Articles
PENGARUH PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2 SINTANG
Rachmi Afriani;
Novi Oktaviani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 1 No 2 (2017): Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v1i2.100
Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick merupakan salah satu metode yangdapat dilakukan guru untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkanantusias siswa untuk belajar aktif yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswaitu sendiri. Model pembelajaran ini memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disampingitu juga menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajardiantara siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajarankooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem organisasi kehidupankelas VII SMPNi 2 Sintang Tahun Pelajaran 2016/2017. Metode penelitian ini menggunakanmetode penelitian kuantitatif. Bentuk penelitian ini adalah Quasi Experimental Design.Rancangan penelitian yaitu nonequvalent control group design. Data dianalisis denganmenggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa model pembelajaran kooperatiftipe talking stick berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan kategori pengaruh yangbesar.
PENGARUH EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP NEGERI 3 SEPAUK TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Rachmi Afriani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): EDUMEDIA : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v2i1.150
Model pembelajaran Examples Non Examples adalah model pembelajaran yang memerlukan contoh gambar untuk menyampaikan materi. Penggunaan media gambar tersebut mem1buat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan kontekstual. Hal itu dikarenakan siswa dihadapkan pada masalah-masalah yang dekat dengan kehidupan mereka sehari hari. vPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Examples Non Examples terhadap hasil belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP Negeri 3 Sepauk. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Bentuk penelitian ini adalah Pre-eksperiment. Rancangan penelitian yaitu one group pretest-posttes. Data di analisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai thitung 10,23> ttabel 2,056. Besarnya pengaruh model pembelajaran Examples Non Examples terhadap hasil belajar siswa adalah 0,4 (dengan kategori kecil).
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI VISUAL MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI DI UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG, KALIMANTAN BARAT
Rachmi Afriani;
marzuki M.Pd
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2018): EDUMEDIA Jurnal keguruan Dan ilmu pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v2i2.187
Literasi visual adalah kemampuan untuk menerjemahkan berbagai bentuk visual. Kemampuan ini diharapkan dimiliki oleh mahasiswa di suatu perguruan tinggi yang dituntut untuk lebih terampil dan kreatif dalam mengemukakan ide dan gagasan di era literasi digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi visual mahasiswa prodi pendidikan biologi di Universitas Kapuas Sintang, Kalimantan Barat. Pengujian dilakukan menggunakan teknik observasi langsung, teknik wawancara dan kuisoner untuk membantu mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa dalam literasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61,43 % mahasiswa mampu untuk membuat gambar visual berupa grafik histogram dan chart saat melakukan presentasi power point serta mampu mengplikasikan animasi bergerak yang sederhana sebanyak 60%. Namun, sebanyak 43,14% mahasiswa belum mampu untuk melakukan editing video. Selain itu, sebanyak 60,58% mahasiswa sudah mampu untuk menerjemahkan gambar dan mengungkapkan makna dari sebuah ilustasi gambar yang merupakan komponen penting dalam literasi visual.
PREFERENSI PAKAN SERANGGA Epilachna sp. DARI BEBERAPA KELOMPOK DAUN TUMBUHAN
Rachmi Afriani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v3i1.276
Epilachna sp. atau yang biasa disebut kepik adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera, famili Coccinellidae (Saktiawan, 2016). Serangga ini termasuk kelompok herbivora karena memakan daun tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pakan Epilachna sp. terhadap lima jenis daun yaitu daun buas-buas (Premna serratifolia), daun kangkung (Ipomoea aquatica), daun kacang panjang (Vigna sinensis), daun bayam (Amaranthus sp.) dan daun terung (Solanum ferox). Sebanyak 10 ekor Epilachna sp. diuji pada masing-masing daun tanaman tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesukaan (preferensi) pakan suatu hewan termasuk Epilachna sp. terhadap pakannya sangat tergantung kepada jenis dan jumlah pakan yang tersedia. Daun yang paling banyak dimakan adalah daun dari tanaman Solanaceae seperti terung. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa serangga ini juga menyukai pakan dari famili yang lain yaitu daun buas-buas dari famili Verbenaceae. Faktor internal dan faktor eksternal diduga berpengaruh terhadap pemilihan pakan serangga Epilachna sp.
TARAF EKOLITERASI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG
Hendra Setiawan;
Rachmi Afriani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v3i1.277
Ekoliterasi adalah konsep pemahaman yang menyeluruh terhadap ekosistem dan lingkungannya. Ekoliterasi tidak hanya menekankan tentang teori tetapi juga mencakup aspek sikap, keterampilan dan motivasi dalam menjaga lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui taraf ekoliterasi mahasiswa pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kapuas Sintang Tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2019 di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kapuas Sintang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan alat pengumpulan data berupa soal dan angket yang berkaitan dengan aspek ekoliterasi. Pemilihan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Mahasiswa yang dilibatkan dan menjadi sampel berjumlah 20 orang yang merupakan mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah Pengelolaan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa taraf ekoliterasi mahasiswa pendidikan Biologi FKIP Universitas Kapuas Sintang tahun ajaran 2018/2019 berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 20% dan kategori sedang 80%. Tidak ada mahasiswa yang digolongkan pada kategori rendah. Hal ini menunjukan bahwa pemahaman mahasiswa pendidikan Biologi terhadap lingkungannya telah cukup baik. Taraf ekoliterasi ini merupakan modal dalam membentuk karakter yang cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
ANALISIS PENILAIAN HASIL BELAJAR IPA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMPN 2 SINTANG KALIMANTAN BARAT
Rachmi Afriani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): edumedia JURNAL keguruan Dan ilmU pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v3i2.365
Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang terfokus ke peserta didik, untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi penilaian pada kurikulum 2013, mengetahui bentuk instrumen penilaian yang digunakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sintang, mengidentifikasi hambatan dalam proses penilaian IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian bahwa guru umumnya melakukan penilaian konvensional tanpa adanya kebijakan khusus yang ditetapkan oleh pihak sekolah, tanpa instrumen khusus yang disesuaikan kebutuhan evaluasi, dan cenderung belum melaksanakan pengembangan, hambatan penilaian beragam meliputi perilaku siswa tidak terekam sehingga penilaian menjadi tidak objektif. Saran bagi guru yaitu perlu ditingkatkan lagi pemahaman dan kemampuan melakukan penilaian dan mengembangkan instrumen penilaian serta melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang untuk kemudahan dalam pelaksanaan penilaian bagi peserta didik.
