Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Tingkat Literasi Digital Generasi Milenial Kota Surabaya dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks Novianto Puji Raharjo; Bagus Winarko
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10, No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.3795

Abstract

Hoaks dianggap sebagai persoalan serius di era digital. Permasalahan tersebut mengindikasikan rendahnya literasi digital masyarakat. Di Indonesia, banyaknya jumlah pengguna Internet dan tingginya frekuensi masyarakat mengakses konten informasi dan media sosial, terutama di kalangan generasi milenial,  tidak diiringi dengan kesadaran untuk menggunakan internet dengan bijak. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya dalam menanggulangi penyebaran hoaks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah generasi milenial usia 15 sampai 19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya secara umum berada pada indeks kategori rendah. Komponen tertinggi ditunjukkan oleh Kemampuan Memahami,  dengan skor indeks literasi digital 46,8%, yang termasuk kategori sedang. Komponen terendah ditunjukkan oleh Kemampuan Berkolaborasi dengan skor indeks literasi digital 32,2%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru kepada pembuat kebijakan sebagai screening data awal terkait tingkat literasi digital.
Analisis Tingkat Literasi Digital Generasi Milenial Kota Surabaya dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks Novianto Puji Raharjo; Bagus Winarko
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.3795

Abstract

Hoaks dianggap sebagai persoalan serius di era digital. Permasalahan tersebut mengindikasikan rendahnya literasi digital masyarakat. Di Indonesia, banyaknya jumlah pengguna Internet dan tingginya frekuensi masyarakat mengakses konten informasi dan media sosial, terutama di kalangan generasi milenial,  tidak diiringi dengan kesadaran untuk menggunakan internet dengan bijak. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya dalam menanggulangi penyebaran hoaks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah generasi milenial usia 15 sampai 19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya secara umum berada pada indeks kategori rendah. Komponen tertinggi ditunjukkan oleh Kemampuan Memahami,  dengan skor indeks literasi digital 46,8%, yang termasuk kategori sedang. Komponen terendah ditunjukkan oleh Kemampuan Berkolaborasi dengan skor indeks literasi digital 32,2%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru kepada pembuat kebijakan sebagai screening data awal terkait tingkat literasi digital.
Transformasi Pesantren dalam Era Digital: Peluang dan Tantangan dalam Aspek Dakwah dan Pendidikan Ibad, Nashoihul; Novianto Puji Raharjo
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 7 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v7i1.211

Abstract

ABSTRACT Islamic boarding schools as traditional Islamic educational institutions in Indonesia face a digital era that brings significant changes. Digital transformation offers various opportunities such as increased access to learning resources and the expansion of da'wah networks. However, challenges such as the digital divide and curriculum adaptation are also major concerns. This article aims to explain how the concept of digital transformation for Islamic boarding schools faces the current digital era. Digital transformation opportunities for Islamic boarding schools can bring technological advances to Islamic boarding schools. However, the challenge for pesantren must also be ready regarding technological infrastructure and how to manage the negative impact of the digital era on pesantren culture. Therefore, a comprehensive strategy is needed to optimize opportunities and overcome challenges in this digital era. This article will describe how opportunities can be taken for pesantren management so that it can expand the social network of pesantren and discuss effective strategies. Furthermore, in further discussion, some data will be presented that shows the success of case studies of pesantren that can integrate pesantren technology in the digital era. The conclusion from this article that can be drawn is that pesantren need to face digital transformation and adapt in the digital era. Among them is being able to integrate the use of technology for the learning process, improving the ability of educators and the socio-cultural adaptation process in Islamic boarding schools. Keywords: Digital, Islamic Boarding School, Transformation
Indeks Literasi Digital Muslim Milenial di Indonesia Raharjo, Novianto Puji; Rozi, Bahru; Burhani , Roisul; Raya, Moch. Khafidz Fuad
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6592.482 KB) | DOI: 10.15642/jki.2020.10.2.370-408

