Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pemetaan Image Konsumen Terhadap Buah Durian Bido di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Romadloni, M wahyu Rizqi; Sukma, Septi Ambar Indraningtia; Purbowo, Purbowo; Khasan, Umar
Sigmagri Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/sigmagri.v4i2.1219

Abstract

ABSTRACT This research aims to map the profile of Bido durian consumers in Wonosalam using an image mapping approach. The image mapping method was used to identify consumer characteristics and preferences based on survey data involving 80 respondents who were durian consumers in Wonosalam District, Jombang Regency. Sampling was carried out using an accidental sampling technique. The method used in this research is quantitative descriptive analysis. The attributes observed in this research are price, taste, texture, meat color, meat thickness and aroma. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis and correspondence analysis. The research results show that Bido durian consumers in Wonosalam sub-district are dominated by the 25-45 year age group with middle to upper income levels. Consumers' main preference is durian with its bitter sweet taste and soft texture. In addition, visual image analysis reveals that Bido durian is often consumed in the context of family events and as a snack, with promotion via social media proving effective in reaching young consumers. Keywords: Consumer Image, Bido Durian Fruit ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil konsumen durian Bido di Wonosalam menggunakan pendekatan pemetaan image. Metode pemetaan image digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik dan preferensi konsumen berdasarkan data survei yang melibatkan 80 responden yang merupakan konsumen durian di Kecamata Wonosalam Kabupaten Jombang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Atribut – atribut yang diamati pada penelitian ini adalah harga, rasa, tekstur, warna daging, ketebalan daging dan aroma. Dengan Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis deskriptif kuantitatif dan analisis korespondensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen durian Bido di kecamatan Wonosalam didominasi oleh kelompok usia 25-45 tahun dengan tingkat pendapatan menengah ke atas. Preferensi utama konsumen adalah durian dengan rasa manis pahit dan tekstur lembut. Selain itu, analisis citra visual mengungkapkan bahwa durian Bido sering dikonsumsi dalam konteks acara keluarga dan sebagai Makanan selingan, dengan promosi melalui media sosial yang terbukti efektif menjangkau konsumen muda. Kata Kunci : Image Konsumen, Buah Durian Bido.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN KEDAI SYANTIK di DESA SUKOREJO  KABUPATEN NGANJUK Rahmadhani, Ika Puspitasari Dyah; Purbowo, Purbowo; Putri, Tiara Ayu Nugraha; Pranata, Irzaq Galuh; Sunaryanti, Dwi Putri
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/hk439276

Abstract

Pelatihan Digital Marketing yang dilaksanakan di Kedai Syantik Desa Sukorejo Kabupaten Nganjuk merupakan bentuk representasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pelayanan kepada masyarakat. Dalam pelatihan ini, dilakukan Analisa permasalahan terkait cara pemasaran produk menggunakan sarana digital guna meningkatkan volume penjualan dan perluasan jangkauan pasar. Kegiatan pelatihan ini dilakukan secara interaktif dan aplikatif. Materi yang disampaikan berupa wawasan tentang Digital Marketing untuk Pemasaran Produk serta penggunaan platform GrabFood sebagai media pemasaran. Materi Digital Marketing berisi tentang pengertian digital marketing, strategi pemasaran, serta kelebihan dan kelemahan penggunaan digital marketing. Dengan diadakannya pelatihan ini, pelaku usaha Kedai Syantik yang merupakan peserta pelatihan dapat meningkatkan kemampuan memasarkan produknya secara digital. Hal ini karena wawasan yang mereka miliki terkait pemasaran digital dalam mempromosikan dan memperjualbelikan produk yang mereka jual, telah semakin meningkat.
Seminar Digital Marketing dan Pelatihan Pembuatan Mie Sawi Hijau untuk Pemberdayaan UMKM di Desa Sidokaton Purbowo, Purbowo; Chusnah, Miftachul; Aniusa Oktaviani, Putri; Nabila Rahma, Nisa; Dwi Puspaningrum, Retno; Soviyana, Vica; Fitria Hartanti, Cintia; Dwi Kurniawan, Aldi
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v6i1.5328

