Articles
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA BAGIAN ASSEMBLING DI RSUD LEUWILIANG
Dinanti, Annisa Surya;
Ulfah, Annisa
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menyelidiki kebutuhan tenaga kerja di bagian perakitan di RSUD Leuwiliang, dengan fokus pada hubungan antara beban kerja dan tingkat kepegawaian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis beban kerja menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Tujuannya antara lain menentukan waktu kerja tersedia (WKT), mengidentifikasi komponen beban kerja, menghitung standar beban kerja, dan memperkirakan jumlah kebutuhan tenaga perakitan rekam medis. Hasilnya menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang signifikan antara beban kerja dan jumlah staf yang tersedia, yang menyebabkan inefisiensi dan keterlambatan dalam penyelesaian tugas perakitan.Saat ini, departemen perakitan hanya beroperasi dengan dua orang staf sehingga menyebabkan tumpukan pekerjaan. Tunggakan ini merugikan efisiensi dan kualitas pemberian layanan di departemen rekam medis. Studi ini menyimpulkan bahwa diperlukan penambahan staf untuk mencapai produktivitas optimal dan meningkatkan kualitas layanan. Hal ini sangat penting mengingat peran penting rekam medis dalam mendukung pemberian layanan kesehatan, memastikan keakuratan dokumentasi pasien, dan memfasilitasi operasional rumah sakit yang efisien.Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi RSUD Leuwiliang untuk merencanakan dan mengalokasikan sumber daya manusia secara lebih efektif. Dengan melakukan hal ini, rumah sakit dapat memastikan bahwa departemen rekam medis dapat beroperasi secara efisien, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap perawatan pasien yang lebih baik dan kinerja rumah sakit secara keseluruhan. Selain itu, penelitian ini juga berfungsi sebagai aplikasi praktis pengetahuan teoritis bagi mahasiswa dan referensi untuk studi lebih lanjut di Politeknik Piksi Ganesha Bogor. Pentingnya penelitian ini ditegaskan oleh meningkatnya beban kerja di bagian rekam medis, yang didorong oleh pertumbuhan populasi pasien dan perluasan cakupan layanan medis.
ANALISA KESIAPAN PETUGAS TERHADAP PENGIMPLEMENTASIAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARADENAN
Afriansyah, Robby;
Ulfah, Annisa
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kesiapan Puskesmas Karadenan dalam Pengimplementasian rekam medis manual menjadi rekam medis elektronik. Rekam medis elektronik telah di implementasikan di Indonesia berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan untuk mentransformasikan sistem rekam medis dari manual menjadi berbasis komputer. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data pada periode April-Mei 2024. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa di Puskesmas Karadenan terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam kesiapan pengimplementaian rekam medis elektronik. Menyediakan sumber daya finansial yang memadai untuk mengadopsi sistem rekam medis elektronik yang efektif merupakan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan Puskesmas Karadenan dalam mengadopsi rekam medis elektronik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam pengimplementasian rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan. Penting untuk mengatasi kendala finansial dan metode yang dihadapi guna memastikan kesuksesan dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan.
TINJAUAN KETIDAKJELASAN PENULISAN DIAGNOSIS PENYAKIT DAN PENGGUNAAN SINGAKATAN DALAM KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PADA RESUME MEDIS DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR TAHUN 2024.
