Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK CAIR TEH HITAM (Camellia sinensis) DAN AIR LEMON (Citrus limon) Yanuarti, Rini; Muziburohman, Dede; Fajar, In Rahmi Fatria
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v5i1.24783

Abstract

Tea (Camellia sinensis) is a drink that is one of the favorites of Indonesian people. Black tea contains polyphenol compounds which act as antioxidants. The compound components of lime fruit (Citrus limon) have antioxidant activity. The brewing process is very beneficial because antioxidant compounds are obtained optimally and can maintain the quality of chemical compounds. The aim of this research was to determine the interaction based on the results of antioxidant activity tests on a combination of black tea liquid extract and lemon juice. This research is included in the experimental design carried out at the Tarumanagara University Laboratory, Cilandak, South Jakarta. The research methods used included phytochemical screening, ash content test, total flavonoid test and antioxidant test using SNI 01-1902-1995 tea brewing standards. The research results showed that the phytochemical screening combination of black tea liquid extract and lime juice contained flavonoid, saponin, tannin and terpenoid compounds. The ash content in black tea liquid extract has a value of 0.34%. The presence of flavonoid compounds which have a value of 472.115 mgQE/g extract indicates antioxidant activity. The combination of black tea liquid extract and lemon water has antioxidant activity. The combination of black tea A: lemon water (1:1) is included in the moderate antioxidant category with an IC50 value of 135.103 ppm and an AAI value of 0.740. The combination of black tea C: lemon water (2:1) gets an IC50 value of 74,742 ppm and an AAI value of 1,337, which is included in the strong antioxidant category. The combination of sample B black tea: lemon water (1:2) got an IC50 value of 105,400 ppm and an AAI value of 0.948, including the moderate antioxidant category. Keywords: Antioxidants, Lime juice, Black tea
In Silico Study of Inhibition of Activation Of 1A52 Ethanol Extract Leunca Fruit (Solanum nigrum L) Fajar, In Rahmi Fatria; Anwar, Effionora; Mumpuni, Esti; Desmiaty, Yesi; Agustini, Kurnia
SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): SANITAS Volume 15 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36525/sanitas.2024.516

Abstract

The development of science has found a way to prevent skin aging in menopausal women. One of the therapies is estrogen replacement therapy (17β estradiol). Skin aging in menopausal women is associated with decreased ERα expression. Leunca fruit (Solanum nigrum L) is known to contain phytoestrogens and has the potential as an antiaging agent. The purpose of this study was to predict the anti-aging effect of Solanum nigrum ethanol extract compounds through the Erα 1A52 [A] activation pathway. The research method of active substance analysis metabolite profiling was carried out by analyzing physicochemical properties using pkCSM. This analysis was carried out as an initial selection of compound safety for therapy. Molecular docking with the MVD (Free trial) application. The RMSD value ≤ 2Å indicates a valid docking and the application can be used. The results of the in silico study showed that the results of metabolite profiling showed that diosgenin was an agonist against ERα. The compound has physicochemical properties according to the Lipinski standard so that it can bind to ERα. The conclusion is that diosgenin has the potential and can act as a 1A52 [A] inhibitor so it can be used as an antiaging agent.
Pemeriksaan Asam Urat Kolesterol dan Gula Darah pada Masyarakat Pengunjung yang Berada di Kawasan Monumen Nasional Jakarta Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hidayat, Febri; Komarudin, Dede
Journal of Community Development and Empowerment Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Community Development and Empowerment, July 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jocdem.v1i4.226

Abstract

Improving public health is a key priority in health development in Indonesia. Health education and health check-ups are interrelated activities and play a crucial role in both promotive and preventive efforts. Health education aims to increase public knowledge, awareness, and healthy living behaviors, while health check-ups serve as early disease detection and risk factor identification. This study aims to improve health in an integrated manner by increasing knowledge and early disease detection among the public in the Jakarta area, especially those visiting the National Monument. The methods used were experimental and lecture methods. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires on counseling participants and the results of mass health check-ups. The examination results showed that the majority of visitors suffered from gout and hypertension. Health education for visitors went smoothly. In conclusion, this community service activity went smoothly and was well received by the community.
Penyuluhan Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Kepada Generasi Muda di SMP Al Fakhriyah Desa Banjarsari Ciawi-Bogor Fadillah, Alam Dwiki; fajar, In Rahmi Fatria; Aprijuwanti, Denakurya; Arifin, Dinda Ajeng Putri; Malisngorar, Yon C; Vitria, Evi
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1142

