Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Empowering BUMDes Guyub Rukun: Branding strategies and digital marketing for tourism village Yuliani, Nur Laila; Afif, Naufal; Kusumaningrum, Serafica Btari Christiyani
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10553

Abstract

The “Guyub Rukun” Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Wringinputih Village, a buffer zone for the Borobudur National Strategic Tourism Area, possesses diverse potential business units but faces challenges due to limited promotion. This community service initiative aims to empower the BUMDes through improving human resource quality and developing branding and digital marketing for village tourism packages, including assistance for business units and MSMEs. A participatory rural appraisal method was implemented through socialization, training (waste management, branding, digital marketing), and mentoring. The results of the activities demonstrated a significant increase in waste management (including eco-enzyme production), an understanding of the importance of branding, and the adoption of digital marketing with the potential to increase income and welfare, as well as the formation of the “Borobudur Tourism Education” village tourism package, which is expected to enhance tourist attraction.
Etika Endorsement oleh Influencer: Antara Marketing dan Kejujuran Konsumen(Studi Kualitatif pada Konten Promosi di Media Sosial Indonesia) Muhamad Fadli Ferdi Muslim; Halimah Zahrah; Afif Naufal; Diaz Ilham; Rido Rivana
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e53jy181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dilema etika yang inheren dalam praktik endorsement oleh influencer di platform media sosial Indonesia. Mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data penelitian dikumpulkan melalui dua sumber utama: analisis konten primer terhadap postingan promosi di media sosial, dan analisis data sekunder yang berasal dari transkrip wawancara mendalam penelitian terdahulu (Putri & Suryadi, 2022). Data sekunder ini mencakup perspektif dari influencer, konsumen aktif media sosial, dan praktisi pemasaran. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa: (1) sekitar 75% influencer yang dianalisis dalam data sekunder menghadapi konflik antara kewajiban kontraktual dengan merek dan komitmen terhadap integritas pribadi, seringkali merasa tertekan untuk mempromosikan produk yang belum sepenuhnya mereka yakini; (2) konsumen menunjukkan tingkat skeptisisme yang meningkat, dengan 68% dari konten yang dianalisis tidak memiliki disclaimer yang jelas, memicu persepsi ketidakjujuran di kalangan audiens; dan (3) tekanan industri, terutama sistem komisi berbasis konversi, dapat mendorong beberapa influencer untuk mengabaikan prinsip-prinsip etika dalam produksi konten promosi. Implikasi dari studi ini menyoroti urgensi bagi para pemangku kepentingan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi endorsement yang lebih transparan, akuntabel, dan beretika.  
Sinergi Zakat dan SDGs: pelatihan Penyelarasan Program Lembaga Zakat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Wahyudi, Muhamad; Rokhaniyah, Siti; Afif, Naufal; Qurrota 'Aini, Saras Shinta
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1605

Abstract

Konsep pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu usaha untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk kesejahteraan bersama dengan memfokuskan pada tiga pilar utama, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Mengacu pada konsep tersebut, zakat sebagai salah satu instrument dalam keuangan sosial islam dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan. Selaras dengan upaya penerapan pembangunan berkelanjutan  di Indonesia, maka pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola lembaga zakat dalam menyelaraskan program lembaga zakat dengan program Sustainable Development Goals (SDGs). Pelatihan ini ditujukan kepada pengelola lembaga zakat, amil, dan pemangku kepentingan terkait. Melalui pelatihan yang menggabungkan kegiatan paparan materi, diskusi kelompok, dan studi kasus baik dalam praktik program zakat produktif, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Peserta memperoleh keterampilan untuk memetakan program zakat terhadap indikator SDGs dan merumuskan strategi pengelolaan zakat sehingga distribusi zakat mampu memberikan dampak yang lebih luas dan memastikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi mustahik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan komitmen peserta dalam mengintegrasikan program zakat ke dalam kerangka SDGs. Selain itu, pelatihan ini mendorong terciptanya komitmen kolaborasi lintas sektor baik antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan mitra organisasi, sehingga zakat dapat menjadi instrumen efektif untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi kesenjangan sosial. Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu untuk direplikasi di berbagai daerah untuk memperkuat peran zakat dalam pencapaian SDGs.
PEMBERDAYAAN UMKM PENGRAJIN BAMBU MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL DI DESA KEMBANGKUNING, MAGELANG Utami, Martiana Riawati; Afif, Naufal; Mujib, Miftachul
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.5445

