Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analysis of River Flow Velocity Using Current Meter with Six-Tenths Method and Two-Point Method (Case Study of Ampal River, Balikpapan City) Giarto, Rahmat Bangun; Kiptiah, Mariatul; Pradana, Ryan
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 3 No. 3 (2023): IJRVOCAS - December
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v3i3.212

Abstract

Rivers have cross-sectional sizes in the form of longitudinal profiles, valley slopes, and cross sections. The size can change according to the base material, cliffs, and water discharge so each river has different characteristics. The flow velocity will affect the flow rate. This study aims to determine the flow velocity of the Ampal River and determine the differences between the methods used. Measurement of flow velocity in this study using a current meter with the six-tenths method and the two-point method. The fastest flow velocity obtained on average is at the point z/b = 0.5 or in the middle of the river, with the maximum speed being at Cross Section 4, with a depth of 1.29 m and a speed of 0.474 m/s.
Karateristik Kecepatan dan Debit Aliran pada Sungai Alami menggunakan Six-Tenths Method (Studi Kasus Sungai Pondok Gong Km. 33, Kabupaten Samboja) Giarto, Rahmat Bangun; Kiptiah, Mariatul; Zega, Feriaman; Zubran, Azan; Yusuf, Muhammad Reynaldi
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 2 September 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i2.21198

Abstract

Sungai Pondok Gong merupakan salah satu sungai alami yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya pada Kecamatan Samboja Barat Kilometer 33 yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan transportasi, irigasi pertanian dan sebagainya. Sungai memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga kecepatan aliran dan debit setiap sungai akan berbeda. Kecepatan aliran diperlukan dalam perencanaan bangunan dalam bidang keiaran. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik aliran seperti kecepatan aliran dan debit aliran pada Sungai Pondok Gong dengan menggunakan metode six-tenths method. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan aliran maksimal berada pada kedalaman maksimal, dengan kecepatan aliran maksimal per titik yakni 0,1234 m/s dengan kedalaman 1,34 m berada pada cross-section 4 berada pada tengah sungai. Kedalaman sungai berbanding lurus terhadap kecepatan aliran, dimana semakin dalam sungai, semakin cepat pula kecepatan alirannya, sedangkan kecepatan aliran dan debit aliran memili korelasi yang erat, dimana semakin besar kecepatan aliran semakin besar pula debit aliran, hal ini ditunjukan dengan nilai R-square 0,98.
Road Defects Analysis of Mulawarman Street STA 00+000 – 03+300 Using Pavement Condition Index (PCI) Method Kurniawan, Musthofa Kamal; Sulistyo, Totok; Giarto, Rahmat Bangun
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 1 No 1 (2002): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.705 KB) | DOI: 10.32487/nuce.v1i1.382

Abstract

The Mulawarman Teritip – Gunung Tembak Balikpapan road is the main road connecting the city of Balikpapan and the district of Samboja and Sanga-Sanga. The purpose of this study was to determine the type and value based on the amount of road damage that occurred, so research was carried out in the form of an assessment to determine the level of road damage, before finally obtaining the cause and treatment that was suitable for the road segment. Observations on the Mulawarman Teritip – Gunung Tembak STA 15+250 to 18+550, aimed to research road conditions using the method of Pavement Condition Index (PCI). Analysis of the data obtained include: Survey data, Quantity (Quantity), Density (Density), Graph Deduct Value (DV), Total Deduct Value (TDV), Correct Deduct Value (CDV), Pavement Condition Index (PCI), and Repair Method. PCI value at Mulawarman Teritip – Gunung Tembak road obtained from the calculation is 74.5 in the category of Satisfactory, and the method of repair is done is road maintenance on a regular basis to improve quality and preserve the value of PCI.
Peran Guru Dalam Mencegah dan Mengatasi Praktek Bullying di Lingkungan Sekolah Menengah Pertama Kota Balikpapan Kurniawan, Yudi; Rahmawati, Patria; Giarto, Rahmat Bangun; Zulkifli, Zulkifli
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 3 (2024): Renata - Desember 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.74