Abstract

This article reports on a quantitative explanatory research conducted with nationwide survey 1000 of millennial Muslim generations in five major cities in Indonesia regarding the digital literacy. The results have found that the level of millennial Muslim’s digital literacy in Indonesia is quite good. Although the majority learn the internet independently, they denote quick response in adapting to cyber culture. Unfortunately, the duration of internet access has remained high that is likely to open up opportunities for negative effects of the internet. In addition, this study argues that several generations of millennial Muslims unwittingly have contributed to spreading hoax because they mostly do not check or validate information to authoritative sources.
Transformasi Pesantren dalam Era Digital: Peluang dan Tantangan dalam Aspek Dakwah dan Pendidikan Raharjo, Novianto Puji; Novianto Puji Raharjo; Ibad, Nashoihul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 7 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v7i1.211

Abstract

Islamic boarding schools as traditional Islamic educational institutions in Indonesia face a digital era that brings significant changes. Digital transformation offers various opportunities such as increased access to learning resources and the expansion of da'wah networks. However, challenges such as the digital divide and curriculum adaptation are also major concerns. This article aims to explain how the concept of digital transformation for Islamic boarding schools faces the current digital era. Digital transformation opportunities for Islamic boarding schools can bring technological advances to Islamic boarding schools. However, the challenge for pesantren must also be ready regarding technological infrastructure and how to manage the negative impact of the digital era on pesantren culture. Therefore, a comprehensive strategy is needed to optimize opportunities and overcome challenges in this digital era. This article will describe how opportunities can be taken for pesantren management so that it can expand the social network of pesantren and discuss effective strategies. Furthermore, in further discussion, some data will be presented that shows the success of case studies of pesantren that can integrate pesantren technology in the digital era. The conclusion from this article that can be drawn is that pesantren need to face digital transformation and adapt in the digital era. Among them is being able to integrate the use of technology for the learning process, improving the ability of educators and the socio-cultural adaptation process in Islamic boarding schools.
Transformasi Pesantren dalam Era Digital: Peluang dan Tantangan dalam Aspek Dakwah dan Pendidikan Raharjo, Novianto Puji; Novianto Puji Raharjo; Ibad, Nashoihul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 7 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v7i1.211

Abstract

Islamic boarding schools as traditional Islamic educational institutions in Indonesia face a digital era that brings significant changes. Digital transformation offers various opportunities such as increased access to learning resources and the expansion of da'wah networks. However, challenges such as the digital divide and curriculum adaptation are also major concerns. This article aims to explain how the concept of digital transformation for Islamic boarding schools faces the current digital era. Digital transformation opportunities for Islamic boarding schools can bring technological advances to Islamic boarding schools. However, the challenge for pesantren must also be ready regarding technological infrastructure and how to manage the negative impact of the digital era on pesantren culture. Therefore, a comprehensive strategy is needed to optimize opportunities and overcome challenges in this digital era. This article will describe how opportunities can be taken for pesantren management so that it can expand the social network of pesantren and discuss effective strategies. Furthermore, in further discussion, some data will be presented that shows the success of case studies of pesantren that can integrate pesantren technology in the digital era. The conclusion from this article that can be drawn is that pesantren need to face digital transformation and adapt in the digital era. Among them is being able to integrate the use of technology for the learning process, improving the ability of educators and the socio-cultural adaptation process in Islamic boarding schools.
Analisis Dampak Motivasi Pengguna Media Sosial Terhadap Perubahan Perilaku Novianto Puji Raharjo
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v1i1.94

Abstract

Pengaruh motivasi pengguna media sosial terhadap perubahan perilaku Kehadiran media sosial yang ada saat ini memiliki hal tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan media sosial membuat dunia menjadi sangat sempit, itu karena kita membiarkan media sosial berkomunikasi dengan siapapun, dimanapun terhubung ke jaringan global Internet. Tidak hanya memudahkan proses komunikasi, namun keberadaan media sosial pada kondisi sekarang memberikan kemudahan selain sekedar berkomunikasi, hal yang terlihat saat ini adalah penggunaan media sosial sebagai alat penyederhanaan proses bisnis lintas batas lebih mudah. Atau juga bisa digunakan untuk melakukan propaganda tertentu media sosial. Jadi jika media sosial yang digunakan akan menjadi pisau bermata dua, sementara motivasinya untuk hal positif itu akan bagus, tapi kalau itu negatif maka hasilnya akan merugikan kehidupan di masyarakat.
Index Literasi Digital Pelajar Muslim Surabaya (Studi Kasus Siswa Smk Wahid Hasyim 5 Surabaya) Novianto Puji Raharjo
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v3i1.351

