Articles
HUBUNGAN KONDISI FISIK DAN AGRESIVITAS DENGAN PENAMPILAN (PERFORMANCE) ATLET DALAM PERTANDINGAN KARATE NOMOR KUMITE
Sagitarius, Sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v3i1.16212
Hubungan Kondisi Fisik,danAgresivitas dengan Penampilan Atlet dalam Pertandingan Karate Nomor Kumite. Penelitian ini kegelisahn akan degradasi prestasi karate Jawa Barat. Penuilis bertujuan untuk melihat korelasi antara kondisi fisik, agresivitas dan penampilan atlet dalam pertandingan karate nomor kumite.Penelitian dilaksanakan di GOR Pajajaran Bandung mulai tanggal 20 Februari 2010 sampai dengan 21 Februari 2010Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes kondisi fisik, dan angket tertutup mengenai agresivitas dalam pertandingan karate nomor kumitePengujian persyaratan analisis menunjukkan masing-msing kelompok data pada setiap sel berdistribusi normal.Kajian statistik terhadap data tersebut membawa pada kesimpulan sebagai berikut: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara agresivitas dengan penampilan atlet dalam pertandingan karate nomor kumite. Dalam hal ini agresivitas atlet termasuk dalam kategori baik.Terdapat hubungan yang positif  dan signifikan antara kondisi fisik, agresivitas atlet dalam pertandingan karate nomor kumite. Dalam hal ini kondisi fisik, agresivitas, dan penampilan atlet dalam pertandingan karate nomor kumite termasuk dalam kategori baik
EFEKTIVITAS TEKNIK SERANGAN PUKULAN DAN TEKNIK SERANGAN TENDANGAN TERHADAP PEROLEHAN POIN DALAM PERTANDINGAN KUMITE CABANG OLAHRAGA KARATE
., sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v5i1.16248
Penelitian ini merupakan penelitian terhadap keberhasilan teknik serangan pukulan dan teknik serangan tendangan terhadap perolehan poin dalam pertandingan karate nomor kumite pada Kejuaraan Nasional INKANAS 2012 di Bandung. Masalah yang menjadi acuan penulis dalam penilitian ini adalah untuk mengetahui manakah yang lebih efektif terhadap perolehan poin antara teknik serangan pukulan dan teknik serangan tendangan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet senior putra dan putri yang berhasil lolos ke babak semifinal dan final dalam Kejuaraan Karate INKANAS 2012 di Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi langsung dengan menggunakan alat bantu berupa lembar skor dan (handycam-minyDV). Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan rumus prosentase.           Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: pada atlet putra tingkat keberhasilan teknik serangan pukulan terhadap perolehan poin sebesar 17% dan untuk tingkat keberhasilan teknik serangan tendangan sebesar 5%. Sedangkan pada atlet putri tingkat keberhasilan teknik serangan pukulan terhadap perolehan poin sebesar 13% dan untuk tingkat keberhasilan teknik serangan tendangan sebesar 2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada Kejuaraan Karate INKANAS 2012 di Bandung teknik serangan yang lebih efektif terhadap perolehan poin dalam pertandingan kumite nomor senior putra dan senior putri yaitu teknik serangan pukulan.
Analisis Teknik Tendangan Dominan terhadap Perolehan Poin pada Pertandingan Kumite Cabang Olahraga Karate
Fandayani, Witri;
Sagitarius, Sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v11i1.16782
tendangan manakah yang paling dominan dilakukan terhadap perolehan poin pada pertandingan Kumite cabang olahraga Karate. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah atlet yang mengikuti kejuaraan O2SN SMA Karate Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2018 Nomor Kumite sebanyak 44 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh atlet yang mengikuti kejuaraan O2SN SMA Karate Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2018 Nomor Kumite. Instrumen penelitian ini adalah observasi menggunakan lembar skor pertandingan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa teknik tendangan dominan memperoleh poin adalah teknik serangan tendangan Mawashi-Geri.
PROBABILITAS TENDANGAN KEARAH BADAN DAN MUKA TERHADAP PELUANG POIN PADA PERTANDINGAN TAEKWONDO SIMULASI PRA KUALIFIKASI PORDA XI 2010
., Sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v1i1.16263
Permasalahan yang menjadi acuan dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat perbedaan tingkat probabilitas tendangan ke arah badan dan muka terhadap peluang poin pada pertandingan Taekwondo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan studi observasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 128 atlet dari 8 kelas putra dan 8 kelas putri yang lolos ke babak 8 besar pada pertandingan Taekwondo Simulasi Pra Kualifikasi PORDA XI 2010 yang diikuti oleh seluruh kontingen kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung pada Kejuaraan Taekwondo Simulasi Pra Kualifikasi PORDA XI 2010. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis statistik persentase keberhasilan tendangan ke arah badan atlet putra dan putri sebesar 13%, sementara persentase keberhasilan tendangan ke arah muka atlet putra sebesar 5% dan atlet putri 10%. Dengan demikian berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan bahwa pada atlet putra dan putri terdapat perbedaan tingkat probabilitas yang signifikan antara tendangan ke arah badan dan muka terhadap peluang poin pada saat pertandingan cabang olahraga Taekwondo.