Abstract

Perundungan memiliki sebutan yang lain, yakni bullying. Bullying merupakan salah satu fenomena yang relatif sulit untuk di ketahui. Secara umum, yang terdeteksi oleh media biasanya tipe bullying dalam bentuk kekerasan fisik. Pengaruh dari bullying memiliki efek buruk yang dirasakan oleh korban. Tidak hanya itu, efek buruk ini juga dirasakan oleh pelaku bullying dan saksi peristiwa bullying. Sekolah sebagai lembaga yang mencetak sumber daya manusia yang memiliki harapan mampu meneruskan estafet pembangunan bangsa. Namun, proses yang terjadi didalamnya justru terjadi kekerasan dan penyiksaan, baik dalam bentuk fisik maupun verbal. Terkait dengan upaya untuk mengatasi perundungan dalam dunia pendidikan, kepala sekolah sebagai salah satu tenaga pendidik yang memiliki peran dan andil yang sangat besar. Di dunia pendidikan menunjukan bahwa teridentifikasi 4 jenis perilaku kekerasan dominan yang dialami anak dalam lingkungan pendidikan yakni menjewer, mencubit, membentak dengan suara keras, menghina di hadapan teman atau orang lain. Pelaku kekerasan terhadap anak dalam lingkungan pendidikan adalah guru, teman sekelas dan teman lain kelas;ditemukan fakta:31,8% guru pernah menjewer anak,49,1% teman sekelas pernah mencubit anak, dan 20,7% teman lain kelas menghina anak dihadapan teman lainnya. Gencarnya sosialisasi yang diberikan baik pada masyarakat secara umum, pelajar dan guru dilingkungan sekolah adalah salah satu cara untuk mencegah meningkatnya kasus bullying. Kegiatan PKM ini memiliki tujuan memberikan pengetahuan tentang pencegahan tindakan perilaku bullying pada guru-guru Bimbingan Konseling dan memberikan cara-cara menangani perilaku bullying yang muncul dilingkungan sekolah.
PENGARUH BAHAN TAMBAH GLENIUM TERHADAP KEKUATAN BETON POROUS Ulfa, Anis Aulia; Achmad, Karmila; Giarto, Rahmat Bangun
JST (Jurnal Sains Terapan) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jst.v10i2.2286

Abstract

Kota Balikpapan, sebagai salah satu wilayah penting di Provinsi Kalimantan Timur, sering menghadapi permasalahan banjir dan longsor yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, khususnya pada jalan raya. Untuk mengatasi kerusakan ini, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan beton porous, yang memungkinkan peresapan air ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan. Penelitian ini mengeksplorasi kekuatan beton porous dengan variasi agregat ukuran 1/2 dan 2/3 serta penambahan fly ash (15%) dan akselerator Glenium (0,08%).Penelitian ini melibatkan pengujian material beton porous dengan dua jenis agregat kasar (ukuran 1/2 dan 2/3) yang diuji pada silinder beton berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian dilakukan pada umur 14 dan 28 hari untuk mengevaluasi pengaruh variasi ukuran agregat, penambahan fly ash, dan Glenium terhadap kekuatan tekan beton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton porous dengan agregat lebih kecil (ukuran 1/2) memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan agregat yang lebih besar (2/3). Selain itu, penambahan akselerator Glenium SKY 8770 secara signifikan meningkatkan kekuatan tekan beton pada umur 14 dan 28 hari, mempercepat proses hidrasi dan pengerasan beton. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam perancangan perkerasan ramah lingkungan yang lebih tahan terhadap kerusakan akibat banjir. 
Penguatan Dan Pengembangan Taman Kota Berbasis Edukasi dalam Mewujudkan Kota Layak Anak Tingkat Utama di Kelurahan Klandasan Ulu Kota Balikpapan Kurniawan, Yudi; Rahmawati, Patria; Giarto, Rahmat Bangun; Amsal, Andi Yasir; Zulkifli, Zulkifli
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 3 (2024): Renata - Desember 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.88

Abstract

Pemerintah Indonesia saat ini terus mengupayakan perwujudan Kota Layak Anak, sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang mengamanatkan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Tumbuh kembang anak merupakan suatu hal yang perlu di perhatikan oleh semua kalangan. Adanya ruang sosial publik yang dapat dimanfaatkan anak-anak dalam proses tumbuh kembang pun, anak-anak pasti membutuhkan ruang berkembang seperti sarana bermain yang layak untuk digunakan sebagai ruang atau media dalam mengembangkan potensi diri. Permasalahan saat ini adalah masih banyak taman di wilayah kota Balikpapan yang belum memiliki kategori Layak Anak salah satunya adalah di taman Wiluyo Puspoyudo 2, padahal Pemerintah kota Balikpapan memiliki program Layak Anak untuk kota Balikpapan. Tim Bina Desa Poltekba melakukan analisis tentang penanganan permasalahan ini, kemudian tim melakukan peninjauan lapangan di taman Wiluyo Puspoyudo 2. Tujuannya dari kegiatan ini adalah agar anak-anak Balikpapan dapat memanfaatkan ruang terbuka yang dimiliki kota Balikpapan guna menarik anak-anak bermain sambil belajar. Harapannya anak-anak Balikpapan akan lebih senang bermain di luar rumah dibandingkan didalam rumah, sehingga mampu meningkatkan softskill anak-anak dalam bersosialisasi dengan teman bermainnya.
Penguatan dan Pengembangan Fasilitas Pasar Tradisional Pandansari Untuk Meningkatkan Transaksi Perekonomian Khairiyah, Nurul Musfirah; Apriani, Endang Sri; Sari, Dessy Handa; Agustin, Kety Lulu; Giarto, Rahmat Bangun; Dharmawan, Ida Bagus; Ismawanto, Totok
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 11 (2025): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/yacexm96

