Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL SELAMA PROSES PERSALINAN Ulfah , Diana; Ratnasari, Fithri; Elviani, Yeni; Fatimah, Siti; Sumartini, Sri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknik relaksasi dalam mengurangi kecemasan pada ibu hamil selama proses persalinan. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini melakukan analisis terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan dari basis data akademik seperti PubMed dan Google Scholar. Temuan dari studi literatur menunjukkan bahwa teknik relaksasi, termasuk pernapasan dalam, meditasi, dan visualisasi, efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pada ibu hamil. Implementasi teknik ini tidak hanya membantu ibu hamil untuk mengendalikan respons stres mereka, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kesehatan fisik selama persalinan dengan mengurangi kebutuhan akan intervensi medis yang intensif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan pelatihan teknik relaksasi dalam perawatan prenatal rutin sebagai bagian dari persiapan ibu hamil menghadapi proses persalinan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi praktisi kesehatan untuk meningkatkan perawatan kesehatan maternal dengan pendekatan yang holistik.
Effectiveness of Acupressure Therapy in Reducing Blood Pressure Among Older Adults with Hypertension Hartati, Sri; Kamesworo; Elviani, Yeni
International Journal of Health Concord Vol. 1 No. 1 (2025): International Journal of Health Concord
Publisher : Lembaga Chakra Brahmanda Lentera (Chakra Brahmanda Lentera Institute) [CANDLE]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/ihc.v11.10

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that remains one of the leading causes of premature death worldwide. However, in the elderly population, there is a decline in muscle mass and strength, decreased heart rate, reduced exercise tolerance, and lowered cardiovascular capacity. The objective of this study was to determine the effect of acupressure therapy on blood pressure reduction in elderly patients with hypertension Methods: This study employed a quantitative research design using a quasi-experimental method to evaluate the effectiveness of the intervention. The research was conducted among elderly individuals with hypertension in the working area of Pagar Agung Public Health Center, Lahat, in 2023 Result: The results of the paired t-test showed a statistically significant difference in blood pressure before and after acupressure therapy, with a p-value of < 0.001 (p < 0.05). This indicates that acupressure therapy had a significant effect on reducing blood pressure in elderly patients with hypertension Conclusion: Acupressure therapy is effective in lowering blood pressure among older adults with hypertension. This non-pharmacological intervention can be considered as an alternative or complementary approach in hypertension management for the elderly population.
Penyuluhan Tentang Pernikahan Dini di RT 008 RW 003 Desa Pematang Bango Kelurahan Curup Jare Kota Pagar Alam Nursanti, Rina; S, Suprida; R, Rohaya; Elviani, Yeni
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 9 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17925567

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), early marriage is a marriage in which one or both partners are still categorized as children or adolescents under the age of 19 years. According to the Indonesian Law No. 1 of 1974, Article 7 paragraph 1, marriage is only permitted if the male has reached the age of 19 years and the female has reached the age of 16 years. If they are below this age, it is referred to as early marriage. In general terms, early marriage is a formal institution that binds two individuals of the opposite sex who are still adolescents into a family relationship. Adolescence itself is a transitional period from childhood to adulthood, during which individuals experience rapid changes in various aspects of life. They are no longer children in terms of physical appearance, attitudes, ways of thinking, and behavior, yet they are not fully mature adults.The factors causing early marriage include economic conditions, education, parental influence, mass media and the internet, pregnancy outside of marriage, customs and culture, and adolescent emotionality. Early marriage is not recommended for several reasons, including an increased risk of sexually transmitted diseases, higher incidence of sexual violence, increased pregnancy risks, psychological problems, and a higher risk of low social and economic status.
Penyuluhan Tentang Pernikahan Dini di RT 008 RW 003 Desa Pematang Bango Kelurahan Curup Jare Kota Pagar Alam Nursanti, Rina; S, Suprida; R, Rohaya; Elviani, Yeni
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 9 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17925567

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), early marriage is a marriage in which one or both partners are still categorized as children or adolescents under the age of 19 years. According to the Indonesian Law No. 1 of 1974, Article 7 paragraph 1, marriage is only permitted if the male has reached the age of 19 years and the female has reached the age of 16 years. If they are below this age, it is referred to as early marriage. In general terms, early marriage is a formal institution that binds two individuals of the opposite sex who are still adolescents into a family relationship. Adolescence itself is a transitional period from childhood to adulthood, during which individuals experience rapid changes in various aspects of life. They are no longer children in terms of physical appearance, attitudes, ways of thinking, and behavior, yet they are not fully mature adults.The factors causing early marriage include economic conditions, education, parental influence, mass media and the internet, pregnancy outside of marriage, customs and culture, and adolescent emotionality. Early marriage is not recommended for several reasons, including an increased risk of sexually transmitted diseases, higher incidence of sexual violence, increased pregnancy risks, psychological problems, and a higher risk of low social and economic status.
Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Serta Pencegahannya Pada Kader PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang Mujiyati; Elviani, Yeni
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708636

