Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Keanekaragaman Makrozoobenthos di Perairan Pantai Krokowolon Desa Walara Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur Maria Imaculata Rume; Sofia Dhengi
Mangifera Edu Vol 2 No 2 (2018): Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.331 KB) | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v2i2.31

Abstract

Makrozoobentos yang berhabitat di pantai merupakan salah satu kelompok terpenting dalam ekosistem perairan.Secara visual sebaran makrozoobentos yang ada di perairan pantai Krokowolon Desa Waiara Kab.Sikka Nusa Tenggara Timur cukup luas dengan kondisi yang juga cukup beragam.Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi tentag kelimpahan dan keanekaragaman serta potensi di perairan pantai Krokowolon, jenis-jenis makrozoobenthos yang mempunyai nilai ekonomis dan untuk pelestarian makrozoobenthos di perairan pantai Krokowolon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan observasi langsung yaitu dengan cara mengamati jenis Makrozoobentos yang ditemukan di Perairan Pantai Krokowolon Desa Waiara serta kondisi kualitas perairan sebagai data pendukung. Hasil penelitian jenis makrozoobentos yang ditemukan di perairan pantai krokowolon untuk tiga stasiun penelitian terdiri dari 2 filum yakni filum Mollusca dan filum Echinodermata.Dari filum Mollusca terdapat 2 kelas yakni kelas gastropoda dan bivalvia.Kelas Gastropoda terdiri dari 8 spesies yakni, Pisania striata, Nerita costata, Strombus sp, Viviparus sp, Valvata piscinalis, Rhinocavis vertagus dan Chicoreus palmarosae.Kelas Bivalvia terdiri dari 6 spesies yakni, Trachycardium subrogosum, Chama reflexa, Perglypta purpurea, Anadara sp, Meretrix meretrix, Striarca lactea. Filum Echinodermata ditemukan 4 jenis Echinodermata yaitu jenis Asteria sp (Bintang laut), jenis Ophiotrix fragilis (Bintang mengular), jenis Diadema sp (Bulu babi), jenis Holothuria sp (Teripang). Kisaran suhu untuk stasiun I,II, III berkisar antara 290 – 300C dengan pH yang dinyatakan netral untuk stasiun I – III sedangkan data salinitas pada stasiun I – III berkisar antara 32 – 33‰ dimana kisaran ini masih dalam kondisioptimal untuk pertumbuhan makrozoobentos
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PENYULUHAN DALAM BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) DENGAN SISTEM BIOFLOK DI KEBUN TANI SVD PATIAHU Maria Imaculata Rume; Maria Yohanista; Maria Sartini Gu Wea
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penggunaan media penyuluhan dalam budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) dengan metode bioflok di Kebun Tani SVD Patiahu Desa Runut Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu metode wawancara yang merupakan proses penelitian yang dapat memperoleh keterangan atau informasi dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan narasumber. Responden yang dimaksut dalam penelitian ini adalah Bruder Aldo,SVD selaku pengelola dan penanggung jawab Kebun Tani SVD Patiahu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan media penyuluhan pada pemeliharaan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) diketahui berhasil pada pemeliharaan pertama menghasilkan sekitar 539 kg dan 788 kg ikan lele sangkuriang siap panen dan berhasil pada panen seterusnya mencapai 581 kg sampai 709 kg ikan lele dan menjadi satu-satunya tempat praktek atau tempat magang budidaya ikan sistem bioflok bagi mahasiswa perikanan di Kabupaten Sikka. Penyuluhan perikanan adalah pendidikan yang ditujukan atau diberikan kepada masyarakat perikanan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam bidang kelautan dan perikanan yang lebih baik dan penggunaan media penyuluhan sangat efektif untuk budidaya ikan lele sangkuriang dengan sistem bioflok
A Study of Coastal Communities’ Perception on Post Implementation Coremap in Sikka Regency Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba; Luky Adrianto; Maria Imaculata Rume