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial, terutama di kalangan remaja. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di SMP Al-Fakhriyah, Desa Banjarsari, Ciawi-Bogor bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan bahaya narkoba melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta pengisian pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap bahaya narkoba, dari 50% sebelum kegiatan menjadi 85% setelahnya. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang bebas narkoba.
Sabun Pembersih Kewanitaan dari Ekstrak Alga Merah (Kappaphycus Alvarezii) Sebagai Antijamur Candida albicans Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hardiyati, Iin; Idawati, Idawati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1014

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan alga merah yang banyak tumbuh dan berkembang di pesisir Indonesia. Kappaphycus alvarezii mengandung beberapa senyawa, antara lain senyawa alkaloid, fenolik (flavonoid), tannin, saponin yang berperan penting untuk menghambat pertumbuhan jamur (antijamur) salah satunya Candida albicans. Manfaat penelitian sebagai inovasi sediaan kosmetik alga merah yang dapat dijadikan komoditi pada bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sabun pembersih kewanitaan dari ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) dan mendapatkan nilai daya hambat dalam formulasi sabun pembersih kewanitaan dengan menggunakan nystatin sebagai control positif dan F0 sebagai kontrol negatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental, ekstraksi alga merah menggunakan etanol 70%, dilakukan uji evaluasi alga merah meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji logam berat, skrining fitokimia dan pengujian daya hambat jamur ekstrak terhadap Candida albicans dengan menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) memiliki kadar air 14,79%, kadar abu 67,53%, tidak mengandung cemaran logam berat pada ekstrak alga merah dan memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 2690:2016. Pada pengujian fitokimia ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) mengandung alkaloid, tannin, polifenol, saponin dan flavonoid. Hasil uji daya hambat antijamur ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) terhadap Candida albicans secara berturut-turut yaitu 2,5% sebesar 2,84 mm; 5% sebesar 5,93 mm; 10% sebesar 9,51 mm; 25% sebesar 11,19 mm; 50% sebesar 14,17 mm; dan 75% sebesar 23,68 mm. Kesimpulan ekstrak alga merah Kappaphycus alvarezii dapat dimanfaatkan sebagai sabun pembersih kewanitaan.
Formulasi Sediaan Hair Tonic Kombinasi Fraksi Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan Lendir Bekicot (Lissachatina fulica) sebagai Penumbuh Rambut Astuti, Sabrina Tri; Hardiyati, Iin; Fajar, In Rahmi Fatria
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1059

Abstract

Rambut memiliki peran yang signifikan dalam menentukan penampilan fisik seseorang. Kondisi rambut yang sehat dan indah dapat meningkatkan rasa percaya diri, sementara masalah seperti kerontokan rambut seringkali menjadi sumber kekhawatiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi fraksi n-Butanol dan Etil Asetat dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dengan fraksi lendir bekicot (Lissachatina fulica) dalam sediaan hair tonic terhadap pertumbuhan rambut. Metode penelitian melibatkan ekstraksi etanol 70% dari daun binahong yang kemudian difraksinasi menggunakan n-Butanol dan Etil Asetat(1;1), serta ekstraksi lendir bekicot menggunakan etanol 96%. Hair tonic diformulasikan dalam tiga perbandingan zat aktif untuk menciptakan Formulasi I (1:1), Formulasi II (1:2), dan Formulasi III (2:1) masing masing sebanyak 100 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formulasi II menunjukkan pertumbuhan rambut terpanjang dengan efektivitas terbaik pada tikus putih (Rattus norvegicus) pada hari ke-14. Pengkombinasian fraksi n-Butanol dan Etil Asetat dari daun binahong dengan lendir bekicot dalam sediaan hair tonic memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat pertumbuhan rambut. Hal ini mengindikasikan potensi besar dari bahan alami tersebut sebagai alternatif perawatan rambut yang aman dan efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan produk-produk perawatan rambut yang berbasis pada bahan alami, serta mendorong penelitian lebih lanjut terkait penggunaan bahan-bahan alami dalam industri kecantikan.
Formulasi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Tithonia Diversifolia (Hemsley) A. Gray Dalam Sediaan Serum Sunscreen Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1100

