Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Asupan Protein Hewani Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 3 Wates Kulon Progo Yogyakarta Fifi Amalia Marzuki; Siti Fadhilatun Nashriyah; Nor Eka Noviani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.226

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia karena telah mengalami menstruasi dan sedang berada dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat gizi lebih tinggi, terutama zat besi. Salah satu sumber zat besi penting berasal dari protein hewani, sehingga rendahnya konsumsi protein hewani dapat menyebabkan tidak tercukupinya kebutuhan zat besi dalam tubuh. Hal ini berdampak pada penurunan kadar hemoglobin yang berujung pada terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan protein hewani dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen adalah konsumsi sumber asupan protein hewani, sedangkan variabel dependen kejadian anemia. Sampel penelitian sebanyak 57 responden dengan teknik pengambilan sample adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner SQ-FFQ frekuensi asupan protein hewani dalam 1 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswi putri SMP Negeri 3 Wates Kulon Progo Yogyakarta, didapatkan p-value 0,038 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi asupan protein hewani dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Overweight Pada Remaja Di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta Bari Sofyana; Dewi Rizzky Mutiarasari; Nor Eka Noviani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.313

Abstract

Overweight saat ini masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia hingga dunia bahkan WHO mengumumkan sebagai epidemic global. Berbagai macam faktor yang menyebabkan overweight/obesitas pada remaja diantaranya adalah asupan makan, faktor genetik/keturunan, pola tidur tidak teratur dan aktivitas fisik yang kurang. Tujuan: mengetahui adanya hubungan aktivitas fisik terhadap overweight pada remaja di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dengan total sampel 42 responden. Data aktivitas fisik pada remaja di ukur menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data antropometri diukur menggunakan alat timbangan berat badan dan alat ukur tinggi badan (Mikrotoise). Analisa data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi kejadian remaja usia 13-14 tahun yang mengalami overweight dengan aktivitas fisik cukup dengan overweight sebanyak 11 responden (61 %), sedangkan responden yang tidak mengalami overweight dengan aktivitas fisik kurang sebanyak 13 responden (54 %). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik remaja dengan kejadian overweight.
Hubungan Antara Emotional Distress Dengan Perilaku Makan Pada Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Nurhidayah Ardian Putri; Nor Eka Noviani; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.417

Abstract

Mahasiswa sebagai kelompok usia dewasa awal rentan mengalami emotional distress, yaitu kondisi psikologis yang mencakup stres, kecemasan, dan depresi akibat tingginya tuntutan akademik dan sosial. Emotional distress dapat memengaruhi pola makan dan mendorong munculnya perilaku makan tidak sehat seperti emotional eating, restrained eating, dan external eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional distress dengan perilaku makan pada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 105 mahasiswa dipilih menggunakan kuota sampling. Instrumen pengukuran meliputi Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) untuk emotional distress dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) untuk perilaku makan. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan tingkat signifikansi p<0,05. Mayoritas responden mengalami emotional distress tidak normal, khususnya kecemasan (97,14%). Perilaku makan kategori tinggi ditemukan pada emotional eating (76,19%), external eating (64,76%), dan restrained eating (64,76%). Terdapat hubungan signifikan antara stres dengan emotional eating, external eating, dan restrained eating; serta depresi dengan restrained eating. Penelitian ini menunjukkan bahwa emotional distress berhubungan dengan perilaku makan mahasiswa. Stres merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi emotional eating dan restrained eating, sedangkan kecemasan lebih terkait dengan external eating. Depresi cenderung memicu perilaku membatasi makan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi kesehatan mental dan edukasi gizi dalam upaya mencegah dampak jangka panjang emotional distress terhadap perilaku makan mahasiswa.