Abstract

Teknologi saat ini merupakan komponen dari aktivitas manusia yang tidak dapat dipisahkan, hal ini membawa dampak yang sangat besar bagi keseharian manusia. Dengan sentuhan teknologi ini informasi dapat diperoleh dengan sangat cepat, dan banyak hal dapat dikerjakan dengan mudah. Dari kondisi ini maka banyak sekali hal positif yang didapatkan dengan adanya teknologi ini, tetapi di satu sisi juga ada hal negatif sebagai konsekuensi adanya teknologi ini. Generasi muda yang diharapkan sebagai penerus generasi saat ini sangat penting untuk dapat dipastikan mereka memananfaatkan teknologi ini untuk tujuan yang postifif dan dijauhkan dari dampak negatif teknologi. Dari sinilah maka perlu diketahui bagaimana saat ini pemahaman mereka tentang teknologi tersebut, supaya dapat ditentukan langkah strategis apa yang terbaik pada generasi muda ini dengan adanya tegnologi, upaya yang dilakukan adalah dengan meneliti bagaimana index literasi digital generasi pelajar untuk melihat bagaimana kondisi mereka terhadap teknologi
Dakwah dengan Media Sosial di Era Keterbukaan Informasi Publik Novianto Puji Raharjo
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v3i2.370

Abstract

Era saat ini dakwah disampaikan secara mudah melalui bantuan teknologi informasi media sosial. Media sosial saat ini perkembangannya dimanfaatkan digunakan untuk memberikan pencerahan dengan konten dakwah yang menyebarkan kebaikan. Media sosial digunakan dengan interaksi dengan para pengakses kontennya dengan keterbukaan dan kebijaksanaan. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dakwah yang dilakukan publik melalui sosial media yang bermanfaat untuk pencerahan dan memberikan kebaikan. Media sosial pada era keterbukaan informasi publik bermanfaat dalam melakukan dakwah supaya sesuai dengan UU ITE. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa publik memiliki kebebasan dalam berinteraksi dengan dakwah, dapat melakukan komentar serta tanggapan. Materi konten dakwah dalam era saat ini sangat beragam dan diperlukan kehati – hatian dalam pemilihan isi konten dikarenankan kemajuan teknologi sangat memperhatikan UU ITE, beberpa pendakwah yang tidak hati – hati saat memaparkan materinya dapat menjadikannya mudah terancam dengan hukum. Penulisan ini dapat disimpulkan bahwa teknologi mempermudah kehidupan manusia terutama pada bidang dakwah. Dampak negative dari kebebasan bersosial media lebih berhati – hati melakukan tidakan. Dampak positif dakwah dapat dilakukan secara efektif dan leluasa dengan khalayak lebih beragam.
Psikologi Komunikasi dalam Perspektif Kata-Kata Mengubah Nasib Berdasarkan Al-Qur'an Ayat 11 dan Neuro Linguistic Programming Novianto Puji Raharjo
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v2i1.374

Abstract

Manusia berpedoman pada ajaran Allah dan Rasulnya, khususnya muslim berpegang teguh terhadap ajaran pada Al Qur’an. Pedoman Allah menunjukkan bahwa nasib manuisa itu ditentukan dengan usaha manusia itu sendiri. Dalam sebuah disiplin ilmu terdapat ilmu Neuro Linguistic Programming yang berarti ilmu yang mempelajar cara kerja otak, hal ini berhubungan dengan ayat Al Qur’an surat Ar Rad ayat 11. NLP merupakan disiplin keilmuan yang mengarahkan seseorang untuk modelling peniruan dalam menentukan nasib. Dalam komunikasi pada diri sendiri diperlukan alur dalam menemukan nasib manusia itu sendiri. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menggambarkan bagaimana alur pedoman dari ayat Al Qur’an untuk menentukan nasib manusia, serta bagaiamana ilmu NLP memandang jalan hidup manusia ditentukan dari alur berpikirnya berkomunikasi dengan diri sendiri. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bahwa manusia dapat menentukan nasibnya sendiri sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan menurut pandangan NLP dapat melalui alur pemikiran kata – kata pribadi. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa manusia dapat menentukan nasib melalui cara mengetahu diri sendiri, manusia menjadi tuan bagi dirinya sendiri, serta manusia dapat memilih bagaimana dapat menyeleksi dan memilih kata kata yang merubah nasibnya sendiri.