Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan Turbin Aliran Silang Desa Siboruon, Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara Siahaan, Saloom Hilton; Manalu, Andriono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7972

Abstract

Kelengkapan sarana dan prasarana adalah salah satu yang menentukan dalam proses pembelajaran pada perkuliahan, khususnya di Program Studi Teknik Mesin Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP). Selama ini sudah banyak Praktikum yang dilakukan di Laboratorium Fluida Teknik Mesin Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) tentang mesin konversi energi dan mesin-mesin fluida. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah merancang dan membuat model sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebagai alat untuk menunjang praktikum mesin-mesin fluida dan prestasi mesin di Laboratorium Fluida Teknik Mesin Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar serta mengetahui karakteristik dari turbin air tersebut. Alat yang dibuat dengan tinggi jatuh air dan debit yang berskala laboratorium dengan head 1,75 m dan debit maksimum 0,02 m3/s dan turbin yang digunakan adalah turbin aliran silang (cross flow). Berdasarkan eksperimen diperoleh hasil bahwa pada pengoprasian model sistem PLTMH didapatkan efisiensi sistem PLTMH mencapai 14,21 %. Efisiensi sebuah sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) ditentukan oleh efisiensi turbin, efisiensi generator dan efisiensi transmisinya.
Analisis Uji Long Immersing Time Dalam Pendinginan Copperized AISI 1006 Terhadap Pembentukan Struktur Mikro Dan Karakteristik Kekerasan Siahaan, Saloom Hilton; Panjaitan, Muktar Bahruddin; Purba, Moses Novianus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13728

Abstract

Pengujian yang dilakukan pada penelitian berupa pengujian spektrometri untuk menganalisis unsur, pengujian x-ray diffraction untuk mengamati transformasi fasa yang terbentuk, pengujian metalografi untuk mengamati perubahan struktur mikro, pengujian SEM EDX untuk mengamati topologi dan persebaran dari atom tembaga, dan pengujian microhardness untuk menganalisis kekerasan fasa yang diperoleh dari sampel uji. Copperizing merupakan penambahan tembaga menggunakan teknik hot-dip. Penambahan tembaga dilakukan karena dapat meningkatkan kekerasan pada baja karbon rendah, dengan cara memperkecil ukuran butir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu celup dan pendinginan pada struktur mikro dan sifat kekerasan copperized AISI 1006 serta mekanisme penguatannya. Variasi waktu celup yang digunakan yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit serta pendinginan normal dan cepat (quench). Mekanisme penguatan yang terjadi pada AISI 1006 dengan metode copperizing adalah pengecilan butir ferrit untuk waktu celup 10 menit pendinginan normal dan quench, serta 20 menit pendinginan normal. Sedangkan sampel uji lainnya mengalami perubahan struktur mikro. Hasil penelitian terlihat bahwa telah terjadi perubahan struktur mikro dan sifat kekerasan. Struktur mikro yang diperoleh pada pendinginan normal dan waktu celup 10 menit; 20 menit; dan 30 menit adalah ferrit, ferrit, dan pro-eutectoid ferrit. Sedangkan struktur mikro yang diperoleh pada pendinginan quench dan waktu celup 10 menit; 20 menit; dan 30 menit adalah ferrit, martensit dan bainit. Nilai kekerasan maksimum diperoleh dengan pendinginan quench dan waktu celup 20 menit sebesar 309,97 HV dikarenakan terbentuknya struktur mikro martensit.
Analisa Pengaruh Jarak Drum Perontok dengan Garpu Perontok Terhadap Hasil Produksi Mesin Perontok Padi Siallagan, Radison Kristian; Siburian, Daniel E; Siahaan, Saloom Hilton
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16870

Abstract

Proses perontokan padi adalah tahapan akhir dalam pengolahan padi menjadi gabah, proses ini dilakukan dengan berbagai metode perontokan salah satunya dengan menggunakan mesin perontok padi. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hasil dan waktu proses produksi dengan menggunakan variasi jarak drum perontok dengan garpu perontok yang berbeda. Manfaat penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari variasi jarak terhadap hasil dan waktu proses produksi menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data studi pustaka dan observasi. Lokasi penelitian di bengkel Laboratorium Universitas HKBP Nommensen Pemtatangsiantar, Sumatera Utara. Proses penelitian berupa pengujian yang dilakukan dengan memvariasikan jarak drum perontok dengan garpu perontok dengan variasi jarak 9 cm, 11 cm, 13 cm dengan kecepatan putar 3600 rpm dan daya 6 HP. Dilakukan masing-masing empat kali pengulangan dalam setiap variasi jarak . Hasil produksi dan waktu proses produksi yang efisien pada variasi jarak 9 cm dengan kecepatan putar 3600 dan daya 6 HP.
Rancang Bangun Perajang Jahe Menggunakan Motor Listrik Dengan Daya 1.4 HP Dan Tekanan 1300 PS Damanik, Daniel Elman; purba, Jhon sufriadi; siahaan, saloom
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.8150

