Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan komunikasi orang tua dengan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia 4-6 tahun: The relationship between parental communication and language delays in children aged 4-6 Years Aisyah, Harnina Samantha; Harmiardillah, Sylvi; Oktavianti, Laelia
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2801

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan aspek yang sangat penting pada anak usia dini. Bahasa berfungsi sebagai sarana bagi anak untuk menyampaikan pikiran dan berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak berperan penting dalam merangsang perkembangan kosakata anak. Variabel independen pada penelitian ini adalah komunikasi orang tua, variabel dependen pada penelitian ini adalah ketelambatan perkembangan bahasa anak usia 4-6 tahun. Desain penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 34 orang tua dan anak usia 4-6 tahun, menggunakan Teknik Simple Radom Sampling didaptkan sebanyak 34 orang tua dan anak usia 4- 6 tahun. Data penelitian ini diambil menggunakan kuesioner. Setelah ditabulasi data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 18 anak mendapatkan komunikasi orang tua yang baik, dan sebanyak 25 anak usia 4-6 tahun perkembangannya sesuai Berdasarkan uji statistik, diperoleh H1 diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan antara komunikasi orang tua dengan perkembangan bahasa pada anak usia 4-6 tahun. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan orang tua memberikan komunikasi yang baik kepada anak sesuai usianya, supaya anak bisa mencapai perkembangan bahasa yang sesuai berdasarkan tingkat usia.
Hubungan Perilaku Bullying Dengan Konsep Diri Pada Anak Di SDIT Al-Uswah Tuban Haepy Azelia Zahra; Fadila Rizki Amalia; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i3.4536

Abstract

Self-concept is an individual's views and feelings about himself that determine the determinants in communicatingwith others. Children who have a negative self-concept will view themselves and their environment in a low lightand aggressiveness among students will have the most negative impact. The purpose of this study was to determine the relationship between bullying behavior and self- concept in children at SDIT Al-Uswah Tuban. The design of this study used analytic correlation with a cross-sectional approach which was analyzed using random sampling technique on 52 respondents. The data was taken using a questionnaire on bullying behavior and self-concept, thenanalyzed using the Spearman rank test. The results showed that 71.2% had a high self-concept, 69.2% had mild bullying behavior. Statistical test results obtained p = 0.001 (p <0.05) and r = 0,436, which means that there is a significant relationship between bullying behavior and self-concept in children with sufficient relationship strength.Students who have a high self- concept have low bullying behavior. Therefore, parents are expected to monitor andgive advice to their children to be kind to others. Therefore, the school teaches children many things so that this can become a child's weapon in the future through religious knowledge, because to become a better person.
PENINGKATAN LAYANAN ASUHAN KEFARMASIAN PADA USIA LANJUT MELALUI INTERPROFESSIONAL COLLABORATION DAN SISTEM KESEHATAN TERINTEGRASI GUNA MEMBENTUK MASYARAKAT PATUH OBAT Primanitha Ria Utami; Devi Ristian Octavia; Sylvi Harmiardillah; Novely Dwita Ramadhani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17758

