Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Kecemasan Pada Lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Rafi, Rifan Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17354

Abstract

ABSTRACT Human life ages naturally. Almost all body systems experience aging, but some systems experience a decline in function at different times. Apart from physical changes, there are also psychosocial changes, one of which is anxiety and spiritual changes. This research is to determine the relationship between spiritual needs and anxiety in the elderly in Lebakjaya Garut Village. Using quantitative research with correlational research type. The instrument used to measure the patient's spiritual level is a spiritual scale adapted from a spiritual instrument compiled by Underwood and Teresi in 2002, namely the Daily Spiritual Experience Scale (DSES). This DSES instrument has also been used previously by Lestari (2018), then for anxiety the researchers took the GAI questionnaire, the sample was 270 people. The results of the Spearman rank correlation analysis show a significant value of 0.014 (<0.05) and a correlation value of -0.159. Based on this value, it can be interpreted that the spiritual level and anxiety level of respondents in this study have a unidirectional relationship and show a very weak relationship strength. Ho is accepted, meaning there is no significant influence between the independent variable and the dependent variable simultaneously or together. Keywords: Spiritual, Anxiety, Elderly  ABSTRAK Kehidupan manusia menua secara alami. Hampir semua sistem tubuh mengalami penuaan, tetapi beberapa sistem mengalami penurunan fungsi pada waktu yang berbeda. Selain terdapat perubahan fisik maka terjadi pula perubahan psikososial yang salah satunya kecemasan serta perubahan spiritual. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan spiritual dengan kecemasan pada lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut. Menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat spiritual pasien adalah skala spiritual yang diadaptasi dari instrumen spiritual yang disusun oleh Underwood dan Teresi pada tahun 2002 yaitu Daily Spiritual Experience Scale (DSES). Intrumen DSES ini juga telah digunakan sebelumnya oleh Lestari (2018) , selanjutnya untuk kecemasan peneliti mengambil kuesioner GAI, sampelnya berjumlah 270 orang. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan nilai signifikan 0.014 (<0.05) dan nilai korelasi -0.159. Berdasarkan nilai tersebut dapat diartikan bahwa tingkat spiritual dengan tingkat kecemasan responden dalam penelitian ini memiliki hubungan tidak searah dan menunjukkan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh signifikansi antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan atau bersama-sama. Kata Kunci: Spiritual, Kecemasan, Lansia
TERAPI DZIKIR UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA : CASE REPORT Ardianti, Aprilia Aulia; Amira, Iceu; Hidayati, Nur Oktavia
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2569

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah keadaan dimana individu mengalami keyakinan mendengar dan merasakan “suara” tanpa adanya masukan stimulus pendengaran yang sesuai. Apabila tidak segera diatasi, maka hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif pada pasien skizofrenia, meningkatkan kecemasan, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah terapi dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan membandingkan data rekam medis pasien. Adapun untuk instrumen yang digunakan adalah pengkajian psikosa keperawatan jiwa. Penelitian ini merupakan    bentuk    desain   study   case   (studi    kasus)   dengan menggunakan   penatalaksanaan   asuhan   keperawatan   penerapan strategi   pelaksanaan   dan   terapi dzikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki masalah keperawatan jiwa halusinasi pendengaran dibuktikan dengan mengatakan selalu mendengar suara bayi memanggilnya. Setelah dilakukan intervensi dzikir selama tiga hari selama 15-30 menit setiap pertemuannya, pasien tampak terlihat jauh lebih tenang, emosi cukup stabil dan dapat mengontrol halusinasi yang dialaminya terbukti dengan pasien mengatakan saat dzikir suara tersebut kadang-kadang menghilang sedangkan sebelum diberikan intervensi pasien sering melamun, bicara kacau, dan mengatakan mendengar suara memanggilnya yang membuat pasien merasa cemas. Intervensi keperawatan terapi dzikir dapat diberikan karena efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien mengontrol frekuensi munculnya halusinasi.
Generalist Therapy Intervention For A Schizoaffective Patient With Auditory Hallucinations: A Case Report Fauzania, Syifa Nurul; Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu
Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 4 (2025): July
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jmr.v1i4.310

Abstract

Schizoaffective disorder often leads to disturbances in the patient's perception and sense of reality. Hallucination is one of the main symptoms of psychotic disorders and is also found in schizoaffective disorder. If not properly managed, hallucinations can lead to a lack of self-control, potentially causing harm to oneself and their surroundings. Hallucination disturbances can be managed through generalist therapy, including recognizing hallucinations and using techniques such as rebuking, talking, taking medication, and engaging in positive activities. The purpose of this case report is to describe the implementation of generalist therapy in a schizoaffective patient with sensory perception disturbance: auditory hallucinations. This study used a case report method with a single case described descriptively, following the nursing care approach. Data were collected through observation, interviews, and physical examinations. The intervention was the application of generalist therapy conducted over five days. The evaluation results showed that the client was able to recognize and control the hallucinations. Generalist therapy for hallucinations can assist patients in recognizing and managing their symptoms. It is expected that healthcare professionals will routinely implement generalist therapy to help reduce hallucination symptoms in patients.
Efektifitas Terapi Musik untuk Mengatasi Halusinasi Pendengaran di RSJ Provinsi jawa Barat Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Sriati, Aat
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20333

Abstract

ABSTRACT The most common psychosis disorder is hallucinations, with the most common type of hallucination being auditory hallucinations. Treating auditory hallucinations with non-pharmacological therapy, is considered safer because it uses physiological processes that do not cause side effects like drugs. One of the non-pharmacological therapies that can be used is music therapy. This research aims to look at the application of music therapy to treat auditory hallucinations. This research uses a literature study method with secondary data from previous research obtained from 483 journals adjusted to inclusion and exclusion criteria, with publication years 2014-2024, which were determined by researchers through searches using online databases, namely Pubmed, Garuda, and the Google Scholar search engine. From the analysis, we found 8 journals of music therapy techniques that can reduce or reduce signs and symptoms in patients with auditory hallucinations, including classical music in general, Mozart classical music, and traditional Turkish music. From writing this literature review, music therapy in general can reduce the symptoms of auditory hallucinations.  Suggestion: It is hoped that this literature review can be a reference for health practitioners, especially mental health nurses, to be able to implement music therapy interventions as actions that are given continuously as non-pharmacological therapy. Keywords: Hallucinations, Hearing, Music Therapy.  ABSTRAK Gangguan psikosis yang paling umum adalah halusinasi, dengan jenis halusinasi yang paling banyak yaitu halusinasi pendengaran. Penanganan halusinasi pendengaran dengan terapi non farmakologi dianggap lebih aman digunakan karena menggunakan proses fisiologis yang tidak menimbulkan efek samping seperti obat - obatan. Terapi nonfarmakologi yang bisa digunakan salah satunya adalah terapi musik.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan terapi musik dalam mengatasi halusinasi pendengaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan data sekunder hasil penelitian terdahulu yang didapatkan sebanyak 483  jurnal yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi , dengan tahun terbit 2014- 2024 ,yang ditetapkan oleh peneliti melalui pencarian menggunakan Database Online yaitu Pubmed, Garuda, dan search engine Google Scholar. Dari analisis  didapatkan 8 jurnal teknik terapi musik yang  dapat menurunkan atau mengurangi tanda dan gejala pada pasien dengan halusinasi pendengaran, diantaranyaadalah musik klasik secara umum, musik klasik mozart, dan musik tradisional Turki. Dari  penulisan literature review iniadalah terapi musik secara umum dapat mengurangi gejala halusinasi pendengaran. Literature review ini dapat menjadi referensi bagi praktisi kesehatan, terutama perawat Jiwa  untuk dapat menerapkan  intervensi terapi musik sebagai tindakan  yang diberikan secara  kontinyu sebagai terapi non farmakologi. Kata Kunci: Halusinasi, Pendengaran , Terapi Musik.
Efektifitas Art Therapy Untuk Mengurangi Halusinasi Pada Pasien Skizoprenia Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20580

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a psychotic disorder that can cause a person to have limitations in the process of thinking, communicating, interpreting reality, feeling emotions and expressing the emotions they feel. Hallucinations are a symptom of schizophrenia where sufferers experience disturbances in sensory perception and will feel sensations that actually do not exist or are not real, which can be in the form of sound, taste, sight, smell and touch. This research is to determine and analyze the effectiveness of Art therapy interventions in the recovery of schizophrenia patients. This research uses a literature study method with secondary data from previous research obtained from 535 journals adjusted to the inclusion and exclusion criteria, with the publication year 2014-2024, which was determined by the researcher through Search using online databases, namely Pubmed, Garuda, and Google Scholar search engine. The application of art therapy has proven effective in managing the symptoms that appear in schizophrenia patients, one of which is hallucinations. Art therapy can be carried out using various methods because art is abstract and very broad, and involves many senses, thus providing a way for patients to express hallucinatory experiences nonverbally. Art therapy or drawing therapy has been widely used in the medical environment, one of which is to treat mental disorders such as hallucinations because it functions to release emotions, express oneself through non-verbal means and build communication.  . It is hoped that it can become a reference for health practitioners, especially mental health nurses, to implement art therapy interventions as actions that are given routinely as non-pharmacological therapy Keywords: Art Therapy, Hallucinations, Schizophrenia.  ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang dapat menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan dalam proses berpikir, berkomunikasi, menafsirkan realitas, merasakan emosi dan mengekspresikan perasaan emosi yangdirasakannya. Halusinasi adalah gejala skizofrenia dimana penderita mengalami gangguan pada persepsi sensori akan merasakan sensasi yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata, dapat berbentuk suara, pengecapan, penglihatan, penghidu dan perabaan. Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa efektivitas dari intervensi Art therapy dalam pemulihan pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan data sekunder hasilpenelitian terdahulu yang didapatkan sebanyak 535  jurnal yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi , dengan tahun terbit 2014- 2024 ,yang ditetapkan oleh peneliti melalui pencarian menggunakan Database Online yaitu Pubmed, Garuda, dan search engine Google Scholar. Penerapan art therapy terbukti efektif untuk mengelola gejala yang muncul pada pasien skizofrenia, salah satunya halusinasi. Art therapy dapat dilakukan dengan berbagai metode karena seni itu abstrak dan sangat luas, serta melibatkan banyak indera sehingga memberikan cara bagi pasien untukmengekspresikan pengalaman halusinasi  secara nonverbal. Art theraphy atau terapi menggambar telah banyak digunakan dilingkungan medis, salah satunya untuk pengobatan penyakit gangguan jiwa seperti halusinasi karena berfungsi untuk melepaskan emosi, mengekspresikan diri melalui cara-cara non verbal dan membangun komunikasi. Diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi kesehatan, terutama perawat Jiwa  untuk  menerapkan  intervensi Art terapi sebagai tindakan  yang diberikan secara  rutin  sebagai terapi non farmakologi. Kata Kunci: Art Terapi, Halusinasi, Skizoprenia.
PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN Raudhah, Raden Firasya Nur; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.3.2025.511-520

Abstract

Risiko perilaku kekerasan (RPK) adalah perilaku yang menunjukan bahwa seseorang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan baik secara fisik, emosional, maupun verbal. RPK dapat terjadi akibat dari gangguan psikotik yang dapat menyebabkan kurangnya kemampuan regulasi emosi yang menimbulkan perilaku agresif. Apabila tidak ditangani dengan tepat, perilaku agresif dapat menyebabkan dampak negatif sehingga diperlukan intervensi keperawatan salah satunya dengan terapi dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi dzikir pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dalam bentuk case report dengan penerapan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi dan data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta data sekunder dari rekam medis. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan terapi dzikir dengan mengucap astagfirullahaladzim, subhanallah, alhamdulillah, dan allahu akbar secara bertahap yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Hasil yang didapat setelah dilakukan penerapan terapi dzikir selama 3 hari, yaitu adanya perubahan kondisi serta tanda gejala pada pasien, seperti perasaan pasien menjadi lebih tenang, ada kontak mata, serta gejala seperti gelisah, perasaan bingung, dan kesal berkurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan terapi dzikir dapat membantu mengontrol risiko perilaku kekerasan pada pasien.
Pendidikan Kesehatan Mengenai Stres Akademik Terhadap Siswa di SMAN Tanjungsari Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22577

Abstract

ABSTRAK Dalam konteks sekolah sebagai institusi pendidikan formal, ekspektasi akademik menjadi bagian penting dari dinamika pembelajaran. Siswa seringkali dihadapkan pada harapan tinggi dari lingkungan, baik itu dari guru, orang tua, maupunrekan sebaya. Harapan ini, meskipun dapat memacu motivasi, juga dapat menimbulkan tekanan jika tidak dikelola dengan baik, tekanan tersebut dapat memicu terjadinya stres. Apabila stres tersebut tidak ditangani secara tepat, dampaknya dapat merambat pada kondisi mental dan fisik siswa. Tujuan dari Pendidikan Kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang stres akademi dan cara menanggulanginya.  Dalam kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa tentang stress akademik. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 70,5% menjadi 82,4  %.   Kegiatan pendidikan kesehatan dengan tema “Tips dan Trik Menghadapi Stres Akademik” yang dilaksanakan di SMAN Tanjungsari berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai stres akademik dan cara mengatasinya. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, direkomendasikan agar program edukasi ini secara rutin diadakan di sekolah, agar siswa terus mendapatkan dukungan dalam mengelola stres akademik dan meningkatkan kesehatan mentalnya. Untuk peneliti selanjutnya disarankan meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stres akademik. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Stress Akademik, Siswa                                                       ABSTRACTIn the context of school as a formal educational institution, academic expectations become an important part of the learning dynamic. Students are often faced with high expectations from their environment, whether from teachers, parents, or peers. This hope, while it can boost motivation, can also create pressure if not managed well, and that pressure can trigger stress. If this stress is not addressed properly, its effects can spread to the students' mental and physical condition. The purpose of this health education is to assess students' knowledge about academic stress and how to cope with it.  This activity used an educational method to teach students about academic stress. The results of this service, as seen from the pre- and post-tests, showed an increase from 70.5% to 82.4%. The health education activity with the theme "Tips and Tricks for Coping with Academic Stress" held at SMAN Tanjungsari successfully increased students' understanding of academic stress and how to overcome it. Based on the evaluation results, there was a significant increase in post-test scores compared to pre-test. It is recommended that this educational program be held regularly in schools so that students continue to receive support in managing academic stress and improving their mental health. For future researchers, it is recommended to investigate the factors that influence academicstress.Keywords: Health Education;, Academic Stress, Students
Efektivitas Terapi Bermain Terhadap Kecemasan Perioperatif pada Anak: Scoping Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Amira, Iceu
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.59-66

Abstract

Pendahuluan: Pembedahan dan rawat inap pada anak merupakan situasi stres yang menimbulkan kecemasan. Kecemasan dapat berdampak negatif terhadap perawatan perioperatif dan perilaku serta kemampuan pasien untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Rumah Sakit. Terapi bermain merupakan  salah  satu cara mengurangi kecemasan. memiliki potensi untuk  mempersiapkan, dan/atau mengalihkan perhatian anak-anak, yang dapat mengakibatkan hasil kesehatan manfaat seperti pengurangan kecemasan perioperatif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapi bermain cocok mengurangi kecemasan pada anak ketika dalam keadaan perioperative.  Metode: Seleksi artikel menggunakan Prisma Flow Diagram dengan kata kunci yang digunakan effectiveness and play therapy or theurapetic play and perioperative anxiety and child. Digunakan 4 Artikel dari 265 artikel yang telah diseleksi dari 3 pangkalan data yaitu, Cochrane, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil: Dari hasil artikel yang sudah kami temukan bahwasannya beberapa terapi atau tindakan bermain pada anak terbukti efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak yang akan menjalani operasi. Kesimpulan: Terapi bermain dapat menjadi alternatif dalam mengurangi kecemasan pada anak sebelum operasi namun mempunyai kekurangan pada anak disabilitas dimana perlunya modifikasi dalam pelaksaan terapi bermain. Diperlukan penelitian lanjutan terkait metode terapi bermain pada anak dengan disabilitas. Kata Kunci: efektivitas, kecemasan pada anak, perioperative, terapi bermain 
The Correlation between Eating Behavior and Nutritional Status in Senior High School Adolescents Khoerunida, Riani; Sari, Sheizi Prista; Amira, Iceu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3276

Abstract

Indonesia has experienced triple burdens of malnutrition characterized by undernutrition, overweight, and micronutrient deficiency problems. Adolescents are vulnerable population for these kind of problems because they tend to change theirs eating behavior along with physical and psychological development. This study aim to determine the correlation between eating behavior and nutritional status in adolescents at SMAN 22 Bandung. A cross-sectional design was used for the study, involving 277 participants randomly chosen from the population. Eating behavior variable was assessed using a modified version of the Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ) which comprised 28 items covering restrained, emotional, and external aspects of eating behavior. Nutritional status was determined based on Body Mass Index (BMI). The Spearman Rank correlation test was used for bivariate analysis. Aspects of restrained eating behavior and external eating behavior significantly correlated with nutritional status with the value of (p = 0.003, r = 0.173) and (p = 0.003, r = -0.176) respectively. Meanwhile, there is no significant correlation between emotional eating behavior with nutritional status (p = 0.166, r = 0.081). Restrained eating behavior showed a positive correlation, indicating that individuals exhibiting higher levels of restrained eating behavior tended to have over-nutritional status. Conversely, external eating behavior demonstrated a negative correlation, suggesting that higher levels of external eating behavior were associated with poorer nutritional status.
Edukasi Kesehatan Jiwa Lansia di Panti Sosialtresna Werdha (PSTW) Jiwa Baru Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14956

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Pada hakikatnya, proses penuaan akan menyebabkan adanya  perubahan-perubahan pada lansia, yaitu penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara fisiologis sehingga pada lansia lebih berpotensi terjadi permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental . Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan  pengetahuan PSTW Jiwa Baru dan para lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Jiwa Baru Garut (PSTW) tentang kesehatan jiwa. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan tatap muka. Hasil kegiatannya adalah ada peningkatan yaitu 40,3 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  pada petugas dan para lansia tentang kesehatan jiwa lansia , sehingga diharapkan ,para lansia mempunyai jiwa yang sehat dan memjalani hidup dengan aman dan nyaman. Kata Kunci: Kesehatan Jiwa Lansia,  Lansia, Panti Werdha  ABSTRACT The aging process is a process that cannot be avoided. In essence, the aging process will cause changes in the elderly, namely a decrease in body function that occurs physiologically so that the elderly have more potential for health problems, both physical and mental. This situation tends to have the potential to cause health problems in general and mental health in particular in the elderly. This activity aims to help increase the knowledge of PSTW Jiwa Baru and the elderly who live at the Tresna Nursing Home Jiwa Baru Garut (PSTW) about mental health. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of the activity was an increase of 40.3 points. Conclusion There is an increase in knowledge among officers and the elderly about the mental health of the elderly, so that it is hoped that the elderly will have a healthy soul and live their lives safely and comfortably. Keywords: Mental Health of The Elderly, Seniors, Nursing