Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan melalui Gerakan Aksi Bergizi dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Anemia Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13061

Abstract

ABSTRAK Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu area keperawatan yang fokus dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit di lingkungan sekolah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada anak sekolah adalah status gizi yang kurang atau anemia. Anemia merupaka kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Angka kejadian anemia pada remaja putri masih cukup tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi juga di SMPN 3 Garut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasisawa PPN 44 bahwa setengah dari jumlah anak yang dicek Hb memiliki kadar Hb yang rendah. Hb yang rendah menunjukkan siswa SMPN 3 Garut mengalami anemia yang akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional. Sebagian besar siswa SMPN 3 Garut juga memilih gaya hidup tidak sehat dengan membeli jajanan yang ada di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, kami tim pengabdian masyarakat tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui gerakan aksi bergizi dalam peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia gizi sehingga siswa dapat melaksanakan upaya yang baik dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia sebesar 20 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh pihak sekolah melalui kegiatan UKS. Kepala sekolah dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan pencegahan anemia gizi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pencegahan Anemia, Siswa  ABSTRACT School health nursing is an area of nursing that focuses on efforts to improve and prevent disease in the school environment. One of the problems that often occurs in school children is poor nutritional status or anemia. Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is below the normal limit. The incidence of anemia in adolescent girls is still quite high in Indonesia. This condition also occurred at SMPN 3 Garut. Based on the results of a survey conducted by PPN 44 students, half of the children who were checked for Hb had low Hb levels. A low Hb indicates that students at SMPN 3 Garut have anemia which will have an impact on delayed physical growth, behavioral and emotional disorders. Most students at SMPN 3 Garut also choose an unhealthy lifestyle by buying snacks at school. Based on the background above, our community service team is interested in carrying out health education through nutritional action movements to increase students' knowledge about preventing anemia. This activity aims to increase students' knowledge about preventing nutritional anemia so that students can make good efforts in consuming food that contains the right nutrients. The results of the activity showed an increase in students' knowledge about preventing anemia by 20 points. It is hoped that the activities that have been implemented can be continued independently by the school through UKS activities. School principals and heads of health centers can facilitate students in implementing nutritional anemia prevention. Keywords: Knowledge, Anemia Prevention, Students
Edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan Nyeri Pada Pasien Penyakit Dalam di Ruangan Kalimaya Bawah RSU Dr.Slamet Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.20051

Abstract

ABSTRAK Edukasi merupakan hal yang secara konsisten difasilitasi rumah sakit khususnya pada area yang memiliki resiko tinggi bagi pasien. Hal ini dilakukan rumah sakit agar fungsi kesehatan kembali menjadi optimal. Edukasi dimulai ketika pasien memasuki fasilitas layanan kesehatan dan berlanjut sepanjang masa perawatan, hingga setelah pasien dipulangkan.  Edukasi yang dilakukan di rumah sakit disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya mengenai teknik pengurangan kecemasan dapat membantu orang yang mengalami nyeri, mengurangi tingkat keparahan dan intensitas nyeri mereka. Untuk memberikan edukasi pada keluarga pasien mengenai intervensi non farmakologis, yang dapat diberikan kepada pasien di ruang Kalimaya Bawah RSU dr. Slamet Garut.  Pada edukasi ini metode yang dilakukan dengan ceramah dan demonstrasi interaktif  dan dihadiri oleh 10 orang peserta yang merupakan keluarga pasien.Peserta mampu menyebutkan, menjelaskan, dan mendemonstrasikan  teknik penanganan kecemasan dan  nyeri dengan relaksasi nafas dalam serta dapat menjawab pertanyaan dari pemateri. Setelah dilakukan edukasi ini ada peningkatan dari hasil pre dan pos-test, yang tadinya 60 % menjadi 80%. Peserta memahami edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan nyeri pada pasien di Ruang Kalimaya Bawah. Kata Kunci: Edukasi, Kecemasan, Nyeri, Pasien.  ABSTRACT Education is something that is consistently facilitated by hospitals, especially in areas that have a high risk for patients. This is done by the hospital to restore health functions to optimal levels. Education begins when patients enter the healthcare facility and continues throughout the care period, until after the patients are discharged. Education provided in the hospital is tailored to needs, one of which is anxiety reduction techniques that can help people experiencing pain, reducing the severity and intensity of their pain. To provide education to the patient's family regarding non-pharmacological interventions that can be given to patients in the Kalimaya Bawah room at RSU dr. Slamet Garut. In this education, the method used was a lecture and interactive demonstration, attended by 10 participants who are the patients' families. Participants were able to mention, explain, and demonstrate techniques for managing anxiety and pain through deep breathing relaxation, and were able to answer questions from the presenter. After this education, there was an improvement in the pre-test and post-test results, which increased from 60% to 80%. Participants understood the education about Managing Anxiety and Pain in patients in the Lower Kalimaya Room. Keywords: Education, Anxiety, Pain, Patients.
Pendidikan Kesehatan tentang Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Siswa SMAN 1 Rancaekek Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17457