Abstract

Sawi hijau merupakan suku sawi-sawian atau Brassicaceae, atau sawi bakso, sayuran ini mudah dibudidayakan dan dapat dimakan segar atau diolah menjadi asinan, lalapan, dan berbagai masakan lainnya. Sawi hijau umumnya dikonsumsi dalam bentuk olahan karena sawi mentah rasanya pahit karena adanya kandungan alkaloid carparine. Sawi hijau mengandung zat-zat gizi yang cukup lengkap sehingga apabila dikonsumsi sangat baik untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya kesadaran pemanfaatan sawi hijau sebagai bahan mie dan kurangnya literasi digital di kalangan Ibu-ibu PKK, UMKM dan petani serta masyarakat Desa Sidokaton diperlukan pelatihan, akses teknologi, dan dukungan teknis. Mendorong kolaborasi antara pihak-pihak yang berpengalaman dalam pemasaran digital dan Ibu-ibu PKK, UMKM dan petani Desa Sidokaton menjadi langkah positif dan meningkatkan kesadaran serta keberhasilan pemasaran produk mie sawi hijau secara online. Metode pendekatan pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Community Based Research yaitu penjelasan Narasumber kepada mitra. Metode pada kegiatan ini adalah pertemuan atau tatap muka antara narasumber dengan mitrayang bertempat di Desa Sidokaton, dimana narasumber menjelaskan materi-materi mengenai digital marketing dan pembuatan mie dari bahan sawi hijau. Pelaksanan kegiatan meliputi tahapan tahapan meliputi koordinasi awal dan izin pelaksanaan, Seminar Digital Marketing dan Pelatihan Pembuatan Mie Sawi Hijau , dan Pelaksanaan pembuatan Mie Sawi Hijau “S’ Eco. Dengan adanya kegiatan ini, peserta mendapatkan manfaat mengenai bagaimana cara pembuatan mie sawi hijau dan cara memasarkan melalui platform digital. Dengan kegiatan Seminar Digital Marketing dan Pelatihan Pembuatan Mie Sawi Hijau meningkatkan Pemberdayaan UMKM di Desa Sidokaton dapat dinyatakan berjalan dengan sukses, lancar, serta sesuai dengan apa yang diharapkan.
Adopsi Inovasi Teknologi Pengolahan Biobriket Tongkol Jagung Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan Pada Masyarakat Hutan Ashlihah, Ashlihah; Purbowo, Purbowo; Hartanti, Dyah Ayu Sri
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v4i2.181

Abstract

Indonesia's dependence on fossil energy is caused by the lack of consistency in renewable energy design and legal political targets. A sustainable energy transition through decarbonizing power plants uses renewable energy sources such as biomass, solar, hydro, nuclear and geothermal energy. This research aims to determine the level of community participation before and after participating in training on corncob bio briquette processing technology. The research was conducted in Asemgede village which is located in the middle of the forest and is the boundary between Jombang and Lamongan districts. Respondents are people who work as charcoal craftsmen as well as corn farmers. Data was collected before and after the training program by distributing pre and post test questions. There are two estimation hypotheses, namely that there is a significant difference and there is no significant difference between before and after the program. The data analysis method uses a paired T test (comparison). The research results show that there are significant differences between before and after the empowerment program. The average score during the participants' pre-test was 3, which means it was very limited, but after the program was implemented the average score was 7, which means the participants were proficient in knowledge and skills in bio briquette processing technology. A sustainable assistance program is needed to establish the legality of micro/small business institutions and product certification so that they can carry out production and meet domestic energy needs.
Pelatihan Digital Marketing Produk Mie Mokaf Bagi Imigran Digital Pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan “Sumber Makmur” Purbowo, Purbowo; Chusnah, Miftachul; Magfiroh, Canggih Nailil
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v4i2.183

Abstract

Digital marketing training for digital immigrants is a challenge because you are dealing with people who were born before digital existed. This is different from digital natives, who have been using information and communication technology media since birth, such as smartphones and laptops. The service activity aims to introduce applicable digital marketing to digital immigrant community groups by using frequently used social media, namely Facebook. The material that has been delivered includes product photos, creating product descriptions, and uploading to Facebook. Participants are female forest farmers under the auspices of the Forest Village Community Institution (LMDH) "Sumber Pandan Makmur" located in Pandankrajan village, Kemlagi subdistrict, Mojokerto. The implementation methods used are lectures and practice. The training stages consist of a pre-test, lecture, practice and post-test. Participants' assessments use a scale between 1 and 9. The results of the implementation of service activities showed that the average pre-test score for activity participants is 4 out of 10, which means that people do not have sufficient insight into the training activities consisting of several stages, namely product photography, product descriptions, and uploading to Facebook social media. There was an increase at the end of the participant's post-test score, namely reaching 7.5 on a scale of 10, which means that participants had understood the material presented well and participants were able to practice photography, write descriptions and upload to Facebook social media. Based on the results of the paired T-test, it was stated that there was a significant difference between before and after participating in the training activities
PENGARUH HARGA, RASA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SOSIS SALAM AFCO FRESH JOMBANG Hasan, Said Rian Al; Sukma, Septi Ambar Indraningtia; Chusnah, Miftachul; Khasan, Umar; Purbowo, Purbowo
Sigmagri Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/sigmagri.v5i1.1543

