Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU UJARAN KEBENCIAN (HATE SPEECH) DALAM MASA KAMPANYE DI INDONESIA nur alim
Datuk Sulaiman Law Review (DaLRev) Vol 6 No 1 (2025): Datuk Sulaiman Law Review (DaLReV)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/dalrev.v6i1.6591

Abstract

This study aims to determine the legal regulations in Indonesia against hate speech crimes through social media and the views of Islamic Law on Hate Speech Crimes. This study uses a normative legal research method with a comparative approach supported by data obtained through library research. The results of the study indicate that the provisions stipulated in Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions have explained the limitations and things that a person may and may not do on social media. Islam provides ta'zir punishment for perpetrators of insults, defamation and the like. Ta'zir crimes are crimes whose forms and punishments are determined by the government, which do not conflict with the principles, values ​​and objectives of sharia. While in Indonesian law, insults and/or defamation through social media, the explanation of the punishment is contained in Article 27 paragraph (3) of the ITE Law.
Antara Viral dan Nilai: Menyusun Strategi Media yang Relevan dan Berkelanjutan Khairunnisa Nawir; Desy; Suriyani Musi; Asril; Nur Alim; Lutfia Ansar
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4382

Abstract

Perkembangan media digital telah memunculkan fenomena konten viral yang seringkali mengabaikan nilai dan etika komunikasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini dikumpulkan dari sebuah studi berjudul "TINJAUAN MEDIA CLICKBAIT" karya Solihin, Rahmawati, Haryati, dan Mogot (2022), yang diterbitkan dalam COMMED: Jurnal Komunikasi dan Media. Studi ini mengungkapkan bahwa clickbait telah berkembang sebagai pendekatan sistematis dalam media digital untuk menarik perhatian pembaca guna meningkatkan lalu lintas, meskipun dampak komersial ini secara signifikan merusak standar jurnalistik: penggunaan judul yang provokatif dan seringkali mengurangi integritas substansi konten.[1]Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara viralitas, nilai, relevansi, dan keberlanjutan dalam strategi komunikasi media. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka jurnal dan sumber ilmiah terkait komunikasi digital dan etika media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang berkelanjutan perlu mengintegrasikan unsur viralitas dengan nilai sosial dan edukatif, didukung oleh brand storytelling, Integrated Marketing Communications (IMC), dan kepatuhan terhadap Kode Etik Periklanan Indonesia (EPI 2020). Pendekatan ini memperkuat kredibilitas dan membangun hubungan jangka panjang antara media dan khalayak.)
Aktivitas Infusa Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) Terhadap Tekanan Darah Tikus (Rattus norvegicus) Purnama, Andi Nurseptia; Nur alim; agus sangka pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1911

Abstract

Buah beligo dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional yang dapat mengobati penyakit tipes, aprodisiak, antihipertensi dan penyakit kelainan darah lainnya dengan cara direbus daging buahnya. Buah beligo memiliki bahwa kandungan kimia yang berpotensi sebagai antihipertensi yang tinggi dari buah beligo antara lain flavanoid, alkaloid, tanin, saponin dan kandungan kaliumnya yaitu sebesar 270 mg/ 100g. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas anthipertensi infusa buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) berdasarkan pengukuran tekanan darah tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian terdiri atas ekstraksi menggunakan metode infusa dan uji antihipertensi berdasarkan pengukuran menggunakan alat tail-cuff. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal (Aquadest), kontrol (-) (Prednison dan NaCl), kontrol (+) (Spironolakton) dan kelompok infusa buah beligo masing-masing dosis 255 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB. Hasil penelitian diperoleh persen penurunan natrium dan kenaikan kalium kadar masing-masing: kontrol normal ((-13%) & (-3%)), kontrol (-) ((-29.5% & 0%), kontrol (+) (198,32% & 138,62%), infusa buah beligo dosis 225 mg/kgBB (250,77% & 177,69%), dosis 450 mg/kgBB (211,37% & 137,99%) dan dosis 900 mg/kgBB (192,63% & 153,05%). Kesimpulannya, infusa buah beligo memiliki aktivitas antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif dan tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.
SISTEM PENJAMINAN MUTU TERPADU MANAJEMEN PENDIDIKAN Nur Alim
Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat
Publisher : IAI DDI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jitu.v14i2.365

Abstract

This study discusses the integrated quality assurance system of education management. The study’s problems are about measuring quality control systems, achievement strategies, and educational quality assurance systems. This research is library research using a deductive mindset. Data analysis was carried out through 3 stages: 1) Data reduction, 2) Data presentation, and 3) Verification and drawing conclusions. The integrated quality control measurements include 1) Precontrol-Feedfowerd, 2) Concurrent Control, and 3) Feedback Control. The strategy for achieving the quality of education in Indonesia is contained in achieving the national education goals which are mandated by Law no. 20 of 2003 concerning the National Education System. The quality assurance system has the function of controlling the implementation of education by educational units to realize quality education. The quality assurance system for primary and secondary education consists of an internal and external quality assurance systems for primary and secondary education.
Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Penanggulangan Bencana Kabupaten Majene Wahyuni, Wahyuni; Nur Alim
Mala'bi: Jurnal Manajemen Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2024): Mala'bi: Jurnal Manajemen Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapman Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi dan lingkungan merupakan dua diantara beberapa faktor penentu kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan Kompensasi dan lingkungan kerja merupakan dua hal yang sangat sentral yang sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Kompensasi merupakan suatu pemberian kepada karyawan dengan pembayaran finansial sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilakukan dan sebagai motivator untuk pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang. Sementara lingkungan kerja memberikan kenyamanan kepada para pekerja dalam melaksanakan tugasnya. Kompensasi yang tinggi pada karyawan atau pegawai mempunyai implikasi bahwa organisasi memperoleh keuntungan dan manfaat maksimal dari karyawan yang bersangkutan. Semakin banyak pegawai yang diberi kompetensi yang tinggi berarti maka akan semakin banyak pegawai yang berprestasi tinggi. Blok data yang diperlukan adalah data primer (disurvei pada kantor Penaggulangan Bencana Alam) dan data sekunder (BPS). Untuk pencapaian tujuan (1) akan digunakam metode Skala Likert dan Distribusi Frekuensi. Untuk pencapaian Tujuan (2)Data akan diolah dengan menggunakan software SPSS versi 22.0. adapun hasil penelitian ditemukan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja berhubungan dengan nilai f hitung 170,634 pada tingkat signifikan 5 % (0,05) nilai p = 0,000 yang berarti bahwa variabel kompetensi (x1), lingkungan kerja (x2), secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai honorer BPD kabupaten Majene. Kontribusi pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai honorer. Hipotesis III dapat dinyatakan diterima sebagian, karena stress kerja dan lingkungan kerja yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai honorer. Hal ini berarti hasil penelitian ini tidak bisa digunakan untuk mengeneralisir bahwa kompetensi dan lingkungan kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai honorer pada Kantor BPD Kabupaten Majene.hal ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai honorer sebagai hasil interaksi manusia dengan lingkungan kerja.