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan pada usia lanjut ditandai penurunan fungsi organ, adanya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui peningkatan kualitas hidup pasien, tercapainya outcome terapi pasien yang terlihat dari terkontrolnya data tekanan darah, gula darah pasien lansia dengan kolaborasi bersama tenaga kesehatan di Puskesmas Babat yang memiliki keahlian khusus untuk diimplementasikan melalui interprofessional collaboration. Mitra pemberdayaan ini adalah tim tenaga kesehatan puskesmas babat dengan sasaran kegiatanya adalah di posyandu lansia desa Kuripan dan desa sumurgenuk. Peserta kegiatan berjumlah 40 pasien lansia. Pelaksanaan Kegiatan ini di bulan Juli-September yang terbagi menjadi beberapa bagian sosialisasi kepatuhan minum obat, pelatihan penggunaan website ‘pharmcare’ untuk kader posyandu lansia dan pasien, pemberian kemasan obat khusus, konseling edukasi obat untuk pasien lansia dan monitoring kepatuhan minum obat sebelum dan sesudah penggunaan website ‘pharmcare’. Adanya peningkatan kepatuhan sejumlah 47,50% kepatuhan tinggi,40,00% kepatuhan sedang, dan 12,50% kepatuhan rendah menjadi indikator keberhasilan program bahwasanya intervensi yang dilakukan oleh tim pengabdi berupa pemberian sistem layanan kesehatan yang dapat diakses dimanapun, pemberian kemasan obat praktis untuk mempermudah aturan pakai obatnya dalm hal waktu minum,pembeda waktu minum obat juga dimanfaatkan dengan baik oleh kader maupun peserta posyandu lansia.Abstract: Health problems in old age are characterized by decreased organ function, the presence of chronic diseases such as hypertension and diabetes mellitus. The aim of this activity is to determine the improvement in the patient's quality of life, achieving patient therapy outcomes which can be seen from the controlled blood pressure and blood sugar data of elderly patients by collaborating with health workers at the Babat Community Health Center who have special expertise to be implemented through interprofessional collaboration. This empowerment partner is a team of health workers at the Babat Community Health Center with the target of their activities being at the posyandu for the elderly in Kuripan village and Subergenuk village. The activity participants numbered 40 elderly patients. Implementation of this activity in July-September is divided into several sections: socializing medication adherence, training on using the 'pharmcare' website for elderly posyandu cadres and patients, providing special medication packaging, drug education counseling for elderly patients and monitoring medication adherence before and after use of the 'pharmcare' website. An increase in compliance of 47.50% high compliance, 40.00% moderate compliance, and 12.50% low compliance is an indicator of the success of the program because the intervention carried out by the service team is in the form of providing a health service system that can be accessed anywhere, providing practical drug packaging. To simplify the rules for using medicine in terms of when to take medicine, differentiating times for taking medicine are also well utilized by elderly posyandu cadres and participants.
Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi Anak Prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Safinatul Ilmia; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 2 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i2.414

Abstract

Latar Belakang: Masalah utama kesehatan pada gigi dan mulut yang berhubungan dengan kurangnya kebiasaan dalam pencegahan terjadinya suatu penyakit salah satunya karies gigi. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional survey, populasi sebanyak 52 anak di TK Tarbiatussalam 2, yang diambil dengan tekhnik simple random sampling didapatkan sebanyak 46 anak. Data yang diambil menggunakan kuesioner dan observasi lansung yang dianalisis menggunakan Uji Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan anak dengan kebiasaan menggosok gigi kurang baik mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (54,3%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak dengan konsumsi makanan kariogenik kategori tinggi mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (71,7%). Sedangkan dari hasil Uji statistik diperoleh nilai p 0,00 dengan nilai corelation coeffecient 0,515 dan 0,633 artinya ada hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan dengan arah korelasi kuat. Kesimpulan: Mengajarkan kebiasaan dan pengawasan harus ditanamkan oleh guru dan orang tua dalam pencegahan terjadinya karies gigi pada anak. Untuk menciptakan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.
Pengaruh Senam Ceria Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun di TK Pembangunan Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Alifah Rizqiani, Febrina; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 2 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i2.428

Abstract

Latar Belakang: Anak prasekolah adalah anak yang lahir usia 4-6 tahun. Rendahnya kemampuan motorik kasar dapat mengakibatkan tumbuh kembang dan emosi anak tidak dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kemampuan motorik kasar yang rendah akan membuat rasa percaya diri dan kemandirian anak berkurang untuk melanjutkan pendidikan yang lebih lanjut. Pentingnya kegiatan motorik kasar dilakukan sejak dini agar anak dapat menggerakkan anggota badannya sesuai kebutuhan anak. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh senam ceria terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah di TK pembangunan desa balun. Metedologi: Desain penelitian quasi eksperimen pretest – posttest without control group. Peneliti memberikan intervensi kepada responden berupa senam ceria sebanyak 1 kali/minggu selama 5 minggu. Sebelum dan sesudah intervensi peneliti melakukan pemeriksaan perkembangan motorik kasar menggunakan instrumen DDST. Jumlah responden 46 anak usia pra sekolah. Analisa data bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pre-test dan post-test dari 5 aspek penilaian motorik kasar. Nilai p = 0,000. Ada pengaruh senam ceria terhadap peningkatan motorik kasar pada anak usia pra sekolah di TK pembangunan desa balun. Kesimpulan: Pada saat melakukan senam ceria, anak dapat bergerak dan mengkordinasikan tangan dan kaki dengan irama musik yang ada. Hal ini akan meningkatkan otot-otot kasar pada anak sehingga kemampuan motorik kasar pada anak meningkat.
A PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PERSONAL HYGIENE PADA MURID USIA SEKOLAH DASAR DI SD MUHAMMADIYAH SUGIO KABUPATEN LAMONGAN Gessa Tegar Syahrul Mauluddin; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5809