Abstract

Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit wajah adalah serum. Serum merupakan sediaan cair konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam menghantarkan bahan aktif ke dalam kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi bunga kembang bulan (Tihthonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) mengunakan etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan penentuan nilai Sun Protection Faktor (SPF) menggunakan metode spektrofotometer UV VIS. Nilai SPF dihitung menggunakan metode Mansur. Formula basis serum dilakukan optimasi penggunaan Tween 80 dan Span 80 untuk mendapatkan formula basis terbaik selanjutnya dibuat formula serum sunscreen. Kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan berdasarkan nilai IC50 ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak adalah 129, 2 ppm dan nilai SPF ekstrak berturut-turut kosentrasi 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, dan 500ppm adalah 14, 16, 19, 22 dan 33. Hal ini menunjukkan nilai SPF ekstrak bunga kembang bulan masuk kategori maksimal dan ultra. Diperoleh formula basis terbaik adalah kombinasi Tween 80 3,75 dan Span 80 1,25. Hasil diperoleh dari Analisa menggunakan Simple Lattice Desain menggunakan software Desain Expert. Formula serum dibuat menjadi F1, F2 dan F3, dimana F1 adalah basis serum, F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai nilai SPF berturut-turut adalah F1 17, F2 21 dan F3 31. Kesimpulan penelitian ini adalah ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 1000-7000 cps dan ketiga formula mempunyai nilai SPF dengan kategori proteksi ultra.
Formulasi Gel Luka Bakar Nanopartikel Ekstrak Daun Kipait (Tithonia diversifolia (Hemls.) A. Gray) Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/z5m74532

Abstract

Penyembuhan luka bakar dapat berlangsung optimal apabila senyawa aktif mampu berpenetrasi dengan baik ke dalam mukosa. Salah satu faktor yang memengaruhi penetrasi adalah ukuran partikel obat. Penerapan teknologi nano di bidang farmasi memiliki berbagai keunggulan, seperti meningkatkan kelarutan senyawa, meningkatkan absorpsi, serta memungkinkan penggunaan dosis yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanoekstrak daun kipait (Tithonia diversifolia (Hemls) A. Gray) dan memformulasikannya ke dalam sediaan gel sebagai agen anti luka bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun kipait dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental diuji parameter spesifik meliputi uji organoleptik, identifikasi senyawa metabolit sekunder, penetapan kadar fenol total, serta analisis GC-MS. Parameter nonspesifik yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, dan susut pengeringan. Pembuatan nanopartikel dilakukan dengan metode gelasi ionik menggunakan kitosan dan NaTPP. Nanoekstrak diformulasikan dengan variasi perbandingan kitosan 0,3% dan NaTPP 0,1% pada tiga formula (F1, F2, dan F3). Karakteristik nanoekstrak meliputi ukuran partikel, zeta potensial, indeks polidispersitas (PDI), dan morfologi menggunakan SEM. Selanjutnya, nanoekstrak diformulasikan dalam sediaan gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kipait mengandung flavonoid, fenol, saponin, alkaloid, serta steroid/terpenoid dengan kadar fenol total 69,6 mg/g GAE. Formula terbaik (F3) menghasilkan ukuran partikel 300 nm, zeta potensial 35,0, PDI 0,489, dan morfologi bulat beraturan. Sediaan gel nanoekstrak pada konsentrasi 0,69% dan 1,38% memenuhi persyaratan mutu fisik gel. Disimpulkan bahwa sediaan gel nanoekstrak daun kipait memiliki kualitas yang baik sebagai sediaan anti luka bakar.
FORMULASI DAN EVALUASI SOLID PARFUMEDENGAN BASIS KARAGENANAN MENGGUNAKAN ESSENSIAL OIL CITRUS (Citrus sinensis), JASMINE (Jasminum sambac) DAN VANILA (Vanila planifolia) Iin Hardiyati; In Rahmi Fatria Fajar; Nia Novitasari
ISTA Online Technologi Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v1i1.22

Abstract

Abstrak Parfum merupakan produk yang tidak asing lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu kebutuhan untuk tampil percaya diri. Parfum merupakan campuran senyawa aromatik, minyak essensial, fixatif, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan keharuman dan dapat dikembangkan sebagi produk aplikasi minyak atsiri dalam bentuk solid parfum. Solid parfume adalah parfum padat yang umumnya terbuat dari campuran fume oil dan wax. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental yang terdiri dari 6 tahapan diantaranya preformulasi, pemilihan bahan, pembuatan, hasil, evaluasi dan produk jadi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi solid parfume dengan basis karagenanan dengan menggunakan essesial oil citrus, Jasmine dan vanila. Evaluasi yang dilakukan pada sediaan solid parfume dengan menggunakan beberapa metode diantaranya dengan uji hedonik, uji sensori, uji scoring, uji gravimetri dan uji stabilitas. Dan dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan konsentrasi terbaik dari karagenanan sebagai basis adalah karagenanan 2,5% dan nilam 2% sebagai fixatif. Dari hasil tes uji hedonik essensial oil yang paling banyak disukai dari ketiga formula adalah formula dengan essensial oil citrus. Sedangkan solid parfume dengan vanila memiliki ketahanan wangi yang lebih awet dibandingkan dengan citrus dan jasmine. Dari hasil evaluasi stabilitas ketiga formula didapatkan hasil sediaan solid parfume yang stabil. Abstract Green perfume is a familiar product used in everyday life as a need to appear confident. Perfume is amixture of aromatic compounds, essential oils, fixatives, and solvents used to provide fragrance. Solidparfume is a solid perfume that is generally made of a mixture of fume oil and wax. The method usedin this study is an experimental method consisting of 6 stages including material selection,preformulation, manufacture, yield, evaluation and finished products. This research aims to makesolid perfume formulation with karagenanan base by using essesial oil citrus, Jasmine and vanilla. Theevaluation was performed on solid solid parfume by using several methods such as hedonic test,sensory test. scoring test, garvimetry test and stability test. And from research conducted can beconcluded the best concentration of carrageenan as base is carrageenan 2,5% and patchouli 2% as fixative. From the test results of the most preferred hedonic essential oil test of the three formulas is a formula with citrus oil essensial. While solid perfume with vanilla has a more durable fragrant resistance compared with citrus and jasmine. From the result of stability evaluation of the three formulas we get solid stable parfume dosage result.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L) SEBAGAI ANTIDIARE TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) In Rahmi Fatria Fajar; Hanggoro Dwi Cahyo
ISTA Online Technologi Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v1i1.24