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh harga, rasa dan kualitas Produk secara parsial terhadap keputusan pembelian Sosis Salam Afco dan mengetahui harga, rasa dan kualitas Produk berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembalian Sosis Salam Afco. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen Afco Fresh Jombang, dengan sampel sebanyak 100 konsumen. Analisis data menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan dilengkapi uji asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji simultan (uji F), dan uji parsial (uji T). Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel Harga (X1) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Keputusan Pembelian (Y) Dengan nilai Thitung (5.387) > Ttabel (1,661) dan nilai sig (0.000) < 0,05. Variabel Rasa (X2) tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Keputusan Pembelian (Y) Dengan nilai Thitung (1.984) > Ttabel (1.661) dan nilai sig (0.050) > 0.05. Variabel Kualitas Produk (X3) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Keputusan Pembelian (Y) Dengan nilai Thitung (4.106) > Ttabel (1.661) dan nilai sig (0.000) < 0.05. Hasil Uji F diperoleh nilai Fhitung 47.865 > Ftabel (2.70) dan nilai sig (0.000) < (0,05), maka variabel harga, rasa dan kualitas produk secara simultan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian produk Sosis Salam Afco.
Pelatihan Pembuatan Tepung Mokaf dan Digital Marketing pada PKK Desa Johowinong Mojoagung Jombang. Chusnah, Miftachul; Purbowo, Purbowo; Latifah, Umi; Wilayah, Liweul; Setiyawan, Bramantio Aris Ade
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v5i1.4135

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyaraktat ini adalah untuk dapat memanfaatkan potensi singkong sebagai bahan baku tepung mocaf dan masyarakat desa bisa memahami strategi pemasaran digital yang efektif dan kreatif.. Pelaksanaan kegiatan ini di Balaidesa Johowining Mojoagung Jombang dengan khalayak sasaran Ibu Ibu PKK desa Johowinong. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dengan Community Based Research yaitu penjelasan Narasumber kepada mitra. Metode yang dipakai pada kegiatan ini adalah pertemuan atau tatap muka antara narasumber dengan mitra . Melalui Pengabdian ini para Ibu PKK desa Johowinong mengetahui tentang pemanfaatan singkong sebagai bahan pembuatan tepung mocaf sehingga bisa menambah nilai ekonomis singkong dan memahami diversifikasi produk olahan. Para Ibu PKK desa Johowinong juga memahami metode digital marketing dalam memasarkan tepung mocaf. Digital marketing memiliki dampak yang baik bagi Ibu PKK desa Johowinong untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas. Dengan memasarkan produk melalui e-commerce, akan dapat menambah penjualan dan pendapatan jika digunakan dengan sebaik-baiknya. Pelaksanaan kegiatan bersifat partisipatori, dimana kelompok pengusul dan mitra bersama-sama aktif dalam setiap kegiatan. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah Koordinasi awal dan izin pelaksanaan seminar digital marketing dan pelatihan pembuatan tepung mokaf kepada Narasumber. Pelaksanaan pembuatan tepung mocaf oleh ibu PKK. Kegiatan Pengabdian Masyarakat, berjalan sukses, lancar, serta sesuai dengan apa yang diharapkan. Dari hasil observasi, para Ibu PKK Desa Johowinong mengetahui bahwa singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung mocaf serta dapat dengan mudah di pasarkan melalui platform digital. Dari hasil wawancara para Ibu PKK desa Johowinong merasa terbantu dengan adannya seminar digital marketing dan pelatihan pembuatan tepung mocaf.
Pengembangan UMKM Melalui Digital Marketing di Desa Gambiran Aisa, Aufia; Purbowo, Purbowo; Sulaikho, Siti; Ramadhani, Mochammad Ilham; Mubarok, Fahim; Lestari, Putri; Mariyanti, Mariyanti; Annisa, Rizka
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v4i3.4172