Abstract

Pada usia anak sekolah dasar merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat baik bagi anak, karena mereka mempunyai banyak aktivitas yang seringkali berhubungan langsung dengan lingkungan yang kotor sehingga menyebabkan anak–anak rentan terserang penyakit. Namun, personal hygiene sering diabaikan oleh anak anak karena mereka belum memahami arti pentingnya personal hygiene dan dampaknya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Promosi Kesehatan Menggunakan Media Video terhadap Kemampuan Personal Hygiene pada Murid Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah Sugio Kabupaten Lamongan. Desain penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Populasi sebanyak 60 responden, menggunakan teknik Simple Random Sampling  didapatkan sebanyak 52 responden. Data penelitian ini diambil menggunakan Lembar Observasi tingkat Kemampuan Murid tentang Personal Hygiene . Setelah ditabulasi data yang dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kemaknaan p= <0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar 44 responden (84,62%) memiliki tingkat kemampuan personal hygiene yang buruk sebelum diberikan promosi kesehatan menggunakan media video. Setelah diberikan menunjukkan bahwa sebagian besar 39 responden (75,00%) memiliki tingkat kemampuan personal hygiene yang sangat baik. Berdasarkan hasil diatas dengan nilai signifikasi p sign = 0,000. Artinya ada pengaruh  pengaruh  yang signifikan pada Pengaruh Promosi Kesehatan Menggunakan Media Video terhadap Kemampuan Personal Hygiene pada Murid Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah Sugio Kabupaten Lamongan. Metode promosi kesehatan menggunakan media video dapat meningkatkan kemampuan seseorang karena didalamnya terdapat audio visual dan animasi sehingga membuat seseorang tertarik dan tidak merasa bosan
Status Gizi, Stimulasi Dan Perkembangan Motorik Halus: Studi Korelasi Pada Anak Usia Dini Sylvi Harmiardillah; Aisyah Harnina Samantha; Fauziah Amelia Rizky
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Nutritional condition and parental stimulation play a crucial role in early childhood development. Emerging evidence strengthens the view that inadequate nutrition, compounded by a lack of parental stimulation, is a major barrier to the development of fine motor skills in children. This relationship requires further investigation. Objective: This study aims to determine the relationship between nutritional status and parental stimulation and fine motor development in children aged 4–6 years. Methods: This study used an analytic correlation design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 32 children and their parents, selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman Rho test with a significance level of p<0.05. Results: The results showed a significant relationship between nutritional status (p=0.000; rs=0.596) and parental stimulation (p=0.000; rs=0.654) and fine motor development. Conclusion: Adequate nutrition provides the biochemical foundation for the maturation of the neuromotor system, while Parental stimulation, through object manipulation and guided play, generates critical sensorimotor feedback that strengthens the neural circuits responsible, which is the basis of proficient fine motor performance. These results demonstrate the importance of parental attention to ensuring adequate nutrition and providing appropriate stimulation to support optimal child development based on age.
Pengaruh Edukasi PHBS Menggunakan Media Flash Card Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dalam Pencegahan Diare Elsa Meylinda; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1598

Abstract

Pendahuluan Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan berisiko menyebabkan dehidrasi. Rendahnya pengetahuan dan sikap mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko diare. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi PHBS menggunakan media flash card terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dalam pencegahan diare pada siswa SDN 1 Jubel Kidul. Metode Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 72 siswa kelas 1–6 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap mengenai PHBS dalam pencegahan diare. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup dan sikap kategori negatif. Setelah diberikan edukasi, hampir seluruh siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori baik dan sikap kategori positif. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh edukasi PHBS menggunakan media flash card terhadap tingkat pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000). Pembahasan Edukasi PHBS menggunakan media flash card efektif meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa dalam pencegahan diare.