Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Deteksi Dini Diabetes Mellitus (DM) Melalui “Mawas DM” Marthilda Suprayitna; Zuhratul Hajri; Baiq Ruli Fatmawati; Kurniati Prihatin; Bahjatun Nadrati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5655

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia adalah diabetes mellitus (DM). DM termasuk degenerative yang ditandai dengan kadar gula darah diatas normal, yang disebabkan hilangnya fungsi hormon insulin dalam pengendalian kadar gula darah normal. DM merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, dimana pada suatu saat dapat menimbulkan komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah merupakan salah satu metode untuk skrining awal penyakit DM. Skrining DM membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat agar DM dapat dikendalikan. Sebagian besar masyarakat enggan untuk melakukan skrining DM, penyebab tersebut antara lain mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk skring DM dan penyuluhan Kesehatan tentang DM. Tujuannya adalah agar masyarakat/ peserta lebih mawas diri akan faktor risiko DM, sehingga dapat mengurangi faktor resiko atau komplikasi dai DM tersebut. Hasil skring DM didapatkan 43 orang (66,2%) berisiko DM dan didapatkan perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Kesehatan. Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin dan kader membuat program penyuluhan Kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegel Exercise Pada Lansia Dengan Inkotinensia Urine Ruli Fatmawati; Marthilda Suprayitna; Kurniati Prihatin; Zuhratul Hajri; Raden Ahmad Dedy Mardani; Zuliardi Zuliardi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7479

Abstract

Pendahuluan: Inkontinensia urine menjadi penyebab utama masalah yang sering dihadapi oleh lansia pada sistem genitourinaria, yang dampaknya dapat terlihat pada fisik dan psikologis. Lansia yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik dalam perawatan inkotinensia urine mampu merubah perilaku dan kesembuhan dari masalah kesehatan yang dihadapi. Latihan senam kegel dapat memberi manfaat dalam menguatkan otot-otot pada sistem perkemihan dan meningkatkan elastisitas pada kandung kemih.Tujuan: latihan senam kegel untuk menurunkan frekuensi berkemih pada lansia dengan inkontinensia urine. Metode: Pelaksanaan  pengabdian kepada masyarakat di Desa Kekeri Kecamatan Penimbung Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung dengan jumlah responden sebanyak pada 28 orang lansia. Hasil: Setelah diberikan intervensi pada lansia didapatkan hasil bahwa pemberian latihan senam kegel dapat menurunkan frekuensi berkemih pada lansia dengan masalah inkontinensia urine ringan sebanyak 71,43%, manfaat latihan senam kegel dapat memberikan latihan pada otot-otot panggul yang berhubungan dengan pengaturan sistem urinasi terhadap pengaturan proses miksi pada lansia. Kesimpulan: Ada manfaat dan efektifitas dari pemberian latihan senam kegel terhadap kejadian inkontinensia urine pada lansia.
Deteksi Dini Diabetes Mellitus (DM) Melalui “Mawas DM” Marthilda Suprayitna; Zuhratul Hajri; Baiq Ruli Fatmawati; Kurniati Prihatin; Bahjatun Nadrati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5655

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia adalah diabetes mellitus (DM). DM termasuk degenerative yang ditandai dengan kadar gula darah diatas normal, yang disebabkan hilangnya fungsi hormon insulin dalam pengendalian kadar gula darah normal. DM merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, dimana pada suatu saat dapat menimbulkan komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah merupakan salah satu metode untuk skrining awal penyakit DM. Skrining DM membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat agar DM dapat dikendalikan. Sebagian besar masyarakat enggan untuk melakukan skrining DM, penyebab tersebut antara lain mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk skring DM dan penyuluhan Kesehatan tentang DM. Tujuannya adalah agar masyarakat/ peserta lebih mawas diri akan faktor risiko DM, sehingga dapat mengurangi faktor resiko atau komplikasi dai DM tersebut. Hasil skring DM didapatkan 43 orang (66,2%) berisiko DM dan didapatkan perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Kesehatan. Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin dan kader membuat program penyuluhan Kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegel Exercise Pada Lansia Dengan Inkotinensia Urine Ruli Fatmawati; Marthilda Suprayitna; Kurniati Prihatin; Zuhratul Hajri; Raden Ahmad Dedy Mardani; Zuliardi Zuliardi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7479

