Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektifitas Muamalat DIN Transisi Progresif Dalam Pelayanan Nasabah Di Pt. Bank Muamalat KC Jember Aprilia Cahya Mutiara; Rini Puji Astutik; Sharma Dian Safitri
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2024): GJMI - FEBRUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i2.297

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas muamalat din dalam mengoptimalkan pelayanan kepada nasabahnya. Untuk mengetahui hal tersebut,peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifitas muamalat din. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,melakukan wawancara dan kepustakaan. Narasumber dari penelitian ini adalah customer servis,teller, dan nasabah Bank Muamalat KC Jember. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa muamalat din sangat membantu nasabah dan juga pihak bank, adapun keunggulan dari muamalat din sendiri salah satunya yaitu bisa membuka rekening online, hal tersebut sangat menguntungkan bagi para nasabah dan juga pihak bank karena sangat mudah dan proses pembukaan rekeningnya juga berlangsung sangat cepat. Selain itu,nasabah juga bisa mengubah pin atm mandiri melalui muamalat din,hal tersebut juga sangat memudahkan bagi para nasabahnya karena bisa di lalukan dimanapun dan kapanpun tanpa pergi ke bank.
Peran Bank Sentral Dalam Kebijakan Moneter Islam Badrut Tamam; Mohammad Arif Hidayatullah; Rini Puji Astutik
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.611

Abstract

Dalam prinsip ekomi islam itu juga terdapat bahwa kestabilan alat pembayaran untuk mencegah terjadinya inefisiensi akibat fluktuasi harga produk dan institusi keuangan yang bertugas mengatur dan menentukan kebijakan moneter, yang biasanya disebut sebagai Bank Sentral. Tujuan dari kebijakan Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter antara lain adalah untuk mengeluarkan uang, mengontrol peredaran uang agar sesuai dengan kondisi perekonomian sektor riil guna mencapai keseimbangan. Setiap pemerintahan memiliki kebijakan moneter yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan ekonomi masing-masing. Salah satu kebijakan moneter yang diterapkan pada zaman Nabi adalah penggunaan standar emas dan perak karena stabilitas nilai tukarnya. Namun, hal ini tidak relevan dalam kebijakan moneter negara mayoritas Muslim pada era modern, termasuk Indonesia, karena keterbatasan bahan baku emas dan perak. Sebagai gantinya, diterbitkan uang fidusia yang bahan bakunya bukan dari emas atau perak, dan stabilitas nilainya dijaga dengan penerapan suku bunga, yang sebaliknya dilarang dalam Islam. Salah satu alasan larangan sistem bunga ini adalah karena suku bunga yang tinggi dapat memengaruhi permintaan uang, yang seringkali tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi atau kegiatan produktif, tetapi lebih untuk kegiatan spekulatif.
Indenpendensi Ruang Lingkup Kebijakan Kebanksentralan Cahya Irani; Rini Puji Astutik; Ervina Dwi Zahrotul A.
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.616

Abstract

Kebijakan kebanksentralan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan suatu negara. Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pengelolaan moneter, pengaturan sistem pembayaran, dan pengawasan sistem keuangan, bank sentral memiliki berbagai alat dan kebijakan yang digunakan untuk mencapai tujuannya. Independensi bank sentral merupakan salah satu elemen kunci dalam menciptakan stabilitas ekonomi dan keuangan. Bank sentral yang independen dapat menjalankan kebijakan moneter dan kebijakan lainnya tanpa campur tangan dari pihak eksternal, termasuk pemerintah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keputusan-keputusan yang diambil didasarkan pada analisis ekonomi yang objektif dan bukan atas dasar kepentingan politik jangka pendek. dalam konteks Indonesia, Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki peran strategis dalam mengatur dan mengawasi sistem keuangan. Kemandirian Bank Indonesia diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia, yang menekankan pentingnya independensi institusional, independensi sasaran akhir, dan independensi instrumen. Independensi ini memungkinkan Bank Indonesia untuk merespons berbagai tantangan ekonomi dengan fleksibilitas dan ketegasan yang diperlukan. Metode penelitian menggunakan library researchyaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajariteori-teori dari berbagai literature atau referensi. bahwa independensi bank sentral tidak berarti terlepas sepenuhnya dari akuntabilitas. Bank sentral tetap bertanggung jawab untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan keputusan-keputusan mereka kepada masyarakat dan otoritas yang relevan. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan dan pelaporan kinerja merupakan elemen penting dalam mempertahankan independensi bank sentral
Eksplorasi Studi Bagaimana Krisis Keuangan Global 2008/2009 Membawa Implikasi Pada Mandat, Kebijakan Terhadap Kelembagaan Bank Sentral Is'adil Mustafid; Achmad Ramdhan Dzil Qarnain; Rini Puji Astutik
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.666

