Articles
Mental toughness of youth futsal athletes cimahi city
Prayoga, Arief Anugrah Sendhika;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Jurnal Patriot Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Patriot
Publisher : Department of Coaching, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Padang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/patriot.v6i3.1097
Problem: This research was conducted because there are still less who understand the importance of this mental training, therefore the authors conducted research to find out that mental toughness greatly affects the athlete's game. Purpose: to determine the mental toughness of teenage futsal athletes in cimahi city. Methods: This research uses descriptive methods with a quantitative approach. The sample in this study consisted of 13 futsal athletes from SMAN 1 Cimahi City. The research instrument used is the Sports Mental Toughness Questionnaire (SMTQ). Data analysis was carried out by presenting the percentage of research results.Results: The results showed that Cimahi City youth futsal athletes had different percentage values of mental toughness, the highest percentage was 80% and the lowest percentage was 52%. Overall, Cimahi City youth futsal athletes have a percentage of 62%. Conclusion: This study concluded that Cimahi City youth futsal athletes already have mental toughness, but still need to be improved because they do not have a good percentage. Therefore, the author can suggest to coaches to pay more attention to psychological aspects, especially mental toughness so that athletes can undergo training more completely and not give up easily.
Pengaruh Latihan Kognisi terhadap Pengambilan Keputusan Atlet Intelektual Rendah pada Cabang Olahraga Open Skill
Mohammad Hafiz Alfariz;
Komarudin Komarudin;
Mochamad Yamin Saputra;
Geraldi Novian
Journal of Sport Coaching and Physical Education Vol. 9 No. 1 (2024): Mei 2024 (The Current Innovation in Sport Siences)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research discusses the cognitive training model (life kinetic and brain gym) in relation to the decision-making of low-intellectual athletes in open-skill sports. Cognitive training is also often recommended in the training process and sport practice approaches to improve movement. The aim of this research is to determine the effect of cognitive training models (life kinetic and brain gym) on the decision-making of low-intellectual athletes in open-skill sports. The method used is an experimental method. The population used was athletes in open-skill sports, totaling 48 athletes. The sample of children taken was 27 athletes taken using a purposive sampling technique. This research instrument uses the Advanced Progressive Matrices (APM) Test and The Decision Style Questionnaire (DSQ) Test. The data analysis technique used was the paired sample t-test and the independent sample t-test, and the results of this study showed that there was a significant influence of the life kinetic and brain gym training models on the decision-making of low-intellectual athletes in open-air sports. skill, and there is no significant difference in influence between life kinetic and brain gym training on the decision-making of low-intellectual athletes in open-skill sports
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN ATLET FUTSAL PUTRI BERDASARKAN SIKLUS MENSTRUASI
Athyra, Salwa Nur;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 1 (2025): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/rjpo.v8i1.18884
Faktor psikologi seperti kecemasan dan kepercayaan diri dapat mempengaruhi performa atlet, termasuk pada atlet futsal putri. Siklus menstruasi merupakan fakor yang mempengaruhi kondis psikologis atlet. Siklus ini terdiri dari fase folikular, ovulasi, dan luteal, di mana setiap fase ditandai oleh perubahan kadar hormon yang berdampak pada kondisi fisik seperti kelelahan dan nyeri, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis seperti perubahan suasana hati, tingkat stres, serta rasa percaya diri. Tujuan penelitian ini untuk memahami peran kepercayaan diri dan kecemasan atlet futsal putri selama siklus menstruasi. Penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan kuantitatif dengan correlational design. Sampel terdiri dari 22 atlet futsal putri UPI. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepercayaan diri dan kecemasan yang diberikan satu kali kepada seluruh responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antar tingkat kepercayaan diri dan kecemasan pada fase dalam siklus menstruasi. Perubahan hormon secara fisiologis, serta faktor fisiologis, sera faktor psikologis seperti persepsi diri dan pengalaman sebelumnya, serta memengaruhi kondisi mental atlet. Penelitian ini menyimpulkann bahwa berdasarkan siklus menstruasi, kepercayaan diri dan kecemasan atlet futsal putri memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang lebih dalam pembinaan atlet untuk membantu atlet untuk mengelola keperecayaan diri dan kecemasn dalam mempertahankan performa optimal. Sehingga kami menyarankan untuk lebih memperhatikan siklus menstruasi atlet dalam perencanaan latihan dan strategi pertandingan untuk membantu menjaga performa optimal.
KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN ATLET PENCAK SILAT PADA FASE PERSIAPAN
Arifah, Natasya;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 1 (2025): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/rjpo.v8i1.18881
Kepercayaan diri dan kecemasan merupakan dua aspek psikologis yang berperan penting dalam performa atlet, terutama dalam cabang olahraga bela diri seperti Pencak Silat. Atlet dengan kepercayaan diri tinggi cenderung lebih siap menghadapi pertandingan, sementara kecemasan yang berlebihan dapat menghambat performa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan pada atlet Pencak Silat pada fase persiapan. Metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 17 atlet Pencak Silat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Athlete Self-Confidence Questionnaire (ASQ) untuk mengukur kepercayaan diri dan Sport Competition Anxiety Test (SCAT) untuk mengukur kecemasan. Setelah data diperoleh, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan pada atlet Pencak Silat pada fase persiapan Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan dan kepercayaan diri atlet Pencak Silat pada fase persiapan memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya, di mana semakin tinggi kepercayaan diri seorang atlet, semakin rendah tingkat kecemasannya sebelum bertanding.Oleh karena itu, pelatih dan atlet disarankan untuk menerapkan strategi psikologis guna meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan atlet Pencak Silat pada fase persiapan.
Psychological Distress dan Mental Toughness: Studi Kasus Atlet Amatir Arung Jeram
Simbolon, Martogi Yehezkiel;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 2 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/js.v23i2.420
Arung jeram merupakan olahraga yang membutuhkan fisik dan mental yang tinggi. Atlet amatir sering menghadapi tantangan psikologis seperti psychological distress, yang mencakup kecemasan, stres dan tekanan akibat adaptasi terhadap lingkungan kompetitif. Kondisi ini dapat berdampak pada mental toughness mereka, yang merupakan faktor penting dalam menjaga ketahanan, fokus dan performa saat menghadapi kondisi ekstrem saat pengarungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan psychological distress terhadap mental toughnes atlet pemula arung jeram. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan 20 atlet arung jeram PAMOR FPOK UPI. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa Kessler Psychological Distress Scale (K-10) The Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ-14) yang diberikan sekali kepada subjek. Setelah data terkumpul, analisis dilakukan untuk menentukan pengaruh antara dua variabel menggunakan SPSS versi 25 dengan metode uji korelasi. Hasil penelitian menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara psychological distress dengan mental toughness atlet amatir arung jeram. Penelitian ini menunjukkan bahwa psychological distress bukanlah faktor yang selalu menghambat performa psikologis atlet amatir arung jeram, tetapi justru dapat menjadi faktor yang memperkuat ketahanan mental jika dikelola dengan baik.
Chronotype dan Resiliensi Atlet: Menghadapi Kelelahan Menjalani Proses Pelatihan
Pago, Wahyu Ramadhan;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 2 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/js.v23i2.421
Atlet sering menghadapi tantangan dalam menjaga performa optimal akibat kelelahan yang berkepanjangan, terutama ketika jadwal latihan dan kompetisi tidak mempertimbangkan ritme biologis mereka. Chronotype, yaitu kecenderungan individu terhadap pola tidur dan aktivitas harian, berperan penting dalam menentukan ketahanan psikologis atlet. Resiliensi psikologis dapat menjadi faktor protektif dalam menghadapi kelelahan yang berkaitan dengan chronotype. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara chronotype dan resiliensi psikologis atlet dalam menghadapi kelelahan selama proses pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah 19 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang merupakan atlet aktif dari berbagai cabang olahraga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) untuk mengukur chronotype dan Brief Resilience Scale (BRS) untuk menilai tingkat resiliensi psikologis atlet. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi menggunakan SPSS versi 29. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara chronotype dengan resiliensi atlet dalam menghadappi kelelahan menjalani proses pelatihan. Chronotype memiliki peran penting dalam menentukan resiliensi psikologis atlet dalam menghadapi kelelahan. Pemahaman mengenai chronotype dapat membantu pelatih dan atlet dalam menyusun strategi latihan yang lebih sesuai guna meningkatkan performa dan ketahanan mental atlet. Sehingga kami menyarankan agar pelatih dan tim pendukung atlet mempertimbangkan faktor chronotype dalam merancang jadwal latihan dan istirahat. Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menggali interaksi antara chronotype, pola tidur, dan strategi pemulihan atlet secara lebih mendalam.
