Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strategi Pengembangan Kerajinan Anyaman Purun dalam Meningkatkan Pemasaran Pada Masa Pandemi di Desa Sementara Feri Armando Hasibuan; Siti Mardiana; Indah Apriliya
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.510

Abstract

Purun dapat dijadikan suatu produk yang sangat menguntungkan, Salah satu desa yang menjadi pengrajin purun di Sumatera Utara yaitu, Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cerminn, Kabupaten Serdang Bedagai. Ketiadaan media untuk mempromosikan produk UKM sebenarnya juga merupakan masalah yang dialami oleh pemberdayaan UKM diseluruh daerah di Indonesia. Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam upaya peningkatan daya saing dengan pemanfaatan teknologi informasi. Metodologi yang digunakan dengan survei ke desa Sementara dan membuat langsung produk purun variasi baru. Hal ini dilakukan agar para pengrajin purun lebih memahami secara jelas. Dengan banyaknya varian produk baru akan menarik peminat purun. Hasilnya, Ecommerce di Indonesia telah menjadi norma sosial yang berkembang dengan penggunaan platform online produk perawatan, kesehatan, produk makanan beku, produk kerajinan dll. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini di antaranya: alas meja, alas gelas, tas keranjang dan vas bunga.
ANALYSIS OF FORMULATION MEDIA FOR PLANTING OYSTER MUSHROOM (Pleurotus ostreatus)AGRICULTURAL WASTE BASED MATERIALS Siti Mardiana; Ellen Lumisar Panggabean; Indah Apriliya; Muhammad Usman
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2023): February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v9i2.7504

Abstract

The effort of Indonesian people to fulfill their protein intake in an economically accessible way is by producing and consuming oyster mushrooms, because their protein content was viable as an alternative to animal-based products. Combination of sugarcane bagasse, palm fronds (PKS), and sawdust can be used as growing medium for oyster mushrooms. The aim of this study was: (1) to analyze the change in the pH of the combination media formulation of Palm Oil Frond Waste (PKS), sugarcane bagasse, and sawdust; (2) identifying the composition of nutrients in the aforementioned agricultural waste as a growing medium for oyster mushroom. This study was composed of two steps: 1) Preparing the composition of the growing medium from agricultural waste; and 2) Analyzing nutrient composition of the growing medium of oyster mushroom. The research was conducted by using Analysis of Variance (ANOVA) with a Non-Factorial Completely Randomized Design (RAL). The combination of oyster mushroom growing medium from palm fronds, sugarcane bagasse, and sawdust has different pH levels and nutritional contents. The combination of M0 – M8 oyster mushroom growing medium has the suitable level of pH to grow the mushrooms at 6,5 – 8,0 pH. From the formulation analysis of nutrient in the combination of M0 – M8, it can be used as a reference for the nutrient content of oyster mushrooms growing medium from palm fronds and sugarcane bagasse.
PELATIHAN AKU KADER KONTRIBUTIF (AKTIF) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA EMPLASMEN KUALA NAMU Dinda Pematasari Harahap; Khairuddin Khairuddin; Indah Apriliya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.608-612

Abstract

Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi atau menurunkan angka kasus stunting (balita pendek) yang terjadi di desa tersebut. Tingginya angka kasus stunting disebabkan karena adanya faktor-faktor yang ditemukan seperti: 1) kurangnya pengetahuan ibuhamil tentang pentingnya asupan gizi dan nutrisi selama kehamilan dan juga setelah persalinan; 2) pasangan muda menikah pada usia dini (di bawah 20 tahun); 3) jarak kelahiran yang terlalu dekat; 4) Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR); 5) kader kesehatan yang kurang banyak untuk melakukan upaya preventif; 6) minimnya pengetahuan dan referensi kader kesehatan; 7) keadaan finansial/tingkat ekonomi masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah melalui pemberian pelatihan kepada kader kesehatan posyandu sebagai perwakilan masyarakat yang memberikan promosi dan edukasi sebagai upaya preventif kasus stunting. Hal ini dikarenakan kader posyandu merupakan komponen masyarakat yang menjadi penggerak dan memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif masalah kesehatan. Modul pelatihan disusun berdasarkan panduan tugas kader posyandu yang berfokus nantinya akan memberikan pelayanan pada ibu hamil. ibu menyusui, serta anak 0-2 tahun. Keberhasilan pelatihan dilihat dari adanya perubahan pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Berdasarkan hasil analisis uji perbedaan diperoleh hasil bahwa ada perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan pelatihan kepada kader kesehatan. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan skor pada peserta setelah diberikan pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan para kader kesehatan.
PENGARUH BERBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) ALAMI TERHADAP KEBERHASILAN STEK TANAMAN CINCAU HIJAU (PREMNA SERRATIFOLIA L) Indah Apriliya; Ronny Mulyawan
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11414