Abstract

Proses perajangan jahe dimasyarakat pada umumnya masih manual. Proses perajangan secara manual dengan maksud untuk mengawetkan mampu mengimbangi akan kebutuhan jahe terkhususnya jahe merah yang sangat tinggi bagi masyarakat terutama pada masyarakat yang memiliki UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Atas permasalahan diatas peneliti berencana mencari alternatif untuk proses perajangan segala jenis jahe yang lebih cepat dengan melakukan penelitian untuk merancang suatu mesin yang dapat merajang jahe secara cepat dengan hasil yang banyak. Adapun juga yang menjadi kendala dalam proses perajangan jahe secara manual yakni arah perajangan yang dilakukan pada jahe terutama pada jahe merah. Hasil perancangan mesin perajang jahe memiliki dimensi yang ergonomis. Pengoperasian mesin mudah dan hanya membutuhkan tenaga satu orang operator. Kapasitas perajangan jahe mencapai 80 kg/jam. Daya motor listrik menggunakan 0,25 hp dengan putaran motor 1400 rpm dan putaran akhir pada piringan pisau 210 rpm. Sistem transmisi mengggunakan v-belt tipe A-34 dan A-43. Hasil analisa struktur pada mesin menunjukkan bahwa rangka dalam keadaan aman. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia, menggunakan huruf Arial Narrow ukuran 11 cetak miring (Italic), spasi tunggal. Abstrak berisi ringkasan dari keseluruhan artikel, terdiri pendahuluan, apa yang dilakukan, apa yang dihasilkan, dan penutup
Analisis Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Di Desa Siboruon, Balige, Kabupaten Toba Samosir Siahaan, Saloom Hilton; Panjaitan, Muktar
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1171

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kepulauan terbanyak di bandingkan dengan negara lain. Tidak kurang dari 17.000 pulau yang ada di Indonesia, sehingga Indonesia mendapat julukan negara maritim atau negara dengan kepulauan yang luas. Banyaknya pulau di Indonesia merupakan anugerah tersendiri bagi Indonesia tetapi di samping itu ada masalah yang harus di hadapi yaitu mengenai pemerataan listrik yang tidak sama di setiap daerah. Beberapa daerah di Indonesia perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan listrik yang memadai. Daerah.Desa Siboruon Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang potensial untuk dibangun PLTMH. Hal yang mendukung pendapat ini adalah letak daerah Desa Siboruon yang tak jauh dari aliran Sungai Sampuran. Serta keadaan topografi daerah Desa Siboruon yang terjal membuat daerah ini mempunyai head yang merupakan komponen penting PLTMH. Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTMH) Desa Siboruon Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara dilakukan dengan memanfaatkan bangunan.PLTMH lama yang masih ada. Bangunan lama tersebut kemudian didesain ulang sehingga dapat menampung debit yang ada saat ini. Serta pemilihan turbin yang lebih tepat diharapkan dapat menunjang daya bangkit PLTMH. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PLTMH Desa Siboruon Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir mempunyai debit andalan.65 m3/detik serta head.2.56 m. Dengan daya yang mungkin dibangkitkan adalah sebesar 29.87 kW.
ANALISIS ENERGI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS), SERAT (FIBER), DAN CANGKANG (SHEEL), SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA BOILER PABRIK KELAPA SAWIT SIBURIAN, JAN HARY I. SIBURIAN; SIBURIAN, JAN HARY; Sianturi, Tambos August; Siahaan, Saloom Hilton
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Desember)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis energi pada pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan bakar boiler serta membandingkan nilai kalor dan efisiensi pembakarannya dengan biomassa serat (fiber) dan cangkang (shell) pada pabrik kelapa sawit berkapasitas 30 ton/jam. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui potensi energi biomassa hasil samping pabrik kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif yang efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian nilai kalor menggunakan bomb kalorimeter otomatis terhadap tiga jenis biomassa, yaitu TKKS, serat, dan cangkang. Masing-masing sampel dikeringkan hingga kadar air mencapai 10–12% sesuai standar pengujian, kemudian diuji sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai kalor rata-rata. Data hasil pengujian digunakan untuk menghitung energi uap yang dihasilkan (energi output), energi input biomassa, serta efisiensi termal boiler berdasarkan persamaan termodinamika dengan asumsi tekanan operasi 21 bar, temperatur jenuh 215°C, dan kapasitas 30 ton uap per jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor rata-rata TKKS sebesar 3.427 kkal/kg, serat sebesar 4.130 kkal/kg, dan cangkang sebesar 4.770 kkal/kg. Nilai kalor tertinggi terdapat pada cangkang karena kandungan lignin dan karbon tetap yang lebih tinggi dibandingkan dua biomassa lainnya. Berdasarkan perhitungan energi, untuk menghasilkan energi uap sebesar 20.130.000 kkal/jam, diperlukan biomassa sebanyak 8,39 ton/jam TKKS, 6,96 ton/jam serat, dan 6,03 ton/jam cangkang. Efisiensi termal boiler rata-rata berada pada kisaran 70%, menunjukkan performa pembakaran yang cukup baik untuk sistem boiler.
Analisa variasi jarak mata parut terhadap getaran mesin pemarut kelapa menggunakan dinamo listrik 125 watt SITUMORANG, REGI CHANDELA; Siahaan, Saloom; Purba, Jhon
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Desember)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak mata parut terhadap tingkat getaran pada mesin pemarut kelapa yang menggunakan dinamo listrik berdaya 125 watt sebagai penggerak utamanya. Getaran pada mesin pemarut berpengaruh terhadap kenyamanan operator, efisiensi energi, serta umur pakai komponen mesin. Variasi jarak mata parut yang diuji adalah 1 mm, 2 mm, dan 3 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat ukur getaran (vibration meter) pada kecepatan putar 2800 rpm dan massa kelapa sebesar 500 gram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak mata parut 1 mm menghasilkan getaran tertinggi dengan percepatan rata-rata 75 mm/s², sedangkan jarak 3 mm menghasilkan getaran terendah dengan percepatan rata-rata 36 mm/s². Jarak 2 mm menghasilkan getaran yang relatif stabil serta hasil parutan yang masih halus. Dengan demikian, jarak mata parut 2 mm dinilai paling optimal karena mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas mesin dan kualitas hasil parutan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan desain mesin pemarut kelapa yang lebih efisien, nyaman digunakan, dan hemat energi.