Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA PUBLIK SEBAGAI TITIK KUMPUL BENCANA DI KELURAHAN MACCINI SOMBALA, SULAWESI SELATAN Nuryuningsih Nuryuningsih; Mayyadah Syuaib; Rahmadi Rahim
Teknosains Vol 15 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i1.17766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas ruang terbuka dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dan merumuskan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ruang terbuka sebagai titik temu bencana di Desa Maccini Sombala Makassar, dengan melakukan studi pustaka, observasi dan wawancara berdasarkan Teori Arnstein sebagai instrumen dan analisis data menggunakan teknik analisis korelasi antar variabel untuk mengetahui relevansinya dengan tingkat partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang terbuka publik kurang efektif dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat sesuai dengan jenjang pertama Teori Arnstein (manipulasi), sebanyak 45 responden atau 75% data. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain: umur dan jarak ruang terbuka publik dari rumah. Berdasarkan hal tersebut, strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ruang terbuka sebagai titik temu bencana di Desa Maccini Sombala meliputi: Pemberian penyuluhan, kerjasama pemerintah, pemberian pelatihan tanggap bencana, bahkan pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi penuh di beberapa ruang terbuka publik. Program pembangunan seperti penentuan titik temu bencana yang telah disepakati melalui konsultasi, diskusi, dan lainnya sesuai dengan harapan masyarakat pada umumnya.
EVALUASI KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN JALUR EVAKUASI BENCANA DI MAL PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR Mayyadah Syuaib; Nuryuningsih Nuryuningsih; Rohana Rohana
Teknosains Vol 15 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i1.17945

Abstract

Sistem evakuasi yang baik menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana memiliki peran penting khususnya pada bangunan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana ketersediaan dan kelayakan jalur evakuasi dalam menghadapi kondisi darurat Mal Panakkukang Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan wawancara di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur evakuasi di Mal Panakkukang Makassar tersedia tetapi belum sepenuhnya memenuhi standar desain yang sesuai. Hal ini terlihat pada beberapa compenents di pintu keluar yang tidak sesuai dengan SNI 03-1746-2000. tidak ada cukup titik pertemuan di luar gedung. Kurangnya tanda atau informasi tentang jalan keluar darurat. Harapannya  hadirnya penelitian ini dapat membantu dalam pertimbangan ketika merancang bangunan publik agar memenuhi standar keamanan bangunan dan memenuhi hak masyarakat sebagai pengguna bangunan.
EFEK TINDAK LANJUT PEMERINTAH KABUPATEN MAROS TERHADAP BANGUNAN KANTOR PEKERJAAN UMUM PASCA BENCANA BANJIR 2019 Rahmiani Rahim; Nuryuningsih Nuryuningsih; Mayyadah Syuaib
Teknosains Vol 15 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i1.17956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tindak lanjut pemerintah terhadap gedung kantor PU Kabupaten Maros pasca bencana banjir pada Januari 2019 dengan melakukan studi pustaka, observasi dan wawancara di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak lanjut pemerintah terhadap gedung perkantoran Maros PU adalah dengan menaikkan elevasi lantai dari lantai dasar menjadi kurang lebih 1 meter, hal ini berdampak pada pengguna gedung, salah satunya adalah berkurangnya tingkat kenyamanan di dalam gedung bangunan karena jarak antara lantai dan plafon tidak memenuhi standar desain interior yang baik. Oleh karena itu, selain tindakan peninggian lantai, penggunaan warna dinding dan plafon pada interior haruslah warna-warna yang dapat memberikan kesan luas dan tinggi seperti putih, serta meminimalkan penggunaan furnitur yang berlebihan dan berukuran besar.
Identifikasi Aksesibilitas Difabel pada Mushalla Mall Panakkukang Kota Makassar Mayyadah Syuaib; Rohana Rohana
Jurnal Linears Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v2i1.3025

Abstract

Pusat perbelanjaan Mall Panakkukang Makassar saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai tempat rekreasi. Kecenderungan masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tersebut mengharuskan mereka memanfaatkan musallah sebagai sarana ibadah untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Aksesibilitas menuju musallah pada ruang publik berperan penting terhadap pergerakan pengunjung untuk mendapatkan kemudahan, kenyamanan, keamanan dan kemandirian terutama bagi difabel. Keberadaan difabel adalah hal yang tidak bisa diabaikan, mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama didalam hukum dan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pemenuhan hak bagi difabel pada Musallah Mall Panakkukang Kota Makassar. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi aksesibilitas difabel pada Mall Panakkukang Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa fasilitas yang disediakan sesuai dengan standar, sehingga pengguna difabel yang memanfaatkan fasilitas Musallah dominan dari kalangan  ibu Hamil dan Lansia.
PENINGKATAN KUALITAS TEMPAT MINUMAN SARABBA SEBAGAI BAGIAN DARI DAYA TARIK WISATAWAN KAMBO DI KOTA PALOPO Moh. Sutrisno; Muhammad Chaidar Febriansyah; Andi Tenrisanna Syam; Rahmiani Rahim; Mayyadah Syuaib; Suci Q. Ramadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.12899