Abstract

UMKM kerajinan bambu di Desa Kembangkuning, Magelang, memiliki potensi ekonomi tinggi namun menghadapi tantangan dalam pemasaran, pendapatan terbatas, dan minimnya inovasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM, khususnya pengrajin bambu, dalam pemasaran digital sebagai strategi memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Metode pelaksanaan mencakup koordinasi awal dengan pemerintah desa, seleksi peserta, dan pelatihan pemasaran digital berupa dasar-dasar digital marketing, teknik branding, pembuatan konten menarik, serta pemanfaatan platform e-commerce, dan diakhiri dengan evaluasi. Peserta pelatihan ini adalah para pelaku UMKM Desa Kembangkuning. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 88% peserta memahami dasar-dasar pemasaran digital, 76% mampu membuat akun marketplace dan mengunggah produk, serta 64% mampu menghasilkan konten promosi sederhana. Selain itu, keterlibatan pemuda desa meningkat sebesar 70% dalam mendukung branding produk. Pelatihan ini juga mendorong peran pemuda dalam pembuatan konten dan branding produk. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan dalam teknik fotografi dan keamanan digital. Kesimpulan dari kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan digital marketing dapat meningkatkan daya saing dan keterjangkauan produk UMKM secara luas. Hal ini menjadi penting karena dengan pemahaman dan pelatihan yang tepat, pelaku UMKM di daerah dapat memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk bertahan dan berkembang di era digital.
Optimalisasi peran komunitas konservasi tanaman obat keluarga (TOGA) dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Latifah, Elmiawati; Putri, Nindya Yunia; Bunga, Cut Dewi; Yusriyah , Larisa; Aliffah , Ainni Hikmatul; Hidayat, Imron Wahyu; Fanani, Herma; Afif, Naufal; Maharani, Betari
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.20853

Abstract

Tumbuhan obat dan obat tradisional sejak zaman dahulu memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan, mempertahankan stamina dan mengobati penyakit. Potensi produksi olahan dan tanaman herbal di desa Growong sebenarnya cukup melimpah, namun    masih belum dikelola dengan baik, hal ini menyebabkan kurang berfungsinya Kelompok Wanita Tani (KWT) dan terbengkalainya sarana      produksi olahan jamu serta potensi yang dimiliki oleh masyarakat    belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan pada program ini adalah metode Teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) dan transfer knowledge. Berdasarkan hasil observasi dan kesepakatan dengan kelompok tani dan perangkat desa, maka program pendampingan dan sosialisasi yang dilaksanakan meliputi budidaya dan manfaat TOGA, strategi harga produk herbal, penentuan masa kadaluwarsa, masa simpan, informasi label dan kemasan produk herbal, digital marketing serta sertifikasi     halal. Pelaksanaan program sosialisasi dan pendampingan ini telah dilaksanakan dengan baik dan lancar serta memberikan manfaat khususnya dalam kompetensi budidaya TOGA dan peningkatan kualitas serta pemasaran produk herbal. Perlu dilakukan upaya keberlanjutan pada pengabdian masyarakat di Desa Growong dengan sinergi yang baik antara masyarakat, institusi pendidikan dan pemerintah setempat dengan memperluas jejaring yang dapat mendukung pemberdayaan TOGA dan pengembangan usaha ekonomi produktif berbasis olahan tumbuhan obat.
GO TO SCHOOL WITH TRANS KOETARADJA? BARRIES TO USING PUBLIC BUSSES AMONG STUDENTS Najmi, Muazziss; Kamarullah, Kamarullah; Afif, Naufal; Rosyady, Phisca Aditya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26467

Abstract

Traveling to school can contribute significantly to the physical activity of school students. However, in Indonesia, as in other countries, many school students are driven by their parents when they want to gain access to education at school. In this study, researchers highlight the obstacles to using the Bus Trans Koetaradja (BTK) in Banda Aceh, Indonesia, a city with chaotic parking and traffic jams, especially during working and school hours. The data were obtained and categorized based on the barriers through forum group discussions involving 86 junior and senior high school students. The findings show that distance to school, parental involvement, the influence of building structures, ignorance of information, convenience, and social perceptions are significant barriers to using BTK to or from school. These barriers can be a reference for the further development of BTK services for the wider community, especially among students. Not only does it applicable in Aceh Province, but other regions can also consider the improvement
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN LABEL PANGAN, BRANDING, DAN AKUNTANSI SEDERHANA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK UMKM DI KAWASAN PARIWISATA NASIONAL CANDI BOROBUDUR DESA WRINGINPUTIH, KAB. MAGELANG Afif, Naufal; Suryatimur, Kartika Pradana; Iskandar, Nabila Faradina; Utami, Martiana Riawati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3162

