Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak di RS Kota Bandung Cahyaningsih, Henny; Helmina, Lutvia; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13168

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the increasing incidence of dengue fever worldwide. This disease affects everyone, can cause death especially in children and often causes extraordinary events or outbreaks. The purpose of the study was to determine the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. The research design used in this study was a descriptive survey, the number of population in the children's room for 6 months was 56 people, the number of samples was 30 people. The variables in this study were the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. This study used questionnaires that have been tested for validity and reliability with results for knowledge 078 and α = 0.88, while for attitudes 075 and α = 0.86. The analysis in this study used univariate analysis with results using frequency distribution tables. The results showed that the level of knowledge of mothers about dengue hemorrhagic fever was 53.3% had sufficient knowledge with the characteristics of mothers aged 30-39 years 60.0%, with the last education almost part of junior high school and high school which was 36.7%, more than half of housewives as much as 63.3%, and more than half of mothers had no experience as much as 63.3%, while for maternal attitudes more than half of mothers had negative attitudes as much as 60.0%  With the characteristics of most respondents have no experience, which is 63.3%. there are still mothers who have less level of knowledge and more knowledge than those with good level of knowledge.  It is recommended to improve the monitoring and attitude of mothers through counseling to mothers, especially those who have dengue children Keywords: Knowledge, Attitude, Dengue Hemorrhagic Fever  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian DBD meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini menyerang semua orang, dapat menyebabkan kematian terutama pada anak dan sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif, jumlah populasi di ruang anak selama 6 bulan sebanyak 56 orang, jumlah sampel 30 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil untuk pengetahuan 078 dan α = 0,88, sedangkan untuk sikap 075 dan α = 0,86. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan hasil menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit demam berdarah dengue adalah 53,3% memiliki pengetahuan cukup dengan karakteristik ibu berusia 30-39 tahun 60,0%, dengan pendidikan terakhir  hampir sebagian SMP dan SMA yaitu 36,7 %, lebih dari setengah ibu rumah tangga sebanyak 63,3 %, dan lebih dari setengah ibu tidak memiliki pengalaman sebanyak 63,3 %, sedangkan untuk sikap ibu lebih dari setengah ibu memiliki sikap negatif sebanyak 60,0 %  dengan karakteristik sebagian besar reponden tidak memiliki pengalaman yaitu 63,3 %. Bahwa masih ada ibu yang memiliki tingkat pengetahuan kurang dan pengetahuan cukup yang lebih banyak dibandingkan dengan tingkat pengetahuan baik. Disarankan untuk meningkatkan pengetauan dan sikap ibu melalui penyuluhan kepada ibu khususnya yang memiliki anak DBD. Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Demam Berdarah Dengue 
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Cahyaningsih, Henny; Sidik, Tartila Farha; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13136

