Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendampingan Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Dan Numerasi Peserta Didik Di SDN Kebon 1 Wasilatul Murtafiah; Cerianing Putri Pratiwi; Iva Yuni Listiani; Ika Krisdiana; Reza Kusuma Setyansah; Titin Masfingatin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.726

Abstract

Literasi dan numerasi adalah dua kemampuan esensial yang sangat berguna bagi peserta didik yang harus diajarkan sejak di sekolah dasar yang juga sebagai generasi penerus bangsa. Namun, hasil dari survei PISA menunjukkan bahwa skor kemampuan literasi dan numerasi terutama peserta didik sekolah dasar (SD) di Indonesia masih rendah yaitu berada jauh di bawah rata-rata. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan guru SD untuk mengembangkan literasi dan numerasi melalui kegiatan kolaboratif. Pendampingan ini dilakukan oleh Dosen Universitas PGRI Madiun dan Mahapeserta didik dari program Kampus Mengajar. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini adalah SDN Kebon 1 Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Indonesia. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan menjadi 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dimulai dengan melakukan pengamatan dan wawancara dan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan melalui Forum komunikasi dan koordinasi pendampingan dengan kepala sekolah dan guru. Selanjutnya, implementasi berbagai kegiatan kolaboratif untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi baik di dalam maupun luar kelas. Tahap evaluasi dengan melakukan refleksi dan pelaporan secara berkala sehingga kegiatan pendampingan ini dapat mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi pada peserta didik SDN Kebon 1.
Pengelolaan Database Arsip Digital Menggunakan Google Drive Untuk Balaidesa Balerejo Andria Andria; Reza Kusuma Setyansah; Heru Galang Ardi Reda Madani; Muhammad Niosa Indra
Buletin Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/bppm.v1i2.15805

Abstract

Di era teknologi saat ini pengelolaan arsip data tidak hanya dilakukan dengan cara manual dalam bentuk fisik namun juga dalam bentuk digital yang disimpan pada cloud storage. Pengarsipan data secara digital bertujuan untuk memelihara dan menjaga dokumen dari kerusakan dan kehilangan serta menjadikannya dapat diakses oleh pihak-pihak yang sewaktu-waktu membutuhkannya. Sementara itu, pengarsipan data bagi para perangkat desa di kantor balai desa balerejo kecamatan kawedana kabupaten magetan juga penting dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan administratif, agar segala jenis informasi yang diterima dapat dikelola dan dilaksanakan dengan baik.Pengelolaan Data Arsip merupakan dokumen yang digunakan untuk membuat keputusan yang tepat dalam berkomunikasi dengan orang lain berdasarkan memori yang telah ada. Dengan demikian, pengelolaan arsip harus mudah ditemukan, sederhana, dan aman. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menyebabkan perubahan dalam bidang sehingga perlu adanya tempat penyimpanan secara retrieval system, salah satunya adalah dengan menggunakan Google Drive. 
Pencegahan Kasus Stunting dengan Gemasting di Desa Balerejo Reza Kusuma Setyansah; Dewi Tri Rahayu; Devanda Putri; Amruli Sella; Sirajudin Ahmad
Buletin Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/bppm.v1i2.15811

Abstract

Tujuan pengabdian untuk menambah wawasan masyarakat mengenai stunting, bahaya stunting, dampak stunting, dan makanan bergizi untuk pencegahan kasus stunting. Metode pelaksanaan dengan koordinasi dengan kader Posyandu, dikusi bersama bidan desa, melakukan pendampingan kegiatan posyandu dan pembagian leaflet Stunting, pendataan anak stunting dan ibu hamil, persiapan bahan PMT, pembagian PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Hasil kegiatan pengabdian ini adalah pembagian brosur tentang stunting kepada semua balita posyandu dan pembagian PMT kepada anak stunting, kurang gizi dan ibu hamil guna membantu penambahan gizi. Saran atau rekomendasi untuk pengabdian selanjutnya perlu adanya penyuluhan atau sosialisasi tentang stunting, membina kader-kader Posyandu/gizi untuk memberikan edukasi stunting, pengetahuan gizi, pola asuh ibu, dan kebersihan lingkungan, melakukan pengukuran tinggi badan secara rutin pada kegiatan posyandu tiap bulannya guna memantau status gizi anak secara teratur
DIGITAL LITERACY IN GEO-SHEET-ASSISTED ANALYTIC GEOMETRY LEARNING AMONG PRE-SERVICE MATHEMATICS TEACHERS Titin Masfingatin; Hutkemri Zulnaidi; Reza Kusuma Setyansah; Ika Krisdiana
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol. 14 No. 1 (2026): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v14i1.13814