Fajriawan, Difari;
Ulfah, Annisa
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Infokes
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56689/infokes.v8i1.1418
Ketepatan kode diagnosis ialah kesesuaian kode diagnosis yang ditetapkan petugas koding Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tinjauan ketidakjelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis dalam ketepatan pengodean diagnosis pada berkas Resume Medis di Rumah Sakit Salak Bogor. Penelitian ini kuantitatif pendekatan deskriptif. sampel kode diagnosis di Rumah Sakit Salak Bogor 30 Resume rekam medis, diambil dengan cara teknik sampling jenuh, analisa univariat. Hasil penelitian di dapatkan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis, dan ketepatan pengodean diagnosis pada berkas resume medis ditemukan sebanyak (56.66%) dengan penulisan diagnosa yang tidak jelas, (13,33% ) yang tidak tepat penggunaan singkatan diagnosis penyakit, (29,50%) dengan kode diagnosis yang tidak tepat Penulisan diagnosa yang tidak jelas. Hal ini disebabkan kurangnya tanggung jawab dokter dalam menuliskan diagnosa utama pasien dengan jelas akibat dari terburu-buru akhirnya tidak terselesaikan dengan baik penulisan rekam medis, sehingga menyulitkan petugas untuk membaca diagnosa utama yang diberikan dokter, maka hal ini akan berdampak terhadap upaya penyelesaian pekerjaan dengan baik dan berpengaruh terhadap kualitas ketepatan kode diagnosa penyakit yang diberikan
The Effect of the Accuracy of Inpatient Disease Codification on BPJS Health Claims At Hermina Arcamanik Hospital
Awalia*, Rahma Kurnia;
Ulfah, Annisa
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 4 (2023): Educational, Historical Studies and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jr.v6i4.34543
The accuracy of codification of patient diseases is one of the fundamental things in medical record governance. Discrepancies in the provision of disease codes and actions could have an impact on the health service financing claim process. The goals of this study are to find out about the effect of the accuracy of inpatient disease codification on BPJS Health claims at Hermina Arcamanic Hospital. A descriptive approach in quantitative methods was used in this study with 98 samples of pending RM files. The problem found was data discrepancies in the claim process. Problems related to codification include the occurrence of repeated codification inputs, actions that do not need to be coded, other supporting files that do not meet the claim criteria, the occurrence of action 88.78 recording, and inaccuracies in the selection of Main Condition. The results showed that the difference in tariffs obtained by Hermina Arcamanik Hospital was 55.87 with a negative difference. The efforts to overcome these problems include conducting a thorough check on the disease to be coded and the necessary supporting files, evaluating the performance of the case mix section, and evaluating the number of hospital rates so that there is no too significant cost gap with INA-CBGs rates.
TINJAUAN PENANGANAN DOWNTIME DI PENDAFTARAN RAWAT JALAN GUNA MENUNJANG AKREDITASI VERSI STARKES
Wiwaha, Abiyyu Dicka;
Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29053
Downtime di pendaftaran rawat jalan dapat menghambat pelayanan di Rumah Sakit yang menyebabkan antrian panjang. Untuk menunjang Standar Akreditasi Kesehatan Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan elemen penilaian 13.1 yang mengutamakan efektivitas dan efisiensi di pelayanan maka dibutuhkan penanganan Downtime yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana proses penanganan Downtime di pendaftaran rawat jalan dan melihat kepatuhan Rumah Sakit terhadap Standar Akreditasi Kesehatan Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan elemen penilaian 13.1. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode analisis dokumentasi dan wawancara terstruktur dengan skala kecil. Berdasarkan hasil analisis dokumentasi dan wawancara di Rumah Sakit X Bandung sudah ada Standar Operasional Prosedur baik secara umum,terencana ataupun tidak terencana, dalam penanganan Downtime dan yang menjadi sebab utama terjadinya Downtime adalah jaringan dan software. Setiap ada terjadinya Downtime juga sudah dilakukan pencatatan secara konsisten dan untuk ketepatan waktu dalam penanganan Downtime nya sudah tepat waktu semuanya untuk kekurangan dalam segi sumber daya manusia nya yaitu belum adanya pelatihan secara rutin. Dari hasil penelitian di Rumah Sakit X Bandung saat terjadinya Downtime pendaftaran Rawat Jalan masih bisa berjalan baik, Pencatatan dan pendokumentasian penanganan Downtime tercatat dengan baik yang menjadi langkah kedepan untuk menjadi langkah untuk upaya perbaikan. Dengan sudah adanya Standar Operasional Prosedur, Pelatihan, Evaluasi dan Monitoring dengan demikian Standar Akreditasi Kesehatan Elemen penilaian 13.1 dapat terpenuhi.