Berkala Perikanan Terubuk Vol 50, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.50.2.1518-1526

Abstract

The implementation of Coremap programme in Sikka Regency in 2001 to 2011 was aimed to minimize the corals degradation and deterioration as the effect of irresponsible utilization and coastal management. This study was aimed to analyze coastal community perception about the implementation of Coremap I and II programme. The method that used in this study was survey method. The data in this study was obtained through direct interview and questioners. The respondents of this study were reef fish fishermen and the group of stakeholder namely religious leaders, community leaders and tribal figures, the users and Coremap management programme. There were several points that have been revealed such as a) the coastal community had already known about the existence of Coremap programme, b) most of the respondent had participated in Coremap programme, c) the Coremap programme was not really significant to increase the reef fish fishermen communities income in Sikka regency, d) there were still destructive fishing activities which done by local fishermen and fishermen from other places.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PANTAI SELATAN DESA PRUDA KABUPATEN SIKKA Maria Imaculata Rume; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 2 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman serta dominasi makroalga yang ada di Pantai selata Pruda Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode line transek yang ditarik tegak lurus garis pantai ke arah laut dengan jarak antara garis transek yaitu 5 m. Pada satu garis transek ditempatkan 5 plot dengan jarak antar plot yaitu 1 meter dan ukuran masing-masing plot 1 m2 . Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 7 spesies makroalga yaitu: Sargassum crassifolium, Padina boryana, Galaxaura rugosa, Galaxaura subvefficillicata kjelmaniig, Caulerpa racemosa, Valonia aegagropila, dan Ulva lactuca, dengan nilai kepadatan makroalga tertinggi 13,05 individu/m² spesies Padina boryana di stasiun 2 dan nilai kepadatan terkecil spesies Caulerpa racemosa dengan nilai 0,04 individu/m² di stasiun 3; keanekaragaman tertinggi adalah jenis Padina boryana sebesar 0,866 sedangkan keanekaragaman terendah adalah jenis Galaxaura kjelmaniig sebesar 0,043. Nilai indeks keseragaman berkisar 0,08 – 0,16 termasuk kategori tertekan (0,00< E < 0,50) menunjukkan bahwa penyebaran jumlah individu tidak merata dan adanya spesies tertentu yang mendominasi. Nilai indeks dominasi adalah 0,47 – 0,79 jenis makroalga yang mendominasi yaitu jenis Ulva lactuca pada stasiun III dengan substrat batu berkarang. Kualitas lingkungan perairan selama penelitian meliputi suhu sebesar 30 – 32 °C, derajat keasaman (pH) 8-8,6 dan salinitas sebesar 32-36‰
KARAKTERISTIK KONSUMEN DALAM PEMBELIAN IKAN SEGAR DI PASAR TRADISIONAL WURING KECAMATAN ALOK BARAT, KABUPATEN SIKKA Sofia Dhengi; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 2 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional memiliki peranan sangat strategis dalam menggerakan roda perekonomian daerah secara umum khususnya masyarakat sekitar pasar. Pasar tradisional Wuring menawarkan berbagai macam produk ikan baik ikan segar maupun olahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen dalam pembelian ikan segar di Pasar Tradisional Wuring. Metode yang dilakukan adalah metode survei dan pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen yang membeli ikan segar di Pasar tradisional Wuring adalah perempuan yang berada pada rentang usia 31-50 tahun dengan rata-rata tingkat pendidikan Diploma (D3/S1) sebesar 45,33% pekerjaan sebagai ibu rumah tangga lainnya dengan pendapatan rata-rata berkisar Rp 500.000-Rp 1.000.000 perbulan dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 4 orang (28%).