EFEKTIVITAS RESTRUKTURISASI KOGNITIF TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ATLET BOLA BASKET
Almaqdisy, Augie Dhia;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 2 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/js.v23i2.422
Dalam dunia olahraga prestasi faktor psikis menjadi hal penting yang sering dilupakan selama proses latihan maupun dalam kompetisi. kepercayaan diri menjadi salah satu faktor penentu kemenangan dalam sebuah kompetisi, Terdapat metode yang terbukti efektif untuk mengatasi Tingkat kepercayaan diri, restrukturisasi kognitif merupakan Teknik psikoterapi yang membantu mengubah cara berpikir seseorang, Teknik ini bertujuan untuk mengganti pikiran negatif dan irasional dengan pikiran yang lebih positif dan rasional. Namun sayangnya mreode ini masih jarang diterapkan di Indonesia, khususnya pada cabang olahraga bola basket. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan metode latihan restrukturisasi kognitif terhadap keepercayaan diri atlet bola basket. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan one-group pretest-posttest design dengan melibatkan 15 atlet cabang olahraga bola basket, perlakukan cognitive restructuring diberikan selama 4 minggu secara intensif, sebelum dan setelah perlakuan sampel akan diberikan State Sport Confidence Inventory (SSCI) untuk mengukur tingkat kepercayaan diri. Setelah data diperoleh, data dianalisis menggunakan SPSS Versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan latihan bentuk restrukturisasi kognitif terhadap kepercayaan diri atlet bola basket. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode restrukturisasi kognitif secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri atlet bola basket. Metode ini direkomendasikan untuk diterapkan pada cabang olahraga bola basket karena telah terbukti memiliki manfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet. Penting untuk memberikan pelatihan restrukturisasi kognitif yang berkelanjutan kepada atlet, untuk mendukung pengembangan kepercayaan diri atlet.
Emotional Intelligence and Smash Hit Accuracy: A Correlational Study on Badminton Athletes
Irwanto, Satrio Francesci;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 2 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/js.v23i2.458
Emotional intelligence is very important for athletes, especially during the match, good emotional management is needed. The purpose of this study was to determine how emotional intelligence affects the accuracy of the smash of SGS PLN Bandung Badminton athletes. The method used was descriptive with a quantitative approach involving 15 SGS PLN Bandung Badminton athletes. The research instrument was an emotional intelligence questionnaire and a smash accuracy test. The results of the percentage of emotional intelligence and badminton smash accuracy showed that 76.9% of 15 SGS PLN Bandung athletes had a good emotional intelligence presentation and 49.1% of the results of the smash accuracy test. This study concluded that there was a fairly strong and significant relationship between emotional intelligence and smash accuracy, the higher the emotional intelligence, the more precise the smash was.
Mind Control Training dan Mental Toughness: An Experimental Study of Female Basketball Athletes
Agustina, Dwi Nita;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 5 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/ijsm.v5i2.13423
Background: Basketball athletes often experience great mental pressure caused by various factors. The pressure faced is in the form of social pressure, performance expectations, and emotional factors that can affect mental toughness. This causes athletes to fail to improve concentration and mind control. Therefore, if athletes cannot control and control their own minds, it will greatly affect the mental toughness of athletes when they are in a match. Methods: The experimental method for 7 weeks was used in this study involving 13 female basketball athletes from Bandung Regency. The instrument used in the study was the Sport Mental Training Questionnaire (SMTQ). Data analysis was carried out by data processing using the t-test. Results: The results of the study showed that there was a significant effect of mind control training on the mental toughness of female basketball athletes. The results also showed an increase in the mental toughness of female basketball athletes between before and after receiving treatment by 18.5%. Implications and Recommendation: This study concludes that mind control training can be used as one method to improve the mental toughness of female basketball athletes. It is recommended for coaches to integrate this mind control training into athlete training programs so that athletes not only become better physically and technically, but also gain strong mental toughness.
The Relationship between Self-Confidence and Social Support of Badminton Athletes in the Training Phase
Dewi, Berliana Mutiara;
Komarudin, Komarudin;
Saputra, Mochamad Yamin;
Novian, Geraldi
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 5 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/ijsm.v5i2.13531
Background: Self-belief and social support are critical factors in the performance of badminton athletes, but research on their relationship in the training phase is limited. Purpose: This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and social support in badminton athletes during the training phase. Methods: Descriptive quantitative research with 32 UPI athletes using the Trait Sport-Confidence Inventory (TSCI) and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Data analysis used descriptive statistics and the Spearman correlation test. Results: There was a significant positive relationship between social support and confidence of badminton athletes in the training phase. Conclusion: Social support plays an important role in improving athletes' self-efficacy. Practical recommendations include strengthening social support by coaches and mental training by athletes. Implications and Recommendation: Further research can use a larger sample and include other variables such as intrinsic motivation competing experience or coach leadership style.