Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Status Gizi Dan Kebiasaan Mengkonsumsi Fast Food Dengan Perkembangan Seks Sekunder Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung Pratiwi, Suci Isna; Nurmalasari, Yesi; Dalfian, Dalfian; Farich, Achmad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.19203

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada remaja putri. Perkembangan ciri seksual sekunder merupakan salah satu tanda utama pubertas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi. Meningkatnya popularitas konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran karena kandungan gizinya yang kurang optimal dan potensi gangguan terhadap keseimbangan hormon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada remaja putri di SMPN 27 Bandar Lampung dengan jumlah sampel sebanyak 117 peserta. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik/normal (65,8%), terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji (59,8%), dan memiliki perkembangan ciri seksual sekunder yang baik (60,7%). Ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi (p-value = 0,021; r = 0,213) dan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji (p-value = 0,033; r = -0,197) dengan perkembangan ciri seksual sekunder.
Hubungan Antara Diet Tinggi Natrium dan Kalium Terhadap Jenis Kelamin Anak Laki-Laki pada Keluarga di Wilayah Kua Rajabasa Dan Kedaton Kusmiati, Reva; Dalfian, Dalfian; Hatta, Muhammad; Putri, Devita Febriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.53 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10376

Abstract

ABSTRACT The desired sex of the child is influenced by diet selection and nutritional strategies.. Modifying nutritional needs and nutrient intake during pregnancy is done for 9-12 weeks before sex on the child sex pregnancy program. Determine the relationship between a diet high in sodium and potassium on the sex of the boy in families in the KUA Rajabasa and Kedaton areas in 2022. This type of research is quantitative research in the form of an analytic survey with a cross sectional approach with purposive sampling technique. In the results of the chi-square test of the relationship between high sodium and potassium diets for the sex of boys, the p-value result was 0.695 (P>0.05). It is known that there is no significant relationship between a diet high in sodium and potassium to the sex of boys in the working area of KUA Rajabasa and Kedaton. Keywords: Diet, Gender  ABSTRAK Pada diet jenis kelamin anak yang diinginkan, dipengaruhi pemilihan diet dan strategi nutrisi. Memodifikasi kebutuhan nutrisi dan asupan nutrisi selama kehamilan dilakukan selama 9-12 minggu sebelum berhubungan sex pada program kehamilan jenis kelamin anak. Mengetahui hubungan antara diet tinggi natrium dan kalium terhadap jenis kelamin anak laki-laki tersebut pada keluarga di wilayah KUA Rajabasa dan Kedaton Tahun 2022. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif berupa survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling. Pada hasil uji chi-square hubungan diet tinggi natrium dan kalium untuk jenis kelamin anak laki-laki, didapatkan bahwa hasil p-value sebesar 0,695 (P>0.05). Diketahui tidak ada hubungan yang signifikan antara diet tinggi natrium dan kalium terhadap jenis kelamin anak laki-laki di wilayah kerja KUA Rajabasa dan Kedaton. Kata Kunci: Diet, Jenis Kelamin
Hubungan Usia Ibu saat Hamil terhadap Jenis Kelamin Anak pada Keluarga di Wilayah Kua Rajabasa dan Kedaton Bandar Lampung Buaton, Lusi Setiawaty; Dalfian, Dalfian; Sudiadnyani, Niputu; S, Fonda Octarianingsih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.641 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10383

