Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Nilai Tambah dengan Metode Hayami Produk Mie Kering dengan Penambahan Ekstrak Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa, (Aiton) Hassk.) Sari, Dini Novita; Sembiring, Riani Sari; Asben, Alfi
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.19

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa, (Aiton) Hassk.) merupakan tanaman liar berkayu yang memiliki buah yang semula berwarna hijau berubah menjadi merah kecokelatan sampai hitam saat matang dan bagian dalam buah berwarna ungu dan lunak, buah karamunting sebagai salah satu bahan fortifikasi pada mie kering. Mie merupakan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat walaupun bukan merupakan makanan pokok, fortifikasi atau pengkayaan kandungan gizi terutama antosianin sebagai sumber antioksidan alami sehingga mie dapat dijadikan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah produk mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting dari perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting 100 ml. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai nilai tambah mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting kepada pembaca, serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi terkait agar mampu memberikan dukungan kepada pelaku usaha mie kering. Nilai tambah adalah selisih dari nilai output dengan biaya bahan dan pengolahan input, perhitungan nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil analisis nilai tambah yang dilakukan menunjukkan mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting 100 ml mempunyai rasio nilai tambah sebesar 53,258% atau memberikan nilai tambah Rp 12.338/kg. Rasio nilai tambah yang diperoleh menunjukkan industri tersebut memiliki nilai tambah yang tinggi. Adapun perolehan pendapatan tenaga kerja mencapai 32,986%, kontribusi dari input lainnya mencapai 38,820%, dan keuntungan usaha mencapai 28,194%.
Planting Productive Seeds Based on Watersheds in Order to Welcome World Environment Day in Kelambir V Kampung Village, Hamparan Perak Region, Deli Serdang District Khairani, Siti; Harahap, Siti Nurlani; Simbolon, Heri Yusuf; Sari, Dini Novita; Sembiring, Juhardi; Fahri, Romi; Utami, Khairuna; Depari, Nelfita Rizka S; Sembiring, Riani Sari
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i1.12789

Abstract

Community service for planting productive tree seedlings based on watersheds (DAS) in order to welcome world environment day, aims to socialize the importance of a good environment for life; cooperate with the village government and the Sejahtera Tani farmer group; introducing the types of productive tree seedlings; planting productive tree seedlings with the village government and the Sejahtera Tani farmer group. This community service activity was carried out in Kelambir V Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. This activity is a form of implementation of one of the tridharma of Higher Education, especially community service by the UNUSU academic community, as well as in the framework of UNUSU's participation in the effort to plant watershed-based productive seeds in order to welcome World Environment Day. The method of implementing community service is carried out in 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the reporting stage. During the preparatory phase, socialization was carried out, determining socialization areas, identifying needs, coordinating with relevant village officials, preparing proposals and completing supporting documents. In the implementation phase, declaration is carried out, planting productive DAS-based seeds, socializing planting productive DAS-based seeds, monitoring, at the reporting stage, namely compiling a final report on community service activities. The result of this community service activity is planting productive trees around the watershed and in the gardens of farmer groups, which total 100 productive tree seeds including matoa, simpur, jamblang, duku, rambutan, longan, tamarind seeds.