Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Islamika Granada

Pembaharuan Pendidikan Islam Multikulturalis Fikriyah Iftinan Fauzi
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 1, No 2 (2021): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v2i1.17

Abstract

Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa bahasa mulitkulturalisme merupakan bahasa yang indah namun penerapannya cukup susah. Kecuali, jika pengajaran “yang menghargai perbedaan” di dalam pendidikan Islam bertumpu, tidak hanya pada konsep “pendidikan Islam multikulturalisme” yang mendalam, tapi juga pada aspek seleksi input muridnya. Kesimpulan tersebut berbeda dengan kajian terdahulu yang mendeteksi bahwa multikulturalisme dapat diterapkan dalam system pendidikan, dan bahan ajar. Metodologi penulisan makalah ini berasas pada faham menghargai perbedaan (konsep multikulturalisme) yang tetap menghargai adanya kelompok mayoritas dan minoritas (teori kritis). Keyword: Pendidikan Islam, Multikulturalisme, Pengajaran.
Hubungan Citra Diri dan Self Efficacy dengan Komunikasi Interpersonal pada siswa (MAN) Binjai Cut Novita Sari; Fikriyah Iftinan Fauzi
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 3, No 3 (2023): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v3i3.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra diri dan self efficacy dengan komunikasi interpersonal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 orang dari 15% jumlah populasi sebanyak 592. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu skala citra diri, self efficacy, dan komunikasi interpersonal. Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukan (1) ada hubungan positif yang signifikan antara citra diri dengan komunkasi interpersonal, dimana koefesien rx1y =0.319 dengan p = 0.003 dan r2 = 0.102, dengan konstribusi sebesar 10.2%. (2) ada hubungan positif yang signifikan antara self efficacy dengan komunikasi interpersonal, dimana koefesien rx2y = 0.485 dengan p = 0.000 dan r2 = 0.235, dengan konstribusi sebesar 23.5%.(3) ada hubungan positif yang signifikan antara citra diri dan self efficacy dengan komunikasi interpersonal, dengan koefesien rx12y =0.525 dengan p = 0.000 dan r2 = 0.276 dengan konstribusi sebesar 27.6%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa siswa MAN Binjai memiliki Citra Diri dan Self Efficacy yang tinggi, dengan Komunikasi Interpersonal siswa juga tinggi. Maka dapat disimpulkan semakin tinggi citra diri dan self efficacy siswa makan semakin baik juga komunikasi interpersonal siswa.
Kenakalan Remaja dan Kriminalitas Yunita, Yunita; Fauzi, Fikriyah Iftinan
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 3 (2024): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v4i3.268

Abstract

Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Tetapi saat ini masih banyak sekali yang terjadi pada remaja, seperti narkoba, geng motor, mencuri, tawuran, membegal, memperkosa, bahkan sampai membunuh. Hal ini merupakan masalah yang sudah sering sekali terjadi di masyarakat. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh para remaja. Banyak sekali faktor internal dan eksternal yang menjadi penyebab kenakalan remaja yang perlu diperhatikan. Untuk mengantisipasi dan mengatasinya, maka orangtua dan juga lingkungan harus melakukan bimbingan yang baik, karena ini merupakan penentu bagi perkembangan remaja tersebut. Mencermati fenomena tersebut, penulis mencoba mengkaji dari berbagai kajian dan literatur dari berbagai referensi yang ada, kemudian data tersebut di kemas sebagai bahan data dan informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kenakalan remaja saat ini. Adapun tujuannya adalah ingin mengetahui remaja dan psikologis remaja, faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja dan pergeseran kualitas remaja. Oleh karena itu, dalam menangani kenakalan remaja ini, perlu adanya kerjasama dari berbagai elemen yang terkait, baik pemerintahan selaku penegak hukum dan tokoh-tokoh masyarakat untuk membiasakan hidup tentram dan damai dalam melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di masyarakat, dengan melihat sisi psikologis individual pelaku, pola asuh keluarga, komunitas dan masyarakat secara luas.