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa yang dialami oleh kalangan remaja semakin memprihatinkan. Salah satu gangguan mental yang dapat terjadi adalah Post- Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD merupakan gangguan stress yang disebabkan oleh paparan langsung maupun tidak langsung dari suatu peristiwa traumatis dan dapat menyebabkan masalah kejiwaan yang serius. Salah satu kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan mental pada remaja yaitu dengan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan PTSD pada remaja bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kondisi PTSD dan juga cara penanganan yang efektif. Tujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kondisi PTSD dan juga cara penanganan yang efektif. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa/ siswi, seta melakukan diskusi. Sebelumnya didakan dulu pretest dan diakhiri dengan postest. Respon peserta antusias dan aktif bertanya ketika diberikan materi tentang PTSD. Seluruh peserta aktif dalam kegiatan mulai dari pembukaan yang dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pemaparan dan evaluasi, pre dan postest, pemberian penghargaan, hingga penutupan dan dokumentasi. Setelah dilakukan edukasi tentang PTSD mulai dari pengertian, dampak dan cara menangani PTSD, ada peningkatan dari hasil pre dan postest. Kata Kunci: Generasi muda; Pendidikan Kesehatan; PTSD  ABSTRACT Mental health problems experienced by teenagers are increasingly worrying. One of the mental disorders that can occur is Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD is a stress disorder caused by direct or indirect exposure to a traumatic event and can cause serious mental problems. One of the activities to overcome mental health problems in adolescents is health education. PTSD health education for adolescents aims to increase understanding of the condition of PTSD and also how to effectively treat it. The aim to increase understanding of the condition of PTSD and also how to effectively treat it. This activity uses educational methods for students, as well as conducting discussions. Previously, a pretest was held and ended with a posttest. Participants responded enthusiastically and actively asked questions when given material about PTSD. All participants were active in activities starting from the opening carried out by the deputy principal for curriculum, presentation and evaluation, pre and posttest, giving awards, to closing and documentation. After providing education about PTSD starting from the understanding, impact and how to treat PTSD, there was an improvement in the pre and posttest results.  Keywords: Young generation; Healthy Education; PTSD
Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa di Desa Padamukti Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13202

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan jiwa merupakan  suatu kondisi yang memungkinkan dari  perkembangan fisik, intelektual, dan emosional menjadi lebih optimal. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik yaitu  kondisi ketika batin kita  berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga  individu  dapat menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitarnya . Salah satu cara untuk mengetahui masalah kesehatan jiwa dimasyarakat dan yang  lebih dekat serta memahami keadaan masyarakat yaitu kader,maka kader kesehatan jiwa sangat penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa ,sehingga akan ketahuan sejak dini masyarakat yang mengalami masalah psikososial dan  gangguan  jiwa ,maka akan segera di laporkan dan ditangani secara langsung oleh petugas kesehatan setempat.  Kegiatan ini bertujuan untuk membantu  meningkatkan  pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa sehingga bisa mendeteksi secara dini , memfasilitasi dan memberikan penyuluhan terhadap  masyarakat yang mengalami ganguan jiwa. . Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan kader secara tatap muka dan melatih cara mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu 57,2 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  kader desa Padamukti tentang kesehatan jiwa, cara mengatasi dan mendeteksi secara dini tentang masalah kesehatan jiwa, sehingga  diharapkan  angka kesakitan jiwa baik yang psikososial maupun psikosa menurun, masyarakat menjadi sehat  jiwa. Kata Kunci:  Kesehatan Jiwa,  Kader, Pelatihan  ABSTRACT Mental health is a condition that allows physical, intellectual, and emotional development to be more optimal. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, good mental health is a condition when our mind is in a state of calm and calm so that individuals can enjoy daily life and appreciate others around them. One way to find out about mental health problems in the community and to be closer and understand the situation of the community is through cadres, mental health cadres are very important to detect mental health problems early so that people who experience psychosocial problems and mental disorders will be caught early and will be immediately reported and handled directly by local health workers. This activity aims to help increase the knowledge of cadres about mental health so that they can detect early, facilitate, and provide counseling to people who experience mental disorders. The method used in this activity is face-to-face cadre training and training on how to detect mental health problems early. The result of this activity is an increase of 57.2 points. Conclusion There is an increase in knowledge of Padamukti village cadres about mental health, and how to overcome and detect early mental health problems, so it is hoped that the number of mental illnesses, both psychosocial and psychotic, will decrease, and the community will become mentally healthy. Keywords: Mental Health, Cadres, Training.
Pendidikan Kesehatan tentang Manfaat Sayuran sebagai Sumber Gizi bagi Kesehatan Anak di SDN 01 Cikeruh Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20138