Abstract

Tanaman cincau hijau perdu (Premna serratifolia L.) merupakan tanaman merambat atau melilit yang berasal dari Asia Tenggara. Budidaya cincau hijau di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan sulitnya teknik budidaya tanaman cincau terutama sisi perbanyakan tanaman. Pada umumnya perbanyakannya dilakukan dengan cara stek batang. ZPT yang sering digunakan adalah ZPT sintesis, salah satunya yaitu Rootone F, namun penggunaannya kurang efektif dalam segi ekonomis, maka perlu adanya subtitusi dengan ZPT yang berasal dari bahan alami atau dari pemanfaatan limbah rumah tangga dan industri seperti air kelapa, air cucian beras, dan air limbah ampas tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman ZPT alami air kelapa, air cucian beras, dan air ampas tahu serta mengetahui bahan ZPT alami terbaik untuk pertumbuhan tanaman cincau hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yang terdiri atas empat perlakuan dan diulang sebanyak lima kali sehingga didapatkan dua puluh satuan percobaan masing-masing 3 sampel sehingga membutuhkan 60 tanaman. P1=0,1 g.L-1 Rootone F (kontrol positif), P2=450 ml.L-1 air kelapa muda, P3=450 ml.L-1 air cucian beras, P4=450 ml.L-1 air limbah ampas tahu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ZPT sintetis Rootone F memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan ZPT alami terhadap ketiga parameter penelitian. Pengaruh ZPT alami terbaik terhadap parameter panjang tunas, jumlah daun dan lebar daun secara berturut-turut ditunjukkan oleh perlakuan ampas tahu, air kelapa, dan air cucian beras.
Strategi Pengembangan Kerajinan Anyaman Purun dalam Meningkatkan Pemasaran Pada Masa Pandemi di Desa Sementara Feri Armando Hasibuan; Siti Mardiana; Indah Apriliya
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.510

Abstract

Purun dapat dijadikan suatu produk yang sangat menguntungkan, Salah satu desa yang menjadi pengrajin purun di Sumatera Utara yaitu, Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cerminn, Kabupaten Serdang Bedagai. Ketiadaan media untuk mempromosikan produk UKM sebenarnya juga merupakan masalah yang dialami oleh pemberdayaan UKM diseluruh daerah di Indonesia. Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam upaya peningkatan daya saing dengan pemanfaatan teknologi informasi. Metodologi yang digunakan dengan survei ke desa Sementara dan membuat langsung produk purun variasi baru. Hal ini dilakukan agar para pengrajin purun lebih memahami secara jelas. Dengan banyaknya varian produk baru akan menarik peminat purun. Hasilnya, Ecommerce di Indonesia telah menjadi norma sosial yang berkembang dengan penggunaan platform online produk perawatan, kesehatan, produk makanan beku, produk kerajinan dll. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini di antaranya: alas meja, alas gelas, tas keranjang dan vas bunga.
Pelatihan Proses Cutting dan Drilling Bagi Mahasiswa di Growth Centre LLDIKTI Wilayah - I Siregar, Amru; Darianto, Darianto; Apriliya, Indah; Mahyunis, Mahyunis
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 1 No 1 (2023): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v1i1.52

Abstract

Cutting and drilling training is a program designed to provide the necessary knowledge and skills for students to cut and form holes in materials. During the training, participants will learn the basic principles and effective cutting techniques using various cutting tools such as hand saws, hacksaw machines, and grinding machines. Participants will also be taught about the proper use of drilling machines and techniques. The trainee will gain an in-depth understanding of selecting suitable cutting tools, machine settings, appropriate cutting speeds and safe handling during the cutting and drilling process. Participants will also be trained in measuring and evaluating the quality of cutting and drilling results. After completing the training, participants are expected to have practical skills in operating cutting machines and drilling machines. Participants can perform cutting and drilling with precision, efficiency and good quality. Participants will also increase their understanding of solving problems related to cutting and drilling. Thus, cutting and drilling training will significantly benefit participants in improving skills, work efficiency, and safety in material cutting and drilling operations.
Pelatihan HERO (Hope, Efficacy, Resilience, Optimism) Sebagai Modal Psikososial Remaja Di Desa Melati Ii Dusun Randu Pisang Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai Khairuddin, Khairuddin; Lubis, Doli Maulana Gama Samudra; Apriliya, Indah; Ramadhani, Aldi; Arafah, Nur
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i1.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang tinggal di Desa Melati II Dusun Randu Pisang melalui pelatihan modal psikologis. Aspek modal psikologis yang diberikan pada pelatihan ini yaitu, hope, self-efficacy, resilience dan optimism (HERO). Materi disampaikan menggunakan konsep experiential learning dengan metode lecturing, audio-visual, tugas tertulis, dikusi, permainan, dan refleksi. Partisipan penelitian yaitu 20 remaja (16 – 19 tahun). Desain yang dipilih adalah one-group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Z = -3,610b dengan p = 0,000. Karena p 0,000 < 0,05 maka H1 diterima. Hal ini berarti ada peningkatan modal psikosial remaja melalui Pelatihan HERO (Hope, Efficacy, Resilience, Optimism) dari hasil analisis menggunakan data sebelum (pretest) dan sesudah (posttest).
Sari Nanas Sebagai Strategi dalam Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Pada Tanaman Kelapa Sawit Bangun, Jhon Hardin; Apriliya, Indah
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v7i1.5990

