Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Teknik Pembuatan Sarune Silahisabungan oleh Hery Sipangkar Silitonga, Arisando; Naiborhu, Torang; Sebayang, Vanesia Amelia
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pembuatan Sarune Silahisabungan oleh Hery Sipangkar serta menganalisis fungsi musikalnya dalam konteks budaya masyarakat Silahisabungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan Hery Sipangkar sebagai narasumber utama sekaligus pengrajin instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Sarune Silahisabungan dilakukan secara teliti melalui beberapa tahap, meliputi pemilihan bahan utama berupa kayu jior, tanduk kerbau, tempurung kelapa, kuningan, dan alumunium. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut dikonstruksi menjadi bagian-bagian utama instrumen seperti ipit-ipit, uttam-uttam, tukko, porda, dan angar-angar sebelum melalui proses pelarasan. Dari segi fungsi, Sarune Silahisabungan memiliki peran penting dalam ensambel Gondang Sitolupulutolu yang digunakan pada berbagai upacara adat. Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring musik, tetapi juga sebagai sar
Penggunaan Alat Musik Tambua pada Acara Baralek di Hamparan Perak, Deli Serdang Sitepu, Piere Steven Randall; Hutajulu, Rithaony; Sebayang, Vanesia Amelia
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1075

Abstract

This research discusses the use of the Tambua musical instrument in the Baralek ceremony (Minangkabau traditional wedding) held in Hamparan Perak, Deli Serdang. The study focuses on the presentation form, function, and symbolic meaning of the Tambua music within the context of the ritual. The approach used is qualitative descriptive ethnomusicology, with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. The key informants are members of Sanggar Tuah Sakato Medan, who are actively preserving Minangkabau musical practices in the migrant area (perantauan). The results show that the Tambua is presented as an ensemble (along with Tansa, Gandang, Talempong, and Bansi), with a dynamic musical structure that is integrated with every stage of the Baralek procession. The Tambua plays a role as the accompaniment for the traditional procession, a builder of the sacred atmosphere, and a medium for symbolic communication. The embedded symbolic meanings reflect core Minangkabau cultural values, such as mutual cooperation (gotong royong) and kinship ties. It can be concluded that the use of the Tambua in Baralek not only functions as an artistic expression but is also a marker of cultural identity as well as a vital medium for the preservation of Minangkabau tradition in the migrant land.