Abstract

Krisis keuangan global 2008/2009 telah memberikan dampak signifikan terhadap mandat dan kebijakan bank sentral di seluruh dunia. Sebelum krisis, bank sentral cenderung memfokuskan tujuannya pada stabilitas harga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, setelah terjadinya krisis, terjadi evaluasi mendalam terhadap mandat bank sentral dengan mempertimbangkan stabilitas keuangan sebagai pendukung dari stabilitas moneter. Alat kebijakan makroprudensial menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.Evaluasi ini terutama dipicu oleh fakta bahwa krisis keuangan global mengungkapkan risiko keterkaitan antara sistem keuangan dan makroekonomi, yang dikenal sebagai keterkaitan makrofinansial. Bank sentral yang tidak dilengkapi dengan tugas pengawasan bank dan lembaga keuangan mikroprudensial menjadi tidak mampu memitigasi risiko makrofinansial yang muncul. Sehingga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bank sentral tidak hanya dapat mengandalkan kebijakan moneter untuk mencapai stabilitas harga dan nilai tukar. Mereka juga perlu mengedepankan stabilitas dalam sistem keuangan melalui pengaturan dan pengawasan makroprudensial yang mempertimbangkan risiko sistemik, dengan tujuan mendukung kestabilan ekonomi yang terorganisir dengan baik
Sistem Monitoring dan Pakan Otomatis pada Ikan Lele Berbasis Mikrokontroler ESP32 Alif Bartus Ikhrom; Rini Puji Astutik
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7958

Abstract

Catfish farming is one of the fisheries areas with great potential in Indonesia. However, the problem of feed efficiency, use of probiotics, and air temperature control are still the main obstacles that affect the health and growth of fish. This study aims to design and implement an automatic system that can regulate the provision of feed and probiotics and control and control air temperature directly using the ESP32 microcontroller. This system has several important components, such as the ESP32 microcontroller as a control center, servo motors for feed and probiotic distribution, and DS18B20 temperature sensors to monitor air temperature. All components can be controlled and viewed through an IoT-based application with a Wi-Fi connection or applications such as Telegram. This trial aims to determine whether this system can provide feed and probiotics according to the specified time, and maintain air temperature in the optimal range (28°C–40°C) for catfish growth. In this way, the system is expected to increase efficiency in catfish farming automatically, reduce the need for human labor, and minimize errors in pond management.
RANCANG BANGUN ALAT PENGENDALI TEMPERATURE MENGGUNAKAN METODE RULE-BASED PADA RUANGAN DATA CENTER BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Alfian Pradana, Dimas; Rini Puji Astutik
Jurnal Elektro Kontrol (ELKON) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal ELKON
Publisher : Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/elkon.v5i2.16683

Abstract

Pertumbuhan data center yang pesat menuntut adanya sistem pengendalian suhu yang andal untuk menjaga kinerja dan keawetan perangkat server. Suhu ruangan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan performa, kerusakan perangkat, bahkan gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pengendali suhu otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 dengan penerapan metode Rule-Based. Sistem memanfaatkan sensor DHT22 untuk pengukuran suhu dan kelembapan, RTC DS3231 untuk pencatatan waktu, serta modul SD card sebagai media penyimpanan data. ESP32 berperan sebagai pusat kendali yang memproses data sensor dan membandingkannya dengan ambang batas yang telah ditentukan, kemudian mengendalikan kipas DC dan modul Peltier melalui relay untuk mempertahankan suhu ruangan tetap stabil. Informasi kondisi lingkungan ditampilkan secara real-time pada LCD 20x4 dan dicatat secara periodik sebagai data historis. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menjaga suhu kedua kompartemen pada rentang operasional 25–32°C dengan respons otomatis bertingkat, di mana kipas bekerja pada 50–100% PWM dan Peltier aktif saat suhu tinggi. Sistem berhasil merespons kenaikan suhu secara cepat dan mempertahankan kestabilan lingkungan tanpa intervensi manual. Dengan demikian, metode Rule-Based terbukti efektif, sederhana, dan efisien untuk meningkatkan keandalan operasional data center skala kecil.
Performance Analysis of Solar Power Generation System Using MATLAB Simulation Based on Radiation and Temperature Variations Rini Puji Astutik; Muhammad Sabri Wahyu Febrian; Radif Rizka Andriansyah; Muhammad Rifqi Ubaidillah; Aditya bagus ainul Yaqin; Achmad Syarifudin
Ambidextrous Journal of Innovation Efficiency and Technology in Organization Vol. 3 No. 02 (2025): Ambidextrous: Journal of Innovation, Efficiency and Technology in Organization
Publisher : Takaza Innovatix Labs Ltd.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/ambidextrous.v3i02.371