Abstract

ABSTRAK Anak sekolah dasar (SD) adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi dan mereka perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga, karena mereka sedang mengalami pertumbuhan spurt (pertumbuhan cepat). Pada usia emas kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi. Makan makanan yang bergizi membantu pertumbuhan anak. Tubuh memerlukan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral yang cukup. Sayur-sayuran adalah salah satu sumber makanan ini. Siswa sekolah dasar harus diajarkan cara menanam sayuran.  Tujuan dari pendidikan kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar tentang manfaat sayuran sebagai sumber gizi bagi Kesehatan  anak.  Metode PKM  ini dengan menggunakan edukasi dan penanaman bibit kacang hijau sebagai sumber gizi bagi anak sekolah. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 53,5% menjadi 80 %. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan siswa meningkat tentang manfaat sayuran bagi kesehatan dan mereka bisa menanam bibit kacang hijau  sebagai sumber zat gizi.  Direkomendasikan bagi guru untuk memberikan edukasi lanjut tentang manfaat sayuran bagi Kesehatan anak serta dapat dipraktekan di sekolah. Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Pendidikan Kesehatan, Sayuran, Manfaat  ABSTRACT Elementary school children are an age group that is vulnerable to nutritional problems and they need special attention from their families, because they are experiencing a growth spurt. At the golden age of life, children's growth and development occur. Eating nutritious food helps children grow. The body needs food that contains sufficient calories, protein, vitamins, carbohydrates, and minerals. Vegetables are one source of this food. Elementary school students should be taught how to grow vegetables. The purpose of this health education is to determine the knowledge of elementary school children about the benefits of vegetables as a source of nutrition for children's health. This PKM method uses education and planting of green bean seeds as a source of nutrition for school children. The results of this community service can be seen from: After health education was carried out, students' knowledge increased about the benefits of vegetables for health and they were able to plant green bean seeds as a source of nutrition. It is recommended for teachers to provide further education about the benefits of vegetables for children's health and can be practiced at school. Keywords: Elementary School Children, Health Education, Vegetables, Benefits
Metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia: A literature review Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Platini, Hesti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i8.12096

