Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN AKU KADER KONTRIBUTIF (AKTIF) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA EMPLASMEN KUALA NAMU Dinda Pematasari Harahap; Khairuddin Khairuddin; Indah Apriliya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.608-612

Abstract

Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi atau menurunkan angka kasus stunting (balita pendek) yang terjadi di desa tersebut. Tingginya angka kasus stunting disebabkan karena adanya faktor-faktor yang ditemukan seperti: 1) kurangnya pengetahuan ibuhamil tentang pentingnya asupan gizi dan nutrisi selama kehamilan dan juga setelah persalinan; 2) pasangan muda menikah pada usia dini (di bawah 20 tahun); 3) jarak kelahiran yang terlalu dekat; 4) Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR); 5) kader kesehatan yang kurang banyak untuk melakukan upaya preventif; 6) minimnya pengetahuan dan referensi kader kesehatan; 7) keadaan finansial/tingkat ekonomi masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah melalui pemberian pelatihan kepada kader kesehatan posyandu sebagai perwakilan masyarakat yang memberikan promosi dan edukasi sebagai upaya preventif kasus stunting. Hal ini dikarenakan kader posyandu merupakan komponen masyarakat yang menjadi penggerak dan memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif masalah kesehatan. Modul pelatihan disusun berdasarkan panduan tugas kader posyandu yang berfokus nantinya akan memberikan pelayanan pada ibu hamil. ibu menyusui, serta anak 0-2 tahun. Keberhasilan pelatihan dilihat dari adanya perubahan pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Berdasarkan hasil analisis uji perbedaan diperoleh hasil bahwa ada perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan pelatihan kepada kader kesehatan. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan skor pada peserta setelah diberikan pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan para kader kesehatan.
IMPLEMENTASI ZERO WASTE INTEGRATED SYSTEM DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA LOKAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI KOPI Syahbudin Hasibuan; Indah Apriliya; Ifan Aulia Candra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39558

Abstract

Abstrak: Petani kopi rakyat di Kecamatan Sidamanik masih menghadapi permasalahan rendahnya pemanfaatan limbah kulit kopi dan biomassa lokal, tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta belum optimalnya penerapan budidaya kopi berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Zero Waste Integrated System melalui pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung peningkatan kapasitas petani dan keberlanjutan budidaya kopi. Mitra kegiatan adalah kelompok petani kopi rakyat dan pengurus koperasi kopi, dengan peserta 20 petani aktif dan 5 orang pengurus koperasi. Metode pelaksanaan meliputi survei, penyuluhan, workshop pembuatan pupuk organik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, pre-test, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 32,29% menjadi 85,43%, atau meningkat sebesar 53,14 poin persentase. Program ini meningkatkan kesadaran, keterampilan teknis, dan komitmen mitra dalam mengelola limbah kopi berbasis pertanian berkelanjutan.Abstract: Smallholder coffee farmers in Sidamanik still face several problems, including the low utilization of coffee husk waste and local biomass, high dependence on chemical fertilizers, and limited implementation of sustainable coffee cultivation practices. This community service program aimed to implement a Zero Waste Integrated System by utilizing local resources as raw materials for organic fertilizer, thereby improving farmers’ capacity and supporting sustainable coffee production. The participants consisted of approximately 20 active smallholder coffee farmers and 5 coffee cooperative administrators. The program was conducted through field surveys, extension activities, organic fertilizer production workshops, technical assistance, monitoring, and evaluation. The evaluation was carried out using observation, interviews, pre-test, and post-test instruments. The results showed an increase in participants’ understanding from an average of 32.29% to 85.43%, representing a 53.14 percentage-point improvement. This program improved farmers’ awareness, technical skills, and commitment to managing coffee waste through sustainable agricultural practices.