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut saat pandemi Virus Corona mengalami penurunan. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, mulai dari penerapan protokol kesehatan berupa jaga jarak, banyak orang yang kehilangan pekerjaan sehingga mengorbankan kesehatan gigi dan mulut, serta konsumsi gula yang meningkat saat pandemi Virus Corona. Pengabmas dilakukan pada kader PKK di Jl. Hulubalang II RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Tim pengabmas memilih 10 orang kader dan memberikan pretest terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta pencegahannya. Setelah selesai Kader diberikan post test untuk mengetahui sejauh mana Kader menerima dan mencerna materi yang diberikan. Tim memberikan penyuluhan dengan menggunakan model gigi, buka materi yang dibagikan kepada Kader, dan flifchart. Tim pengabmas menjaga komunikasi dengan Kader agar pengabmas dapat berjalan lancar, pemantauan dan evaluasi dalam rangka penyempurnaan kerja pengabmas agar mendapat hasil baik dan mengharapkan perubahan kognitif, mengenai kesehatan gigi dan mulut. Hasil perolehan angka pretest sebelum dilakukan penyuluhan adalah rata rata 86.5, hasil perolehan angka postest setelah dilakukan penyuluhan adalah rata-rata 97 serta Kader antusias menerima materi dari tim pengabmas. Akhir pengabmas, Kader diminta untuk memperagakan cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta Kader lainnya diminta untuk menjelaskan secara lisan materi yang telah dijelaskan oleh tim. Hasilnya sangat baik, karena Kader rata rata memahami materi yang telah diberikan.
Kegiatan Pendampingan Posyandu Remaja di Rt 008 Rw 003 Kelurahan Curup Jare Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagaralam Nursanti, Rina; Suprida; Rohaya; Elviani, Yeni
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708673

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 10 tahun sampai 19 tahun. Remaja merupakan masa transisi perekembangan mental, fisik dan reproduksi manusia dapat berdampak pada status kesehatan secara umum. Perkembangan informasi dan teknologi dapat memepengaruhi perilaku remaja sehat termasuk perilaku berisiko. Permasalahan yang terjadi pada remaja antara lain anemia pada remaja, kenakalan remaja, susah berkonsentrasi, kurang percaya diri, penyalahgunaan obat dan narkotika, merokok. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kader posyandu remaja. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kader remaja tidak aktif dan belum mendapatkan pelatihan, serta terdapat 2 kejadian kehamilan remaja. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah merevitalisasi posyandu remaja dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan tentang pelaksanaan posyandu remaja. Hasil dan luaran yang dihasilkan adalah terbentunya kader posyandu remaja dengan menerapkan sistem 5 meja pelatihan kader untuk pelaksanaan pemeriksaan penimbangan tinggi badan, LILA, IMT dan pemeriksaan tekanan darah. Bila remaja dipersiapkan dalam melewati proses perubahannya diharapkan dapat membantu masalah kesehatan yang ada khususnya untuk mengurangi angka kematian ibu. Posyandu remaja hadir dalam rangka membantu remaja menghadapi permasalahannya yang kompleks. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan perilaku kesehatan reproduksi remaja yang mengikuti dan yang tidak mengikuti posyandu Remaja di Kota Pagar Alam Amiliano, S. (2018). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender (lavandula angustifolia) terhadap Penurunan Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota. JOM FKp, 7 No. 1, 7–13. Andriani, Agnes Widdya. (2017). Pengaruh Aromaterapi Essesial Jeruk Lemon terhadap Kejadian Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Journal. Universitas „ Aisyiyah Yogyakarta Bartini, I. (2012). ANC: Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Normal (ASKEB II) Dilengkapi Panduan Praktikum dan Senam Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika. Buckle, J. (2023). Clinical Aromatheraphy (second edition). United States: Churchill Livingstone. Cavanagh, H. M. A. dan Wilkinson, J. M. (2002).Biological Activities of Lavender Essential Oil. Pytotherapy Research, Vol. 16, No. 4, hal. 301-308 Dewi, V. N., & Sunarsih, T. (2012). Asuhan Kehamilan Untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. Irianti, B. dkk. 2023. Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti. Jakarta: Sagung Seto