Abstract

The increasing integration of technology in mathematics education highlights the importance of understanding students’ digital literacy in technology-supported learning. This study aims to describe the digital literacy profile of pre-service mathematics teachers in Geo-Sheet-assisted analytic geometry learning. Digital literacy was conceptualized into four dimensions: learning attitude, social-emotional, technical, and cognitive. A mixed-methods approach with an explanatory sequential design was employed by integrating quantitative data from a digital literacy questionnaire and qualitative data from open-ended responses, classroom observations, and interviews involving 31 pre-service mathematics teachers. The results indicate high to very high scores across the four dimensions of digital literacy. The learning attitude (M = 4.35, SD = 0.71), social-emotional (M = 4.45, SD = 0.62), and cognitive dimensions (M = 4.41, SD = 0.57) were categorized as very high, whereas the technical dimension was categorized as high (M = 3.84, SD = 0.90). Qualitative findings reveal that Geo-Sheet supports visual verification processes that help students compare representations, identify discrepancies, and refine their solutions. Students also used Geo-Sheet to interpret, evaluate, and validate mathematical representations, indicating meaningful engagement with digital tools. However, technical performance varied according to feature mastery, device limitations, and internet connectivity. The findings suggest that digital literacy in mathematics learning extends beyond technical competence and is closely associated with students’ engagement in reasoning processes involving the interpretation, comparison, and validation of mathematical representations. This study highlights the importance of designing technology-supported learning environments that foster both digital literacy and mathematical reasoning in teacher education.   Keywords: Analytic Geometry; Digital Literacy; Geo-Sheet; Pre-Service Mathematics Teachers; Geogebra-Based Learning
Computational Thinking in Linear Programming Based on Prior Mathematical Ability Reza Kusuma Setyansah; Swasti Maharani
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.19950

Abstract

Computational thinking (CT) plays an important role in supporting students’ mathematical problem-solving abilities, particularly in technology-assisted learning environments. This study aimed to analyze students’ computational thinking profiles in solving linear programming problems using the simplex method based on their prior mathematical ability and to examine their responses to the use of POM-QM for Windows as a learning support tool. A qualitative descriptive approach was employed involving 21 undergraduate students in a mathematics education program. Three students representing high, moderate, and low levels of prior mathematical ability were purposively selected for in-depth analysis. Data were collected through linear programming problem-solving tasks assisted by POM-QM for Windows, semi-structured interviews, and student response questionnaires. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing based on four computational thinking components: decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. The findings showed that students’ computational thinking profiles differed according to their prior mathematical ability. Students with high prior mathematical ability demonstrated all CT components consistently through systematic problem decomposition, accurate mathematical modeling, effective pattern identification, and appropriate application of simplex procedures. Students with moderate prior mathematical ability showed adequate performance but experienced difficulties in pattern recognition and algorithmic implementation. Meanwhile, students with low prior mathematical ability encountered challenges in identifying relevant information, constructing mathematical representations, and developing structured solution procedures. Students generally responded positively to the use of POM-QM for Windows, particularly in simplifying calculations and supporting the problem-solving process. These findings indicate that prior mathematical ability influences students’ computational thinking performance and highlight the importance of integrating technological tools with mathematical reasoning in learning activities.
Pengaruh Burnout Syndrome dalam Pembelajaran Daring Metode Numerik terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Reza Kusuma Setyansah; Davi Apriandi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4667