Abstract

Abstrak Daun sawo diketahui mengandung alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, steroid, triterpenoid dan glikosida.Salah satu kandungan yang terdapat didalam daun sawo adalah senyawa tanin.Tanin mempunyai sifat adstringen yang diperuntukkan untuk mengatasi disentri dan diare. Diare adalah keadaan buang air besar lembek atau cair, dapat bercampur darah atau lendir, dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam waktu 24 jam dan disertai dengan muntah, demam, rasa tidak enak di perut dan menurunnya nafsu makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol daun sawo pada mencitputih jantan (mus musculus).Metode penelitian pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Dosis ekstrak yang digunakan adalah 150 mg/22gBB, 300 mg/22gBB dan 600 mg/22gBB, Na CMC sebagai kontrol negatif dan loperamid sebagai kontrol positif.Pengujian aktivitas antidiare ekstak etanol daun sawo menggunakan metode defekasi dengan pengamatan beberapa parameter seperti pengamatan awal terjadi diare, frekuensi diare, berat fases dan lama terjadi diare setiap 30 menit selama 4 jam.Hasil penelitian menunjukkan Aktivitas antidiare dengan metode defekasi diketahui bahwa ekstrak etanol daun sawo dosis 300 mg/22gBB dan 600 mg/22gBB tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif sedangkan Pemberian Na CMC 0,5% dan dosis 150 mg/22gBB berbeda signifikan dengan kontrol positif. Hasil analisa data menggunakan one way ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji HSD.Kesimpulan ekstrak etanol daun sawo dengan analisauji statistik anova (p<0,05) yang mempunyai aktivitas antidiare pada mencit jantan dengan metode defekasi yang diinduksi dengan minyak jarak adalah dosis 600 mg/22gBB dan 600 mg/22gBB. Abstract Sapodilla leaves are known to contain alkaloids, saponins, tannins, phenolics, flavonoids, steroids, triterpenoids and glycosides. One of the ingredients contained in sapodilla leaves is the tannins compound. Tannins has astringent properties intended to treat dysentery and diarrhea. Diarrhea, which is soft or liquid bowel movements, can be mixed with blood or mucus, with a frequency of 3 times or more within 24 hours and is accompanied by vomiting, fever, discomfort in the stomach and decreased appetite. The purpose of this study was to determine the antidiarrheal activity of ethanol extract of sapodilla leaves in mice(mus musculus). Extracts were made by maceration using 70% ethanol solvent. The extract dosage used was 150 mg / 22gBB, 300 mg / 22gBB and 600 mg / 22g BB, Na CMC as a negative control and loperamide as a positive control. Examination of the ethanol antithrare activity of sapodilla leaf using defecation method by observing several parameters such as the initial occurrence of diarrhea, frequency of diarrhea, weight of fases and duration of diarrhea every 30 minutes for 4 hours.The results showed antidiarrheal activity with defecation method is known that ethanol extract of sapodilla leaves with dose of 300 mg/22g BB and 600 mg/22gBB did not differ significantly with positive control whereas administration of 0.5% CMC Na and dose of 150 mg/22gBB were significantly different from positive control. The results of data analysis using one way ANOVA, then proceed with the HSD test. Conclusion ethanol extract of sapodilla leaves with anova statistical test analysis (p <0.05) which has antidiarrheal activity in male mice with defecation method induced with castor oil is a dose of 600 mg / 22g BW and 600 mg / 22g BW.