IDENTIFIKASI JENIS DAN INDEKS KEANEKARAGAMAN ECHINODERMATA DI WILAYAH PERAIRAN KELURAHAN WAIBALUN, KABUPATEN FLORES TIMUR Maria Yohanista; Maria Imaculata Rume; Margaretha Helkrisdianti Dua Nela
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis dan untuk mengetahuai indeks keanekaragaman Echinodermata serta kondisi lingkungan di Wilayah Perairan Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Lokasi penelitian bertempat di Wilayah Perairan Pantai Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan adalah Metode observasi (pengamatan langsung) sedangkan untuk mengetahui jenis dan kondisi Echinodermata menggunakan Metode Transek Kuadrat pada 2 stasiun yaitu substrat berbatu pasir dan substrat berbatu sedikit berlumpur. Analisis data yang digunakan meliputi Indeks keanekaragaman (Diversity Indeks) menggunakan Indeks Shannon – Winner (Ludwig & Reynolds, 1988 disitasi Kepel dkk., 2012) serta Pengukuran kualitas air menggunakan alat ukur masing-masing. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 6 jenis Echinodermata yang ditemui antara lain jenis Archaster typicus sebesar 105 individu, Linckia laevigata sebesar 36 individu, Diadema setosum sebesar 40 individu, Echinometra mathei sebesar 41 individu, Holothuria leucospilota sebesar 12 individu, dan Ophiocomina nigra sebesar 446 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H’) Echinodermata sebesar 2,015 termasuk kriteria keanekaragaman sedang dimana hasil pengukuran parameter air laut diperoleh suhu 30 0C, pH 8 dan salinitas 34 ‰.
STUDI INDEKS KELIMPAHAN (Di), INDEKS KEMERATAAN (E) DAN INDEKS DOMINANSI (D) ECHINODERMATA DI PERAIRAN WAIBALUN, KABUPATEN FLORES TIMUR Maria Yohanista; Maria Imaculata Rume; Margaretha Helkrisdianti Dua Nela
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 02 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis dan untuk mengetahuai indeks Kelimpahan (Di), Indeks Kemerataan (E) dan Indeks Dominansi (D) Echinodermata di Perairan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Lokasi penelitian bertempat di Wilayah Perairan Pantai Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan adalah Metode observasi (pengamatan langsung) sedangkan untuk mengetahui jenis dan kondisi Echinodermata menggunakan Metode Transek Kuadrat pada 2 stasiun yaitu substrat berbatu pasir (I) dan substrat berbatu sedikit berlumpur (II). Analisis data yang digunakan meliputi Di menggunakan rumus Rahma & Fitriana (2006), nilai E menggunakan rumus Pielou (1966) disitasi Odum (1993) dan nilai D menggunakan rumus Simpson dari Odum (1996) disitasi Fachrul (2012). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Di sebesar 3,02 Individu/m², nilai E sebesar 0,560 termasuk kategori penyebaran jenis lebih merata (0,61 – 0,80) sedangkan nilai D sebesar 0,955 artinya tergolong kategori sedang dimana berdasarkan kriteria indeks dominasi Shannon – Wienner yakni C mendekati 1 berarti terdapat spesies yang mendominasi spesies lain
IDENTIFIKASI JENIS IKAN YANG TERTANGKAP PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN WAILITI KELURAHAN WOLOMARANG KABUPATEN SIKKA Hartina Iyen; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 02 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis ikan padaekosistem padang lamun di perairan pantai Wailiti, Kelurahan WolomarangKabupaten Sikka. Metode yang digunakan adalah metode survei dan Jaring ingsan(gill net) digunakan untuk memperoleh sampel ikan pada dua stasiun pengamatanselama kurun waktu pertengahan bulan September hingga Oktober 2019.Keanekaragaman ikan dinilai berdasarkan pada komposisi jenis ikan dan beberapa indeks. Total ikan yang diperoleh yaitu 217 individu, terdiri dari 10 famili dan 10 spesies, jumlah tangkapan ikan tertinggi terdapat pada stasiun I dengan jumlah tangkapan 157 individu. Kelimpahan relatif tertinggi dari stasiun I nilai 22,3% terdapat pada spesies Lethrinus lentjan dan spesies Gnathanodon speciosus dan stasiun II dengan nilai persentase 21,67%, terdapat pada spesies Rasbora argyrotaenia dan spesies Ambassis nalua. Secara umum komunitas ikan berada pada kondisi yang stabil dengan tidak adanya jenis ikan yang mendominasi. Nilai indeks keanekaragaman (H’) keseluruhan stasiun pengamatan menunjukkan kekayaan spesies berada pada kondisi sedang dengan nilai stasiun I (2,040), stasiun II (2,017). Sedangkan nilai keseragaman (e), menunjukkan nilai stasiun I (0,886) stasiun II (0,876) pengamatan berada pada kondisi yang stabil (0,75< ed”1,00). Kondisi demikian mengisyaratkan bahwa penyebaran disetiap stasiunpengamatan bersifat merata.
