Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peramalan Jumlah Produksi dan Konsumsi Bawang Putih di Indonesia Sarah, May; Sari, Rizki Adi Puspita; Wati, Dewi Rohma
Sharia Agribusiness Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Science and Technology, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i2.35816

Abstract

Currently, 80% of the national garlic demand is filled by imports. The aims of this research are: 1) To analyze the forecasting/ projection of garlic production in 2023-2032; 2) Analyze forecasting/projection of garlic consumption in Indonesia in 2022-2032. The type of data used in this research is secondary data which is quantitative. The quantitative data used is time-series data from 1996-2022 for garlic production and data from 1996-2020 for garlic consumption in Indonesia. The forecasting method used in this study is the ARIMA method and the Trend Analysis method. The results of this study indicate that forecasting garlic production in Indonesia during the 2023-2032 period tends to decrease with an average growth in forecasting the amount of Indonesian garlic consumption during the 2022-2031 period of -5.48% per year. Forecasting of garlic consumption in Indonesia during the 2022-2031 period tends to increase with an average growth in forecasting the amount of Indonesian garlic consumption of 1.69% per year. Keywords: forecasting; garlic production; consumption; ARIMA; Trend Analysis   ABSTRAK Pemenuhan kebutuhan bawang putih nasional untuk saat ini sebesar 80% berasal dari impor. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisis peramalan/proyeksi jumlah produksi bawang putih tahun 2023-2032; 2) Menganalisis peramalan/proyeksi jumlah konsumsi bawang putih di Indonesia tahun 2022-2032. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang bersifat kuantitatif. Data kuantitatif yang digunakan yaitu data time-series dari tahun 1996-2022 untuk produksi bawang putih dan data tahun 1996-2020 untuk konsumsi bawang putih di Indonesia. Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ARIMA dan metode Proyeksi Trend. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan produksi bawang putih di Indonesia selama periode 2023-2032 cenderung mengalami penurunan dengan rata-rata pertumbuhan pada peramalan jumlah konsumsi bawang putih Indonesia selama periode 2022-2031 adalah sebesar -5,48% per tahun. Peramalan konsumsi bawang putih di Indonesia selama periode 2022-2031 cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan pada peramalan jumlah konsumsi bawang putih Indonesia adalah sebesar 1,69% per tahun. Kata Kunci: peramalan; produksi bawang putih; konsumsi; ARIMA; Analisis Tren 
Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatherapi di Kelompok PKK RW 05, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Nauly, Dahlia; Putri, Dessy Iriani; Haryanto, Lorenta In; Meisanti, Meisanti; Rahmadona, Lola; Rosdiana, Rosdiana; Gustia, Helfi; Sukrianto, Sukrianto; Tanjung, Dian Diani; Sari, Rizki Adi Puspita; Ichdayati, Lilis Imamah; Junaedi, Junaedi; Rochmawati, Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3724

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang volumenya terus bertambah seiring tingginya aktivitas menggoreng di tingkat keluarga maupun usaha kuliner skala kecil. Pendekatan ekonomi sirkular menempatkan minyak jelantah bukan semata limbah, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi langkah nyata penerapan ekonomi sirkular pada level RW dengan pendekatan yang sederhana dan mudah direplikasi. Kegiatan ini dilakukan di kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 05, Pisangan, Ciputat Timur. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan partisipatif yang memadukan penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Peserta memperoleh pemahaman mengenai risiko lingkungan dari minyak jelantah serta mampu mengikuti tahapan pembuatan lilin aromaterapi. Pelatihan ini juga membuka peluang penguatan ekonomi rumah tangga karena produk lilin aromaterapi berpotensi dikembangkan sebagai usaha skala kecil. Keberlanjutan program dapat ditingkatkan melalui pembentukan mekanisme pengumpulan minyak jelantah di tingkat RW.