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting the regional economy, especially in tourist areas. However, many MSMEs still face obstacles such as simple packaging without labels, lack of halal certification, and weak financial management. These conditions reduce the competitiveness of MSMEs in accessing modern markets and exports. This community service activity was carried out to improve MSME actors' understanding and skills in food labeling, branding, and financial management. The purpose of this activity was to provide education and assistance to MSME actors so that they could improve the legality of their businesses, strengthen product identity, and expand market reach. The activity was carried out through educational outreach, training, and mentoring using a Participatory Rural Appraisal approach. This activity involved partner MSMEs, BUMDes Guyub Rukun, and LP3H halal supervisors. The results of the activity showed that participants understood the importance of food labeling according to standards, acquired the skills to create labels with complete information, and began the process of applying for NIB, PIRT, and halal certification. Participants also gained knowledge about product branding to increase sales value and market differentiation. In addition, they began to implement simple financial record-keeping and learned about digital applications for financial management. This assistance encouraged the creation of MSME products that are better prepared to compete in the modern market and have the potential to enter e-commerce and export markets. In conclusion, this activity improved the capacity of MSMEs in Wringinputih Village in labeling, branding, and finance as a strategy to strengthen business competitiveness
PENGARUH KEPATUHAN PELAPORAN KEUANGAN, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN WHISTLEBLOWING SYSTEM TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PENGELOLAAN DANA DESA Kivaayatul Akhyaar; Anissa Hakim Purwantini; Naufal Afif; Wahyu Anggit Prasetya
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 13 No. 2 (2022): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.13.2.2022.202-217

Abstract

This study aims to empirically test the effect of financial reporting compliance, internal control systems and whistleblowing systems on fraud prevention in the management of village funds in Bansari Temanggung District. This research is a quantitative research. The source of data in this study uses primary data obtained through questionnaires. The sampling technique in this study uses purposive sampling technique, so that the research sample obtained as many as 63 respondents consisting of the village head, village secretary, treasurer, planning department and BPD in 13 villages, Bansari Temanggung District.The results of this study indicate that Financial reporting compliance and whistleblowing system have a positive effect on fraud prevention in managing village funds, temporary the internal control system has no effect on preventing fraud in the management of village funds.
KESIAPAN KERJA MAHASISWA AKUNTANSI DI ERA DIGITAL: CUKUPKAH HANYA HARD SKILLS? Naufal Afif; Azizah Hasna Arifin
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2022): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.14.1.2022.50-62

Abstract

Demands for college graduates are increasing. Traditionally, the academic ability has spearheaded the success of college graduates to get a job. However, the current trend of employers increasingly wants skills and other attributes to support academic skills, as well as for accounting graduates. World economic forum report on expertise needed in 2020 and the development of the 4.0 industrial revolution requires accounting graduates to have skills and attributes in addition to academic abilities. The purpose of this study is to examine the effect of soft skills provided by tertiary institutions and the spiritual intelligence of individuals on the readiness of accounting students to work. Using Covariance-based Structural Equation Model (CB-SEM), this study analyses the results of a survey distributed to 371 accounting students in Indonesia. The result, based on structural model testing shows that soft skills provided by higher education and spiritual intelligence significantly and positively affect the work readiness of accounting students. The results of the research provide input for universities to continue to develop learning about soft skills to students so that graduates can compete in the world of work. This study also provides empirical evidence that the readiness of accounting students is also influenced by the attribute inherent in human beings, namely spiritual intelligence.
Menilai Preferensi Publik atas Transparansi Informasi Pemerintah Daerah Menggunakan Pendekatan Eksploratif Naufal Afif; Suci Nasehati Sunaningsih; Herlina Manurung; Martiana Riawati Utami; Ferdi Rahmat Kurniawan; Erika Novia Lestari
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 28 No. 1 (2026): Januari
Publisher : FEB Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v27i1/4682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai preferensi publik terhadap keterbukaan informasi pemerintah daerah dengan menggunakan pendekatan eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan pertanyaan lanjutan, serta dua pertanyaan terbuka dari 51 responden yang berasal dari masyarakat umum. Instrumen penelitian menggunakan skala persepsi dari “sangat tidak penting” hingga “sangat penting” disertai alasan terbuka yang dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memberikan perhatian tinggi terhadap dimensi institusional dan keuangan, khususnya terkait penyediaan laporan keuangan, transparansi anggaran, serta kejelasan visi, misi, dan struktur organisasi pemerintah daerah. Tema dominan yang muncul adalah perlunya penyampaian informasi dengan bahasa yang sederhana, tampilan website yang mudah diakses, dan pembaruan informasi secara berkala