Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal

Hubungan Kadar Hemoglobin Pada Ibu di Trimester III Kehamilan Dengan Kejadian Perdarahan Pascapersalinan di RSUP Haji Adam Malik Medan Paramita, Bella Fitriah; Sukatendel, Khairani
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i2.3375

Abstract

Background: The maternal mortality rate in Indonesia in 2015 according to the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) is still high at 305 per 100,000 live births. The highest cause of maternal mortality since the last decade is due to bleeding which is 30.3% and postpartum hemorrhage is the most frequent obstetric bleeding. One of the risk factors is anemia in pregnancy. Objectives: This study aims to determine the relationship between hemoglobin levels in mothers in the third trimester of pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage in RSUD Haji Adam Malik Medan. Methods: This study was an analytical research study with a case-control design, using secondary data derived from medical records at RSUP Haji Adam Malik Medan in 2017 – 2018. The study sample was determined using a purposive sampling method of all medical record data that met the study criteria and then analyzed using the chi-square test. Results: From 36 mothers had postpartum hemorrhage (case group) was found that mothers who had experienced postpartum hemorrhage with anemia (Hb < 11 g/dl) in the third trimester of pregnancy as many as 30 people (83,3%) and which had normal Hb (Hb > 11 g/dl) in the third trimester of pregnancy as many as 6 people (16,7%). From the chi-square test had a significant result (p= 0.000; OR = 7.000). Conclusion: There is an association between hemoglobin levels in mothers in the third trimester of pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage. Keywords: hemoglobin levels, postpartum hemorrhage, vaginal delivery   Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Indoensia pada tahun 2015 masih tinggi yaitu sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu tertinggi sejak satu dekade terakhir adalah karena perdarahan yaitu sebesar 30,3% dan perdarahan pascapersalinan adalah perdarahan obstetri yang paling sering terjadi. Salah satu faktor penyebabnya adalah anemia pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin pada ibu di trimester III kehamilan dengan kejadian perdarahan pascapersalinan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control, menggunakan data sekunder yaitu rekam medik di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2017 – 2018. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling dari seluruh data rekam medik ibu dengan persalinan spontan pervaginam yang memenuhi kriteria penelitian lalu dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari 36 ibu dengan persalinan spontan pervaginam yang mengalami perdarahan pascapersalinan (data kasus) ditemukan bahwa ibu dengan persalinan spontan pervaginam yang mengalami perdarahan pascapersalinan dengan kadar Hb < 11 g/dl di trimester III kehamilannya sebanyak 30 orang (83,3%) dan yang dengan kadar Hb > 11 g/dl di trimester III kehamilannya sebanyak 6 orang (16,7%). Uji chi-square menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,000; = 7,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar hemoglobin pada ibu di trimester III kehamilan dengan kejadian perdarahan pascapersalinan. Kata Kunci: kadar hemoglobin, perdarahan pascapersalinan, persalinan spontan pervaginam
Hubungan antara Faktor Stres dan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Nainggolan, Bahagia W.M.; Sukatendel, Khairani
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v3i1.6585

Abstract

Background: Stressor is defined as the agent inducing the response of stress. Stress can give a negative impact on cognitives, physiological, and behavioral aspects. One of the effects of stress that can be occur is menstrual cycle disorder. Objectives: To know how is the relationship between stressors and menstrual cycle on medical students in Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara. Method: This study used an analytic method with a cross sectional design. The study population was medical students in Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara. The data was collected by filling The MSSQ questionnaire and the menstrual data that had been given to respondents if only the inclusion and exclusion criteria was met and used consecutive sampling for the methods. Results: From 80 respondents, the results obtained by Kendall’s Correlation p>0,05 for correlation each stressors with menstrual cycle which means that there is no significant relationship between stressors and menstrual cycle. Conclusion: From this study it can be concluded that there is no significant relationship between stressors and menstrual cycle on medical students in Faculty of Medicine, USU. Keywords: menstrual cycle, stress, stressor   Latar Belakang: Stresor adalah suatu hal yang dapat diidentifikasikan sebagai penyebab timbulnya stres. Stres dapat memberikan dampak negatif dalam aspek kognitif, fisiologi, dan perilaku. Salah satu dampak dari stres yang dapat terjadi adalah gangguan siklus menstruasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh faktor stres terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Pengumpulan atau pengambilan data untuk diteliti dilakukan menggunakan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan data siklus menstruasi yang diberikan kepada responden dengan syarat memenuhi kriteria inklusi maupun kriteria eksklusi yang telah ditetapkan serta menggunakan consecutive sampling sebagai metode yang digunakan. Hasil: Dari 80 responden, didapatkan hasil uji Kendall’s Correlation (p>0.05) untuk setiap hubungan faktor stres dengan siklus menstruasi yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor stres dengan siklus menstruasi. Kesimpulan: Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Kata Kunci: siklus menstruasi, stres, stresor