Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penggunaan Metode Kontrol Kualitas Statistik (Statistical Quality Control) Pada Penanganan Produk Cacat Kain di PT X Nurherawati, Feny
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11694

Abstract

Abstrak Standar kualitas produk yang ditetapkan perusahaan dapat dijaga melalui metode kontrol kualitas produk yang tepat. Kain hasil produksi PT X masih memiliki cacat produk melebihi batas toleransi perusahan yaitu maksimal 2%. Jenis cacat kain diantaranya warna tidak OK (WTO), crease mark dan kotor warna, sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengontrol kualitas produk pada tiap prosesnya, menggunakan metode kontrol kualitas statistik (SQC). Kontrol kualitas statistik dapat mendeteksi kesalahan proses atau penyebab khusus melalui analisis data yang sudah lampau maupun yang ada saat ini. Pada hasil p-chart ditemukan data kain rayon viskosa 100% mengalami penyimpangan, ditunjukkan dengan adanya titik-titik yang fluktuasinya tinggi dan tidak beraturan, artinya produk cacat banyak diluar batas kendali. Melalui analisis diagram tulang ikan (fish bone) diketahui faktor penyebab cacat kain pada proses produksi, diantaranya pekerja, material, metode dan peralatan. Berdasarkan data kontrol kualitas statistik yang diperoleh dapat dilakukan perbaikan. Kata Kunci: kontrol kualitas, cacat, peta p, diagram tulang ikan Abstract The product quality standard was set by the company could be maintained through appropriate product quality control methods. The fabric still have product defects that exceed the company's tolerance limit, which is a maximum of 2%. The defects include color not OK (WTO), crease marks and dirty color, therefore it was necessary to conduct analysis by controlling product quality in each process to use method of statistical quality control. SQC could detect error process through analysis of past and current data. As resulted in the p-chart, it was found that data on 100% viscose rayon fabric have very high and irregular fluctuations points, meaning that many products were outside control limits. From analysis of the fish bone diagram that in the production process was found the causes of defects were from worker, material, method and tools. Based on the statistical quality control data obtained, improvements could be made. Keywords: quality control, defect, p-chart, fish bone diagram
PROGRAM PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA (PATCH WORK) UNTUK INTERIOR RUANGAN PADA GURU DAN ORANG TUA MURID RUMAH NGAJI AL UKHUWAH Afriani Kusumadewi; Feny Nurherawati; Filly Pravitasari
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah kain sisa merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang mendasari diciptakannya produk daur ulang (recycles). Pemanfaatan limbah kain perca ini bisa dioptimalkan karena adanya keterampilan pembuatan kerajinan yang berasal dari kain perca dimana sisa kain dari produksi pakaian dijadikan sebagai material utama produk daur ulang (recycles). Perancangan ini menggunakan limbah kain perca yang dapat menciptakan produk baru yang ramah lingkungan sehingga dapat memberikan kontribusi dalam bidang desain produk dengan mengembangkan potensi pengolahan limbah tekstil. Proses perancangan limbah kain perca dilakukan dengan teknik Patchwork yang menyusun dan menggabungkan kain perca aneka warna dan motif mengikuti pola berulang dengan cara dijahit tangan atau mesin, sedangkan teknik Applique adalah seni membentuk gambar dari potongan kain dan ditempel diatas permukaan kain dengan menggunakan jahitan tangan atau mesin pula. Kerajinan dan perlengkapan rumah tangga seperti tas, sarung bantal, taplak meja dan alas gelas termasuk kepada barang yang selalu kita gunakan dirumah dan dibutuhkan dalam aktifitas sehari-hari. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru dan orang tua murid di Rumah Ngaji Al Ukhuwah adalah melalui pemberian pelatihan penggunaan kain perca dan pakaian bekas untuk pembuatan tas, sarung bantal, taplak meja dan alas gelas dengan jarum jahit tangan dan mesin jahit listrik portable. Metode yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan pelatihan kepada para guru dan orang tua murid di Rumah Ngaji Al Ukhuwah tentang cara pembuatan tas, sarung bantal, taplak meja dan alas gelas.
Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Eco-enzyme di SMK Logistik Sumedang Rifa Mar’atul Fikriyah; Rini Siskayanti; Alfi Aulia Ajilan; Lia Muliati; Rani Pramudyo Ningtyas; Galu Murdikaningrum; Luciana Luciana; Afriani Kusumadewi; Filly Pravitasari; Feny Nurherawati
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.700