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara burnout syndrome selama pembelajaran daring melihat dari hasil akademik mahasiswa. Penelitian ini mengacu kinerja dari mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang mengalami burnout syndrome selama pembelajaran daring pada mata kuliah metode numerik. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik korelasi. Tujuan penggunaan metode tersebut mengetahui besaran pengaruh dan seberapa kuat burnout syndrome selama pembelajaran daring terhadap perolehan akademik mahasiswa pada mata metode numerik. Populasi dalam penelitian ini seluruh semester VII program studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun, dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel penelitian sebanyak 27 mahasiswa. Skala burnout syndrome merupakan instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan perhitungan dari 22 item bahwa hasil reliabilitas diperoleh Cronbach's Alpha sebesar 0,814 (konsisten) dan hasil validitas pada seluruh item di atas r-tabel hitung sebesar 0,432 maka dinyatakan valid. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan yang negative antara burnout syndrome (kejenuhan) selama pembelajaran daring dengan kemampuan akademik mahasiswa, serta burnout syndrome memiliki tingkat peranan sebesar 58,00% terhadap prestasi akademik dan sisanya disebabkan oleh pengaruh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Burnout Syndrome, Daring, Metode Numerik, Prestasi Akademik
Efektivitas Pemanfaatan MS Excel dengan Model Pembelajaran Search, Solve, Create, And Share (SSCS) pada Mahasiswa Mata Kuliah Metode Numerik Reza Kusuma Setyansah; Davi Apriandi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v8i2.11385

Abstract

Abstrak Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji efektivitas penggunaan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) dalam rangka meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematis mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun. Penelitian ini menganalisis perbedaan kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model Search, Solve, Create, and Share (SSCS) berbantuan Microsoft Excel. Menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest dengan sampel 20 mahasiswa melalui total sampling, data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan skor rata-rata pretest 64,42 (cukup) meningkat menjadi 88,92 (sangat baik), selisih sebesar 24,50. Temuan ini mengindikasikan bahwa model SSCS efektif dalam pemecahan masalah dan analitis mahasiswa, terutama jika diintegrasikan dengan alat bantu digital seperti Microsoft Excel. Oleh karena itu, model SSCS direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang inovatif untuk mendukung pengembangan kompetensi matematis di tingkat perguruan tinggi. Kata kunci:  Microsoft Excel; Model Pembelajaran SSCS; Pemecahan Masalah Matematis Abstract This research is directed at examining the effectiveness of implementing the Search, Solve, Create, and Share (SSCS) learning model to enhance the mathematical problem-solving skills of seventh-semester students in the Mathematics Education Study Program at Universitas PGRI Madiun. The study analyzes differences in student abilities before and after the application of the SSCS model assisted by Microsoft Excel. Employing a one-group pretest-posttest pre-experimental design with a sample of 20 students selected via total sampling, data were collected through tests, observations, and documentation. The analysis results indicate a significant improvement, with the average pretest score of 64.42 (adequate) increasing to 88.92 (excellent), a difference of 24.50 points. These findings suggest that the SSCS model is effective in enhancing students' problem-solving and analytical abilities, particularly when integrated with digital tools such as Microsoft Excel. Therefore, the SSCS model is recommended as an innovative instructional approach to support the development of mathematical competencies at the higher education level.  Keywords: Microsoft Excel; SSCS Learning Model; Mathematical Problem-Solving
Geo-Sheet: Interactive GeoGebra-integrated learning material to enhance students’ creative mathematical reasoning in analytic geometry Titin Masfingatin; Ika Krisdiana; Reza Kusuma Setyansah
KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2026): KALAMATIKA April 2026
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol11no1.2026pp95-119