Abstract

Kambo area is a strategic area geographically located in the highland area of Palopo City. The natural conditions of Kambo are fertile, and the distance from Palopo city is quite close. On the other hand, the limited land for residents and the location of buildings on hillsides prone to landslides are problems that need mediation. This activity aims to provide input to residents about the importance of protecting the natural environment, increasing awareness of landslide disasters, and optimizing the place as a tourist area with the characteristic of Sarabba drink. Sarabba is a typical drink from South Sulawesi. Sarabba drink is made from ginger and brown sugar as ingredients. The community service used the lecture method in the counseling process and placemaking to identify problems and potential within the community. The results of service community activities positively impact the development of more quality and modern building facades. The idea of optimizing the potential of Kambo's natural wealth with the characteristics of a more comfortable and contemporary Sarabba drink can be accepted by residents without leaving the rules of local wisdom. The emergence of a business place with a modern concept, both in terms of form and building materials. The youth community made markers to enter the Kambo village, marking the peaks of nests to enter natural tourist areas. The uniqueness of Kambo is increasingly known through social media. --- Kawasan Kambo termasuk wilayah strategis yang secara geografis terletak di kawasan dataran tinggi Kota Palopo. Tidak hanya kondisi alam Kambo yang subur tetapi juga jarak dengan kota Palopo yang cukup dekat. Dilain sisi, keterbatasan lahan warga, letak bangunan di lereng-lereng bukit yang rawan terjadinya longsor menjadi permasalahan yang perlu dilakukan mediasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan masukan kepada warga tentang pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar, meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana longsor, serta optimalisasi tempat sebagai kawasan wisata dengan ciri khas minuman Sarabba. Sarabba adalah minuman khas Sulawesi Selatan. Minuman Sarabba terbuat dari bahan baku Jahe dan gula merah. Pengabdian menggunakan metode ceramah dalam proses penyuluhan, dan placemaking dalam mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang ada bersama-sama masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian berdampak positif kepada perkembangan fasad bangunan yang lebih berkualitas dan modern. Gagasan mengoptimalkan potensi kekayaan alam Kambo dengan ciri khas minuman Sarabba lebih nyaman dan modern dapat diterima oleh warga tanpa meninggalkan kaidah-kaidah kearifan lokal. Munculnya tempat usaha dengan konsep modern, baik dari segi bentuk maupun material bangunan. Komunitas pemuda membuat penanda untuk masuk ke dalam kelurahan Kambo, penanda puncak sarang-sarang untuk masuk ke area wisata alami. Keunikan Kambo semakin dikenal melalui media sosial.
PENDEKATAN SEMIOTIK TERHADAP FASAD BANGUNAN KOMERSIAL DI MAKASSAR Nuryuningsih Nuryuningsih; Mayyadah Syuaib; Rahmiani Rahim
Teknosains Vol 16 No 3 (2022): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i3.29589

Abstract

Semiotik (semiotics) adalah menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif, mampu menggantikan suatu yang lain (stand for something else) yang dapat dipikirkan/dibayangkan. Fasad bangunan merupakan poin utama, bagaimana bangunan menyampaikan pesan dari sang arsiteknya, tema, ataukah menjadi simbol dan mewakili suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan semiotika dan maknanya, untuk menjelaskan kegunaannya yang berbeda dalam ekspresi setiap jenis kepemilikan fasad bangunan komersial, dan untuk mengidentifikasi karakteristik dengan gaya arsitektur modern yaitu Mal Ratu Indah Makassar, Horison Hotel Makassar dan Restoran McDonald's Makassar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah tinjauan bibliografi dan observasi lapangan berdasarkan teori semiotik Peirce yang menganalisis maknanya berdasarkan tiga elemen utama: ikon, indeks dan simbol. Teori lain yang digunakan yaitu Saussure, Barthes, Eco, Jenks dan Morris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penggunaan semiotika fasad suatu bangunan adalah untuk memudahkan dalam mengidentifikasinya, dan untuk memberikan ciri khas tertentu. Makna yang terkandung dalam fasad merupakan manifestasi dari fungsi dan aktivitasnya yang diungkapkan oleh arsitek kepada komunitasnya. Terdapat beberapa perbedaan objek kajian karena jenis kepemilikan bangunan yang menyebabkan ekspresi fasad yang berbeda serta perbedaan fungsi dan aktivitas di dalamnya serta tujuan pendiriannya. Kesamaannya adalah penggunaan bahan transparan, warna berdasarkan makna dan fungsi. Bangunan-bangunan yang menjadi objek penelitian umumnya terinspirasi dari arsitektur lokal, karena bisa menjadi bangunan komersial dengan gaya arsitektur modern.
PENATAAN SANITASI SEBAGAI SARANA PENUNJANG PEMUKIMAN SEHAT DI PONDOK PESANTREN DDI UJUNG LARE PAREPARE Rahmiani Rahim; Ahmad Ibrahim; Nuryuningsih Nuryuningsih; Mayyadah Syuaib
Teknosains Vol 16 No 3 (2022): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i3.29621