Abstract

Pendahuluan: Inkontinensia urine menjadi penyebab utama masalah yang sering dihadapi oleh lansia pada sistem genitourinaria, yang dampaknya dapat terlihat pada fisik dan psikologis. Lansia yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik dalam perawatan inkotinensia urine mampu merubah perilaku dan kesembuhan dari masalah kesehatan yang dihadapi. Latihan senam kegel dapat memberi manfaat dalam menguatkan otot-otot pada sistem perkemihan dan meningkatkan elastisitas pada kandung kemih.Tujuan: latihan senam kegel untuk menurunkan frekuensi berkemih pada lansia dengan inkontinensia urine. Metode: Pelaksanaan  pengabdian kepada masyarakat di Desa Kekeri Kecamatan Penimbung Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung dengan jumlah responden sebanyak pada 28 orang lansia. Hasil: Setelah diberikan intervensi pada lansia didapatkan hasil bahwa pemberian latihan senam kegel dapat menurunkan frekuensi berkemih pada lansia dengan masalah inkontinensia urine ringan sebanyak 71,43%, manfaat latihan senam kegel dapat memberikan latihan pada otot-otot panggul yang berhubungan dengan pengaturan sistem urinasi terhadap pengaturan proses miksi pada lansia. Kesimpulan: Ada manfaat dan efektifitas dari pemberian latihan senam kegel terhadap kejadian inkontinensia urine pada lansia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENCEGAHAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI Suprayitna, Marthilda; Fatmawati, Baiq Ruli
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i2.271

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sangat berbahaya (sillent killer).  Faktor penyebab hipertensi diantaranya adalah faktor genetik dan lingkungan.  Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hipertensi menyebabkan tingginya angka kejadian hipertensi. Tujuan: mengetahui dampak pendidikan kesehatan melalui ceramah/seminar terhadap pengetahuan pencegahan stroke pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Penimbung Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Experiment pretest post test with control group design. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Sampel berjumlah 36 orang dan dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kontrol.  Pretest dan posttest diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.  Analisis data menggunakan Paired t-test dan Independent t-test. Hasil: Pada kelompok intervensi terdapat peningkatan yang bermakna pada skor pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dibanding sebelumnya [101,56 (SD=2,406) vs 66,2 (SD=2,61), p=0,000].  Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan skor pengetahuan yang bermakna [65,22 (SD=0,707) vs 65,06 9(SD=2,263), p=0,331].  Ada perbedaan skor pengetahuan secara bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan pendidikan kesehatan [101,56 (SD=2,406) vs 65,22 (SD=0,707), p<0,001].  Diskusi: Penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan tentang pencegahan stroke pada penderita hipertensi cukup efektif dan efisien serta memberikan pengaruh untuk meningkatkan pengetahuan.  Responden pada kelompok intervensi memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dalam menjawab pertanyaan kuesioner dan mampu menyebutkan cara pencegahan stroke.  Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan stroke pada kelompok intervensi. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan media dalam memberikan edukasi pada pasien hipertensi.  Kepada instansi terkait agar dapat memperbanyak sosialisasi tentang pencegahan stroke.Kata Kunci: hipertensi, pendidikan kesehatan, pengetahuan, strokeEffects of Health Education on Levels of Knowledge About Stroke Prevention in Hypertensive PatientsABSTRACTHypertension is one of the very dangerous non-communicable diseases (the silent killer). Factors that cause hypertension include genetic and environmental factors. Insufficient knowledge about hypertension causes a high incidence of hypertension. Objective: to reveal the effects of health education through lectures/seminars on knowledge of stroke prevention in hypertensive patients in the working area of the Penimbung Public Health Center, West Lombok Regency. Methods: This research employed a Quasy Experiment pretest-posttest research design with a control group design. Samples were taken using a simple random sampling method. The sample size was 36 people and divided into 2 groups: intervention and control groups. Pretest and posttest were measured using a questionnaire whose validity and reliability had been tested. Data were analyzed using Paired t-test and Independent t-test. Results: In the intervention group, there was a significant increase in the knowledge score after the health education was given compared to before [101.56 (SD=2.406) vs. 66.2 (SD=2.61), p=0.000]. Meanwhile, in the control group, there was no significant increase in knowledge score [65.22 (SD=0.707) vs. 65.06 9(SD=2.263), p=0.331]. There was a significant difference in knowledge scores between the intervention group and the control group after the health education was given [101.56 (SD=2.406) vs. 65.22 (SD=0.707), p<0.001]. Discussion: This research proves that health education about stroke prevention in hypertensive patients is quite effective and efficient and affects increasing knowledge. Respondents in the intervention group had higher knowledge in answering questionnaire questions and mentioned ways to prevent stroke. Conclusion: There is an increase in knowledge about stroke prevention in the intervention group. It is expected that further research develops media in providing education to hypertensive patients. It is recommended that relevant agencies increase socialization about stroke prevention.Keywords: hypertension, health education, knowledge, stroke
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Penderita Hipertensi Prihatin, Kurniati; Fatmawati, Baiq Ruli; Suprayitna, Marthilda
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.589 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v10i2.64