ANALISIS KETEPATAN KODEFIKASI OBSTETRI DAN GINEKOLOGI (OBSGYN) PADA LAYANAN RAWAT INAP TERHADAP KELANCARAN KLAIM BPJS DI RSU HERMINA ARCAMANIK
Farlina Ispahani, Sri;
Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30616
Ketepatan kodefikasi merupakan salah satu hal yang penting guna kelancaran klaim BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dan pengaruh antara ketepatan kodefikasi obstetri dan ginekologi (Obsgyn) pada layanan rawat inap terhadap kelancaran klaim BPJS di RSU Hermina Arcamanik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif pendekatan deskriptif. Jumlah sampel yang diperoleh menggunakan rumus Slovin adalah 89 berkas pasien yang menjalani rawat inap Obsgyn dan 12 staf JKN, dengan teknik simple random sampling. Diperoleh hasil observasi pada berkas klaim ketepatan kode sebanyak 73 (82%), berkas dengan ketidaktepatan kode sebanyak 16 (18%), berkas lancar klaim sebanyak 67 (75,3%) dan berkas tidak lancar klaim sebanyak 22 (24,7%). Hasil uji chi-square menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan antara ketepatan kodefikasi pasien rawat inap Obsgyn terhadap kelancaran klaim BPJS. Hasil dari uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner yang digunakan memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Hasil uji regresi linier sederhana diperoleh arah pengaruh antara kedua variabel penelitian ini adalah positif. Peneliti menyimpulkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan terbukti adanya hubungan dan pengaruh antara ketepatan kodefikasi Obsgyn pada layanan rawat inap terhadap kelancaran klaim BPJS
ANALISIS KELENGKAPAN HASIL USG OBSTETRI GYNEKOLOGI (OBGYN) PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KELANCARAN KLAIM BPJS KESEHATAN DI RSU HERMINA ARCAMANIK
Afiyah, Syifa;
Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30634
Biaya klaim yang diajukan pihak Rumah Sakit tidak semata-mata langsung dibayarkan oleh pihak BPJS Kesehatan tanpa melewati rangkaian prosedur yang sudah ditetapkan. Dari banyaknya pengajuan klaim, masih terdapat beberapa pengajuan yang dikembalikan sehingga proses klaim menjadi tertunda. Dari hasil observasi yang dilakukan, terdapat 4 jenis faktor penyebab klaim pasien poli Obgyn tertunda karena gagal lolos verifikasi, kurangnya persyaratan administrasi berupa lampiran hasil USG (51,52%) menjadi faktor penyebab paling banyak di periode bulan Februari - Maret tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan hasil USG pasien rawat jalan poli Obgyn pada periode bulan Februari - Maret tahun 2024 sebagai persyaratan administrasi yang harus dilengkapi saat melakukan pengajuan klaim di RSU Hermina Arcamanik. Penelitian dilakukan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Simple random sampling. Dari 1.995 populasi, sebanyak 95 data pengajuan klaim dijadikan sampel. Hasil penelitian didapat nilai R Square sebesar 0,739, atau 73,9% lewat hasil uji koefisien determinasi, yang artinya kelengkapan hasil USG Obgyn pasien rawat jalan berpengaruh terhadap kelancaran klaim BPJS Kesehatan di RSU Hermina Arcamanik, dan 26,1% sisanya merupakan variabel lain yang juga ikut mempengaruhi kelancaran klaim. Penyebab ketidaksediaan hasil USG yang perlu dilampirkan saat melakukan pengajuan klaim, diantaranya karena jatuh atau hilang saat di perjalanan menuju ruangan JKN serta hasil USG yang tidak dapat diunggah karena terjadi masalah pada sistem
TINJAUAN PENERAPAN ELECTRONIC MEDICAL RECORD INSTALASI REKAM MEDIS BAGIAN CODING RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR
Seftiani, Siti;
Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31103
Pengolahan dokumen dengan menggunakan sistem berbasis komputer yang sedang menjadi tren global saat ini adalah rekam medis elektronik. Keterlibatan teknologi dalam pengklasifikasi meningkatkan efesiensi dan akurasi dalam manajemen pelayanan kesehatan khususnya pada instalasi rekam medis bagian coding rawat jalan. Rumah Sakit Azra sudah mengimplementasikan SIMRS dan Sistem Electronic Medical Record (EMR) sejak tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau penerapan Electronic Medical Record (EMR) di instalasi rekam medis bagian coding rawat jalan melalui tiga aspek Technology Acceptance Model (TAM) dalam teori yang dikemukakan oleh Fred Davis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini melibatkan dua orang petugas coding sebagai informan kunci dan satu orang petugas rekam medis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini menunjukan persepsi terhadap aspek kemudahan, kemanfaatan, dan minat perilaku yang mendukung. Tidak ada penolakan terhadap penggunaan pada sistem yang digunakan oleh informan kunci dan informan pendukung. Saran yang didapat untuk uraian permasalahan adalah membuat sistem agar segera memenuhi kebutuhan petugas khususnya petugas coding rawat jalan agar pengolahan data bisa berjalan lebih efesien dan akurat dimasa yang akan datang.