Abstract

Pasar Pandansari adalah salah satu ikon perdagangan tradisional di Balikpapan, Kalimantan Timur. Terletak di kawasan strategis yang mudah diakses dari berbagai penjuru kota, pasar ini dikenal sebagai pusat ekonomi yang ramai sekaligus tempat wisata belanja yang menarik. Sebagai pasar terbesar di Balikpapan, Pandansari menjadi tujuan utama masyarakat setempat maupun wisatawan yang ingin mencari berbagai kebutuhan rumah tangga, oleh-oleh khas Kalimantan, hingga produk unik hasil karya lokal. Dengan menciptakan lingkungan pasar yang lebih menarik, pasar tradisional dapat bersaing secara efektif dengan  format  ritel  modern,  yang  seringkali  menjadi  kelemahan  pasar tradisional, Akan tetapi terdapat berbagai permasalahan yang masih perlu dibenahi, berikut adalah beberapa fasilitas pasar pandan sari yang perlu untuk mendapat perhatian berdasarkan koordinasi dengan mitra yaitu berupa  rambu lalu lintas keluar masuk parkir dan tempat berkumpul, Plang papan pengumuman spanduk tempat konsultasi bagi pedagang dan pengelola pasar. Permasalahan diatas akhir dapat terselesaikan dengan membuat beberapa rambu lalu lintas, pemasangan plang spanduk dan pembuatan tempat duduk dari besi. Semoga dengan adanya kegiatan ini Masyarakat pengujung pasar Pandansari menjadi lebih tertib dan dapat meningkatkan perekonomian Pasar Pandansari
PEMANFAATAN ADMIXTURE BERUPA SIKAMEN-NN DAN SERAT POLIPROPILEN UNTUK MENINGKATKAN KUAT LENTUR BETON BERPORI Giarto, Rahmat Bangun
JURNAL SIPIL SAINS Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i2.2187

Abstract

Pembuatan jalan dengan mengenakan perkerasan kaku dan perkerasan lentur yang kedap air akan menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau dan mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan beton berpori merupakan alternatif yang dapat dimanfaatkan pada kontruksi perkerasan jalan yakni sebagai pengendali limpasan air hujan dan suplai air tanah, sehingga dapat dikatakan bahwa beton berpori merupakan kontruksi ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penambahan Sikament-NN dan serat polipropilen pada kekuatan lentur dan infiltrasi beton berpori. Kuat lentur beton berpori rata-rata meningkat seiring dengan penambahan Sikament-NN maupun penggunaan serat polipropilen dibandingkan beton biasa. Kuat lentur beton berpori terbesar didapatkan pada variasi 1/2PS1,2 sebesar 2,33 MPa. Penambahan Sikament-NN dengan dapat mempengaruhi laju infiltrasi beton berpori, dimana semakin besar dosis Sikament-NN yang digunakan maka semakin besar pula laju infiltrasinya. Laju infiltrasi terbesar didapatkan pada variasi 1/2S1,2 sebesar 150,496 mm/jam.
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK KARET TERHADAP BERAT ISI, KUAT LENTUR DAN KUAT TARIK BELAH BETON Giarto, Rahmat Bangun
JURNAL SIPIL SAINS Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v11i2.3490