Abstract

Hypertension is a disease that requires long-term therapy, so that required patients adherence in treatment to control blood pressure and reduce the complication risk. Rate of adherence to treatment in Penimbung health care 2019 amounted to only 13% and the number of non-adherence 86%. The type of research was descriptive analytic with cross-sectional design.The population of this research were 1014 visit. Total samples taken were 84 patients was accidental sampling. Adherence to hypertension treatment was maesured using Modified Morisky Adherence Scale (MMAS). From these results it could be concluded that the factor of education level (p=0,000),long suffered from hypertension (p=0,005),the level knowledge about hypertension (p=0,000), familly suport (p=0,000),the role of the health officer (p=0,000),and motivation for treatment (p=0,000) had associated with adherence of hypertension patients in treatment.Gender,employment status,the participation of health insurance,access to health care are not associated with adherence of hypertension patients in treatment (p>0,05)
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja tenteng HIV/AIDS si Pondok Pesantren Assulami Lombok Barat Suprayitna, Marthilda; Fatmawati, Baiq Ruli; Albayani, Melati Inayati
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.932 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v10i2.65

Abstract

HIV stands for Human Immuno deficiency Virus, which is a virus that can weaken immunity on humans. Meanwhile, AIDS stands for Acquired Immune Deficiency Syndrome, which is a collection of symptoms and infections or commonly called syndromes caused by damage to the human immune system due to the HIV virus. HIV / AIDS is a sexually transmitted disease that can causes of death. Adolescents are risk group for HIV / AIDS transmission. Proper knowledge on disease will help them to take prevention efforts. Adolescents promiscuity is a indicator that can transmit the disease. The aim of this research was to identify an overview of adolescent knowledge on HIV / AIDS. The research method used in this research was descriptive research. The populations of this research were 134 students, samples of the research were 57 people. The sampling technique used in this research was random sampling, Instrument of data collection used in this research was questionnaire. This research conducted at Assulamy Langko Islamic Boarding School, West Lombok. The results of this research obtained that more than 30 respondents were female (53%) and 27 respondents (42%) were male. The knowledge of students on HIV / AIDS was 44 respondents (77%) with sufficient criteria, and 13 respondents (23%) were lacking. It can be concluded that the knowledge of adolescents on HIV / AIDS in Assulamy Langko Islamic Boarding School is sufficient. Adolescents have good enough knowledge, but it needs to be considered and improved through providing health education related to HIV / AIDS
Self Efficacy dan Perilaku Sehat dalam Modifikasi Gaya Hidup Penderita Hipertensi Fatmawati, Baiq Ruli; Suprayitna, Marthilda; Istianah, Istianah
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.267 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v11i1.73