Abstract

The horn beetle (Oryctes rhinoceros Linn.) is a major pest that attacks young oil palm plants and causes serious damage to the growth points, thereby inhibiting plant productivity and growth. So far, this pest control is generally carried out chemically using synthetic insecticides such as carbofuran and cypermethrin. Although effective in the short term, the use of pesticides risks causing pest resistance, environmental pollution, and harming non-target organisms. Alternatively, biological control using natural attractants based on pineapple juice is a promising approach. Pineapple contains volatile compounds such as ethyl 4-methyl butanoate, flavonoids, and alkaloids that function as attractants as well as pest life cycle inhibitors. This literature study aims to analyze the effectiveness of pineapple juice in controlling O. rhinoceros based on previous findings. The results of the study show that the use of pineapple juice has ecological and economic advantages, and has the potential to be integrated in the Integrated Pest Control (PHT) strategy. Nevertheless, it is necessary to standardize formulation and evaluate effectiveness in various field conditions to optimize its utilization.
Populasi Bakteri Tanah Pada Berbagai Rizofer Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) di Sumatra Utara Praizer Pasaribu, Kevin; Apriliya, Indah
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v7i1.5998

Abstract

The Ultisol soil, which dominates the North Sumatra region, is characterized by sour and nutrient poverty, so it requires additional interventions to support crop cultivation, including rubber plants (Hevea brasiliensis). One potential approach is the use of soil microorganisms as biological fertilizers, especially nitrogen-anchoring bacteria and phosphate solvents. This literature review aims to examine the population of soil bacteria in the rhizosphere zone of rubber plants and their ecological role in increasing plant fertility and productivity. Data was obtained from 25 scientific sources, including national and international journals, as well as reference books published between 2000 and 2024. The results showed that bacteria such as Azotobacter, Azospirillum, Rhizobium, Bacillus, and Pseudomonas dominate the rubber rhizosphere and have the ability to regulate nitrogen fixation, phosphate dissolution, growth hormone production, and pathogen biological control. The success of the implementation of biofertilizers is largely determined by the suitability of microorganisms with the conditions of the local agroecosystem. Therefore, exploration of North Sumatra-specific microbes is important as the basis for the development of more efficient and sustainable fertilization strategies.
Analisis Potensi Cangkang Kerang Dara (Anadara Granosa) Sebagai Bahan Amelioran Tanah Marginal di Indonesia: Sebuah Narrative Review Prayogi, Bimas; Apriliya, Indah
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), Maret (IN Press)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v8i1.6553

Abstract

Limbah cangkang kerang dara (Anadara granosa) merupakan produk sampingan dari industri perikanan yang sangat melimpah di Indonesia, namun pemanfaatannya masih terbatas dan cenderung menimbulkan permasalahan lingkungan. Cangkang kerang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) serta mineral lain yang berpotensi digunakan sebagai bahan amelioran untuk memperbaiki kualitas tanah marginal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan narrative review untuk mengkaji potensi cangkang kerang dara sebagai bahan amelioran melalui analisis kualitatif terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi cangkang kerang mampu menetralkan keasaman tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara makro dan mikro, memperbaiki sifat fisik tanah, serta mendukung aktivitas mikroorganisme tanah (Jubaedah et al., 2023). Namun demikian, efektivitas penggunaannya dipengaruhi oleh ukuran partikel, dosis aplikasi, serta kondisi spesifik tanah marginal. Secara keseluruhan, pemanfaatan cangkang kerang dara memiliki prospek besar sebagai alternatif amelioran ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk standarisasi dan penerapan dalam skala lapangan.