Abstract

Background: Schizophrenia is a psychotic disorder characterized by major disturbances in thoughts and emotions. Patients with schizophrenic disorders have disturbances in cognitive function characterized by disturbances in the cognitive system, so metacognitive training therapy is needed. Metacognitive Training Therapy is a combination of psychoeducation, cognitive remediation therapy and cognitive behavioral therapy aimed at reducing the overall severity of symptoms and improving several neurocognitive subdomains and social cognitive functions.Purpose: This study aims to identify metacognitive training interventions in patients with schizophrenia.Method: The databases used were EBSCOhost (Cinahl) and Pubmed and 159 articles were found.Results: Stage through the initial selection obtained 32 articles. Then, articles were selected based on inclusion criteria in the form of publications in the last 10 years (2013-2023), national and international journals in Indonesian and English, articles with full text, and 5 peer-reviewed articles. Next, articles were selected based on research title, country, research objectives, research methods, population and sample, and research results.Conclusion: This study found that participants who had quite severe symptoms at the start of training were greatly helped in reducing the overall severity of symptoms by the metacognitive therapy they underwent.Keywords: Metacognitive; Schizophrenia; Training.Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran dan emosi. Pada pasien dengan gangguan skizofrenia memiliki gangguan dalam fungsi kognitif ditandai dengan adanya gangguan sistem kognitif sehingga diperlukan terapi Metacognitive Training. Terapi Metakognitif Training merupakan gabungan dari psikoedukasi, terapi remediasi kognitif dan terapi kognitif perilaku bertujuan untuk menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan serta memperbaiki beberapa subdomain neurokognitif dan fungsi kognitif sosial.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intevensi metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia.Metode: Database yang dilakukan adalah EBSCOhost (Cinahl) dan Pubmed dan ditemukan sebanyak 159 artikel.Hasil: Tahap melalui seleksi awal diperoleh 32 artikel. Kemudian, artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa terbit 10 tahun terakhir (2013-2023), jurnal nasional maupun internasional yang berbahasa Indonesia dan Inggris, artikel dengan full text, dan artikel yang peer reviewed didapatkan sebanyak 5 artikel. Selanjutnya, artikel diseleksi berdasarkan judul penelitian, negara, tujuan penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, dan hasil penelitian.Simpulan: Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang memiliki gejala-gejala yang cukup parah pada awal pelatihan sangat dibantu dalam menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan oleh terapi metakognitif yang dijalani.
Penyuluhan Kesehatan tentang Penerapan Relaksasi Autogenik untuk Mengurangi Kecemasan pada Keluarga Pasien di Ruang Bedah Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23021

Abstract

ABSTRAK Tindakan pembedahan merupakan salah satu intervensi medis yang umum dilakukan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Namun, prosedur ini sering kali menimbulkan berbagai respons psikologis pada pasien dan keluarga, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan  adalah respons emosional yang ditandai dengan perasaan khawatir, tegang, dan takut, yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi kecemasan adalah terapi relaksasi autogenik. Kegiatan penyuluhan  kesehatan ini dilaksanakan di Ruang Inap Rubi Bawah RSUD dr. Slamet Garut dengan melibatkan 13 keluarga pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pada keluarga pasien mengenai intervensi non farmakologis yang bisa dilakukan di rumah sakit.  Pada kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi kepada keluarga pasien tentang terapi relaksasi autogenk. Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga memahami tentang terapi non farmakologis untuk mengurangi kecemasan selama menunggu pasien di rumah sakit, serta bisa melakukan secara mandiri. Dari hasil pre dan postest ada peningkatan dari 65% menjadi 75%. Disarankan untuk peneliti berkutnya melakukan penelitian yang sasarannya lebih banyak lagi dan menggunakan terapi non farmakologis yang lainnya. Kata Kunci: Kecemasan, Keluarga Pasien, Penyuluhan Kesehatan, Relaksasi Autogenik.  ABSTRACT Surgical procedures are one of the common medical interventions used to address various health conditions. However, this procedure often elicits various psychological responses in patients and families, one of which is anxiety. Anxiety is an emotional response characterized by feelings of worry, tension, and fear, which can affect physical and mental well-being. One effective non-pharmacological intervention for managing anxiety is autogenic relaxation therapy. This health education activity was conducted in the Lower Ruby Ward of Dr. Slamet Garut Regional General Hospital, involving 13 patient families. This activity aims to educate patients' families about non-pharmacological interventions that can be done in the hospital. This activity uses educational and demonstration methods for patient families regarding autogenic relaxation therapy.  This activity uses educational and demonstration methods for patient families regarding autogenic relaxation therapy and guided imagery.  From the results of the pre and post-tests, there was an increase from 65% to 75%. It is recommended for future researchers to conduct studies with a larger target group and utilize other non-pharmacological therapies. Keywords: Anxiety, Patient's Family, Health Education, Autogenic Relaxation
Edukasi Donor Darah “Setetes Darah, Sejuta Harapan” di MA YPI Baiturahman Leles Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22556