Abstract

This research analyzes the performance of Solar Power Plant (PLTS) systems through MATLAB/Simulink simulations, focusing on the effects of varying solar radiation intensity and ambient temperature on the current-voltage (IV) and power-voltage (PV) characteristics of solar panels. The panel model was initially constructed based on datasheet parameters to closely replicate real-world conditions. Subsequent testing involved varying radiation (500–1000 W/m²) and temperature (20–50°C) to assess panel response under changing operational conditions. Simulation results reveal that rising temperatures significantly reduce maximum power (Pmax) due to decreasing output voltage, despite relatively stable current. Conversely, higher radiation intensity substantially increases output current, yielding greater Pmax. Radiation emerges as the dominant factor enhancing panel performance, while temperature acts as a key efficiency limiter. This simulation approach enables cost-effective analysis without field testing, serving as a reference for designing adaptive PLTS systems optimized for environmental conditions. It also provides a foundation for future studies on renewable energy modeling and control in Indonesia's tropical climate.
Design and Development of an Automatic Asem Keping Drying System Using Infrared Heater Based on Fuzzy Logic Syahrul Ramadan; Rini Puji Astutik
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 5 No. 3 (2025): October: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v5i3.5566

Abstract

The drying process of Asam Keping (Garcinia atroviridis) is a crucial stage in food processing that significantly affects the final product quality. Conventional drying methods that rely on sunlight have several limitations, such as dependency on weather conditions, extended drying time, and inconsistent results. This study aims to design a drying system for Asam Keping controlled using the fuzzy logic method. The research is expected to improve energy efficiency, accelerate the drying process, and maintain the quality of the dried product. The drying system is designed using an infrared heater as the heat source, temperature and humidity sensors to monitor environmental conditions, and a microcontroller as the main controller. The fuzzy logic method is implemented to adjust the drying temperature and duration adaptively based on environmental parameters and the desired dryness level. The results of this study are expected to reduce drying time by approximately 50% compared to conventional methods. Additionally, the dried Asam Keping is expected to achieve the desired moisture content while preserving its color and texture quality. The analysis of this study concludes that an infrared heater-based drying system utilizing fuzzy logic can be an effective solution for the Asam Keping drying process in terms of time efficiency and product quality.
MONITORING DAN PENGENDALI KUALITAS AIR PADA TAMBAK UDANG SECARA OTOMATIS BERBASIS TELEGRAM Ahmad Bahrul Amin; Rini Puji Astutik; Denny Irawan
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 18 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v18i2.6323

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang menghambat pertumbuhan budidaya udang vannamei, salah satunya adalah kurangnya penerapan teknologi, dimana teknologi yang ada saat ini hanya memantau dan mengendalikan kualitas air secara manual. Artikel ini berisi tentang sistem monitoring dan pengendalian kualitas air secara otomatis yang meliputi : suhu, PH, dan salinitas air yang dirancang dengan mikrokontroler berbasis telegram. Alat ini menampilkan parameter dalam menjaga nilai suhu, PH, salinitas tambak melalui LCD (Liquid Cristal Display) dan Telegram, apabila kualitas air tidak memenuhi syarat, secara otomatis menjalankan aplikasi yang dapat mengontrol nilai indikator suhu, PH, dan salinitas hingga sesuai dengan standar. Penelitian ini memudahkan petambak dalam memonitor suhu, PH dan salinitas air tambak pada level yang diharapkan, dengan prosentase error untuk sebesar 1,02 %, untuk PH sebesar 0,4 % dan salinitas sebesar 2,87%, sehingga dapat meningkatkan kualitas budidaya udang.
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING GABAH MENGGUNAKAN SENSOR DHT-21 BERBASIS MIKRO KONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Mohammad Arif Kurniawan; Denny Irawan; Rini Puji Astutik
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 18 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v18i2.6407

Abstract

Proses pengeringan gabah pasca panen selama ini dilakukan oleh petani dengan menggunakan cara konvensional, yaitu: menjemur gabah di bawah terik sinar matahari untuk mengurangi kelembapan dan menghindari kemungkinan pertumbuhan jamur dan bakteri serta memudahkan dalam proses pengelupasan dedak. Prosesnya memakan waktu 1 minggu, jadi kualitas gabah yang dihasilkan tergantung kondisi kecerahan cuaca. Prototype yang dibangun pada penelitian ini adalah alat pengering gabah dengan sensor DHT-21 berbasis mikrokontroler Arduino Mega 2560, yang dirancang dari perangkat keras antara lain desain kelistrikan termasuk komponen-komponen elektronika yang digunakan, kemudian desain mekanis, dan desain perangkat lunak yang berfungsi untuk pemrograman otomatis dan bertujuan untuk membantu menghemat tenaga petani serta mempersingkat waktu penjemuran gabah karena seluruh proses dilakukan secara otomatis oleh sistem. Hasil percobaan proses pengeringan menggunakan prototype pengering gabah otomatis menghasilkan kualitas gabah yang terjaga dan mendekati kondisi kelembaban standar gabah.