Abstract

ABSTRACT Age from being in the womb to the age of 19 years. Gender is defined differently from sex. Gender is determined by permanently attached biological organs whose functions cannot be exchanged. This is indicated by the differences in the anatomy and external genitalia in males and females. Differences in gender roles can lead to gender inequality, known by looking at the role in participating in an activity. The relationship between the age of the mother during pregnancy and the sex of the child in families in the KUA Rajabasa and Kedaton Bandar Lampung in 2023. Analytical observational methods with Retrospective methods and purposive random sampling techniques. In the results of the Chi Square test in the study, it was found that there was a significant   relationship between the age of the mother  at  the time of pregnancy of the first child and the sex of the first  child with a p-value = 0.003 (<0.05). Likewise, it is known that there is no significant relationship between the age of the mother at the time of pregnancy of the second child and the sex of the second child with p-value =0.243 (> 0.05). There was a relationship between the age of the mother at the time of pregnancy of the first child and the sex of the first child but for the second child there was no relationship between the age of the mother at the time of pregnancy of the second child and the sex of the second child in the KUA Rajabasa and Kedaton areas in 2023. Keyword: Sex, Mother's Age During Pregnancy  ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) Anak adalah usia sejak berada di dalam kandungan hingga usia 19 tahun. Gender didefinisikan secara berbeda dari jenis kelamin. Jenis kelamin ditentukan oleh organ biologis yang melekat secara permanen yang fungsinya tidak bisa dipertukarkan.  Ditunjukkan dengan adanya perbedaan dari anatomi dan genitalia eksterna laki-laki dan perempuan. Perbedaan peran gender dapat menimbulkan ketidaksetaraan gender, diketahui dengan melihat peran dalam berpartisipasi di suatu kegiatan. Hubungan usia ibu saat hamil terhadap jenis kelamin anak pada keluarga di wilayah KUA Rajabasa dan Kedaton Bandar Lampung tahun 2023. Metode observasional analitik dengan metode Retrospektif dan teknik pengambilan purposive random   sampling. Pada hasil uji Chi Square pada penelitian diketahui ada hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil anak pertama terhadap jenis  kelamin anak pertama  dengan  p-value = 0.003 (<0.05). Demikian juga diketahui tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat  hamil anak kedua terhadap jenis kelamin anak kedua dengan p-value = 0.243 (>0.05). Didapatkan hubungan antara usia ibu saat hamil anak pertama terhadap jenis kelamin anak pertama akan tetapi pada anak kedua tidak terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil anak kedua terhadap jenis kelamin anak kedua di wilayah KUA Rajabasa dan Kedaton tahun 2023.kata kunci: jenis kelamin, usia ibu saat hamil 
PERBEDAAN LABORATORIUM KADAR PROTEIN ALBUMIN DAN GLOBULIN PADA ANAK STUNTING DAN ANAK TIDAK STUNTING DI KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG TAHUN 2024 Safira , Adinda; Dalfian, Dalfian; Mandala, Zulhafis; Hermawan, Dessy
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27685

Abstract

Perbedaan Laboratorium Kadar Protein Albumin Dan Globulin Pada Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024. Pendahuluan : Hasil Dari Studi Status Gizi Indonesia (Ssgi) Tahun 2021 Yang Melibatkan 34 Provinsi Menunjukkan Penurunan Angka Stunting Nasional Dari 27,7% Pada Tahun 2019 Menjadi 24,4% Pada Tahun 2021. Meskipun Prevalensi Stunting Mengalami Penurunan, Namun Menurut Kriteria Who, Angka Tersebut Masih Termasuk Dalam Kategori Tinggi (>20%). Tujuan : Untuk Mengetahui Perbedaan Dari Kadar Protein Albumin Dan Globulin Darah Pada Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024. Metode : Jenis Penelitian Ini Menggunakan Penelitian Analisis Kuantitatif. Rancangan Penelitian Ini Adalah Random Sederhana Dengan Pendekatan Case Control Study. Populasi Subyek Penelitian Adalah Anak Usia 1 Tahun Sampai Dengan 3 Tahun. Total Populasi Anak Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Simpang, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus Adalah 98 Orang Anak. Total Sampel Yaitu Sebanyak 30 Responden, Yang Terdiri Dari Kelompok Anak Stunting Sebanyak 15 Sampel Dan Kelompok Kontrol Adalah Anak Tidak Stunting Sebanyak 15 Sampel. Uji Statistik Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Uji T-Independent. Hasil : Diketahui Rerata Kadar Protein Albumin Dan Globulin Darah Pada Anak Tidak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024 Yaitu Protein Total 6,75 G/Dl, Kadar Albumin 4,22 G/Dl Dan Kadar Globulin 2,55 G/Dl. Diketahui Rerata Kadar Protein Albumin Dan Globulin Darah Pada Anak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024 Yaitu Protein Total Adalah 7,10 G/Dl, Kadar Albumin 4,68 G/Dl Dan Kadar Globulin 2,56 G/Dl. Kesimpulan : Tidak Ada Perbedaan Yang Signifikan Rerata Kadar Protein Total Dan Rerata Kadar Globulin Antara Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting; Ada Perbedaan Yang Signifikan Rerata Kadar Albumin Antara Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting, Dimana Kadar Albumin Pada Anak Stunting Lebih Tinggi Daripada Kadar Albumin Pada Anak Tidak Stunting.
Penyuluhan Mengenai Hubungan Penyakit Jantung Koroner Dengan Kebiasaan Merokok Dalfian, Dalfian; Jushella, Erine; Julia, Ersa; Yolanova, Exsi; Ariza, Fadhila Naila; Farouk, Faisal; Prayoga, Faizal Galih; Ambraini, Fanya Cheftilia; Martina, Feny Tri; Aulyasari, Fina; Lubis, Fitri Humairoh; Fitriyaturrohmah, Fitriyaturrohmah; Ramadanie, Futrie
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2025): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i2.14122

