakuasi mitigasi bencana. Kami juga melakukan penyerahan alat-alat evakuasi mitigasi bencana. Persiapan berbagai peralatan dan perlengkapan yang berguna di saat ada kejadian darurat seperti gempa dapat meminimalisir musibah. Alat-alat evakuasi yang dimaksud misalnya seperti alat pemadam api ringan (APAR), senter, peluit, alat keselamatan standar, tas siaga bencana. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu adanya meningkatnya pengetahuan serta pemahaman warga Kecamatan Parongpong mengenai mitigasi bencana dan bangunan tahan bencana.
Simulasi dan Edukasi Waspada Banjir pada Anak Usia Dini: Membangun Kesiapsiagaan Sejak Dini CHANDRASARI, AYU ZAHRA; Agustian, Yanyan; Komarudin, Udin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i3.8838

Abstract

Mitigasi bencana banjir merupakan salah satu langkah penting dalam mengurangi risiko dan dampak buruk yang diakibatkan oleh bencana alam, terutama di daerah rawan banjir seperti Desa Sukamukti, Kabupaten Ciamis. Upaya mitigasi ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang sering terjadi, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa ini berfokus pada pengembangan potensi wisata edukasi di PAUD Ilmu Amaliyah, di mana pendidikan tentang mitigasi bencana diberikan sejak usia dini. Anak-anak usia dini diperkenalkan dengan langkah-langkah preventif yang harus diambil dalam menghadapi bahaya banjir melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif. Harapannya, kesadaran bencana dapat ditanamkan sejak dini sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan tanggap terhadap ancaman bencana. Edukasi dini mengenai mitigasi bencana ini tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana di masa depan. Dengan pengetahuan yang cukup, anak-anak diharapkan dapat memahami risiko bencana dan mampu mengambil langkah preventif untuk melindungi diri dan lingkungan mereka. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bagian integral dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih tanggap terhadap bencana banjir, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan dampak negatif bencana alam di wilayah ini.
Mitigasi dan Tanggap Bencana di Darah Pedesaan Rawan Gempa Agustian, Yanyan; Setiawan, Asep; Widyanto, Bambang Eko; Ashshiddiq, Raden Herdian Bayu; Hasan, Fuad
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i2.158

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap gempa bumi di Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Masyarakat di wilayah ini kurang memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi risiko gempa, meskipun daerah ini rentan terhadap gempa akibat Patahan Lembang di utara Bandung. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa melalui edukasi dan penyediaan sarana mitigasi bencana. Metode yang digunakan meliputi pembuatan rambu evakuasi, peta jalur evakuasi, serta modul kesiapsiagaan bencana yang disosialisasikan dan dilatihkan kepada warga melalui serangkaian pelatihan dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, umpan balik positif dari peserta mengindikasikan peningkatan kesadaran terhadap ancaman bencana dan pentingnya langkah-langkah mitigasi. Kesimpulannya, program ini berhasil sebagai langkah awal dalam mitigasi risiko bencana di daerah tersebut. Dengan partisipasi berkelanjutan dan dukungan dari pihak terkait, program ini memiliki potensi untuk menjadi model berharga dalam kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah berisiko tinggi lainnya. Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan program ini dengan upaya penanggulangan bencana yang lebih luas guna memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.
Improvement Of Landslide Handling On Filled Land In Cidahu-Cieurih Road, Cidahu District, Kuningan Regency Agustian, Yanyan; Setiawan, Asep; Widyanto, Bambang Eko
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i3.1090

Abstract

This research is based on the issue of soil landslide in the embankment area of Cidahu - Cieurih Road. Geotechnical analysis involves cone penetration testing, boreholes, and laboratory testing to obtain soil property data. The results indicate the presence of soil layers with different characteristics, such as clay, sand, and silty clay. The analysis method utilizes PLAXIS 3D V20 for slope stability modeling. The modeling results show that the existing slope condition is unsafe, and two alternative treatments are proposed. Alternative 1 involves replacing the existing retaining wall with a new one and adding ribs, resulting in an SF of 1.516. Alternative 2 involves using the existing sheet pile with the addition of a retaining wall and embankment, resulting in an SF of 1.63. This research concludes that Alternative 2, utilizing the existing sheet pile and retaining wall, provides better slope stability results with an SF that meets safety standards.
Evaluasi Keruntuhan Dinding Galian Pile Cap dan Alternatif Penanganannya Agustian, Yanyan; Arfah, Mughsyfa Nafizia; Shiddiq, Raden Herdian Bayu Ash
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15443

Abstract

Penurunan tanah pada track kereta api terjadi akibat keruntuhan dinding galian yang bernama galian Pile Cap 14, tidak jauh dari track tersebut. Galian tersbut merupakan proyek pemmbangunan fasilitas perkeretaapian untuk Manggarai s/d Jatinegara (Tahap II) Pekerjaan Main Line II. Kejadian ini yang melatarbelakangi penelitian ini, yaitu dengan tujuan untuk menganalisis faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya keruntuhan sehingga secara langsung menyebabkan penurunan rel kerata api aktif di Stasiun Manggarai beserta menentukan alternatif penanggulangannya. Evaluasi pemodelan dibuat dengan menggunakan program Plaxis. Data primer dan data skunder digunakan sebagai bahan input parameter dari pmodelan tersebut. Hasil pemodelan didapatkan safety factor galian dengan nilai <1. Hal ini menunjukkan bahwa galian tersebut tidak memenuhi kriteria keamanan dan dan merupakan faktor menyebabkan keruntuhan. Perkuatan sheet pile yang dipasang pada galian eksisting pun tidak mampu menahan gaya lateral dari tanah. Perencanaan perbaikan konstruksi yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi ulang desain konstruksi dan melakukan rekayasan struktur pada konstruksi galian. Selain itu, ada penambahan pemasangan angkur pada ketinggan 0,5 m terhitung dari permukaan tanah galian. Hasil dari percobaan ini didapatkan faktor keamanan galian setinggi 5 m yaitu 1,622 dimana angka tersebut sudah melebihi standar yang berlaku. Hal ini pun menunjukkan bahwa kondisi tanah setelah digali setinggi 5 m memiliki stabilitas yang memadai dan potensi keruntuhan tidak teridentifikasi dengan adanya beban mati berupa ballast dan bantalan dan beban hidup dari kereta.
The Widyatama Campus Environmental Planning Study refers to the Law of the Republic of Indonesia Number 26 of 2007 About Spatial Planning for Flood Discharge Eko Widyanto, Bambang; Setiawan, Asep; Agustian, Yanyan
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i12.1373

Abstract

Sustainable development in an area often causes land use changes that have a domino impact, especially in water resource management and flood discharge control. In the spirit of development, important aspects such as runoff management are often overlooked. This study aims to analyze the management of runoff water in the Widyatama campus area by referring to Law of the Republic of Indonesia Number 26 of 2007 concerning Spatial Planning. The research method uses secondary data in the form of rainfall from the Bandung Climatology Station and manual surveys for land use and topographic analysis. The results showed that the intensity of rain at the 2-year recurrence period (I2) was 127.56 mm. Rainfall intensity is also calculated for 5, 10, 20, 25, 50, and 100 year recurrences. Based on this analysis, land modification or innovation is needed, one of which is the construction of a detention pond that functions to restore the amount of flow to the river according to the zero run-off concept. With a study area of 3.61 Ha, a detention pond is needed for rainfall over 5 years with a storage capacity of 240 m³. The implementation of this innovation is expected to reduce flood risk and improve water management in the study area.
Design and Build Prototype of Field Soil Shear Test Equipment: Perancangan dan Pembuatan Prototipe Alat Uji Geser Tanah Komarudin, Udin; Yanyan Agustian
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 10 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v10i2.1749

Abstract

Shear strength analysis testing is a fundamental test in the field of civil engineering. The shear strength of the soil is greatly influenced by the parameters present in the soil, the higher the value of the obtained parameters, the higher the soil strength. To obtain these parameters, we need to conduct one of the soil shear strength tests. The soil shear test that has been conducted in the laboratory involves taking soil samples from the field, transporting them, and then conducting the tests. During the journey from the field to the laboratory, it is highly likely that the sample will undergo changes due to vibrations, shaking, or temperature. Some innovations that have been implemented weigh a maximum of 10kg, are portable and easy to carry, produce accurate test results, and are tested directly in the field. The design of the tool is made in a prototype before the assembly of the tool. The design of the direct shear test tool is made by referring to the standardized testing principles. After the device is assembled, a test is conducted on a soil sample using the standard procedure of the shear test apparatus.