Penerapan Metode Psikologis Hipnoterapi terhadap Tingkat Kecemasan Atlet Karate
Merdekawati, Tian Agustiana;
Sagitarius, Sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v12i2.28445
Permasalahan yang penulis ajukan pada penelitian ini mengenai Tingkat Kecemasan Atlet Karate, yang dimana tingkat kecemasan atlet yang sangat tinggi pada saat akan menghadapi pertandingan. Dengan tingkat kecemasan yang tinggi akan sangat mempengaruhi konsentrasi pada saat akan bertanding sehingga ini menjadi suatu kelemahan atlet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode psikologis hipnoterapi terhadap penurunan tingkat kecemasan atlet karate PPLP Jawa Barat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah para atlet Karate PPLP Jawa Barat. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling sebagai sampel sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh atlet Karate PPLP Jawa Barat. Instrumen penelitian ini adalah angket CSAI-2.zR yaitu The Revised Compeitive State Anxiety Inventory-2 (Cox, et al. 2003). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA ATLET UKM SEPAKBOLA UPI
Nugraha, Gia;
., Sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v9i1.16048
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi akademik pada mahasiswa yang mengikuti UKM sepakbola UPI. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti UKM sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia dengan sampel sebanyak 25 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling , karena peneliti menggunakan data indeks prestasi di akhir semester maka sampel yang diambil yaitu angkatan 2012-2013. Kecerdasan emosional diukur menggunakan skala kecerdasan emosional sedangkan untuk mengukur prestasi akademik menggunakan data indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa. Kecerdasan emosional atlet UKM sepakbola UPI berada pada kategori baik dengan persentase 76,95%, sedangkan untuk IPK prestasi akademik rata-rata 3,27. Nilai correlation coefficeint yaitu sebesar 0,65. Artinya terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi akademik.
DASAR-DASAR FISIOLOGI PELATIHAN FISIK (Meningkatkan Kemampuan Anaerobik dan Kemampuan Aerobik)
Giriwijoyo, Santosa;
Sidik, Dikdik Zafar;
sagitarius, sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v1i2.16227
    Olahraga mempunyai 2 (dua) kutub. Kutub pertama adalah kemampuan ketramplan teknik kecabangan (kemampuan teknik) dan kutub yang lain adalah kemampuan dasar (kemampuan fisik). Kemampuan dasar merupakan faktor pendukung, bahkan merupakan landassan bagi kemampuan teknik. Bila kemampuan dasar (kemampuan fisik) tidak mampu lagi memenuhi tuntutan dukungan bagi kemampuan teknik, maka runtuhlah kemampuan (ketrampilan) teknik Atlet yang berangkutan. Atlet tidak mampu mengembangkan permainannya dan bahkan mutu permainannya menurun, yang pertama-tama ditandai dengan menurunnya ketepatan (akurasi) gerakan dan/atau hasil gerakan. Oleh karena itu kemampuan fisik tidak boleh hanya sekedar cukup untuk mendukung satu sesi permainan, tetapi harus mampu mendukung minimal dua sessi permainan secara berturut-turut. Kemampuan fisik terdiri dari kemampuan anaerobik dan kemampuan aerobik. Kemampuan anaerobik yang tinggi memungkinkan Atlet memperagakan gerakan-gerakan dari yang ringan sampai yang berat, dari yang santai sampai yang explosive maximal secara berulang-ulang, terlebih bila didukung oleh kemampuan aerobik yang tinggi. Kemampuan aerobik yang tinggi, di samping mampu menunda datangnya kelelahan juga mampu mempercepat pemulihan baik pemulihan parsial (pemulihan on court) maupun pemulihan total (pemulihan out of court). Oleh karena itu pelatihan fisik yang hakekatnya adalah pelatihan untuk meningkatkan batas kemampuan maximal Atlet sangat perlu difahami oleh para Pelatih.
TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL (EQ), MOTIVASI BERPRESTASI DAN PENINGKATAN PRESTASI KARATEKA JAWA BARAT
Sagitarius, Sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v1i2.16222
Permasalahan yang diajukan penulis dalam penelitian ini mengenai tingkat kecerdasan emosional(EQ) dan motivasi berprestasi dengan prestasi karateka Jawa Barat tahun 2009. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah olahragawan  PON karate Jawa Barat yang berjumlah 22 orang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari jumlah populasi,sehingga menggunakan teknik total sampling.Pengolahan data menggunakan pendekatan statistik dengan teknik korelasi. Dengan teknik tersebut maka dapat mengungkapkan besarnya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data, didapat nilai koefisien korelasi antara tingklat  kecerdasan emosional (EQ) dengan prestasi atlet karate Jawa Barat sebesar 0,70 untuk koefisien korelasi motivasi berprestasi dengan prestasi atlet karate Jawa Barat sebesar 0,54 dan koefisien korelasi kecerdasan emosional (EQ) dan motivasi beprestasi secara bersama-sama dengan prestasi atlet karate Jawa Barat sebesar 0,755. Hasil uji signifikansi korelasi diperoleh bahwa korelasi antara kecerdasan emosional(EQ) dengan prestasi karate Jawa Barat memiliki signifikansi 3,68. Untuk korelasi antara motivasi berprestasi dengan prestasi atlet Jawa Barat memiliki signifikansi 2,40. Nilai t tabel adalah 2,14. Sehingga dapat dilihat bahwa t hitung t tabel. Sehingga Ho ditolak dan H₠diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional (EQ) dengan prestasi atlet karate Jawa Barat dan motivasi berprestasi dengan prestasi atlet karate Jawa Barat. Hasil uji signifikansi untuk kecerdasan emosional (EQ) dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi atlet karate Jawa Barat di dapat F hitung = 8,636 dengan nilai F tabel = 3,80. Dapat dilihat bahwa F hitung F tabel, sehingga Ho ditolak dan H₠diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional (EQ) dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi atlet Jawa Barat.Oleh karena itu penulis menyarankan agar dalam proses pembinaan atlet. Aspek mental perlu dikembangkan lebih intensif lagi. Karena aspek mental dalam hal ini kecrdasan emosional (EQ) dan motivasi berpretasi memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang pencapaian prestasi atlet yang optimal.
TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL (EQ), MOTIVASI BERPRESTASI DAN PENINGKATAN PRESTASI KARATEKA JAWA BARAT
Sagitarius, Sagitarius
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jko-upi.v2i2.16197
Permasalahan yang diajukan penulis dalam penelitian ini mengenai hubungan antara kecerdasan emosional(EQ) dan motivasi berprestasi dengan prestasi karateka PPLP Jawa Barat tahun 2009. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah olahragawan karate PPLP Jawa Barat yang berjumlah 10 orang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari jumlah populasi,sehingga menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data menggunakan pendekatan statistik dengan teknik korelasi. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data, didapat nilai koefisien korelasi antara kecerdasan emosional (EQ) dengan prestasi atlet karate PPLP Jawa Barat sebesar 0,70 untuk koefisien korelasi motivasi berprestasi dengan prestasi atlet karate PPLP Jawa Barat sebesar 0,54 dan koefisien korelasi kecerdasan emosional (EQ) dan motivasi beprestasi secara bersama-sama dengan prestasi atlet karate PPLP Jawa Barat sebesar 0,755. Hasil uji signifikansi korelasi diperoleh bahwa korelasi antara kecerdasan emosional(EQ) dengan prestasi karate PPLP Jawa Barat memiliki signifikansi 3,68. Untuk korelasi antara motivasi berprestasi dengan prestasi atlet PPLP Jawa Barat dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional (EQ) dengan prestasi atlet karate PPLP Jawa Barat dan motivasi berprestasi dengan prestasi atlet karate PPLP Jawa Barat. Hasil uji signifikansi untuk kecerdasan emosional (EQ) dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi atlet karate PPLP Jawa Barat dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional (EQ) dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi atlet PPLP Jawa Barat.
Neurotracker Training to Improve The Archery Athlete Concentration
Komarudin, K;
Sagitarius, S;
Sartono, Hadi;
Awaludin, Patriana Nurmansyah;
Hidayatullah, Gilang Ginanjar
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 5, No 2 (2020): Improving Physical Education to Promote Healthy Growth
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (697.111 KB)
|
DOI: 10.17509/jpjo.v5i2.27385
Neurotracker is a 3D technology with Multiple Object Tracking (MOT). This technology has not been developed in Indonesia. Meanwhile, developed countries have implemented this technology in sport training, including in archery sport. In archery sport, the athletes are required to concentrate every time they perform a technique and to be fast and accurate in making a decision when aiming and releasing the arrows.  The problem usually occurs during shooting is that the athlete doubts in aiming and releasing the arrows, thus the shooting result does not hit the target. It is caused by the athlete’s doubt and the lack of concentration. To overcome the problem, a neurotracker training is important to be conducted in every training process to improve the athletes’ concentration. The method used in this study was an experimental method. The samples were 20 persons chosen in a non-random sampling. The subjects were divided into two groups through a random assignment, thus the number of subject in each group was ten persons. The instrument to measure the concentration was the Concentration Grid Test. The design of the study was pretest-posttest control group design. To analyze the data, t-test was used. The result of the study showed that (1) there was a significant effect of the NeuroTracker training on the improvement of the archery athlete’s concentration, (2) there was a significant effect of conventional training on the improvement of archery athlete’s concentration, (3) there was a significant difference of effect between the NeuroTracker training and conventional training in the improvement of the archery athlete’s concentration. The NeuroTracker training was better than a conventional training in increasing the archery athlete’s concentration. It is suggested that the archery trainers implement the NeuroTracker technology in the training process as it could improve the concentration of the archery athletes.