Abstract

ABSTRAK Donor darah merupakan  proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah. Siswa SMA/sederajat yang menjadi pendonor darah pertama adalah contohpositif yang dapat memotivasi teman-temannya dan generasi muda lainnya untuk turut serta dalam kegiatan donor darah. Walaupun menjadi pendonor darah pertama di kalangan siswa SMA memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Beberapa siswa mungkin merasa takut atau khawatir tentang prosedur donor darah serta kurangnya pengetahuan mengenai manfaat donor darah dapat menjadi tantangan. Edukasi pendidikan kesehatan mengenai donor darah dan dukungan emosional agar para siswa mengetahui manfaat donor darah serta saling memotivasi untuk melakukan donor darah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan diskusi yang disertai oleh pembagian media berupa leaflet yang berisi informasi mengenai donor darah. pendidikan kesehatan diberikan kepada  50 peserta yang hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait donor darah. Hal tersebut dapat dilihat dari peserta mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri terkait apa saja yang diperlukan sebelum donor darah, dan menjelaskan manfaat dari donor darah. Edukasi tentang donor darah di MA YPI Baiturohman tercapai dengan adanya peningkatan nilai  sebesar 40,58 point , dan siswa siswi diharapkan mau melaksakan donor darah secara rutin dengan bekerjasama pihak sekolah dan PMI Garut  Kata Kunci: Donor Darah, Edukasi, Harapan  ABSTRACT Blood donation is the process of taking blood from someone voluntarily to be stored in a blood bank for later use in blood transfusions. High school/equivalent students who become the first blood donors are positive examples who can motivate their friends and other young people to take part in blood donation activities. Although being the first blood donor among high school students has many benefits, there are several challenges that need to be considered. Some students may feel afraid or worried about the blood donation procedure and a lack of knowledge regarding the benefits of blood donation can be a challenge. To provide health education regarding blood donation and emotional support so that students know the benefits of blood donation and motivate each other to donate blood. The method of carrying out activities uses lecture and discussion methods accompanied by the distribution of media in the form of leaflets containing information about blood donation. Health education was provided to 50 participants who attended and participated in the activity enthusiastically. Participants experienced increased knowledge regarding blood donation. This can be seen from the participants being able to answer questions asked by the presenters regarding what is needed before donating blood, and explaining the benefits of donating blood. Education about blood donation at MA YPI Baiturohman was achieved with an increase in scores of 40.58 points, and students were expected to be willing to carry out blood donations regularly in collaboration with the school and PMI Garut. Keywords: Blood donation, Education, Hope
Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Kesadaran Terhadap Lingkungan yang Bersih dan Sehat melalui Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik Pada Siswa di UPTD SD Negeri 2 dan 3 Desa Cikedung Kabupaten Indramayu Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Yudha, Ray Kasuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25347

Abstract

ABSTRAK Permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang dihadapi masyarakat Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, khususnya rendahnya kesadaran pengelolaan sampah sejak usia dini. Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah dan tingginya penggunaan sampah plastik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukatif yang terarah untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku peduli lingkungan pada anak-anak sekolah dasar. PKM ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesadaran siswa sekolah dasar untuk memelihara lingkungan yang sehat serta pengolahan  sampah plastik menjadi barang yang berguna. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah, edukasi interaktif berbasis permainan, serta workshop daur ulang botol plastik menjadi tempat pensil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis sampah, konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pentingnya pemanfaatan kembali sampah menjadi barang bernilai guna. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa program CERIA efektif sebagai media edukasi lingkungan hidup di tingkat sekolah dasar. Setelah dilakukan edukasi ini ada peningkatan dari hasil pre dan pos-test, yang tadinya 75 % menjadi 80%, memahami cara memelihara lingkungan yang sehat serta bagaimana pengolahan sampah yang baik terutama sampah plastik. Untuk kepala sekolah diharapkan program ini bisa dilanjutkan agar anak anak sekolah dasar dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan lingkungan serta dapat dilakukan setiap jumat bersih. Untuk pengelolaan sampah bisa dilakukan pada kegiatan ekstra kurikuler. Untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang inovasi pengelolaan sampah selain sampah plastik. Kata Kunci: Daur Ulang Sampah Plastik, Edukasi, Lingkungan Sehat.  ABSTRACT The issue of waste remains an environmental problem faced by the community of Cikedung Village, Cikedung District, Indramayu Regency, particularly the low awareness of waste management from an early age. Based on field observations, a habit of littering in the school environment and high plastic waste usage were found. These conditions indicate the need for targeted educational efforts to enhance understanding and environmentally conscious behavior among elementary school children. This community service program aims to educate elementary school students about the importance of maintaining a healthy environment and processing plastic waste into useful items. The implementation of this activity uses an educational, participatory, and applicative approach thru waste management socialization activities, interactive education based on games, and workshops on recycling plastic bottles into pencil cases. The results of the activities show an increase in students' understanding of the types of waste, the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle), and the importance of repurposing waste into useful items. The enthusiasm and active participation of the students during the activities indicate that the CERIA program is effective as a medium for environmental education at the elementary school level. After this education was conducted, there was an increase in the pre and post-test results, from 75% to 80%, in understanding how to maintain a healthy environment and how to properly manage waste, especially plastic waste. For the principal, it is hoped that this program can be continued so that elementary school children can increase their awareness of the importance of environmental health and it can be carried out every clean Friday. For waste management, it can be conducted as part of extracurricular activities. For future researchers, they can study innovations in waste management beyond plastic waste. Keywords: Plastic Waste Recycling, Education, Healthy Environment.
Pengaruh Pola Asuh dari Berbagai Budaya Internasional Terhadap Perkembangan Psikososial pada Usia Anak - Anak dan Remaja: A Scoping Review Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.22857

