Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BIOEDUSCIENCE

Korelasi antara Keterampilan Generik Sains dan Sikap Ilmiah terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Koordinasi di Kelas XI SMA Negeri 2 Tasikmalaya Suci Ismiatul Hasanah; Romy Faisal Mustofa; Ryan Ardiansyah
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 2 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.809 KB) | DOI: 10.22236/j.bes/424942

Abstract

Background: Various factors can support efforts to improve student learning outcomes, including generic science skills and scientific attitudes. The study aims to determine the correlation between generic science skills and scientific attitudes on student learning outcomes. Methods: This research is a correlational study using a dual paradigm design with two independent variables. The sample was that used was 60 people who came from 11th grade of Science Program. Result: The result of this research is that there is a strong and very significant correlation between generic science skills and scientific attitudes towards learning outcomes. This is supported by the data analysis results, namely a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.623. Conclusion: It could be concluded that generic science skills and scientific attitudes contribute to improving student learning outcomes because students who have generic science skills and an excellent scientific attitude will get optimum learning outcomes. Therefore, generic science skills and scientific attitudes that exist in students must continue to be trained and developed.
Analisis Miskonsepsi Peserta Didik pada Materi Sistem Saraf Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test Tezar Rivaldo Pakpahan; Diana Hernawati; Ryan Ardiansyah
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 1 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.173 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/4127-364844

Abstract

Background: Biologi memiliki beberapa konten materi yang erat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Selayaknya materi Biologi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik oleh peserta didik. Namun banyak peserta didik yang kesulitan memahami suatu konsep bahkan mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi merupakan suatu kesalahpahaman yang bila tidak didiagnosis akan menyebabkan rantai kesalahpahaman yang berkepanjangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan analisis deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi peserta didik pada materi sistem saraf. Sumber data penelitian adalah kelas XI MIPA-1 SMAN 2 Tasikmalaya yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostik Four-tier test dan Wawancara untuk menganalisis miskonsepsi peserta didik. Hasil: Penelitian terhadap 35 orang subyek menunjukkan pesentase miskonsepsi peserta didik sebesar 8,1% dengan kategori rendah. Adapun sumber miskonsepsi terdiri dari guru, siswa, buku dan bimbel. Sumber miskonsepsi yang memiliki kontribusi paling besar adalah peserta didik dengan persentase 68,6% yang disebabkan oleh pemikiran asosiatif siswa, reasoning yang salah dan minat belajar yang rendah. Kesimpulan: Miskonsepsi peserta didik pada materi sistem saraf di kelas XI-MIPA1 SMAN 2 Tasikmalaya tergolong rendah dan sumber miskonsepsi terbesar adalah peserta didik itu sendiri. Dengan demikian agar peserta didik dapat menghindari miskonsepsi pada pembelajaran, maka peserta didik perlu mengomunikasikan pemahamannya dengan guru, memilih buku yang kredibel, dan menghindari bimbel yang memiliki tutor tidak sesuai kualifikasi.