ANALISIS DIGITALISASI FORMULIR INFORMED CONSENT PASIEN ICU DALAM MENUNJANG REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RSU HERMINA ARCAMANIK
Sabila Fitriani, Fasha;
Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31479
Digitalisasi Informed consent merupakan upaya yang dilakukan dalam menunjang rekam medis elektronik. Rumah sakit Hermina Arcamanik telah menggunakan sistem rekam medis elektronik sejak Tahun 2022. Namun dalam pelaksanaanya ternyata masih ada beberapa formulir yang masih manual pengisiannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses digitalisasi formulir informed consent serta faktor yang menyebabkan formulir informed consent masih manual dalam pengisiannya. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif yang menggunakan penghimpunan data melalui teknik wawancara dan observasi. Pada pasien ICU formulir informed consent diberikan sebelum pasien memasuki ruangan, yang mana diperlukan tanda tangan baik dari pasien maupun wali pasien sebagai bukti persetujuan terhadap tindakan yang akan diberikan. Informed consent perlu didigitalisasi karena pada informed consent pengisian tanda tangan masih memakai tanda tangan basah, maka perlu dilakukan proses scan dan upload/unggah ke SIMRS. Dari data nomor rekam medis pasien ICU sebanyak 36 nomor yang dilihat dari SIMRS pada bulan Maret 2024 didapatkan hasil yaitu ketiga jenis formulir informed consent sudah berhasil terdigitalisasi namun belum maksimal. Pada lembar checklist yang dibuat dapat diketahui bahwa pada 1 nomor rekam medis pasien masih ditemukan formulir informed consent yang tidak terdigitalisasi. Hal tersebut terjadi karena pada saat akan dilakukan proses scanning formulir informed consent tidak ditemukan pada map berkas rekam medis yang diambil dari ruang ICU.
TINJAUAN WAKTU TUNGGU RAWAT JALAN POLI SARAF TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RSUD MAJALAYA
Shavira Aprilianti, N.;
Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31666
Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu rawat jalan dipahami sebagai waktu tunggu yang dibutuhkan mulai pasien datang mendaftar hingga dimulai pelayanan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau waktu tunggu rawat jalan poli saraf terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya Tahun 2024 dengan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran deskriptif terhadap lama waktu tunggu rawat jalan, khususnya pada pasien poli saraf. Teknik dan instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi observasi dan wawancara. Dari 234 sampel pasien, 65 pasien (27.78%) yang waktu tunggunya sudah sesuai.dan waktu tunggu rata-rata pasien adalah 120 menit. Untuk waktu tunggu pasien paling cepat memakan waktu 14 menit, sedangkan waktu tunggu pasien paling lama memakan waktu 237 menit. Faktor penyebab terjadinya lama waktu tunggu rawat jalan dikarenakan sistem web rekam medis elektronik diloket pendaftaran yang sering mengalami downtime dan error, rasio dokter dan pasien, kelalaian pasien saat melakukan pendaftaran tidak membawa surat-surat yang diperlukan dan bukan pasien yang bersangkutan yang melakukan pendaftaran