Abstract

Efforts by Micro, Small and Medium Enterprises to face global competition by implementing digital marketing in business enterprises, both small, medium and large, so that the level of competitiveness of business people can increase. In this regard, the use of digital marketing is not widely recognized by business people, especially MSMEs in Gambiran Village, most of whom still apply marketing using offline methods. The aim of this service is to help implement digital marketing in marketing, thereby encouraging producers' interest in marketing development. The parties involved in this activity are MSME actors in Gambiran Village. The approach method in this service activity uses CBR (Community Based Research). The implementation method uses a face-to-face seminar method at the Gambiran Village Sports Hall with around 10 participants. The results of this activity can provide awareness and help MSMEs to implement digital marketing in marketing.
Pelatihan Digital Marketing Dan Pengemasan Produk Frozen Food dalam Upaya Memperluas Pasar dan Meningkatkan UMKM Desa Kedunglumpang Zuhriawan, M. Qoyum; Purbowo, Purbowo; Zahro, Malichatuz
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v5i1.4459

Abstract

Technological progress is something that cannot be avoided in today's life, because technological progress will run in line with scientific progress. Every innovation is created to provide positive benefits, provide many conveniences, and as a new way of carrying out activities for human life. Especially in the field of technology, society has enjoyed the many benefits brought by the innovations that have been produced in the last decade. Therefore, current technological advances must be utilized for economic needs, one of which is to market superior products from UMKM. Apart from that, to support marketing, training is provided for product packaging to make it more attractive. So the potential for product sales will be greater. The result of this service is that people can package products more attractively, and are able to market products through digital channels
Seminar Digital Marketing dan Pelatihan Pembuatan Mie Sawi Hijau untuk Pemberdayaan UMKM di Desa Sidokaton Purbowo, Purbowo; Chusnah, Miftachul; Aniusa Oktaviani, Putri; Nabila Rahma, Nisa; Dwi Puspaningrum, Retno; Soviyana, Vica; Fitria Hartanti, Cintia; Dwi Kurniawan, Aldi
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v6i1.5328

Abstract

Sawi hijau merupakan suku sawi-sawian atau Brassicaceae, atau sawi bakso, sayuran ini mudah dibudidayakan dan dapat dimakan segar atau diolah menjadi asinan, lalapan, dan berbagai masakan lainnya. Sawi hijau umumnya dikonsumsi dalam bentuk olahan karena sawi mentah rasanya pahit karena adanya kandungan alkaloid carparine. Sawi hijau mengandung zat-zat gizi yang cukup lengkap sehingga apabila dikonsumsi sangat baik untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya kesadaran pemanfaatan sawi hijau sebagai bahan mie dan kurangnya literasi digital di kalangan Ibu-ibu PKK, UMKM dan petani serta masyarakat Desa Sidokaton diperlukan pelatihan, akses teknologi, dan dukungan teknis. Mendorong kolaborasi antara pihak-pihak yang berpengalaman dalam pemasaran digital dan Ibu-ibu PKK, UMKM dan petani Desa Sidokaton menjadi langkah positif dan meningkatkan kesadaran serta keberhasilan pemasaran produk mie sawi hijau secara online. Metode pendekatan pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Community Based Research yaitu penjelasan Narasumber kepada mitra. Metode pada kegiatan ini adalah pertemuan atau tatap muka antara narasumber dengan mitrayang bertempat di Desa Sidokaton, dimana narasumber menjelaskan materi-materi mengenai digital marketing dan pembuatan mie dari bahan sawi hijau. Pelaksanan kegiatan meliputi tahapan tahapan meliputi koordinasi awal dan izin pelaksanaan, Seminar Digital Marketing dan Pelatihan Pembuatan Mie Sawi Hijau , dan Pelaksanaan pembuatan Mie Sawi Hijau “S’ Eco. Dengan adanya kegiatan ini, peserta mendapatkan manfaat mengenai bagaimana cara pembuatan mie sawi hijau dan cara memasarkan melalui platform digital. Dengan kegiatan Seminar Digital Marketing dan Pelatihan Pembuatan Mie Sawi Hijau meningkatkan Pemberdayaan UMKM di Desa Sidokaton dapat dinyatakan berjalan dengan sukses, lancar, serta sesuai dengan apa yang diharapkan.