PENGARUH KONSENTRASI RAGI TERHADAP ORGANOLEPTIK TAPAI KETAN
Rachmi Afriani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2020): Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v4i1.383
Tapai ketan adalah salah satu makanan produk fermentasi yang umum di jumpai di Indonesia. Cita rasa tapai ketan yang berbeda menunjukkan adanya beragam faktor yang mempengaruhi saat proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian konsentrasi ragi yang berbeda terhadap hasil uji organoleptik tapai ketan. Konsentrasi ragi yang digunakan adalah 1 gram, 2 gram, 4 gram, 6 gram, dan 10 gram. Pengamatan terhadap proses fermentasi tapai ketan ini dilakukan pada 24 jam dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ragi yang berbeda menunjukkan adanya perbedaan hasil pada tekstur, aroma dan rasa tapai ketan yang dihasilkan.Semakin banyak ragi yang digunakan, maka tekstur tapai semakin lembut dan berair serta berasa asam dengan aroma yang menyengat.
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KELURAHAN KAPUAS KIRI HILIR
Rachmi Afriani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 2 (2020): EDUMEDIA : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v4i2.452
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang memiliki peranan penting terhadap ekosistem. Tumbuhan paku ini mempunyai nilai ekologis yaitu sebagai tumbuhan bawah yang berperan dalam menjaga berlangsungnya ekosistem hutan seperti pencampuran serasah bagi pembentukan hara tanah serta sebagi vegetasi penutup tanah karena merupakan tumbuhan bawah dan mencegah terjadinya erosi serta produsen dalam rantai makanan.Penelitian ini berguna untuk mengetahui spesies-spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah jelajah dan lokasi penelitian dibagi menjadi 3 jalur penelitian yaitu pemukiman warga, habitat hutan, dan habitat rawa. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 8 spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang tergolong ke dalam 5 famili yaitu famili Aspleniaceae, Polipodiaceae, Gleicheniaceae, Lycopodiace, dan Schizaceae.
Keragaman Serangga Permukaan Tanah Pada Ekosistem Sawah Di Dusun Sawahan Desa Pagal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang
Rachmi Afriani;
Supina Suati
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v5i1.498
Serangga permukaan tanah adalah serangga pemakan tumbuhan hidup dan tumbuhan mati. Serangga ini berperan dalam proses perombakan atau dekomposisi material organik tanah sehingga membantu dalam menentukan siklus material tanah. Ekosistem sawah adalah ekosistem yang sederhana dan monokultur dilihat dari komunitas, diversitas serta resiko terjadi ledakan hama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis serangga permukaan tanah pada ekosistem sawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penangkapan langsung dan metode perangkap (pit fall trap). Penempatan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling degan mempertimbangkan ada tidaknyan serangga. Hasil penelitian ditemukan terdapat 10 spesies serangga yang tergolong dalam 5 ordo, yaitu Coleoptera, Orthoptera, Hymenoptera, Isoptera , Dermaptera.
PENGARUH THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTU MEDIA PUZZLE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI EKSKRESI PADA SMP NEGERI 2 KETUNGAU HULU TAHUN 2019
Rachmi Afriani;
Nini Nuryani
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/edumedia.v5i2.526
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantu media Puzzle terhadap aktivitas dan hasil belajar kelas VIII SMP Negeri 2 Ketungau Hulu materi sistem ekskresi tahun 2019. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ketungau Hulu yang berjumlah dua kelas dan sampelnya terdiri dari satu kelas yaitu kelas VIII B yang diambil secara teknik purposive sampling yaitu menggunakan pertimbangan nilai rata-rata kelas dan jumlah siswa dalam satu kelas. Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) diterapkan di kelas VIII B, instrumen perlakuan yang digunakan adalah Silabus dan RPP sedangkan Instrumen pengukurannya adalah soal test (pilihan ganda berjumlah 20 soal) dan lembar observasi. Hasil obsevasi aktivitas dari sisi siswa dikategorikan sangat baik (90%) dan keterlaksanaan pembelajaran dari sisi peneliti dikategorikan sangat baik (90%). Analisis data menggunakan uji normalitas berdistribusi normal, uji homogenitas berdistribusi homogen, uji t dan uji effect size model pembelajaran Think Pair share (TPS) berbantu media Puzzle berpengaruh besar terhadap aktivitas dan hasil belajar kelas VIII SMP Negeri 2 Ketungau Hulu materi sistem ekskresi tahun 2019, dengan hasil uji effect size sebesar 2,07.