Abstract

Pondok pesantren merupakan wadah pendidikan agama Islam yang rahmatan lil ’alamin berlandaskan nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan. Lingkungan yang ramah dan sehat berperan penting dalam pengembangan pendidikan dan khasanah pesantren yang dapat melahirkan santri berprestasi. Guna mewujudkan lingkungan yang ramah tersebut, perhatian terhadap fasilitas umum yang ada di pondok pesantren seharusnya menjadi penting untuk disediakan sesuai standar Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian fasilitas sanitasi di lingkungan Pondok Pesantren DDI Ujung Lare Parepare dengan standar pemukiman sehat. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren DDI Ujung Lare Parepare, pada bulan Maret 2021. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif intrepretatif. Penelitian ini mengkaji standar dengan mengamati tata letak septic tank - sumber air dan ketersediaan fasilitas kamar mandi/ toilet yang ada di lingkungan Pondok Pesantren DDI Ujung Lare Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lingkungan pondok pesantren dari 11 titik sumber air, ada 7 titik yang tidak memenuhi syarat standar pemukiman sehat dan ratio ketersediaan fasilitas kamar mandi/ wc untuk santri juga belum memenuhi standar pemukiman sehat.
ATRIBUT LINGKUNGAN PERILAKU (STUDI KASUS: RUANG AULA SMA NEGERI 1 LUWU UTARA) Mayyadah Syuaib; Sudarman Abdullah; Nuryuningsih Nuryuningsih; Rahmiani Rahim
Teknosains Vol 16 No 3 (2022): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i3.29726

Abstract

Aula adalah ruangan besar yang pada penghujung abad pertengahan di Eropa Utara dimanfaatkan sebagai tempat tidur pelayan. Pada masa sekarang aula menjadi sebuah ruang pertemuan, ruang rapat, atau ruang pertunjukan yang merupakan salah satu fasilitas yang wajib dimiliki oleh setiap sarana pendidikan, kampus, sarana ibadah dan fasilitas umum lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi layout ruang aula SMA Negeri 1 Luwu Utara dan memberikan alternatif layout ruang yang sesuai dengan atribut lingkungan perilaku. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, menganalisis kesesuaian kondisi eksisting dengan atribut lingkungan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan atribut lingkungan perilaku yang dianggap akan memberikan pengaruh terhadap perilaku pengguna ruang serta memerlukan rekomendasi desain adalah visibilitas, kenyamanan, aksesibilitas dan kepadatan.
Kajian Penerapan Konsep Lingkungan Restoratif pada Bangunan Masjid 99 Kubah di Makassar Mustajab Aras, Adnan; Syuaib, Mayyadah; Masardy Tahir , Andhy; Uniarti Ananda, Ovy; Maulana Muharram, Ikrar
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 4 No. 1 (2022): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v4i1a10

Abstract

This study aims to determine the object of research applying the criteria as a restorative environment. The object of this study is the 99-domes mosque located in the central Point of Indonesia (CPI) Tanjung Bunga Makassar. The method used is descriptive analysis method, which is by collecting data and comparative studies and then analyzed and concluded. In collecting data, conducted several ways such as literature studies to obtain relevant data and references, then interviews, as well as field observations to directly feel the atmosphere of the object to be discussed. The results showed that the existence of this mosque can give the community a restorative experience. The experience of calm and peace from to these criteria has managed to restore the physical and psychological condition of the people. It can be said that visitors regain their energy and motivation to undergo the next activity.
Penerapan Arsitektur Perilaku Dalam Redesain Lembaga Rehabilitasi Di Makassar Embong Bulan, Muhammad Erwin; Alfiah, Alfiah; Syuaib, Mayyadah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 5 No. 2 (2023): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v5i2a11

Abstract

As imperfect living beings, humans sometimes do good deeds and sometimes do evil deeds based on the lust in their hearts and minds. Humans are not aware that they will grow old and are getting closer to death. After making mistakes, humans tend to have a sense of regret and want to improve themselves to be much better. The authorities and the community are needed as a comprehensive response effort by working together actively and continuously. In medical science, most classes of drug drugs are helpful for treatment, but they can also be misused if they are not by the dosage or standard of treatment that is circulating legally. The behavioral architecture approach as a method of designing rehabilitation designs becomes a vehicle for improving human behavior and requires good humanitarian support.