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit kardiovaskular yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tertinggi pada kelompok penyakit tidak menular baik di dunia maupun di Indonesia. Penyebab Penyakit Jantung Koroner (PJK) secara pasti belum diketahui. Menurut American Heart Association (AHA), faktor risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dibagi menjadi faktor risiko mayor dan minor dan salah satunya adalah merokok. Tujuan penyuluhan ini untuk mengedukasi Mahasiswa/i mengenai gejala dan fakto resiko penyakit jantung koroner yang diakibatkan dengan merokok. Metode kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan secara online via zoom serta mengadakan sesi tanya jawab dengan peserta penyuluhan. Berdasarkan kegiatan tersebut didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan Mahasiswa/i terhadap gambaran umum, gejala dan faktor resiko penyakit jantung koroner. Pengetahuan Mahasiswa/i mengenai penyakit jantung koroner yang meningkat, akan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Sehingga mencegah terjadinya peningkatan angka penderita penyakit jantung koroner karena faktor resiko utama dari penyakit jantung koroner adalah merokok.
Pengaruh peran keluarga, pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan penerapan prokes 6m dimasa pandemi covid-19 Beauty, Belinda Apriannanti; Swastika, Henindita Anggra; Dalfian, Dalfian; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.325

Abstract

Background: One of the effective efforts to avoid contracting the covid-19 epidemic is to break the chain of transmission. In order to overcome the transmission of covid-19, prevention efforts were carried out, namely by implementing the 6M covid-19 health protocol. However, based on the survey results, 7 (70%) of the 10 respondents were not compliant in carrying it out. Purpose: To find out the relationship between family roles, education, level of knowledge and social environment towards adherence to implementing the 6M covid-19 health protocol in the community in the working area of ​​the Rajabasa Indah Health Center (RBI) Bandar Lampung. Methods: this research is a quantitative study using a research design in the form of an analytic survey with a cross sectional approach. The population and sample in this study were people who visited the Puskesmas. Results: There is a significant relationship (p-value <0.05) between the role of the family (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.008), and social environment (p-value = 0.000) on community compliance in implementing the protocol 6M covid-19. There was no significant relationship (p-value > 0.05) between the education level of the respondents (p-value = 0.171) to community compliance. The probability of respondents complying with implementing the protocol is based on the results of the Odd Ratio (OR) values ​​sequentially from the highest, namely the social environment (7.091), the role of the family (5.552) and knowledge of health programs and covid-19 (2.095). Conclusion: The role of the family, education level, level of knowledge and the social environment of the respondents as a whole are good and obedient in implementing health protocols.   Keywords: Family Role; Education; Knowledge; Social environment; 6M Prokes Compliance.   Pendahuluan: Salah satu upaya yang efektif untuk menghindari tertular penyakit wabah covid-19 adalah dengan memutus rantai penularannya. Dalam rangka mengatasi penularan covid-19 maka dilakukan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan 6M covid-19. Namun berdasarkan hasil presurvei didapatkan 7 (70%) responden dari 10 responden tidak patuh dalam melaksanakannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran keluarga, pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan 6M covid-19  pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Bandar Lampung. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian berupa survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas. Hasil: Ada hubungan yang signifikan (p-value <0,05) antara peran keluarga (p-value= 0,000), pengetahuan  (p-value= 0,008), dan lingkungan sosial (p-value= 0,000) terhadap kepatuhan masyarakat menerapkan protokol 6M covid-19.  Tidak ada hubungan yang signifikan (p-value > 0,05) antara tingkat pendidikan responden (p-value= 0,171), terhadap kepatuhan masyarakat. Besarnya peluang  responden yang patuh menerapkan protokol tersebut berdasarkan hasil nilai Odd Ratio (OR) secara berurutan dari tertinggi adalah  lingkungan sosial (7,091), peran keluarga (5,552) dan pengetahuan tentang prokes dan covid-19 (2,095). Simpulan: Peran keluarga, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial responden secara keseluruhan sudah baik dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.