Abstract

In analytic geometry instruction, students’ reasoning often remains procedural, limiting opportunities to develop Creative Mathematical Reasoning (CMR). CMR refers to the ability to construct reasoning that is novel to the learner, justified as plausible, and grounded in intrinsic mathematical properties. This study aimed to design and evaluate Geo-Sheet, a GeoGebra-integrated interactive learning material intended to support students’ CMR in analytic geometry. The research involved 30 undergraduate students enrolled in an Analytic Geometry course in a Mathematics Education program at a private university in East Java, Indonesia. An Educational Design Research (EDR) approach was employed, consisting of preliminary and formative evaluation phases (self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, and field testing). Geo-Sheet was assessed in terms of validity, practicality, and potential effect. Expert judgment indicated high validity (Aiken’s V = 0.82), and student questionnaires showed high perceived practicality (70% in the high category). Pre- and post-test results, supported by observations and interviews, revealed improvements across CMR indicators. These findings suggest that systematically designed GeoGebra-based materials that integrate dynamic visualization and guided exploration have the potential to create productive learning conditions for the development of higher-order mathematical reasoning.
PELATIHAN METODE HYBRID LEARNING DAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DAN SEKOLAH MENENGAH DI DESA CANDIREJO KABUPATEN MAGETAN Reza Kusuma Setyansah; Sanusi Sanusi; Davi Apriandi; Restu Lusiana
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.22668

Abstract

Abstract. Training on Hybrid Learning Methods and Educational Media is a strategic initiative to enhance educators’ capacity in the digital era. This activity aimed to strengthen teachers’ understanding of integrating technology into the learning process, while also building their confidence in implementing interactive, adaptive, and effective teaching methods. The training was conducted online on January 23–24, 2025, via the Google Meet platform, involving four qualified speakers and supported by SD Negeri Candirejo 01 and the Candirejo Village Library. The training process comprised coordination, socialization, implementation, and evaluation phases. The results indicated high participant engagement and overwhelmingly positive responses, with most participants giving maximum ratings for the quality of the program, material delivery, and overall usefulness. Although technical issues such as speaker scheduling conflicts and infrastructure limitations were encountered, they did not significantly affect the overall success of the program. This activity also supported teachers’ and students’ adaptive abilities in developing creativity. Evaluation results showed that the training was rated as highly satisfactory, with the highest score (4.75) on the perceived usefulness of the materials. All assessed aspects scored between 4.60 and 4.75, reflecting a high level of satisfaction. The use of Google Meet was considered effective in facilitating full participation. These findings indicate that the training successfully enhanced educators’ capacity to implement Hybrid Learning approaches.   Abstrak. Pelatihan metode Hybrid Learning dan media pembelajaran merupakan strategi penting dalam meningkatkan kapasitas pendidik di era digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, serta membangun kepercayaan diri dalam menerapkan metode yang interaktif, adaptif, dan efektif. Pelatihan dilaksanakan secara daring pada 23–24 Januari 2025 melalui platform Google Meet, melibatkan empat narasumber berkompeten dan didukung oleh SD Negeri Candirejo 01 serta Perpustakaan Desa Candirejo. Proses pelatihan meliputi tahap koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan partisipasi tinggi dan respons positif dari peserta, dengan mayoritas memberikan penilaian maksimal terhadap kualitas kegiatan, penyampaian materi, dan kebermanfaatan pelatihan. Kendala teknis seperti ketidaksesuaian jadwal pemateri dan keterbatasan infrastruktur masih ditemukan, namun tidak mengurangi keberhasilan program secara keseluruhan. Kegiatan ini juga mendukung kemampuan adaptasi guru dan siswa dalam mengembangkan kreativitas. Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan dinilai sangat baik oleh peserta, dengan skor tertinggi pada aspek kebermanfaatan materi (4.75). Seluruh aspek berada pada rentang 4.60–4.75, mencerminkan kepuasan tinggi. Pelaksanaan daring melalui Google Meet dinilai efektif dan mendukung keterlibatan penuh peserta. Temuan ini menunjukkan pelatihan berhasil meningkatkan kapasitas pendidik dalam penerapan Hybrid Learning.