Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat untuk Rehabilitasi Pesisir melalui Usaha Tambak Garam di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep Hasriyanti, Hasriyanti; Syarif, Erman; Malik, Abdul; Musyawarah, Rahma; Amdah, Misdar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4302

Abstract

Persoalan yang dihadapi adalah pengolahan garam di Desa Pundata Baji, Kabupaten Pangkep.  Garam yang diperoleh merupakan garam untuk konsumsi yang memiliki kandungan NaCl antara 78-86%, sehingga termasuk dalam kategori garam dengan kualitas yang rendah.  Garam konsumsi yang berkualitas tinggi seharusnya memiliki kandungan NaCl sebanyak 97%, kadar air kurang dari 0,05%, serta berwarna putih bersih. Sebaliknya, garam konsumsi berkualitas rendah umumnya memiliki kandungan NaCl antara 90-94,7% dan kadar air kisaran 3-7%. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan keterbatasan pengetahuan dalam masyarakat petani garam, memerlukan peningkatan keahlian, keterampilan, dan pemanfaatan sumber daya alam setempat secara efektif.  Teknik tersebut dilakukan melalui langkah-langkah pemberdayaan, yang meliputi tahap penyadaran, transformasi, dan peningkatan. Hasil menunjukkan bahwa Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Desa Pundata Baji meningkatkan penyadaran dengan memotivasi dan bersosialisasi dengan petani untuk secara kolektif menyadari kemampuan dan potensi yang ada untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat. KUGAR Desa Pundata Baji telah mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggotanya melalui kerja sama dengan beberapa lembaga. Pelatihan yang telah dilaksanakan meliputi produksi garam terowongan dengan bermitra dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangkep, kemampuan pembuatan garam beryodium halus, pembentukan merek dagang, dan pengelolaan legalitas produk, meliputi sertifikasi halal, BPOM, dan kepatuhan SNI.  Program pengabdian ini bertujuan agar masyarakat dapat menggunakan potensi dan keahlian dari dirinya untuk menghasilkan garam dengan mutu yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk garam dari daerah ini dengan produk garam dari daerah lain. Di samping itu, program ini juga memiliki sasaran untuk memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat lokal, yang pada gilirannya dapat memperbaiki kualitas hidup para petani, terutama petani garam.
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbasis Outdoor Study terhadap Hasil Belajar Geografi Kelas X SMA Negeri 1 Majene Kusuma, Ananda Tryo; Maddatuang, Maddatuang; Hasriyanti, Hasriyanti; Amdah, Misdar; Abidin, Muhammad Rais
LaGeografia Vol 24, No 1 (2025): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v24i1.75983

Abstract

Geography learning requires a strong connection between theoretical concepts and real environmental conditions; therefore, an instructional model that provides direct learning experiences is needed. This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model integrated with Outdoor Study on the geography learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Majene. A quantitative approach was employed using a Pretest–Posttest Control Group design, with the sample selected through purposive sampling. The research instruments included achievement tests, student response and activity questionnaires, and an N-gain analysis to measure learning improvement. The results indicate that the PBL model with Outdoor Study is more effective than conventional teaching, with an average score of 82.75 in the experimental class compared to 66.88 in the control class. The N-gain score of the experimental class reached 0.66 (high category), while the control class obtained only 0.14 (low category). Furthermore, students’ responses toward the learning model showed a positive category. Therefore, it can be concluded that the PBL model based on Outdoor Study is effective in improving geography learning outcomes.AbstrakPembelajaran geografi menuntut adanya keterkaitan antara konsep teoritis dengan realitas lingkungan, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbasis Outdoor Study terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Majene. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group, dan sampel ditentukan melalui teknik purposive. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar, angket respon dan aktivitas siswa, serta analisis peningkatan nilai melalui perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis Outdoor Study lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional, dengan rata-rata hasil belajar 82,75 pada kelas eksperimen dan 66,88 pada kelas kontrol. Nilai N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,66 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol hanya 0,14 (kategori rendah). Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan kategori positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL berbasis Outdoor Study efektif dalam meningkatkan hasil belajar geografi.
Analysis of Community Knowledge, Attitudes, and Behaviors on Urban Heat Island Impacts in Rappocini District, Makassar City Maru, Rosmini; Nasrul, Nasrul; Nur, Medar M; Musyawarah, Rahma; Amdah, Misdar; Sari, Nurmila
Jambura Geoscience Review Vol 8, No 1 (2026): Jambura Geoscience Review (JGEOSREV)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgeosrev.v8i1.33864

Abstract

The phenomenon of Urban Heat Island (UHI) refers to the rise in temperature in urban areas compared to their surrounding rural regions, primarily due to land-use changes, reduced vegetation, and high-density infrastructure. This condition poses health and environmental risks and presents significant challenges for sustainable urban planning. This study aims to: (1) assess the community’s level of knowledge regarding climate change and the impacts of UHI; (2) analyze public attitudes and adaptive behaviors in responding to UHI; and (3) determine the influence of knowledge and attitudes on behavior related to mitigating UHI impacts. A quantitative approach was applied using a household survey and structured questionnaires. Data were analyzed using multiple linear regression, including t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²), with the aid of SPSS software. The findings show that the community's knowledge and attitudes are generally categorized as good. The F-test yielded a significance value of 0.054, indicating that the model was nearly significant at the 0.05 level. Partially, attitudes had a significant influence on adaptive behavior (p = 0.030), whereas knowledge did not show a significant effect (p = 0.890). The coefficient of determination (R²) was 0.083, meaning that knowledge and attitudes collectively explain 8.3% of the variation in community behavior toward UHI mitigation. These findings highlight the need to strengthen public education and promote behavioral adaptation strategies to reduce the environmental impact of urban heat.