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk sejalan dengan kebutuhan infrastruktur. Salah satu material yang hampir selalu di gunakan adalah beton. Di sisi lain karet juga merupakan bahan baku yang terus di gunakan dalam berbagai aspek. Limbah sisa produksi karet yang sulit terurai di alam sehigga perlu upaya pemanfaatan untuk mengurangi volume limbah karet. Karet dipercaya mempunyai sifat kelenturan yang baik serta berat yang lebih ringan dari material agregat pada beton. Tujuan penelitian tentang limbah serbuk karet yang digunakan sebagai pengganti sebagian material agregat dalam beton adalah untuk mengetahui nilai berat isi dan kuat lentur beton serta hubungan antara berat isi dan kuat lentur beton. Pada penelitian ini digunakan serbuk karet sebagai pengganti sebagian dari agregat halus dengan variasi 0%; 7,5%; 10%; 12,5%; 15%. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan urutan penelitian pemeriksaan karakteristik agregat, pemeriksaan berat isi sekaligus uji kuat tekan beton pada benda uji silinder serta uji kuat lentur pada benda uji balok pada umur 28 hari. Jumlah total benda uji sebanyak 15 benda uji silinder dan 15 benda uji balok. Hasil penelitian menunjukkan berat isi beton dengan variasi serbuk karet lebih ringan dibandingkan dengan beton normal. Berat isi beton pada varian 0%, 7,5%; 10%; 12,5%; dan 15% sebesar 2314,005 kg/m3 ; 2242,667 kg/m3 ; 2189,510 kg/m3 ; 2146,921 kg/m3 dan 2130,125 kg/m3 . Demikian juga dengan kuat tekan yang terus menurun pada setiap penambahan variasi serbuk karet. Beton normal varian 0% memiliki kuat lentur sebesar 1,238 MPa sedangkan beton varian 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% berturut-turut sebesar 1,050 MPa; 0,825 MPa; 0,825 MPa; dan 0,90 MPa. Beton varian 7,5% memiliki kuat lentur tertinggi dibandingkan beton varian lainnya. Nilai berat isi dan kuat tekan yang terus menurun dengan penambahan variasi serbuk karet tidak diikuti dengan kuat lentur yang mengalami peningkatan mulai dari varian 10% sampai varian 15%.
Pengaruh Variasi Lubang Resapan Biopori Berbahan Organik Rumah Tangga Terhadap Laju Infiltrasi Pada Daerah Rawan Banjir Di Kota Balikpapan Giarto, Rahmat Bangun; Kiptiah, Mariatul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.797

Abstract

Abstrak Kota Balikpapan akhir-akhir ini menjadi kota yang sering terjadi banjir khususnya di musim hujan. Daerah yang padat penduduk dan kurangnya daerah resapan air serta sistem pengelolaan air yang kurang baik menjadi titik langganan banjir di Kota Balikpapan. Infiltrasi memiliki kemampuan yang terbatas, hal ini diakibatkan oleh kemampuan tanah dalam menyerap air. Kapasitas infiltrasi di daerah perkotaan biasanya tergolong kecil dan menyebabkan genangan air di permukaan tanah setelah terjadi hujan. Penelitian ini akan melakukan pengujian dengan pemanfaatan lubang resapan biopori pada tanah asli dan pada tanah yang diberikan lubang resapan biopori dengan menggunakan alat double ring infiltrometer guna mengukur laju infiltrasi serta menggunakan metode horton. Pada lokasi 1 menunjukkan hasil nilai fc tanpa menggunakan biopori, menggunakan biopori 3 dan biopori 6 secara berturut-turut adalah 0,5 m/jam, 0,6 m/jam dan 0,8m/jam. Sedangkan pada lokasi ke 2 nilai fc tanpa menggunakan biopori, menggunakan biopori 3 dan biopori 6 secara berturut-turut 0.04 m/jam, 0.05 m/jam, fc = 0.07 m/jam. Hasil pengujian menunjukkan akumulasi laju infiltrasi tanah yang diberikan lubang resapan biopori lebih cepat dibandingkan tanah tanpa lubang resapan biopori. Kata kunci: Lubang resapan, metode horton, biopori, laju infiltrasi  Abstract Recently, Balikpapan City often experiences floods, especially in the rainy season. Densely populated areas and lack of water catchment areas as well as poor water management systems are the main causes for flooding in Balikpapan City. Infiltration has a limited ability due to the soil capacity to absorb water. Infiltration capacity in urban areas is usually relatively small and causes waterlogging on the ground surface after rain. This study will test examined the use of biopore  infiltration holes on the (non-treatment soil/original soil) ?? and in soils that are given biopore infiltration holes by using a double ring infiltrometer to measure the infiltration rate and using the Horton method. At location 1, the results of fc values without using biopore, using 3 and 6 biopore are 0.5 m/hour, 0.6 m/hour and 0.8 m/hour, respectively. While at location 2, the fc value without using biopore, using 3 biopore and 6 biopore respectively 0.04 m/hour, 0.05 m/hour, fc = 0.07 m/hour. The test results show that the accumulation of soil infiltration rate using biopore infiltration holes are faster than soil without biopore infiltration holes. Keywords: Absorption hole, horton method, biopore, infiltration rate