Abstract

Hypertension is one of chronic diseases and the main concern because of its high morbidity and mortality. Confidence in care and lifestyle changes called cell efficacy is needed. Self-efficacy, a widely used psychosocial concept, is associated with the ability to manage chronic disease. The purposes of this study were to analiyze the correlation between self-efficacy with lifestyle on hypertension patients. The data obtained were analyzed by correlational analytic with a cross-sectional approach. The sample of this study was recruited with total sampling as much as 30 people. The data were analyzed by Spearman correlation with significance α<0.05. The study showed that self-efficacy of patients with hypertension was majorly high(73,3%), and lifestyle was a majorly healthy lifestyle (83,3%). There was a significant correlation between self-efficacy with lifestyle on hypertension patients (r=0.893; p<0.05). Nurses can increase self-efficacy of hypertension patients by providing support and motivation to improve a healthy lifestyle to prevent further complications
Penerapan Batuk Efektif pada Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nifas Penderita Asma Bronkhial Suprayitna, Marthilda; Asrianti, Mugi; Arifin, Zainal
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.286 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v12i1.157

Abstract

Background: Asthma is a non-communicable disease characterized by recurrentattacks of shortness of breath and wheezing. Asthma begins with asthmaallergens that will cause antigen and antibody reactions. This reaction releasesvasoactive substances that cause increased sputum secretion and airwayobstruction. Effective cough technique is one of the efficient non-pharmacologicaltreatments because it can be done easily and effectively to expel phlegm inasthmatics. Objective: The purpose of this case study is to describe nursing careby applying effective coughing to expel phlegm in bronchial asthma patients.Methods: This study is a descriptive study in Orong Dalam Village, Lingar Districtin June-July 2021. The samples in this study were two adult bronchial asthmasufferers using interview, observation and physical examination methods.Results: The results of this study indicate that the application of coughingtechniques is effective. proven to be able to help clients who do not have theability to cough to expel phlegm effectively and efficiently. Before the procedure,the client cannot expel phlegm effectively and efficiently, and after the action ofgiving effective coughing techniques for 6 times, the client's effective coughingability increases and can perform effective coughing techniques independently.Conclusion: The application of an effective cough technique is very effective inremoving phlegm in patients with bronchial asthma. Suggestion: For furtherresearchers, they can work together with local health workers to conductcounseling and counseling activities to increase knowledge and provideinformation, especially about bronchial asthma and effective coughing techniques.Keywords: bronchial asthma, phlegm, effective cough technique, ineffectiveairway clearance, nursing care
DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI Mardani, Raden Ahmad Dedy; Zuhratul Hajri; Suprayitna, Marthilda; Fatmawati, Baiq Ruli
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10029

Abstract

Hipertensi terjadi ketika tekanan di pembuluh darah terlalu tinggi yaitu 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Diperkirakan 46% orang dewasa penderita hipertensi tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit hipertensi. Komplikasi hipertensi yaitu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung. Hipertensi dapat dikontrol asalkan disiplin hidup sehat, gaya hidup yang sehat dapat membantu menurunkan hipertensi. Salah satu gaya hidup yang sehat. Salah satu gaya hidup sehat yang dapat dilakukan adalah makan makan yang sehat dan rendah garam atau diet yang tepat pada hipertensi. Tujuan dilakukan penyuluhan kesehatan dalam pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dan lansia tentang hipertensi dan cara mengontrol hipertensi dengan cara diet yang tepat pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil dari pengabdian masyarakat adalah setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tingkat pengetahuan keluarga dan lansia tentang hipertensi dan diet pada hipertensi meningkat. Tingkat pengetahuan pada kategori baik sebelum penyuluhan kesehatan sebanyak 5 orang (17,86%) setelah penyuluhan kesehatan menjadi 9 (32,14%) orang dan tingkat pengetahuan kategori cukup sebelum penyuluhan kesehatan sebanyak 10 (35,71%) orang setelah penyuluhan kesehatan meningkat menjadi 13 orang (46,43%). Dapat disimpulkan terjadi perbedaan atau peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan.