Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Pemahaman Relasional Terhadap Siswa Kelas X Pada Materi Relasi dan Fungsi Meiranti, Tri Adinda; Hasibuan, Ainul Marhamah; Sari, Dewi Purnama
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.15996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman relasional siswa kelas X pada materi relasi dan fungsi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pemahaman relasional diartikan sebagai kemampuan untuk mengaitkan ide-ide dengan cara yang rasional dan berarti, bukan semata-mata mengingat langkah-langkah prosedural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 14 siswa kelas X di Yayasan Al-Imam Kelumpang Kebun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman relasional, wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang berada pada kategori tinggi, 6 siswa (42,86%) berada pada kategori sedang, dan 8 siswa (57,14%) berada pada kategori rendah. Siswa kategori sedang mampu menguasai sebagian besar konsep dasar, namun belum sepenuhnya konsisten dalam mengaitkan konsep dan menggunakan berbagai representasi. Sementara itu, siswa kategori rendah cenderung menghafal prosedur tanpa memahami makna konsep, kurang mampu menghubungkan konsep dengan konteks nyata, serta pasif dalam komunikasi matematis. Faktor yang memengaruhi perbedaan tingkat pemahaman tersebut meliputi kemampuan berpikir logis, penguasaan konsep dasar, keaktifan dalam pembelajaran, serta pengalaman belajar sebelumnya yang lebih menekankan hafalan prosedural. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran yang menekankan keterkaitan antar konsep dan aplikasi kontekstual untuk meningkatkan pemahaman relasional siswa.    
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Materi Bilangan Pecahan Ishauri, Maya; Hasibuan, Ainul Marhamah; Wanhar, Fira Astika
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025): OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jkpm.v4i3.1062

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode Problem Based Learning (PBL) mempengaruhi kemampuan siswa untuk berpikir kritis tentang bilangan pecahan di kelas V di SD Negeri 058107 Sei Dendang. Ada desain penelitian quasi-eksperimental dari jenis kelompok kontrol nonequivalent yang digunakan dalam pekerjaan ini. Metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran tradisional. Tes keterampilan berpikir kritis diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pengobatan sebagai cara untuk mengumpulkan data. Uji-t digunakan dalam analisis data untuk mengetahui bagaimana hasil dari dua kelompok tersebut berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan besar antara seberapa baik siswa yang diajarkan dengan model PBL dan mereka yang diajarkan dengan metode tradisional pada tes keterampilan berpikir kritis mereka. Ini menunjukkan bahwa menggunakan model Problem-Based Learning membantu siswa menjadi lebih baik dalam berpikir kritis. Jadi, pendekatan PBL dapat digunakan sebagai alternatif cara efektif untuk membantu siswa belajar berpikir kritis, terutama ketika mereka mempelajari angka-angka kecil dalam matematika
Fektivitas Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa di Kelas VIII SMP Swasta PAB 13 Surya, Elmaida; Hasibuan, Ainul Marhamah; Harahap, Azizah Yusra Amaliyah
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025): OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jkpm.v4i3.1117

Abstract

The study evaluates the effectiveness of the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model in enhancing the mathematical reasoning abilities of eighth-grade students at PAB 13 Private Middle School. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest experimental design is employed. The sample consists of 30 students selected randomly. The instrument used is a descriptive test aligned with mathematical reasoning indicators, such as constructing arguments, drawing conclusions, verifying truth, and performing mathematical manipulation. This test is administered before and after the intervention. Data analysis involves a normality test and a paired sample t-test using the latest version of SPSS software. The results show that the data follow a normal distribution and there is a significant difference between the pretest and posttest scores (Sig. < 0.05). The average score increased from 26.50 to 77.50 with a difference of 51.00 points. These findings demonstrate that the implementation of the MMP model is effective in improving students' mathematical reasoning skills and encouraging their activeness and engagement in learning. The MMP model is recommended for application to mathematics materials that require conceptual understanding and in-depth logical thinking skills.
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DI KELAS XI SMKN 1 PERCUT SEI TUAN Dhita Thivani Linch Hutabarat; Ainul Marhamah Hasibuan; Azizah Yusra Amaliyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.23554

Abstract

This study aims to determine what causes students' learning difficulties in studying mathematics on curved side space geometry in class XI of SMKN 1 Percut Sei Tuan. This type of research is a descriptive type of research with a qualitative approach. The population in this study were all students of SMKN 1 Percut Sei Tuan. The sample in this study was 32 students of class XI of SMKN 1 Percut Sei Tuan. Data collection used questionnaires, interviews, and tests on curved side space geometry. Based on the results of the questionnaire instrument, there were 4 forms of learning difficulties including; students who felt they had difficulty because they did not understand with a percentage of 39.06%, students who felt they were not careful in doing the test with a percentage of 42.96, students who felt the test was difficult with a percentage of 13.28%, and students who did not know anything about curved side space geometry with a percentage of 4.68%. Then based on the results of the test instrument, there were criteria that caused students' learning difficulties including; students who experienced conceptual errors with a percentage of 12.5%, students who experienced errors in using arithmetic operations with a percentage of 9.68%, students who completed the test with an imperfect algorithm with a percentage of 8.43%, and students who completed the test carelessly with a percentage of 8.43%.
Pembinaan Literasi Dan Numerasi Untuk Anak Desa Dengan Pendekatan TaRL hasibuan, Ainul marhamah; Ermawati, Ermawati; Amalia, Nur; Soubri, Taufiq; Wadana, Angga; Nabila Putri, Anggun; Sulastri, Sulastri; Afri Shintya, Widya
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.441

Abstract

Siswa dapat mencapai tujuan masa depan mereka melalui pendidikan. Pendidikan dapat membantu setiap individu mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Setiap orang dapat mencapai potensi maksimalnya dalam hal kemampuan psikomotorik, emosional, atau kognitif. Memberikan pencerahan kepada orang agar mereka dapat bermanfaat adalah tujuan lain dari pendidikan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengejar profesi yang mereka pilih melalui proses pembelajaran pendidikan. Harjanti P. (2024) mengutip Eko W.S. (2024). Melalui penggunaan strategi pembelajaran TaRL, program layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan numerasi anak-anak di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses ke pelajaran tambahan setelah sekolah. Anak-anak di desa diberikan kelas gratis untuk meningkatkan motivasi dan antusiasme mereka dalam belajar, yang membantu mereka menjadi lebih mahir dalam membaca dan numerasi. Pendekatan ini melibatkan pengajaran langsung dan bimbingan.
Theoretical Model of Intelligence Integration to Improve Self-Directed Learning in Mathematics in the 21st Century Hasibuan, Ainul Marhamah; Pulungan, Syahrina Anisa; Ramadhani, Ramadhani
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1232

Abstract

This study examines the effectiveness of the Theoretical Model of Intelligence Integration in improving students’ self-directed learning in 21st-century mathematics education. The research addresses the problem that many students remain dependent on teacher guidance and have limited ability to regulate their own learning processes. Therefore, this study aims to evaluate whether integrating intellectual, emotional, and spiritual intelligence can strengthen students’ self-directed learning in mathematics. A quantitative approach using a true experimental posttest-only control group design was applied, involving 120 eighth-grade students divided equally into experimental and control groups through cluster random sampling. The experimental group received instruction based on the integration of multiple intelligences through stages of contextual problem orientation, self-awareness reflection, strategic problem solving, collaborative discussion, and reflective evaluation, while the control group received conventional instruction. Data were collected using a validated self-directed learning questionnaire measuring awareness, learning strategies, learning activities, evaluation, and interpersonal skills. Hypothesis testing used descriptive statistics, regression, and correlation analysis. The results show a substantial difference between groups and a strong regression effect (R² = 0.823), indicating that the model significantly improves students’ learning autonomy and provides a holistic framework for strengthening self-regulation in mathematics learning.
Worked Example-Based Instruction to Reduce Cognitive Load and Academic Boredom in Mathematics Learning Pulungan, Syahrina Anisa; Hasibuan, Ainul Marhamah; Nurdalilah, Nurdalilah
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1233

Abstract

This study investigates how cognitive load influences learning outcomes by considering the role of academic boredom, while also examining the effectiveness of worked example-based instruction in reducing both cognitive load and academic boredom in mathematics learning. The research employed a quasi-experimental design involving experimental and control groups with a total of 120 participants (n = 120). Data were collected using questionnaires measuring cognitive load and academic boredom, along with tests assessing learning outcomes. The relationships among variables, both direct and indirect, were examined using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results show that an increase in cognitive load tends to be associated with higher levels of academic boredom and a decline in learning outcomes. Academic boredom negatively predicts learning outcomes and acts as a mediating variable between cognitive load and achievement. Worked example-based instruction demonstrates a stronger ability to regulate cognitive and emotional processes compared with traditional instructional approaches. These results underscore the need to maintain an appropriate balance between cognitive demands and students’ emotional engagement in mathematics learning. The study offers a contribution by combining cognitive and affective aspects within a unified analytical perspective and presents practical recommendations for developing instructional strategies that foster cognitive-emotional balance.