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk kesehatan yang memiliki beragam variasi dari segi aroma, warna, dan harga. Pemanfaatan hand sanitizer dari enzim alami (eco-enxym) hasil limbah organik yang difermentasi ini dapat menjadi upaya dalam meminimalisir angka kematian akibat Covid-19 serta menjadi ajang masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan sampah rumah tangganya menjadi sebuah produk yang bermanfaat juga memiliki nilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada peserta cara membuat hand sanitizer dengan penambahan eco-enzyme sebagai zat antibakteri. adapun tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di SMK Logistik Sumedang, dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antar SMK Logistik Sumedang dengan Universitas Insan Cendekia Mandiri, selanjutnya penyiapan alat dan bahan serta melakukan uji coba produk hasil penelitan dan terakhir adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemaparan materi sambil praktek langsung pembuatan hand sanitizer yang melibatkan peserta kegiatan, mahasiswa dan dosen. Kegiatan berlangsung lancar, peserta terlibat langsung pada praktik pembuatan hand sanitizer dengan antusias. Dampak positif dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer sekaligus kegiatan mengurangi sampah di masyarakat, sehingga harapannya masyarakat bisa mengaplikasikan pelatihan ini dalam karya nyata sebagai penghasilan tambahan hand sanitizer pada PkM ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Universitas Insan Cendekia Mandiri yang sudah diuji secara klinis dan terbukti aman digunakan.
Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Eco-enzyme di SMK Logistik Sumedang Rifa Mar’atul Fikriyah; Rini Siskayanti; Alfi Aulia Ajilan; Lia Muliati; Rani Pramudyo Ningtyas; Galu Murdikaningrum; Luciana Luciana; Afriani Kusumadewi; Filly Pravitasari; Feny Nurherawati
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.700

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk kesehatan yang memiliki beragam variasi dari segi aroma, warna, dan harga. Pemanfaatan hand sanitizer dari enzim alami (eco-enxym) hasil limbah organik yang difermentasi ini dapat menjadi upaya dalam meminimalisir angka kematian akibat Covid-19 serta menjadi ajang masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan sampah rumah tangganya menjadi sebuah produk yang bermanfaat juga memiliki nilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada peserta cara membuat hand sanitizer dengan penambahan eco-enzyme sebagai zat antibakteri. adapun tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di SMK Logistik Sumedang, dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antar SMK Logistik Sumedang dengan Universitas Insan Cendekia Mandiri, selanjutnya penyiapan alat dan bahan serta melakukan uji coba produk hasil penelitan dan terakhir adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemaparan materi sambil praktek langsung pembuatan hand sanitizer yang melibatkan peserta kegiatan, mahasiswa dan dosen. Kegiatan berlangsung lancar, peserta terlibat langsung pada praktik pembuatan hand sanitizer dengan antusias. Dampak positif dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer sekaligus kegiatan mengurangi sampah di masyarakat, sehingga harapannya masyarakat bisa mengaplikasikan pelatihan ini dalam karya nyata sebagai penghasilan tambahan hand sanitizer pada PkM ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Universitas Insan Cendekia Mandiri yang sudah diuji secara klinis dan terbukti aman digunakan.
Pengaruh Pemakaian Primusan Ocean Pada Proses Pengelantangan Kain Rajut Kapas 100% Dengan Metode Exhaust Yulianti, Yulianti; Luciana, Luciana; Nurherawati, Feny; Pravitasari, Filly
Jurnal Tekstil Vol 8 No 2 (2025): Vol 8 No 2 Desember 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jurnaltekstil.v8i2.166

Abstract

Pengelantangan dalam industri tekstil bertujuan untuk menghilangkan kotoran alami, pigmen dan zat pengotor lainnya dari serat tekstil serta meningkatkan daya serap kain dan menghasilkan warna yang lebih cerah dan merata ketika proses pencelupan, pencapan dan penyempurnaan akhir. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari Primusan Ocean sebagai zat pemasakan 3 in 1 yang digunakan sebagai bahan pembantu dalam proses pengelantangan serat kapas maupun serat campuran. Primusan Ocean mengandung tiga komponen, yaitu zat pembasah, stabilisator dan katalis, yang memungkinkan proses pemasakan dilakukan lebih efisien. Metode pengamatan yang dilakukan adalah variasi pemakaian NaOH, variasi suhu dan variasi penetralan dan tanpa penetralan setelah proses pengelantangan. Variasi konsentrasi NaOH adalah 0.6 gram/liter, 0.8 gram/liter, 1.0 gram/liter dan 1.2 g/l dibandingkan dengan cara konvensional dengan pemakaian NaOH 2 g/l, variasi suhu 98°C x 60 menit dan 115°C x 20 menit. Variasi tersebut ada yang dilakukan penetralan dan tanpa penetralan. Proses akhir dari semua hasil pengelantangan dilakukan pencelupan dengan zat warna reaktif Synozol Blue KBR 0.5 % pada suhu 60° C x 60 menit. Pengujian hasil pengelantangan dan pencelupan dilakukan untuk menilai beberapa parameter, yaitu derajat putih, daya serap, ketuaan warna dan kerataan warna. Penggunaan Primusan Ocean menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan metode konvensional, terutama ketika digunakan konsentrasi NaOH sebesar 1,0 gram/liter dan 1,2 gram/liter, pada suhu 115°C selama 20 menit, disertai proses penetralan setelahnya. Adapun nilai yang didapatkan yaitu derajat putih 62.4, daya serap cara tetes 0.11 detik. Sedangkan nilai ketuaan warna dengan Primusan Ocean mendapatkan ΔE 0.11 dengan ketuaan warna 99.87% dibandingkan dengan metode konvensional.