STUDI MANFAAT LANGSUNG HUTAN MANGROVE TERHADAP PRODUKSI KEPITING BAKAU, SIPUT, KERANG DAN TAMBAK BANDENG DI DESA REROROJA, KECAMATAN MAGEPANDA, KABUPATEN SIKKA Angelinus Vincentius; Ana Maria Manda; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 02 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai manfaat langsung hutan mangrove Desa Reroroja. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Agustus 2019 sampai tanggal 15 September 2019 di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Pengambilan sampel menggunkan Metode Purposive Sampling. Data-data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis dengan menggunakan metode analisis kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa manfaat langsung yang didapatkan oleh masyarakat terdiri dari nilai manfaat langsung kepiting bakau sebesar Rp.48.000.000/1KK/tahun atau Rp.860.678/Ha/tahun, manfaat langsung siput bakau sebesar Rp.14.400.000/5KK/tahun atau Rp.258.204/Ha/tahun, manfaat langsung kerang sebesar Rp.73.440.000/15KK/tahun atau Rp.1.316.837/Ha/tahun, manfaat langsung tambak bandeng sebesar Rp.22.500.000/2KK/tahun atau Rp.403.443/Ha/tahun. Total manfaat langsung hutan mangrove Desa Reroroja dalam setahun sebesar Rp.158.340.000/20KK/tahun atau Rp. 2.839.162/Ha/tahun.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK INTENSIF BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR, SULAWESI SELATAN Sesilia Siring Liwu; Angelinus Vincentius; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 02 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dibudidayakan di Tambak Intensif Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan mulai 27 September – 5 Desember 2022, dengan padat penebaran awal 165 ekor/m². Pengambilan data pertumbuhan berat dan panjang udang dilakukan setiap 7 hari sekali. Metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan data. Padat penebaran awal benur udang vaname yang dapat memberikan hasil berat terbaik adalah 165 ekor/m2 dengan pertambahan berat rata-rata per minggu sebesar 3,69 gram/ekor dan pertambahan panjang rata-rata per minggu sebesar 7,7 cm/ekor. Berat akhir udang vaname saat panen pada DOC 65 sebesar 4,98 gram/ekor dan panjang 8,76 cm/ekor. Pertumbuhan mutlak udang vaname selama penelitian sebesar 4,97 gram/ekor. Hasil panen udang dengan kepadatan 150 ekor/m2 menggambarkan survival rate selama pemeliharaan sebesar 90,9% yang dikategorikan baik. Pertumbuhan harian udang vaname yaitu pertumbuhan bobot relatif udang vaname sebesar 7,65 %/hari menunjukkan bahwa udang mampu memanfaatkan nutrien pakan untuk disimpan dalam tubuh dan mengkonversinya menjadi energi. Feed Convertion Ratio sebesar 1,60 yang merupakan hasil perbandingan dari jumlah pakan yang diberikan dengan berat total komoditas hasil panen. Kisaran parameter kualitas air di lokasi penelitian yaitu suhu 27-30 0C, pH 7,5-8,5 dan DO 4-7 ppm, dimana kisaran parameter kualitas air tersebut masih dalam batas optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname.