Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan tentang Manfaat Sayuran sebagai Sumber Gizi bagi Kesehatan Anak di SDN 01 Cikeruh Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20138

Abstract

ABSTRAK Anak sekolah dasar (SD) adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi dan mereka perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga, karena mereka sedang mengalami pertumbuhan spurt (pertumbuhan cepat). Pada usia emas kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi. Makan makanan yang bergizi membantu pertumbuhan anak. Tubuh memerlukan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral yang cukup. Sayur-sayuran adalah salah satu sumber makanan ini. Siswa sekolah dasar harus diajarkan cara menanam sayuran.  Tujuan dari pendidikan kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar tentang manfaat sayuran sebagai sumber gizi bagi Kesehatan  anak.  Metode PKM  ini dengan menggunakan edukasi dan penanaman bibit kacang hijau sebagai sumber gizi bagi anak sekolah. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 53,5% menjadi 80 %. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan siswa meningkat tentang manfaat sayuran bagi kesehatan dan mereka bisa menanam bibit kacang hijau  sebagai sumber zat gizi.  Direkomendasikan bagi guru untuk memberikan edukasi lanjut tentang manfaat sayuran bagi Kesehatan anak serta dapat dipraktekan di sekolah. Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Pendidikan Kesehatan, Sayuran, Manfaat  ABSTRACT Elementary school children are an age group that is vulnerable to nutritional problems and they need special attention from their families, because they are experiencing a growth spurt. At the golden age of life, children's growth and development occur. Eating nutritious food helps children grow. The body needs food that contains sufficient calories, protein, vitamins, carbohydrates, and minerals. Vegetables are one source of this food. Elementary school students should be taught how to grow vegetables. The purpose of this health education is to determine the knowledge of elementary school children about the benefits of vegetables as a source of nutrition for children's health. This PKM method uses education and planting of green bean seeds as a source of nutrition for school children. The results of this community service can be seen from: After health education was carried out, students' knowledge increased about the benefits of vegetables for health and they were able to plant green bean seeds as a source of nutrition. It is recommended for teachers to provide further education about the benefits of vegetables for children's health and can be practiced at school. Keywords: Elementary School Children, Health Education, Vegetables, Benefits
Efektivitas Rational Emotive Behaviour Therapy (Rebt) Pada Pasien Gangguan Jiwa Amira, Iceu; Maulana, Indra; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.19899

Abstract

ABSTRACT A person's violent or aggressive behaviour is an uncontrollable emotion that can harm oneself or others, both physically and psychologically. The actions given can be pharmacotherapy and non-pharmacology. One of the non-pharmacological actions that can be given is: Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). REBT provides a person with the opportunity to recognize their feelings so that they can change irrational thoughts into rational ones related to an event they have experienced that influenced their feelings. The purpose of this writing is to find outmore about evidence based The latest research is related to the application of REBT to patients with mental disorders. Evidence based practice uses four databases and one search engine with the development of the PICO method. Through Ebsco, Pubmed, Sciencedirect, Sage, and Google Scholar.  Five articles were found that met the criteria which were then used as writing sources. Conclusion:The results of the review found that REBT can change a person's behaviour from maladaptive to adaptive. Where, REBT can control aggressiveness in a person'sviolent behaviour, reduce impulsivity, increase self-control, and even reduce levels of depression.  It is hopedthat this writing can be a source of reading evidence based practice as a consideration for nursing interventions fornurses in treating patients with mental disorders. It is recommended that further researchers use the effectiveness of REBT therapy for other cases of psychosis. Keywords: Mental disorder, REBT, Violent behaviour  ABSTRAK Perilaku kekerasan atau agresivitas seseorang merupakan emosi yang tidak terkendali yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain baik secara fisik maupun psikologis. Tindakan yang diberikan dapat berupafarmakoterapi dan non-farmakologi. Tindakan non-farmakologi yang dapat diberikan salah satunya adalah Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). REBT memberikan kesempatan pada seseorang untuk mengenali perasaannya sehingga dapat merubah pikiran-pikiran yang tidak rasional menjadi rasional terkait suatu kejadian yang pernah dialami yang mempengaruhi perasaan. Tujuan dari penulisan ini, yaitu untuk mengetahui lebih lanjut mengenaievidence based terbaru berkaitan dengan penerapan REBT pada pasien gangguan jiwa. Evidence based practice ini menggunakan empat database dan satu search engine dengan pengembangan metode PICO. Literature review melalui Ebsco, Pubmed, Sciencedirect, Sage, dan Google scholar. didapatkan lima artikel yang sesuai dengan kriteria yang kemudian dijadikan sumber penulisan. Hasil review didapatkan bahwa REBT dapat merubah perilaku seseorang dari maladaptif menjadi adaptif. Dimana, REBT dapat mengendalikan agresivitas pada perilaku kekerasan seseorang, mengurangi impulsivitas, meningkatkan pengendalian diri, bahkan sampai menurunkan tingkat depresi. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi sumber becaan evidence based practice sebagai pertimbangan intervensi keperawatan bagi perawat dalam menangani pasien dengan gangguan jiwa. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan efeketifitas terapi REBT untuk kasus psikosa yang lainnya. Kata Kunci: Gangguan Jiwa, Perilaku kekerasan, REBT
Metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia: A literature review Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Platini, Hesti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i8.12096

Abstract

Background: Schizophrenia is a psychotic disorder characterized by major disturbances in thoughts and emotions. Patients with schizophrenic disorders have disturbances in cognitive function characterized by disturbances in the cognitive system, so metacognitive training therapy is needed. Metacognitive Training Therapy is a combination of psychoeducation, cognitive remediation therapy and cognitive behavioral therapy aimed at reducing the overall severity of symptoms and improving several neurocognitive subdomains and social cognitive functions.Purpose: This study aims to identify metacognitive training interventions in patients with schizophrenia.Method: The databases used were EBSCOhost (Cinahl) and Pubmed and 159 articles were found.Results: Stage through the initial selection obtained 32 articles. Then, articles were selected based on inclusion criteria in the form of publications in the last 10 years (2013-2023), national and international journals in Indonesian and English, articles with full text, and 5 peer-reviewed articles. Next, articles were selected based on research title, country, research objectives, research methods, population and sample, and research results.Conclusion: This study found that participants who had quite severe symptoms at the start of training were greatly helped in reducing the overall severity of symptoms by the metacognitive therapy they underwent.Keywords: Metacognitive; Schizophrenia; Training.Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran dan emosi. Pada pasien dengan gangguan skizofrenia memiliki gangguan dalam fungsi kognitif ditandai dengan adanya gangguan sistem kognitif sehingga diperlukan terapi Metacognitive Training. Terapi Metakognitif Training merupakan gabungan dari psikoedukasi, terapi remediasi kognitif dan terapi kognitif perilaku bertujuan untuk menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan serta memperbaiki beberapa subdomain neurokognitif dan fungsi kognitif sosial.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intevensi metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia.Metode: Database yang dilakukan adalah EBSCOhost (Cinahl) dan Pubmed dan ditemukan sebanyak 159 artikel.Hasil: Tahap melalui seleksi awal diperoleh 32 artikel. Kemudian, artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa terbit 10 tahun terakhir (2013-2023), jurnal nasional maupun internasional yang berbahasa Indonesia dan Inggris, artikel dengan full text, dan artikel yang peer reviewed didapatkan sebanyak 5 artikel. Selanjutnya, artikel diseleksi berdasarkan judul penelitian, negara, tujuan penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, dan hasil penelitian.Simpulan: Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang memiliki gejala-gejala yang cukup parah pada awal pelatihan sangat dibantu dalam menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan oleh terapi metakognitif yang dijalani.
Penyuluhan Kesehatan tentang Penerapan Relaksasi Autogenik untuk Mengurangi Kecemasan pada Keluarga Pasien di Ruang Bedah Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23021

Abstract

ABSTRAK Tindakan pembedahan merupakan salah satu intervensi medis yang umum dilakukan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Namun, prosedur ini sering kali menimbulkan berbagai respons psikologis pada pasien dan keluarga, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan  adalah respons emosional yang ditandai dengan perasaan khawatir, tegang, dan takut, yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi kecemasan adalah terapi relaksasi autogenik. Kegiatan penyuluhan  kesehatan ini dilaksanakan di Ruang Inap Rubi Bawah RSUD dr. Slamet Garut dengan melibatkan 13 keluarga pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pada keluarga pasien mengenai intervensi non farmakologis yang bisa dilakukan di rumah sakit.  Pada kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi kepada keluarga pasien tentang terapi relaksasi autogenk. Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga memahami tentang terapi non farmakologis untuk mengurangi kecemasan selama menunggu pasien di rumah sakit, serta bisa melakukan secara mandiri. Dari hasil pre dan postest ada peningkatan dari 65% menjadi 75%. Disarankan untuk peneliti berkutnya melakukan penelitian yang sasarannya lebih banyak lagi dan menggunakan terapi non farmakologis yang lainnya. Kata Kunci: Kecemasan, Keluarga Pasien, Penyuluhan Kesehatan, Relaksasi Autogenik.  ABSTRACT Surgical procedures are one of the common medical interventions used to address various health conditions. However, this procedure often elicits various psychological responses in patients and families, one of which is anxiety. Anxiety is an emotional response characterized by feelings of worry, tension, and fear, which can affect physical and mental well-being. One effective non-pharmacological intervention for managing anxiety is autogenic relaxation therapy. This health education activity was conducted in the Lower Ruby Ward of Dr. Slamet Garut Regional General Hospital, involving 13 patient families. This activity aims to educate patients' families about non-pharmacological interventions that can be done in the hospital. This activity uses educational and demonstration methods for patient families regarding autogenic relaxation therapy.  This activity uses educational and demonstration methods for patient families regarding autogenic relaxation therapy and guided imagery.  From the results of the pre and post-tests, there was an increase from 65% to 75%. It is recommended for future researchers to conduct studies with a larger target group and utilize other non-pharmacological therapies. Keywords: Anxiety, Patient's Family, Health Education, Autogenic Relaxation
Edukasi Donor Darah “Setetes Darah, Sejuta Harapan” di MA YPI Baiturahman Leles Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22556

Abstract

ABSTRAK Donor darah merupakan  proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah. Siswa SMA/sederajat yang menjadi pendonor darah pertama adalah contohpositif yang dapat memotivasi teman-temannya dan generasi muda lainnya untuk turut serta dalam kegiatan donor darah. Walaupun menjadi pendonor darah pertama di kalangan siswa SMA memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Beberapa siswa mungkin merasa takut atau khawatir tentang prosedur donor darah serta kurangnya pengetahuan mengenai manfaat donor darah dapat menjadi tantangan. Edukasi pendidikan kesehatan mengenai donor darah dan dukungan emosional agar para siswa mengetahui manfaat donor darah serta saling memotivasi untuk melakukan donor darah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan diskusi yang disertai oleh pembagian media berupa leaflet yang berisi informasi mengenai donor darah. pendidikan kesehatan diberikan kepada  50 peserta yang hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait donor darah. Hal tersebut dapat dilihat dari peserta mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri terkait apa saja yang diperlukan sebelum donor darah, dan menjelaskan manfaat dari donor darah. Edukasi tentang donor darah di MA YPI Baiturohman tercapai dengan adanya peningkatan nilai  sebesar 40,58 point , dan siswa siswi diharapkan mau melaksakan donor darah secara rutin dengan bekerjasama pihak sekolah dan PMI Garut  Kata Kunci: Donor Darah, Edukasi, Harapan  ABSTRACT Blood donation is the process of taking blood from someone voluntarily to be stored in a blood bank for later use in blood transfusions. High school/equivalent students who become the first blood donors are positive examples who can motivate their friends and other young people to take part in blood donation activities. Although being the first blood donor among high school students has many benefits, there are several challenges that need to be considered. Some students may feel afraid or worried about the blood donation procedure and a lack of knowledge regarding the benefits of blood donation can be a challenge. To provide health education regarding blood donation and emotional support so that students know the benefits of blood donation and motivate each other to donate blood. The method of carrying out activities uses lecture and discussion methods accompanied by the distribution of media in the form of leaflets containing information about blood donation. Health education was provided to 50 participants who attended and participated in the activity enthusiastically. Participants experienced increased knowledge regarding blood donation. This can be seen from the participants being able to answer questions asked by the presenters regarding what is needed before donating blood, and explaining the benefits of donating blood. Education about blood donation at MA YPI Baiturohman was achieved with an increase in scores of 40.58 points, and students were expected to be willing to carry out blood donations regularly in collaboration with the school and PMI Garut. Keywords: Blood donation, Education, Hope