Perkembangan teknologi informasi mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai solusi modern dalam pengelolaan aset desa yang selama ini masih dilakukan secara manual dan rawan kesalahan. Kondisi tersebut menimbulkan masalah keterlambatan verifikasi data, ketidaksesuaian arsip dengan kondisi lapangan, serta kurangnya transparansi informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan model pengembangan perangkat lunak Waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian fungsional. Populasi penelitian mencakup seluruh aset rumah dan tanah warga di Blok 014 Desa Panggangsari, dengan sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan kelengkapan data kepemilikan. Aplikasi SIG berbasis web yang dikembangkan mampu menampilkan dashboard ringkas, peta interaktif dengan marker koordinat, serta fitur pencarian berbasis nama pemilik. Proses digitalisasi arsip menghasilkan 96 entri valid yang terintegrasi ke dalam basis data spasial, dengan rata-rata luas tanah antar-RT bervariasi dari 133,6 m² hingga 205,9 m². Sistem terbukti mempercepat pencarian data, mempermudah verifikasi kepemilikan, serta meningkatkan transparansi dibandingkan metode manual. Adapun kontribusi utama penelitian ini adalah integrasi data spasial dan atribut kepemilikan dalam satu platform yang dapat dimanfaatkan perangkat desa untuk perencanaan pembangunan, distribusi bantuan, dan pengelolaan aset secara sistematis. Arah pengembangan ke depan meliputi pemutakhiran data melalui survei lapangan, penambahan fitur analisis spasial lanjutan, dan uji penerimaan pengguna guna meningkatkan kegunaan serta keberlanjutan sistem.