Abstract

ABSTRACK This research is motivated by the incidence of infants who experience neonatal jaundice or often also called a yellow baby. In 2015, 6% which is one of the causes of mortaly. The yellow color in infants can be normal and also abnormal. The normal yellow color in newborns appears on the second and third day and then disappears on the tenth day. The abnormal yellow color appears within 24 hours when the new infant born. This study aims to describe the knowledge and attitudes of mothers about hyperbilirubinemia in RSUD Kota Bandung in 2019.  The research design used was descriptive quantitative with a population of mothers who had just given birth on average per month from the last 3 months is 68 new mothers giving birth in the postpartum room in RSUD Kota Bandung with a sample of 40 new mothers giving birth. Taking sampling uses Accidental Sampling techniques. The data is presented univariately. The results of the research knowledge obtained 12 respondents (30%) had good knowledge, 22 respondents (55%) had sufficient knowledge, and 6 respondents (15%) had insufficient knowledge. Meanwhile the results of the study of maternal attitudes about hyperbilirubinemia were obtained 25 respondents (62,5%) had a positive attitude, and 15 respondents (37,5%) had a negative attitude. Health care institutions to be able to take health promotion policies related to hyperbilirubinemia in order to reduce mortality and morbidity in infants.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Hyperbilirubinemia  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian bayi yang mengalami ikterus neonatorum atau sering juga disebut dengan bayi kuning. Pada tahun 2015 sebanyak 6% yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi. Warna kuning pada bayi ini bisa bersifat normal dan juga tidak normal. Warna kuning yang normal pada bayi baru lahir muncul pada hari kedua dan ketiga lalu menghilang di hari ke 10. Sedangkan warna kuning yang tidak normal muncul dalam 24 jam ketika bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Tahun 2019.  Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi ibu yang baru saja melahirkan rata-rata perbulan dari 3 bulan terakhir sebanyak 68 ibu baru melahirkan di ruangan nifas RSUD Kota Bandung dengan jumlah sampel 40 ibu baru melahirkan. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Data disajikan secara univariat. Hasil penelitian pengetahuan didapatkan sebanyak 12 responden (30%) berpengetahuan baik, 22 responden (55%) berpengetahuan cukup, dan 6 responden (15%) berpengetahuan kurang. Sedangkan hasil penelitian sikap ibu tentang hiperbilirubinemia didapatkan hasil yaitu sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki sikap yang positif, dan 15 responden (37,5%) memiliki sikap yang negatif. institusi pelayanan kesehatan agar dapat mengambil  kebijakan promosi kesehatan yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia dalam rangka menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Hiperbilirubinemia 
Dampak Gangguan Tidur Terhadap Kesehatan Pada Remaja : A Scoping Review Lukman, Mamat; Cahyaningsih, Henny; Shalahuddin, Iwan; -, Rostianti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20264

Abstract

ABSTRACT Slee p problems are common in the global population and can be acute or chronic.Sleep disorders are often experienced by adolescents. Adequate sleep for adolescents is expected to support their growth and development and maintain concentration when attending school. Therefore, everyone must meet the need for sleep hours according to their age. The purpose of this study was to determine the impact of sleep disorders on health status in adolescents. The method used in this study was a scoping review. Article searches were carried out systematically in accordance with the 2020 PRISMA Flow guidelines with the databases used in the article search, namely Google Scholar, Scopus, and Pubmed. The articles obtained were sorted based on inclusion and exclusion criteria. The results of the study obtained 4 articles that were worthy of being reviewed regarding the impact of sleep disorders on health in adolescents. In conclusion, sleep disorders that occur in adolescents can affect the physical and mental health of adolescents such as hyperactivity, depression, emotional regulation, anxiety, risk of obesity, and risk of metabolic syndrome. Therefore, preventive measures are needed to overcome sleep disorders in adolescents so that they do not have a significant impact on physical and mental health in adolescents. Keywords: Sleep Disorders, Health, Adolescents  ABSTRAK Masalah tidur lazim terjadi pada populasi global dan dapat bersifat akut ataupun kronis. Gangguan tidur sering dialami oleh remaja. Kecukupan tidur bagi remaja diharapkan dapat menunjang tumbuh kembangnya dan menjaga konsentrasi ketika bersekolah. Oleh karena itu, setiap orang harus terpenuhi kebutuhan jam tidur sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak gangguan tidur terhadap status kesehatan pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu scoping review. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis sesuai dengan pedoman PRISMA Flow tahun 2020 dengan basis data yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu Google Scholar, Scopus, dan Pubmed. Artikel yang didapatkan dipilah berdasarkan kriteria inklusi dan inklusi. Hasil penelitian diperoleh 4 artikel yang layak di-review mengenai dampak gangguan tidur terhadap kesehatan pada remaja. Kesimpulan gangguan tidur yang terjadi pada remaja dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental remaja seperti hiperaktivitas, depresi, regulasi emosional, kecemasan, risiko terjadinya obesitas, dan beresiko mengalami sindrom metabolik. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif untuk mengatasi gangguan tidur pada remaja sehingga tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kata Kunci: Gangguan Tidur, Kesehatan, Remaja