Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategic Management of The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SMPN 4 Gerung Miptahul Jannah; Baiq Rohiyatun; M. Ary Irawan
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17114

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is part of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), designed to shape student character through project-based learning. Its successful implementation is heavily influenced by the school's managerial strategies. This study aims to describe the strategic management of P5 at SMP Negeri 4 Gerung, focusing on the planning, implementation, and evaluation stages. The research employed a qualitative case study approach, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. Informants included the Vice Principal for Curriculum, the P5 Coordinators of grades VII and VIII, and students in grades VII and VIII. The results indicate that strategic planning was carried out collaboratively, adapting themes to student characteristics and the local context. Project implementation took place during specific hours through activities such as eco-briking, election simulations, and local culinary preparation. Evaluation was conducted through student reflection and internal meetings, although not yet optimal. The conclusions of this study confirm that strategic management plays a crucial role in supporting P5 implementation, but further strengthening of teacher training, module development, and evaluation systems is needed to ensure program implementation is more effective and sustainable. Keywords: Strategic Management, P5 Project, Independent Curriculum Abstrak: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek. Keberhasilan pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh strategi manajerial yang diterapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen strategik P5 di SMP Negeri 4 Gerung, yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Koordinator P5 kelas VII dan VIII, serta siswa kelas VII dan VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategik dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan tema terhadap karakteristik siswa dan konteks lokal. Pelaksanaan proyek dilakukan pada jam khusus melalui kegiatan seperti ecobrik, simulasi pemilu, dan pengolahan kuliner lokal. Evaluasi dilaksanakan melalui refleksi siswa dan rapat internal, meskipun belum berjalan secara optimal. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa manajemen strategik berperan penting dalam mendukung implementasi P5, namun masih diperlukan penguatan dalam pelatihan guru, penyusunan modul, dan sistem evaluasi agar pelaksanaan program lebih efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Strategik, Proyek P5, Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Kekuasaan Kepala Madrasah terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Guru Madrasah Aliyah M. Rasyid Ridlo; M. Ary Irawan
Journal of Mandalika Literature Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v7i1.5901

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh langsung kekuasaan kepala madrasah terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru Madrasah Aliyah di Kabupaten Lombok Tengah, Indonesia. OCB dipahami sebagai perilaku ekstra peran yang bersifat sukarela, tidak secara langsung memperoleh imbalan formal, namun mendukung efektivitas madrasah. Temuan mutakhir menegaskan bahwa OCB guru menjadi penentu penting kolaborasi dan hasil belajar peserta didik, sementara kepemimpinan dan cara kepala madrasah menggunakan kekuasaan merupakan antecedent utama. Penelitian ini menggunakan survei kuantitatif dengan desain kausal. Populasi berjumlah 2.665 guru Madrasah Aliyah, dan 348 guru dipilih sebagai sampel melalui teknik multi stage simple random sampling. Kekuasaan kepala madrasah dan OCB guru diukur menggunakan skala Likert yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCB guru berada pada tingkat sedang, sedangkan kekuasaan kepala madrasah dipersepsikan relatif tinggi. Analisis jalur mengindikasikan bahwa kekuasaan kepala madrasah berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap OCB guru (p31 = 0,150; t = 2,793; p < 0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan kekuasaan yang lebih efektif dan konstruktif oleh kepala madrasah mendorong peningkatan OCB guru. Hasil ini mengimplikasikan perlunya penguatan basis expert, referent, dan reward power kepala madrasah serta pembangunan hubungan saling percaya untuk menumbuhkan perilaku ekstra peran yang mendukung peningkatan mutu madrasah.
E-WORSKHOP PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH Roy Wahyuningsih; M. Ary Irawan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.789

Abstract

Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan bertujuan agar guru peserta pelatihan memiliki pengetahuan, kemampuan dan keberanian untuk melakukan penelitian tindakan kelas, mulai dari membuat proposal penelitian, melaksanakan penelitian dan membuat laporan hasil penelitian secara benar, sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan kelas yang lazim digunakan di dunia pendidikan. Dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Rancangan pelatihan disusun agar tujuan tercapai efektif meliputi kegiatan analisis kebutuhan yang disusun dari pengabdi dan sekolah, diawali dengan penyampian materi pelatihan PTK oleh tim PPM, yang diselingi tanya jawab, pendampingan pembuatan proposal Penelitian Tindakan Kelas, dan presentasi hasil pembuatan proposal Penelitian Tindakan Kelas oleh peserta pelatihan. Metode pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah, kerja kelompok dan supervisi. Hasil pelaksanaan pengabdian diharapkan dapat berjalan dengan baik.