Abstract

ABSTRACT Parenting styles are very important for the psychosocial development of children and adolescents, yet many psychosocial problems still indicate a lack of understanding of effective parenting styles. This research aims to examine the influence of cross-cultural parenting styles on psychosocial development. This research method uses a Scoping Review to analyze Indonesian and English articles from PubMed, Google Scholar, and Springer over the past 10 years. Thirteen English and Indonesian articles were obtained according to the inclusion criteria, and the review results showed that parenting style has a significant impact on psychosocial development. Authoritarian parenting styles are often associated with increased social anxiety, depression, self-harm, and emotional-behavioral problems. Conversely, democratic and warm parenting styles tend to reduce social anxiety, depression, and behavioral issues, while also improving emotional regulation, self-esteem, and psychological adjustment. A father's warmth reduces anxiety, while a mother's overprotection can actually increase it. Cultural context also influences the effectiveness of parenting styles. Self-esteem, resilience, parental support, and the mother's part-time work are other important factors. Generally, culturally influenced parenting styles have a significant impact, with authoritarian styles often being negative, and democratic/authoritative styles tending to be positive. Additionally, further research is needed to specifically understand how various cultural dimensions (besides traditional values) influence the effectiveness of different parenting styles. Based on the presentation of the thirteen articles reviewed, it can be concluded that parental parenting styles play a significant role in shaping the mental health, emotional regulation, and social behavior of children and adolescents. Keywords: Parenting Styles, Culture, Psychosocial Development, Adolescent Children, Mental Health Nursing.  ABSTRAK Pola asuh sangat penting bagi perkembangan psikososial anak dan remaja, namun masih banyak masalah psikososial yang menunjukkan kurangnya pemahaman pola asuh efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pola asuh lintas budaya terhadap perkembangan psikososial. Metode penelitian ini menggunakan Scoping Review untuk menganalisis  artikel berbahasa Indonesia dan Inggris dari PubMed, Google Scholar, dan Springer dalam 10 tahun terakhir. Didapatkan 13 artikel berbahasa Inggris dan Indonesia sesuai dengan kriteria inklusi, hasill tinjauan menunjukkan bahwa pola asuh memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikososial. Pola asuh otoriter seringkali dikaitkan dengan peningkatan kecemasan sosial, depresi, self-harm, dan masalah emosional-perilaku. Sebaliknya, pola asuh demokratis dan hangat cenderung mengurangi kecemasan sosial, depresi, dan masalah perilaku, sekaligus meningkatkan regulasi emosi, harga diri, serta penyesuaian psikologis. Kehangatan ayah mengurangi kecemasan, sedangkan overproteksi ibu justru bisa meningkatkannya. Konteks budaya juga memengaruhi efektivitas pola asuh. Harga diri, resiliensi, dukungan orang tua, dan pekerjaan ibu paruh waktu adalah faktor-faktor penting lainnya. Secara umum, pola asuh yang dipengaruhi budaya berdampak   signifikan,  dengan  gaya  otoriter  sering negatif,  dan demokratis/autoritatif cenderung positif. Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara spesifik bagaimana berbagai dimensi budaya (selain nilai tradisi) memengaruhi efektivitas gaya pengasuhan yang berbeda. Berdasarkan pemaparan tiga belas artikel yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa gaya pengasuhan orang tua secara signifikan berperan dalam pembentukan kesehatan mental, regulasi emosi, serta perilaku sosial anak dan remaja.  Kata Kunci: Pola Asuh, Budaya, Perkembangan Psikososial, Anak Remaja, Keperawatan Kesehatan Jiwa.